
***
"Aku tak memiliki anak didik yang pasrah akan keadaan" ujar perempuan itu, Yah Reva. Reva dengan sayap Phoenix Biru nya, berhasil menangkap Aila yang hampir terhisap ke lubang hitam itu.
Namun Aila tak bisa merespons lagi ucapan Reva. Rasanya badan nya telah kaku, Aila hampir tiada. Reva dengan cepat melesat ke bawah untuk menghindari hisapan itu.
"Aila, heiii.. Bangun!! " teriak Reva saat ia telah menggeletakkan tubuh Aila di tanah. Tampak Wajah Aila kian membiru.
"Aku titah kan, Agar kau bangun! Aila bangun! Aku bilang bangun!! " Teriak Reva frustasi, tentu ia tidak bisa membayang kan kehidupan nya tanpa sosok Aila. Di mata Reva sendiri, Aila sudah bagai Seluruh indra nya. Reva akan buta tanpa Aila.
"Aila... Bangun. Kau tak kan mungkin meninggalkan Nona mu sendiri kan" lirih Reva, menggoyangkan tubuh Aila perlahan. Sudah tak terbendung Air mata Reva, saat tak ada jawaban lagi dari Aila. Nadinya kian melemah.
Tidak, Nona Reva bisa gila jika kehilangan Aila. Aila sangat berarti bagi Nona.
Batin Kai, yang masih sibuk melawan beberapa monster penjaga pedang itu. Bersama dengan Alden dan Reyza serta beberap jendral lain nya.
" Reyza!! Tidak ada kah cara agar bisa menyelamatkan Aila. Reva bisa gila karna kehilangan Aila!!" teriak Kai.
__ADS_1
Reyza hanya mengatupkan mulut nya. Meski tubuh nya masih bergerak menyerang para monster itu. Tapi, Reyza sendiri tenggelam akan lamunan nya. Reva begitu Frustasi saat ia kehilangan Pelayan pribadi nya. Bagaimana Jika Reva tau bahwa Ayah dan kakak nya mati? . Pikir Reyza.
"Reyzaaa!! " Kai masih berteriak.
Aila ... Kau adalah kebanggaan ku. Tanpa mu, Aku tak kan bisa menjadi Nona muda Atmaja. Kau selamat, akan selamat, dan harus selamat!!
Batin Reva. Ia menyeka air matanya, Matanya sudah berwarna biru menyala. Sayap nya membentang semakin lebar. Di sekitar nya terpancar api biru yang berkobar.
Reva bergerak, ia ikut melawan para monster itu. Pedang nya di ayunkan sekali. Pedang itu berhasil menebas Lengan salah satu monster nya. Senyum menyeringai terlihat dari Reva. Tak lama senyum itu pun hilang. Tatkala, ia melihat potongan tangan itu menyatu kembali ke badan mosnter itu. Bahkan tangan nya jadi berlipat ganda.
Reva tercengang. Untuk pertama kalinya, dia melihat Revolusi monster menjijikam secara langsung. Pemandangan yang baru di lihat nya tadi, membuat nya melamun sebentar. Reva tidak sadar, jika sudah ada bongkahan batu besar yang melesat cepat ke arah nya.
Dengan cepat, Alden terbang ke arag Reva, sayang nya. Cakar panjang salah satu monster melukai Sebelah sayap api Alden.
"Arghhh!! " teriak nya, saat merasakan perih yang amat pada Sayap nya. Namun, ia sama sekali tak mementingkan itu, Alden tetap melesat menuju ke arah Reva.
Alden mendorong Reva yang melamun. Dan berushaa sekuat tenaga menahan bongkahan batu besar itu.
__ADS_1
"Aldenn!!!! " Teriak Reva yang akan terjatuh.
Buuuooohhhhmmm!
Batu itu meledak menjadi serpihan kecil karna ulah Alden. Reva terjatuh ke tanah, Tak sengaja tangan nya bersentuhan dengan Salah satu jasad yang berserakan di sana.
Reva melotot tak percaya, saat melihat. Bahwa mayat itu adalah tubuh kaku Kakak keduanya. Ryuza Wisbrith! Ia lebih terpukul lagi saat melihat mayat di sebelah Ryuza. Mayat dengan tubuh nya yang tak lengkap. Kedua tangan nya tidak ada, dan yang lebih membuat Reva bergetar, bahwa itu adalah Jasad Ayah kandung nya. Regata Wisbrith!!
Tes Tes
Air matanya turun begitu saja. Dadanya sesak, Dia baru saja kehilangan Anggota tersayang nya. Kini, Ayah dan Kakak berisik nya juga ikut pergi. Reva bahkan ingin mengakhiri hidup nya sendiri. Tak ada lagi, alasan Reva untuk hidup. Dia putus asa, Frustasi. Badan nya lemas, ia tak kuasa lagi untuk bergerak. Bahkan tenggorokan nya saja sudah tak sanggup untuk berteriak. Ini beban paling berat dalam hidup nya.
Kesedihan nya memuncak , Saat matanya menangkap sosok pria tua yang tengah bersandar di bawah pohon sana. Yah, Reva mengenali nya. Itu adalah Kakek kesayangan nya. Yang matanya sudah tertutup. Dan entah Akan terbuka lagi atau tidak. Entah Dia sudah mati atau belum. Namun yang jelas, Hati Reva hancur. Sobek. Dunia terlalu kejam padanya. Dunia merenggut semua orang yang Reva punya.
Reva mengepalkan tangan nya kuat. Jantung nya menggebu ingin membunuh. Tekad nya untuk menghabisi Bangsa Rambell memuncak. Matany Sudah Berubah menjadi Hitam keunguan. Sayap nya telah berubah menjadi Hitam kebiruan, dengan Api Ungu hitam yang menyala nyala di sekitar tubuh nya. Tampak pedang besi yang terkena Api Hitam Keungun milik Reva meleleh begitu saja.
***
__ADS_1
Nextt?
Lanjuuutt??