
***
"nona, ini pakaian mu hari ini, dua jam lagi anda akan menghadiri jamuan istana" ujar Seira memberikan sebuah gaun indah untuk Reva kenakan.
"cantik, untuk style kuno seperti ini" gumam Reva menaikkan sebelah alisnya.
"nona, apa maksud anda kuno?! Ini adalah pakaian model terbaru loh" tambah Aila tak habis pikir.
"oh, kalau bisa cari. gaun dengan model seperti ini, namun berwarna hijau muda"
"kenapa harus warna hijau nona??"
"karna itu indah" jelas Reva singkat. "karna, karna hijau itu warna kesukaan nya" tambah Reva dalam hatinya.
"nona?! Siapa pangeran yang akan anda pilih menjadi suami nona??" tanya Aila menyiapkan riasan nona nya. Disana hanya tersisa Reva dan Aila, Seira mengambil gaun hijau yang diminta Reva.
"menurutmu??" tanya balik Reva penuh maksud.
"akh, mata nona itu, terlalu sulit untuk di tebak"
"haha, aku suka lidah mu. Asah lah itu. Smakin tajam smakin bagus"
"bukan hanya Lidah, pedang asli juga aku mampu mengayunkan nya"
"nona! Ini bajunya, indahkan!! Setelah anda memakai ini, pangeran Zefan pasti akan tergila - gila pada anda!!" teriakan Seira yang masuk membawa gaun hijau yang indah.
***
"Sesuai perjanjian Raja terdahulu dan perdana mentri sebelum nya, putri kandung perdana mentri harus menikah dengan salah seorang pangeran kerajaan. Agar, kerajaan Flawyard kita semakin makmur dan berjaya" ucapan Raja itu, mendapat tatapan sinis dan menusuk dari Reyza Dan juga Ryuza. Raja ini selalu mempersulit langkah perdana mentri. Beberapa kali mencoba membunuh Reyza dalam perang. Geram sekali rasanya Ryuza. Di tengah aula istana, banyak sekali orang, sangat tidak mungkin untuk melawan titah Raja.
"yang mulia Raja, mohon pertimbangkan lagi. Putri hamba masih terlalu bodoh dan ceroboh" pinta Perdana Mentri menundukkan kepalanya.
"ada apa perdana mentri?!! Kau ingin melanggar titah raja terdahulu?!! Kau ingin di anggap pengkhianat!!"
__ADS_1
"bu bukan seperti itu, yang mulia. Hanya saja putri hamba--"
"kalau begitu hari ini biarlah pernikahan di putuskan. Panggil putri Reva masuk!!" perintah Raja Sezhan, sudah menduduki takhta sejak usia 16 tahun. Raja yang terkenal amat sangat kejam dan bengis, juga tidak kenal takut.
Mata para hadirin tertuju pada Reva, mengenakan gaun hijau muda, menarik perhatian Raja itu sendiri. Pangeran pertama, bahkan menatap tersenyum pada Reva. Banyak sekali yang tidak menyangka Reva yang di kenal jelek, saat ini ada di hadapan mereka dengan sangat cantik. Bahkan bisa dikatakan salah satu perempuan tercantik di kerajaan ini.
"bagus, calon menantu ku sudah datang!!" tawa Raja Shezan yang sangat mengerikan.
Cacian, makian sumpah serapah sudah Reva layangkan untuk orang yang ada di posisi tertinggi ini.
"Ayah, ayah sudah tau, bahwa Zefan dan Reva memiliki hubungan yang dekat. Ayah akan menjodohkan Reva dengan ku kan??" tanya Zefan.
"oh, kalau sudah dekat kenapa kakak kedua?? Keputusan Ayah sifatnya mutlak. Tidak dapat di ubah dan di ganggu" sambung pangeran ketiga, Stevan.yang sudah jatuh hati pada Reva sejak pandangan pertama.
"mengingat hubungan putri Reva sangat baik dengan pangeran ke dua. Maka dari itu, aku yakin kau dan pangeran kedua bisa menjadi pasangan suami istri yang harmonis"
"tch...sial" gumam pangeran Stevan.
"kau tidak bisa menolak. Ini sudah di atur. Jika kau melawan, kau akan di anggap berkhianat. Dan akan di penjarakan!"
