
***
"akh Reva, maafkan ayah, ini semua karena ketidakberdayaan ayah. Sehingga kau menikah dengan pangeran cacat itu" ucap Regata tertunduk, mengahadapi putri bungsunya itu.
"tidak juga, Ayah tunggu saja, satu hari nanti Reva yakin akan bercerai dengan Alden" jelas Reva.
"oh, intrik apa yang dimainkan adik ku ini" sambung Reyza merangkul gadis mungil nya.
"apapun itu, kau harus melibatkan kakak juga. Dan yah, jangan membahayakan dirimu" pinta Ryuza. Matanya melambangkan betapa besar kasih sayang Ryuza pada Reva. Reva dapat melihatnya.
"akh, keluarga tengah berkumpul di taman ini untuk membahas pernikahan kah?" tanya Riana, saudari tiri Reva. Beda ayah dan ibu. Anak bawaan dari Ibu tiri Reva. "akh.. Selamat yah, kakak Reva akan segera menikah" tambahnya memberi selamat pada Reva.
"terima kasih adik Riana, semoga kau juga segera menikah" balas Reva dengan akting senyuman tulus.
"eh bagaimana mungkin?! Si bodoh ini memilih pangeran cacat dan tersenyum padaku? Biasanya dia marah dan kacau?!" batin Riana heran.
"memainkan trik pada ku yang sudah begitu banyak menghadapi penjilat kelas atas dulu. Kau kira kau mampu?!! Hanya trik kecil dan murahan!!" batin Reva menatap remeh Riana.
"Baikalah, kalian berbincang saja dulu. Ayah masih ada pekerjaan. Ayah pergi" ucap Regata melenggang pergi.
Brukkk!!
Tiba - tiba Reva berlari memeluk Regata dari belakang.
"ada apa Reva?" tanya ayahnya bingung akan sikap Reva.
"tidak tahu, yang Reva rasakan saat melihat punggung Ayah, Reva sangat merindukan ayah.."
Regata tertegun, mendengar jawaban putri nya ini. Ini kali pertama putri kesayangan nya itu berbicara seperti ini.
"mungkin ini karna kau mau menikah, bagaimana jika besok kau memilih perhiasan dengan ayah. Setuju??"
"iyah Reva setuju, hari ini Reva akan pergi ke kota dengan kak Reyza dan Ryuza. Mereka berjanji kalau aku ingin ke kota mereka akan menemani ku. Boleh kami pergi??"
"yah, pergilah" ujar Ragata melenggang pergi meninggalkan 3 anak kandung, dan 1 anak tirinya itu.
"sialan!! perempuan jal**g!! kau ingin menunjukkan bahwa ayah lebih menyayangi mu!!" batin Riana mengepalkan kuat tangan nya menatap tajam ke arah Reva.
"yeahhh!! Kak Reyza, kak Ryuza, jangan menolak yah" pinta Reva.
"kakak mana bisa menolak mu" balas Reyza menarik hidung adiknya itu.
"ikhh.. Sakit!!"
__ADS_1
"gaun apapun yang dipakai adik ku akan tetap jelek. Karna adik ku yang satu ini sangat jelek!" ejek Ryuza menepuk kepala Reva pelan.
"Kak Reyza..." rengek Reva, berharap Reyza memarahi Ryuza. Benar saja, satu timpukan dari Reyza sukses membuat diam Ryuza.
"kakak - kakak, boleh kah aku ikut??" tanya Riana yang sedari tadi mencaci maki tiga saudara ini.
"tidak di izinkan!!" bentak Ryuza yang langsung kesal mendengar suara Riana.
"tapi kenapa kak Ryuza? Kak Reva saja mengizinkan nya, iyah kan kak Reva??" menatap Reva, berharap Reva membela nya dan membiarkan ikut. Dulu, meskipun Reva sering bertengkar dengan Riana, namun Reva memiliki ketakutan terhadap Riana. Bagaimana tidak?! Setiap malam ancaman selalu Riana dan ibunya layangkan pada Reva. Tapi itu dulu, sekarang semuanya berubah. karna Reva juga berubah.
Reyza menaikkan alisnya, tentu saja Reyza tau trik murahan yang di pakai Riana ini.
"tidak di izinkan karna kau 'orang luar'. Karna terlalu lama disini kau lupa status mu sendiri. Kau dan ibumu hanya orang luar, jangan terlalu mencampuri urusan keluarga. Itu namanya tidak sopan" balas Reva menepuk pelan pundak Riana. "lain kali, pakailah trik yang lebih bagus. Oh yah jangan lupa akan statusmu sendiri" Reva melenggang pergi, meninggalkan tatapan menghina dan tersenyum tipis.
"inilah adik ku yang sebenarnya" gumam Reyza.
"Rey, aku senang Reva seperti ini. Tapi, aku lebih suka dia yang manja padaku" balas Ryuza agak kecewa.
"sudah lah, dimata kita Reva hanya gadis kecil manja" ucap Reyza melenggang pergi di ikuti Ryuza.
"ja**ng sialan kau Reva!! tunggu saja pembalasan ku!! lihat bagaimana kau menderita karna menikahi pangeran cacat!!" batin Riana merutuki ketidak berdayaan nya.
