Perjalanan Reva

Perjalanan Reva
02. Suara Hati Reva #2


__ADS_3

***


Dwarrr!!!


Helikopter nya meledak. Aku pikir aku akan mati. Ternyata aku masih hidup,  dan menjadi putri perdana menteri di suatu Kerajaan.


Kerajaan itu adalah kerajaan Flawyard. Aku pikir aku masuk ke tubuh seseorang. Tapi faktanya tidak,  aku malah kembali ke tubuh Asli ku.


Di sana aku tinggal bersama Ayah dan Kedua kakak kesayangan ku. Lalu,  Aku di jodohkan dengan pangeran Cacat dan lumpuh. Tapi itu semua bohong. Dia bukan cacat,  dia juga tidak lumpuh. Meski begitu,  Aku mencintainya. Aku memyadari hal itu,  ketika kami ada di perbatasan,  di serang oleh pangeran pertama yang ternyata berasal dari bangsa Netcher.


Dan juga aku bertemu dengan anak itu. Anak yang menggugah hatiku,  dia tidak memiliki nama. Aku memberikan nya nama Dafandra. Dan dia adalah anak pertama ku dan Alden.


Soal Alden. Aku mencintai nya,  Aku sangat mencintai nya. Itu dapat aku rasakan pasti. Aku tak kuasa jike kehilangan Alden. Alden bagai darah yang suah memenuhi seluruh tubuh ku. Aku sudah terlaly terbiasa ada di sisinya. Tidur di dalam pelukan nya.


Jujur saja,  Aku juga ingin memiliki anak bersama Alden.


Oh yah,  Sebelum itu aku membeli budak dan ternyata itu adalah Aila,  lalu tidak lama setelah itu,  Aku juga bertemu dengan Kai. Kai menjadi anak angkat Ratu.


Aku,  Aila,  dan Kai ternyata berasal dari bangsa yang sama. Yaitu bangsa Netcher. Alden berasal dari bangsa Ksatria Murni.


Aku mulai mengetahui banyak hal sejak saat itu. Aku di bawa oleh kakek Arthaft.

__ADS_1


Aku menemukan ibunda ku terbaring di Gua dalam lautan. Tempat Dewi Tarriva bertapa dulu. Ibunda ku sangat cantik,  yah dia juga guruku.


Aku pikir semuanya akan baik - baik saja. Hingga saat aku datang dalam perang itu. Perang antara bangsa Netcher dan Rambell.


Aku bertapa di Gua itu,  Gue kristal yang indah. Namun,  perasaan ku tidak enak.


Setelah beberapa hari terus berjalan,  aku melihatnya.


Aku melihat Ada lubang hitam besar yang bersiap mengisap Aila yang sudah memiliki sayap hitam? Sayap?  Sejak kapan Aila punya sayap.


Aku sudah tak memikirkan itu lagi,  Aku segera menyelamatkan Aila,  dan berhasil. Sayangnya Aila hampir tiada,  dan saat itu pula Akrein si Phoenix legenda bangkit dalam tubuh fisik.  


Hati ku hancur terkoyak,  Dunia begitu kejam. Hati sakit, sesak,  Air mata ku mengalir begitu saja. Saat aku melihat jasad Ayah,  Kakak kedua ku,  dan juga kakek ku yang sangat aku sayangi.


Jasad mereka begitu mengoyak hati ku. Aku ucapkan selamat pada Dunia! Selamat karna berhasil menghancurkan aku sehancur - hancurnya!


Namun,  Aku mencoba untuk tetap kuat. Karna masih ada musuh yang harus aku lawan.


Aku dan Alden,  bersama Afesan dan Akrein. Kami berempat berhasil mengalahkan makhluk menjijikan itu. Namun sayang nya Aku dan Alden harus tiada saat itu juga.


Yah sebelum itu,  Aku sempat mendengar bahwa. Alden mengatakan dia mencintai ku sangat mencintai ku. Aku bahagia. Aku tak pernah menyesak menikahi Alden. Penyesalan ku hanyalah,  kenapa aku tak memiliki anak dengan Alden.

__ADS_1


Sekilas,  Aku merasa aku ada di atas sebuah gedung. Lalu berpindah ke sebuah panti Asuhan. Aku melihat banyak anak panti,  yah aku sadar. Aku ada di Dunia modern saat itu. Aku melihat foto ku terpampang jelas di sebuah Gedung,  dengan tulisan " Mawar Biru "


Entah apa maksudnya. Pahlawan kah?  Dewi kah? Aku juga tidak tau. Yang aku tau aku sangat bahagia melihat anak - anak panti itu.


Secara tiba - tiba seluruh partikel tubuh ku menghilang terbawa hembusan Angin.


Aku pikir aku sudah tiada setelah jatuh dan mengalah kan lubang hitam itu lagi. Tapi,  Itu tidak benar.


Perlahan aku membuka mataku,  ada tiga perempuan cantik layaknya Dewi dengan tiga warna yang ada di hadapan ku. Aku mengenali perempuan yang di tengah. Dia lah Dewi Tarriva yang beberapa kali mampir di mimpi ku. Dan yang di sebelah kanan,  ada perempuan elegan dengan cahaya biru nya. Yah dia adalah ibu kandung ku. Ibu Arriva.


Aku mendengar samar - samar Dewi Tarriva berkata,  bahwa aku bisa hidup, tapi tidak memiliki kekuatan apapun. Setelah itu dia menghilang begitu saja. Terbawa oleh angin yang berubah menjadi cahaya.


Saat itu juga kakak ku Reyza memeluk ku. Aku langsung terpikir oleh Alden. Apakah dia selamat?


Untuk apa aku tetap hidup jika Alden tiada? Aku menutup mata ku lagi. Gelap sangat gelap. Tiba - tiba ada yang berkata lagi pada ku di dalam sana.


"Dewi Mawar Biru,  Kau berhasil. Kau akan di kenal sebagai Dewi Mawar Biru. Karna kebaikan hati mu selama ini, Takdir akan memeberi mu kejutan yang luar biasa "


***


Nexttt??

__ADS_1


__ADS_2