Ryuza mengepalkan kuat tangan nya menahan emosi yang tengah meledak - ledak. Adik kesayangan nya kini tengah di permainkan. Berbeda Dengan Ryuza, Reyza menghadapinya dengan tenang. meski begitu, Sekilas terdapat tatapan tajam dari mata Reyza.
"yang mulia, saya di atur untuk menikah dengan salah seorang pangeran, bukan berarti harus bersama pangeran Zefan kan?"
"oh, lalu kau ingin menikahi siapa?? Pangeran pertama??!"
"saya akan menikah dengan pangeran ke empat. Alden Kertlan!!" tegas Reva mengangkat wajah nya.
Alden yang menyaksikan drama sedari tadi tersenyum tipis, medengar keinginan calon permaisuri nya. Semua orang di dalam aula ribut, bahkan raja sendiri tertegun akan keputusan Reva. Ingin Ryuza membawa adiknya itu pergi, namun terhalangi oleh Reyza. Regata hanya bisa terdiam menerka apa yang terjadi sebenarnya.
"nona ku ini, smakin lama smakin tidak di mengerti jalan fikirnya. Tunggu... Apakah nona melakukan ini karna merasa bersalah, atas kejadian kemarin?!!" batin Aila di penuhi kebingungan.
"apa putri perdana mentri gila?!"
__ADS_1
"Dia cantik, bahkan dengan wajah dan statusnya dia mampu bersanding dengan pangeran pertama dan menjadi ratu?! Kenapa malah memilih menjadi istri pangeran cacat!!"
"Dewi kecantikan dengan pangeran buruk rupa?! Heh!! Bercanda kan"
Bisikan menjengkelkan itu, lama kelamaan mulai menghilang sendirinya.
"Reva!! Kau bercanda kan?! Bagaimana mungkin?!! Kita saling mencintai?! Kita akan menikah, kau pasti salah, coba katakan sekali lagi" dengan wajah kebingungan Zefan terus menanyai Reva.
" aku TyaReva Wisbrith, memilih pangeran Alden Kertlan untuk menjadi suami ku, menemani ku hingga tua. Dan aku akan bersama nya dalam susah dan senang sekalipun!!"
Semakin lama, semakin lebar senyum yang terlihat di wajah pangeran Alden. Merasa menang dan senang.
"tidak Reva, kau bohong!! Kau bercanda!! Kau hanya menyukai aku!! Mencintai ku!! Tidak mungkin dengan pangeran lumpuh dan buruk rupa itu!!" teriak Zefan menekan bahu Reva kuat.
"penjaga bawa pangeran kedua!! Kurungan rumah selama 27 jam!! Kembalikan dia di kediaman Selir Hana!" perintah Raja mutlak yang tak akan ada yang bisa mengubahnya.
" jadi kau memilih putra ke empat ku?! Bagus, aku restui, satu minggu dari sekarang. Acara pernikahan mewah akan dilangsung kan antara putri perdana mentri dan pangeran ke empat! Sebarkan berita ini segera!!" perintah Raja itu terlihat sangat senang. Berbanding terbalik dengan perdana mentri Regata yang gelisah, harus melepas putri kesayangan nya itu kepada pangeran buruk dan lumpuh.
"anak ku Reva pergilah ke kediaman selir Nayla, yaitu kediaman pangeran ke empat. Berkeliling lah di sana. Satu minggu lagi, tempat itu akan menjadi rumah mu. Sayang sekali, calon ibu mertua mu Nayla sudah tiada"
"di mengerti yang mulia, saya akan berkeliling di kediaman pangeran ke empat" tunduk Reva dengan banyak rencana di otaknya.
"satu hal lagi, saat aku memanggil mu anak ku, kau harus menjawab 'ya ayahku' . Tunggulah di sana, masih ada hal yang kami harus bicarakan mengenai pernikahan ini" pinta Raja Sezhan sumringah.
"pergilah, jangan khawatir, ayah dan kedua kakak mu ini akan baik - baik saja" ujar Reyza menenangkan hati adik nya.
"iyah kakakk"
Segera Reva meninggalkan aula yang menyuramkan itu, tekanan dari semua orang di sana menyeramkan. Membuat Reva tidak bisa bernafas lega.
yoo support terus
Jangan lupa like, komen a d follow yah.
__ADS_1