Perjalanan Reva

Perjalanan Reva
Tujuh Puluh


__ADS_3

***


Ituu,  yang tadi komen minta Up,  sini sini merapat.


***


"Pangeran Alden?  Apa kau benar - benar serius Dalam peperang an ini? " pekik Diaz di tengah Duel mereka berdua.


Alden diam,  ia hanya terus menyerang Diaz. Tebasan, dengan Angin berapi terus Alden luncurkan. Begitu juga Diaz yang terus meluncurkan bola bola hitam milik nya. Kekuatan kedua nya imbang. Yah karna memang pada dasarnya,  kekuatan Naga Hitam dam Naga merah berapi adalah sama.


"Pangeran Alden,  sudah bertahun - tahun  lumpuh. Tidak kah menyayangkan Jika harus lumpuh lagi?? "


"Aku akan pertaruhkan segala nya,  untuk Istri ku!!!  Bahkan aku bisa mempertaruhkan Kerajaan Flawyard demi dia!!!! " Teriak Alden,  Kini ia lebih serius untuk menyerang Diaz dan naganya.


Bocah itu,  dia... Benar - benar mencintai cucuku. Baiklah,  aku mengikhlaskan barang itu untuk mu.. Haha..


Batin Raja Arthaft,  Sekilas melirik Alden yang terbang dengan naga nya di sana.


Pertarungan nya begitu sengit,  Kekuatan nya hampir imbang. Namun,  dengan adanya Alden di pihak bangsa Netcher,  memberikan dukungan yang begitu besar. Bangsa Rambell mengalami pukulan berat,  meski hanya sedikit.


Sial!!!  Jika seperti ini terus,  maka Bangsa Rambell akan habis! Aku tidak bisa!  Tidak bisa membiarkan mereka menang begitu saja!!  Setidak nya Jika kami mati,  mereka juga harus mati!  Bangsa Rambell tidak boleh punah


Umpat Diaz dalam hati ,  ia mengedarkan pandangan nya. Pasukan nya mengalami kemunduran. Begitu juga Raja Rambell. Ia sudah cukup kewalahan menghadapi Raja Netcher dan Reyza di sana.


"Naga Hitam,  Bersiap lah. Kita akan melakukan Jurus terakhir itu" Titah Diaz pada Naga nya.


'Tuan Diaz, Apakah anda yakin ingin menggunakan cara itu? '


Sahut Naga Hitam nya.

__ADS_1


"Aku yakin. Setidak nya,  ini lah yang bisa aku lakukan.  Apa kau siap? "


'Aku siap,  kapan pun Tuan Muda Diaz siap '


"Tuan Alden,  Seperti nya Naga Hitam itu akan melakukan satu jurus. Dan itu kelihatan sangat mengerikan. "


Ujar Afisen. Melihat gelagat aneh pada Diaz dan naga nya.


Alden ikut menatap serius Diaz, 


"Apa yang mereka lakukan? "


"Gawat!! " pekik kedua nya bersamaan.


"Mereka akan melakukan,  Teknik Mematikan,  Jurus Kematian."


"Seperti nya begitu"


"Itulah Tujuan Diaz,  Dia ingin menghancurkan kita semua. Walau Nyawanya akan menjadi taruhan nya. Tidak bisa,  aku tak kan membiarkan nya"


Secara tiba - tiba,  langit gelap. Gemuruh terdengar menggelegar,  Mulut Naga Hitam itu terbuka Lebar,  tampal Bola Hitam itu semakin lama semakin besar,  Banyak petir yang terhubung oleh Bola Hitam itu. Seketika,  keadaan menjadi Gelap. Semuanya Berhenti bertarung,  fokus mereka ada pada Bola Hitam yang Kian membesar itu.


"Baiklah Afisen,  apa Kau siap? "


"Tuan Bercanda. Aku selalu siap, Kapan pun ana meminta ku. Dan apapun yang anda ingin lakukan,  saya selalu siap menemani anda. "


"Bagus,  aku Bangga padamu. Haha"


"Tapi,  jika kita melakukan hal ini. Maka,  dampak nya pa--"

__ADS_1


"Aku baik - baik Saja. Tidak masalah,  ini semua demi kebahagiaan Reva"


Maaf Reva,  Kau sudah kehilangan Ayah dan Kakak mu. Tak kan kubiarkan Kau kehilangan Kakek dan Reyza. Juga pelayan dan sepupumu.


Batin Alden,  Sesaat kemudian,  Tiba - tiba,  Sayap Api pada Afisen membesar.  Sangat besar,  dengan kobaran api menyala di setiap tempat nya.


Tidak!  Alden! Bocah itu Akan kehilangan Kemampuan Tenaga Dalam nya!  Dia akan menjadi lemah!! Jika dia menghentikan Bola Naga Hitam nya!  Tidak!  Itu tidak boleh terjadi!!


Batin Raja Netcher. Menatap Khawatir Alden di atas sana.


"Wah wah.. Kau juga tidak ragu berkorban? Baiklah,  mari kita selesai kan. Ngomong - ngomong,  itu Sayap Api yang bagus. Ayo kita lihat,  Apakah sayap Api mu,  mampu menghalangi Bola hitam ku!! " Kata Diaz,  Dia sudah bersiap meluncurkan Bola Hitam yang sangat besar itu.


Bola Hitam besar itu sudah melesat. Naga Hitam nya seketika berubah menjadi Pedang Hitam. Dan,  Diaz wajah nya pucat. Ia juga akan jatuh ke tanah. Badan nya kering,  karna kehabisan Tenaga Dalam.


"Afisen!!  Ayo lakukan!! " Titah Alden,  Afisen sang Naga Merah berapi segera melaju untuk menghalangi Jatuh nya Bola Hitam itu.


Bboaaahhhhhmmmm!!!!


Ledakan besar dari atas langit,  Alden dan Afisen terkejut. Reyza dan Riekai sama tekejut nya.


"Kakek!!!!! Kakek!!!! "


Teriak Reyza dan Riekai bersamaan,  yah tepat sebelum Alden menghadang bola hitam Itu,  sudah lebih dulu Raja Arthaft,  mengahadang nya. Dengan burung Raksasa bersayap biru milik nya.


Burung Raksasa itu seketika berubah kembali menjadi pedang,  dan terjatuh tepat di hadapan Reyza. Sedangkan tubuh Kakek melesat dari udara.


Dengan cepat, Alden dan Afisen menyelamatkan tubuh yang sudah lemah itu. Alden memangku Badan yang sudah di penuhi darah di sana. Yah tubuh Raja Netcher.


"Kenapa? Kenapa harus anda?!!  Kenapa Anda?!!  Reva sudah kehilangan Ayah dan kakak nya!  Bagaimana dia bisa menerima saat dia harus kehilangan kakek nya!! Anda Egois!! " teriak Alden. Tak tertahan,  Air matanya jatuh menetes memangku Orang Tua yang tengah berlumuran darah itu.

__ADS_1


"Aku lebih Egois,  jika membiar Kan.. Cucu.. Kesa.. Yangan.. Ku menjadi.. Jandaa.  Reva.. Sangat mencintai mu Alden" lirih Raja Netcher,  dengan suara seada nya.


***


__ADS_2