Perjalanan Reva

Perjalanan Reva
22. Berkunjung Ke Mansion Selir #2


__ADS_3

***


"Yang Mulia Raja! Raja tolong kami para selir! " Teriak seseorang. Alden kenal dengan wanita yang kini tengah berlari ke arahnya. Dia adalah Yuna,  seorang selir yang baru Alden angkat hari ini.


Wanita itu terlihat sangat kacau,  ia ingin memeluk Alden.


Bukhhh


Sebelum wanita itu mendekat sampai satu meter. Alden sudah lebih dulu mendorongnya mundur dengan kekuatan tenaga dalam nya.


Kau tak boleh menyentuh para selir itu. Atau aku akan tersakiti nanti.


Suara dan pesan Reva itu terus menggema di kepala Alden. Ia harus jauh - jauh dari para selirnya. Jika tidak,  Reva akan tersakiti Nanti.


Deg.


Hati Yuna berdebar begitu kencang. Ia tidak menyangka bahwa Raja yang di temui nya di halaman ini begitu kejam. Bahkan,  Yuna belum mengatakan apapun,  Tapi Raja sudah memukulnya mundur. Padahal,  Yuna dengan sekuat tenaga berlari.


"Ferry,  lain kali ini tugasmu. Jangan sampai ada satu selir pun yang menyentuhku! Aku tak ingin Permaisuri ku tersakiti nanti! " Titah Alden sarkas.


"Baik Yang Mulia Raja. Ini salah hamba. Harusnya hamba tidak membiarkan orang ini mendekat. "  Sahut Ferry tak kalah sarkas.


Apa ini? Aku? Aku berlari dengan cepat dan susah payah untuk menemuinya. Tapi dia? Malah masih memikirkan perasaan Ratunya?! Sial!!


Umpat Yuna. Ia merasa kalah telak. Rencana dan niatnya kacau.


Tidak boleh menyerah! Aku harus menjalankan rencanaku! Buat Yang Mulia Raja membenci Ratu!


"Yang mulia Raja,  Hamba ingin meminta keadilan. Kar--" Rengeknya,  ia ingin mendekat ke arag Alden. Namun,  ujung pedang Ferry menghentikan nya. Ferry sudah menaikkan pedangnya, hingga ke leher Yuna.

__ADS_1


"Menjauh dari yang Mulia Raja! " pekik Ferry.


"Tapi kenapa? Kenapa tidak boleh dekat?  Bukan kah aku ini selir yang Raja pilih! "


"Kau lupa? Kau dijadikan selir hanya untuk melayani permaisuri Reva. " bukan Alden,  Ferry lah yang menjawab.


"Melayani?! Humph!  Kami di siksa yang mulia! Belum ada satu hari mejadi selirmu!  Kami para selir sudah di siksa oleh Ratu!! Ratu datang ke Mansion Selir dan menyiksa kami semua satu persatu! Kami hanya mengikuti siksaan nya!! " lapor Yuna dengan air mata yang telah membanjiri wajahnya.


Alden sedikit tertegun.


"Di siksa?!  Itu tak mungkin! Ratu bukan orang yang begitu! " bela Ferry.


"Ayo ke Mansion Selir. " Titah Alden. Mereka semua segera berjalan ke Mansion Selir.


Haha! Ratu kurang ajar! Tidak tau diri! Habislah Riwayatmu!  Raja Alden pasti akan menceraikan mu! Kau tak layak menjadi Ratu! Haha!


Batin Yuna. Ia mengingat kejadian Setengah jam yang lalu. Ia menebarkan senyuman jahatnya.


"Tapi yang mulia Ratu,  sudah ada pelayan Tingkat Rendahan. Biar mereka saja yang melakukannya. Kenapa harus kami yang selir tingkat tinggi?" protes Shuri. Egonya sama dengan Yuna. Mereka kakak beradik.


"Karna ini adalah titah ku. Aku mau kalian. Dan kalian yang harus mengerjakannya. " Sarkas Reva sinis.


Para prajurit sudah menodongkan Tombak. Akhirnya kedua kakak beradik ini menuruti titah Reva. Mereka mengipas Reva di belakang.


"Kau, Mira. Anaknya Jendral Utama kan? Ambilkan Ratu makanan. " Titah Aila setelah mendapat aba - aba gerakan tangan dari Reva.


Kurang ajar! Aku di permainkan oleh pelayan rendahan ini! Tunggu! Tunggu saja saat aku menjadi Ratu Nanti. Aku akan menyiksamu habis - habisan! Begitu juga kau Reva! Aku akan membunuhmu!


Batin Mira. Namun, ia dengan patuh mengambilkan makanan yang di minta Aila. Dan memberikannya tunduk pada Aila.

__ADS_1


"Kau, Fina abak Penasihat Raja dulu. Ambilkan Minuman untuk Ratu. " Titah Aila lagi menyuruh Fina.


Umpatan dan sumpah serapah sudah Fina layangkan untuk pelayan berlidah tajam, beserta Nona yang tengah duduk anggun di sana. Fina juga mematuhi nya.


Bruakhhh!!


"Aku akan membalasnmnmu!! "


Yuna melemparkan kipas itu. Dia segera berlari mencari Raja. Saat Sosok Raja sudah Yuna temukan. Ia mengacak ranbutnyaa sendiri. Mencubit lengannya, dan merobek bajunya.


***


Mansion Selir Saat ini.


"Nona Tidak masalahkan membiarkan wanita bermulut lebar sebau kadal itu di biarkan pergi? Kita bisa menangkap dan menyiksanya. " bisik Aila. Dia agak kahwatir soal Yuna yang kabur.


"Biarkan saja~ Apa yang akan dia lakukan? Apa dia mampu mengalahkan aku? " Sahut Reva enteng.


"Yang Mulia Raja memasuki Aula Utama Mansion selir!! " Teriak penjaga di luar sana.


"Acak rambut kalian! Dan sobek baju kalian! Cepat!" titah Shuri mengintruksi kan. Dengan dirinya yang juga melukai tangan dan tubuhnya. Merobek pakaian bagus miliknya.


Hampir setengah selir kelas menengah mengikuti inatruksi Shuri. Sedangkan Mira dan Fina. Mereka hanya diam.


Haha! Ratu bodoh! Tamatlah kau kali ini! Raja akan menghukum berat dirimu! Atau bahkan menurunkan mu dari gelar Ratu!


Batin Shuri, ia mulai terjatuh terduduk lemas.


"Reva!! Reva!!! " Teriak Alden lantang. Mengundang senyuman sumringah dari para selir itu.

__ADS_1


"Apa yang terjadi? Kau baik - baik saja kan? Aku mengkhawatirkan mu, kau tau? " Alden dengan cepat memeluk Reva. Mendaratkan satu kecupan hangat di pucuk kepala wanita beruntung itu.


***


__ADS_2