
***
"Kakak, besok aku akan pergi ke istana. Kakak, saat Alden menjadi Raja . Kakak harus sering mengunjungi Reva yah. " Rengek Reva manja pada kedua kakaknya.
Yah, disana ada enam orang Dewasa yang tengah bersantai malam itu. Yah, mereka adalah Reva dan Alden, Ryuza dan Reyza, serta Aila dan Kai. untuk sekedar minum teh sebelum semuanya berpisah.
"Selamat yah Alden. Kau akan menjadi seorang Raja. Dan, jaga adik ku dengan baik. " Kata Reyza bersulang dengan Alden.
Mata Reva tertuju pada Ryuza yang selalu memperhatikan gerak gerik Aila.
Menurut yang Seira bilang, akhir - akhir ini Kakak Yuza dan Aila sering terlihat bersama. Mungkinkah? Mereka ada hubungan?
Batin Reva, ia mulai menampilkan senyum menyeringainya.
"Apa yang permaisuri tercintaku pikirkan. Hingga bisa menampilkan senyuman mengerikan itu. " bisik Alden, Reva geli sendiri karenanya.
"Menyatukan dua burung yang sudah terikat oleh benang merah takdir. " Sahut Reva enteng.
" Ryuza dan Aila? Atau Reyza dan Seira? "
"Eh, kak Reyza juga? Ya ampun, sebesarnya aku ketinggalan berapa banyak. "
"Banyak sekali sayang. "
"Ini waktu untuk kita semua, bukan hanya untuk dua orang. " Cibir Reyza. Tentu karna dia tidak punya seseorang untuk di pandang. Tak ada Seira disana. Tidak mungkin kan, Reyza akan bermain tatap pada Kai? Oh Reyza masih normal!
"Kakak jangan katakan pada kami. Kami sudah menikah, tapi katakan lah pada dua orang itu. Yang sedari tadi mecuri pandang. " Sahut Reva menunjuk Yuza dan Aila bersamaan.
__ADS_1
"Nona muda! Apa yang anda katakan?!! " Gagu Aila. Dia mulai tersipu malu. Wajah nya agak memerah.
"Yang Reva katakan yang kau lakukan. Curi pandang! " Timpal Kai santai. Yah, Kai juga setuju atas hubungan Aila dan Yuza. Aila sudah seperti adik untuk Kai, dan yang paling tepat untuk bersamanya mungkin memang Ryuza.
"Diam lah! Aku sedang memikirkan rencana yang bagus untuk melamarnya. " Sahut aRyuza enteng. Yang sukses membuat Aila sekali lagi tersipu malu.
"Kakak ku luar biasa! Bagus! "
Semuanya tertawa seketika. Rasa bahagia, setelah penderitaan. Pelangi memang selalu muncul setelah badai, kan?
"Oh yah Alden, kau menguasai Naga Merah. Artinya, kau keturunan bangsawan Murni kan? " tanya Reyza sarkas. Reyza seperti nya menanyakan nya pada waktu yang salah, mereka lagi bersenang - senang, kan?
"Iyah, aku memang keturunan Ksatria murni dari Dataran Alawis. Kenapa? "tanya balik Alden, bukan nya harusnya Reyza sudah tau sejak lama?
"Lalu Dafa? Dafa putra kalian itu, Dia berbangsa Apa? "
"Dia memang berbangsa Netcher, tapi dia juga berbangsa Ksatria murni. Ada tanda di balik telinga nya. Tanda identitas bahwa dia adalah keturunan bangsawan Murni. "
Ucapan Reyza itu sukses membulatkan sempurna mata mereka semua.
"Kak, jangan bercanda " Kata Reva masih tak percaya.
"Satu tubuh mengalir dua darah bangsa yang berbeda? Bukan nya harusnya jika itu terjadi. Hanya ada satu tanda yang dominan? Maksud ku, tanda nya hanya akan ada satu. Meskipun dia memang dari dua bangsa itu. " Sambar Ryuza, ia ingat teori ini dari Kakek Arthaft.
"Itu yang membuatku bingung. Dafa memiliki dua tanda itu. Aku tidak tau dampak nya apa."
"Sebenanrnya keturunan siapa Dafa? " tanya Aila.
__ADS_1
"Anak dari Putri Nadya, dan juga Jendral Futa dari bangsa kita. Sudah jelas, tanda Bangsa Netcher berasal dari bangsa kita. Itu artinya--"
"Tanda Ksatria murni didapat olehnya dari putri Nadya?!! Sedangkan putri Nadya adalah putri dari Raja yang manusia biasa. Dan Ratu pertama, dengan kata lain. Ratu pertama adalah orang berbangsa Kstaria murni? " Gumam Alden mencoba mengambil kesimpulan yang menurut nya masuk akal.
"Ini sangat Aneh. Kenapa bisa keturunan ksatria murni? " timpal Kai.
Mereka semua terdiam, tawa nyaring yang sedari tadi terdengar. Kini terganti dengan suara senyap yang sepi. Semuanya memikirkan apa yang terjadi.
***
"Sayang, Reyza benar. Ada tanda ksatria murni di balik telinga Dafa. " kata Alden setelah ia memastikan dengan sangat yakin. Bahwa tanda itu asli, ia kembali mengelus lembut kepala putranya yang sedang nyaman tertidur.
"Alden? Apa dampak Dua tanda dalam satu tubuh? Apakah Dafa akan baik - baik saja? " Tanya Reva. Alden diam, ia juga tak tahu pasti apa maknanya. Yang Alden tau, saat ini ia harus menenangkan permaisuri tercinta nya ini.
"Dafa akan baik - baik saja. Aku tak kan keberatan menentang takdir demi Dafa. Jadi, jangan khawatir, oke? " Alden kembali mempererat pelukan nya pada Reva.
-
-
-
"Dewi Mawar Biru, Kau berhasil. Kau akan di kenal sebagai Dewi Mawar Biru. Karna kebaikan hati mu selama ini, Takdir akan memberi mu kejutan yang luar biasa . Kau akan sangat bahagia. "
***
Nexttt??
__ADS_1
Lanjuuttt??