Perjalanan Reva

Perjalanan Reva
38. Ziyush #3


__ADS_3

***


Wroahhhhhh!!


Ziyush mengamuk lagi,  di tengah - tengah Rayuan Suami pada istrinya itu. Ziyush melemparkan bola bola hitam ke arah Reva. Dan...


Pyahshhhhh!!!


Sudah ada Akrein sang Phoenix Legenda yang menghalangnya menggunakan sayapnya.


Kau baik - baik saja? Payah?


Tanya Akrein dengan nada meledeknya.


Diam lah! Kau yang payah! Kau yang bodoh!


Ronta Reva tak terima. Sesaat kemudian, Akrein sudah masuk ke dalam tubuh Reva, Menghasilkan tubuh Reva di kelilingi oleh Api biru bercampur hitam.


"Baiklah, Alden kau urus Ziyush! "


Kata Reva dengan nada menitahkan. Entah bagaimana adan apa yang terjadi. Pengisian Pilar menjadi lebih cepat semenjak masuknya Akrein ke dalam tubuh Reva.


Begitu juga Alden, saat ini dia sudah lebih menyatu dengan Afisen. Alden memiliki sayap merah darah yang kuat. Bahkan, cairan hijau milik Ziyush tidak ada apa - apanya.


Alden dengan santai dan enteng tanpa beban, menyerang terus tentakel Ziyush. Seperti nya Ziyush bukan tandingan bagi Alden.


Apa yang terjadi sebenarnya? Kenapa orang itu santai sekali menghadapi makhluk Gila seperti Ziyush ini!


Batin Reva heran. Seperti nya posisi Ziyush lah yang tengah dalam kekelahan.


Pyashhh!!!

__ADS_1


Alden menebaskan pedangnya, dan Wushhh!!! Angin tajam itu terus memotong tentakel - tentakel Ziyush.


Alden dengan santainya menyunggingkan senyuman miringnya.


Pedang yang luar biasa...


Tidak sia - sia aku mengorbankan tahun - tahun hidupku.


Batin Alden bahagia. Dia ingat, sejak dia kecil dia sudah di beri pedang pusaka yang aneh. Tapi, pedang itu selalu tidak bisa Alden gunakan. Sampai akhirnya, Alden bisa karna telah membangkitkan Afisen. Dan inilah saatnya, kan?


Buwshhhh!!!


Pedang itu di tebas oleh lengan kekar Alden lagi. Dan, tiba - tiba Badai Darah datang, Darah itu bukan darah biasa. Jika terkena itu maka akan meleleh. Contohnya saja Dua tentakel Milik Ziyush yang kini sudah meleleh.


Wroahhhhhh!!!


Argghhhhhhh!!!


Rwahhhhhhrrr!!


Alden terus menyerangnya sekuat tenaga, namun dengan gaya santai dan elegan nya.


Tinggal satu pilar lagi. Dan Wushhh!! Aku keluar dari sini.


Batin Reva gembira, Ia dengan antusias mengisi energi di dalam Pilar itu, tentu dengan bantuan Akrein juga.


Hemmm? Tapi ada yang aneh? Kenapa ini mudah sekali? Maksudku, Harusnya kan ini sulit. Dia itu Ziyush loh. Monster terkuat. Kenapa rasanya santai sekali melawan dia.


Batin Reva heran. Yang dia pikirkan masuk akal juga.


Bukan santai payah! Ini namanya kalian yang sudah semakin hebat. Apalagi Alden! Apakah kau tau pedang yang di gunakannya?

__ADS_1


Sambar Akrein, mereka sudah dalam satu tubuh saat ini. Dan, seperti nya Akrein mendengar batin Reva.


Pedang? Pedang apa itu?


Itu adalah pedang legenda Bangsa Ksatria Murni. Pedang itu umumnya sangat kuat! Bukan hanya itu, ada masalah lainnya. Siapapun yang menggunakan pedang itu. Dia akan memperpendek umurnya sendiri! Tapi, Jika Alden hanya menggunakan nya sekali! Itu tak kan masalah.


Jelas Akrein yang sukses besar membuat Reva tersedak dengan ludahnya sendiri.


Apa dia gila?! Kenapa dia ingin memperpendek umurnya sendiri!


Umpat Reva. Oke, dia cukup kesal. Bagaiamana mungkin Reva akan membiarkan Alden memperpendek umurnya sendiri.


"Aku tau, umurku akan semakin pendek karna ini. Tapi, itu lebih baik daripada kita berdu--arh bukan. Kita bertiga mati di sini " Gumam Alden sembari terus melancarkan serangannya.


Dan Hanya perlu beberapa jam untuk mereka bisa menggiring Ziyush ke dalam Perangkap segel. Dan itu berhasil.


Semudah ini? Ayolah jangan bercanda! Apa kekuatan pedang itu memang luar biasa? Dan efek badai darahnya?


Tanya Reva pada Akrein.


Pedang itu memang sangat kuat! Lebih kuat dari dugaan ku! Dan aku semakin takut, bahwa Itu akan benar - benar banyak mengurangi umur Alden! Bocah payah itu! Apa yang sebenarnya ada di dalam pikirannya!


Umpat Akrein ikut emosi. Awalnya Akrein berpikir akan baik - baik saja karna Alden hanya menggunakannya sekali. Tapi, wush! Apa yang terjadi? Alden menggunakan banyak sekali kekuatan dari pedang itu.


"Sayang? Kau baik - baik saja? Apa kau kehilangan banyak energi? Kau lelah? Lemah? " Tanya Alden beruntun, yang langsung menghampiri Permaisuri kesayangan nya.


"Bukan aku! Tapi kau?! Apa yang kau lakukan? Apa kau baik - baik saja?! Kenapa menggunakan pedang terkutuk itu?! " pekik Reva melotot pada Alden. Alden hanya tersenyum menatap nakal istri kecilnya.


"Aku baik - baik saja oke? Jangan khawatir. Ini hanya Masalah pedang. Dan kita menang. Aku baik. " Alden langsung mengecup lembut bibir istri kesayangan nya.


Dan Bruhhhhh!!!!

__ADS_1


Tiba - tiba Alden pingsan di tempat. Membuat Reva sendiri bingung. Perlahan cahaya putih yang menyilaukan keluar dari tubuh mereka berdua.


***


__ADS_2