Perjalanan Reva

Perjalanan Reva
16. Kutukan Ratu #2


__ADS_3

***


Deg. Jantungnya berdegub begitu kencang. Apa? Reva sudah kehilangan kekuatannya. Bahaya apapun saat ini bisa mengancam nyawanya.


Reva...


Tuhan,  Takdir... Berikan lah Anak ku ini Takdir yang baik. Izinkan dia memiliki anak.


"Orang yang memberikan kutukan ini adalah Dewi Kegelapan itu sendiri, sejak Ribuan tahun yang lalu. Jadi, sangat sulit. " Terang Ratu. Ia memeluk erat Reva. Sakit, hatinya tersayat mengetahui Hal ini.


***


"Alden, kau harus memiliki selir! " Titah yant Mulia Raja, menatap Alden yang sudah tertunduk di depan nya.


"Ayahanda! Sudah Alden katakan bahwa Alden tak kan memiliki Selir! Aku tak ingin Reva bersedih!" Bantah Alden tak kalah kasar.


Aku mencintai nya! Tak kan kusakiti dia!


Batin Alden, dia yakin. Dia bisa merubah sejarah untuk tak memiliki selir.


"Alden! Kau tidak tau soal Kutukan Dewi Kegelapan, kah? "


"Kutukan Dewi Kegelapan?! Kutukan apa itu Ayah?! Aku bisa menghadapinya! " Yakin Alden, dia bahkan bisa memusnahkan Raja Rambel. Hanya sebuah kutukan. Tak kan menggoyahkan Alden.

__ADS_1


"Itu kutukan yang sulit Alden. Kutukan nya adalah setiap Raja tidak akan memiliki Anak dari orang yang di cintainya, Dan Ratu dari kerajaan Ini. Itu artinya, dengan kata lain Reva Tak kan bisa memberimu keturunan. Hanya para Selir mu yang bisa. Itulah mengapa Selir harus di miliki setiap Raja kerajaan Flawyard. " terang Raja.


Alden diam, ia mencoba memikirkan segalanya. Ia tak ingin kacau dan mengambil keputusan yang salah.


Tidak! Kutukan sialan!


"Ayah! Jangan bercanda! Tidak mungkin ada kutukan Seperti itu! " Ronta Alden, ini tidak masuk akal menurutnya.


"Alden ini faktanya! Ini kutukan ribuan tahun yang lalu! Kau tak bisa mengubahnya! Kau harus memiliki selir! Ini demi kemajuan kerajaan kita! Alden! Ini semua demi penerus mu! Bukannya kau selalu menginginkan anak. "


"Tidak! Aku tak ingin menyakiti Reva Ayah! Jika memang benar itu kutukan nya! Maka Alden rela melepaskan Takhta itu. Alden akan hidup sederhana dengan Reva di masyarakat biasa. Alden tak keberatan! Apapun yang terjadi! Asal tetap bersama Reva! Alden bisa! " Kekuh Alden. Baginya, lebih baik mati di bandingkan dia harus memiliki selir.


"Tidak Alden! Itu sama saja! Takdir sudah memilihmu menjadi Raja! Dan Takdir juga sudah memilihmu memiliki kutukan itu! Kau punya kutukan itu Alden! "


Deg.


"Tidak! Tidak Ayah! Itu tidak mungkin! "


"Tapi, itulah Faktanya Alden! Kau harus mengerti. Ini semua karna kutukan itu, dan berawal dari kisah itu. Kisah Ribuan Tahun yang lalu. Ini kisah ---"


***


"Ini semua karna kutukan itu, dan berawal dari kisah itu. Kisah Ribuan Tahun yang lalu. Dahulu Kala, Raja masa itu memiliki seorang Kekasih dari gadis biasa, Raja itu ingin menjadikan nya Ratu. Tentu itu di tentang oleh banyaknya masyarakat dan Para tokoh kerajaan. Tapi, Karna Raja masa itu begitu mencintai Gadis biasa itu, dia menentang segala penolakan. Dengan lantang dia mengumumkan pernikahannya. Dia memaksa untuk para aparat politik menyetujui pernikahan nya, atau dia akan Mengahncurkan Kerajaan ini. " Ratu dan Reva mulai duduk di tepi kolam, sembari Ratu terus menceritakan kutukan menjengkelkan itu.

__ADS_1


"Lalu ibu Ratu ? Apa yang terjadi setelah nya? "


"Akhirnya Aparat Politik menyerah. Mereka sepakat membiarkan Gadis biasa itu menjadi selir. Dan, bahkan menduduki Selir tingkat satu. Lalu dengan paksaan Raja harus menikah dengan Putri Jendral masa itu. Akhirnya Putri Jendral menjadi Ratu Negri ini dan Gadis biasa itu menjadi Selir. Awalnya semua berjalan dengan lancar. Karna tak ada kecemburuan dari Selir. Tapi, sayang sekali. Sang Selir tidak bisa memiliki Anak, dia tak bisa memberi Raja keturunan. "


Reva masih dengan seksama mendengar kan cerita yang sedikit memilukan ini.


"Lalu, awal mula konflik di mulai. sayangnya Ratu terus menggoda Raja, hingga Akhirnya Raja berhubungan badan dengan nya, dan memiliki anak. Awalnya Raja masih begitu mencintai sang selir, hingga akhirnya karna banyak anak yang di berikan oleh sang Ratu. Sang selir pun lama kelamaan tersingkir dari hati Raja. Dia bahkan di usir oleh Raja atas permintaan Ratu dan Para Pangeran. "


"Lalu, bagaimana? "


"Entah apa yang di lakukan sang selir. Dia kembali beberapa tahun kemudia. Memberikan kutukan itu, bahkan dia juga memenggal Raja dan Ratu, menyisahkan para pangeran yang terkena kutukan itu. Menurutmu? Dalam hal ini siapa yang bersalah? "


"Apa? Apa yang ibu tanyakan? "


"Itulah yang Ratu pertama tanyakan padaku."


"Lalu apa jawaban ibu? "


"Aku tak menjawabnya, aku bingung harus menjawab dengan apa. Aku payah bukan? "


"Itu memang jawaban yang sulit. Bahkan, aku juga tidak bisa menentukan siapa yang salah. Tapi, Bagaimana dengan Ratu pertama Naysil? Apa jawabannya? "


"Kami berdua sama. Aku dan Ratu Naysil juga tak pernah tau jawabannya, bahkan sampai sekarang. "

__ADS_1


***


__ADS_2