***
"apapun yang adik ku pakai, akan selalu terlihat cantik" bela Reyza.
"ekh, bukan kah itu putri Reva?!" batin Pria itu, yang berada tidak jauh dari Reva, dia adalah pengawal setia pangeran Zefan.
"akh nona Reva yah?! Selamat yah anda akan menikah dengan pangeran Alden beberapa hari lagi" ucap pria itu dengan suara yang sangat keras, membuat kehebohan di sana.
"cih!! Dia adalah pengawal Zefan!! Menjijikan! Tuan dan pelayan nya sama aja!! Sama sama menjijikan!!" batin Reva menatap sinis Pengawal itu.
"*dia putri perdana mentri yang akan menikahi pangeran cacat itu??"
"sayang sekali, dia sangat cantik tapi malah menikah dengan pangeran aneh itu"
"aku rasa pernikahan mereka tidak akan lama"
"dia begitu cantik, aku merasa kasihan*"
Cibiran pedas para rakyat itu mengganggu telinga Reva, ntah kenapa Reva merasa sangat sakit dan marah, ia terganggu saat ada yang menghina Alden.
"hanya trik murahan, tidak mungkin membuat ku gentar!" batin Reva tersenyum tipis.
__ADS_1
"akh, terima kasih. Tolong doakan agar aku bisa bahagia bersama Pangeran Alden" balas Reva tersenyum.
Reyza dan Ryuza tersenyum tipis, melihat kemampuan adik nya ini. Mereka memutuskan untuk diam saja, dan menyaksikan aksi adiknya.
"tapi.. Pangeran Alden dia kan cacat dan lumpuh. Tidak kah nona lebih baik menikahi pangeran lain" menatap senyum Reva. "dengan wajah dan status putri, seharusnya bisa betsanding dengan pangeran pertama. Mengapa harus bersama pangeran ke empat yang cacat dan jelek. Saya hanya kasihan kepada nona" tambah nya menatap senang Reva.
Banyak anggukan dan persetujuan dari para rakyat di sana. Membuat mereka lebih mengahsut Reva agar meninggalkan pangeran ke empat.
Plakkk!!!
Tamparan Reva meninggal kan bekas di wajah pria itu.
"Tutup mulut mu!! Beraninya kau menghina calon suami ku!! Kehormatan nya adalah kehormatan ku!! Mencaci nya sama denganĀ menundukkan harga diri ku!! Kau yang hanya prajurit rendahan berani sekali menghina seorang pangeran! Bahkan jika dia bukan seorang pangeran sekalipun, aku tidak akan membiarkan mu menghinanya, karna kami memiliki kehormatan yang sama!!" bentak Reva, alibi nya tak dapat di lawan lagi.
Semua orang tertegun dengan jawaban Reva. Bahkan pria lumpuh yang duduk di balik tirai Kereta kerajaan itu juga tertegun mendengar ucapan Reva. Iyah dia adalah pangeran ke empat KertLan.
"pangeran, itu kan putri Reva?? Lagi?? Bertemu dengan nya di kota lagi??" tanya Devan di samping Alden, menaiki kuda di samping kereta Alden.
"pilihan pangeran tidak salah " sambung Ferry tersenyum tipis menatap Reva.
"semakin hari, semakin aku mencintai mu" gumam Alden, masih berhenti di sana, menunggu aksi Reva selanjutnya.
"lalu, kenapa jika di cacat dan lumpuh?! Aku lah istrinya bukan kau! Aku sendiri tidak keberatan! Lalu kau?! Mengapa keberatan?!! Jika hanya tubuh nya yang cacat, asalkan hatinya baik. Aku akan tetap menikahinya!" bentak Reva kesal.
"saya seperti ini karna kasihan dengan pangeran ke dua Zefan. Nona, anda meninggalkan pangeran Zefan demi pria cacat itu. Tidak kah anda merasa sakit? Fikir kan lah bagaimana perasaan Pangeran Zefan. Kalian berdua sudah saling mencintai sejak dulu, kini sekarang kalian berpisah. Saat ini, bahkan pangeran Zefan tengah sakit. Bahkan juga dia selalu menyebut nama nona. Saya benar benar kasihan dengan pangeran Zefan. Hatinya sangat terluka karna kabar pernikahan ini" ucap pria itu menarik simpati para Rakyat. Membuat Rakyat mengasihani pangeran Zefan.
"Jadi nona, ku mohon kembalilah pada pangeran Zefan. Kisah cinta kalian bersejarah. Tolong lah, batalkan pernikahan ini" pinta pengawal itu tertunduk lesu dan lemah. jatuh berlutut menyatukan kedua tangan nya di depan Reva. membuat para rakyat semakin mengasihani nya.
"*akting yang bagus!! Hanya saja masih pemula!" batin Reva meremehkan.
"putri Reva kembalilah pada pangeran zefan"
"benar sudah menjadi rahasia umum bahwa kalian saling mencintai"
"cinta kalian begitu murni dan tulus, sangat di sayangkan apabila kandas karna pernikahan politik"
"putri Reva jangan takut, kami akan membantu anda berbicara pada Raja"
"menikahlah dengan pangeran Zefan, pangeran yang anda cintai*"
Desakan - desakan itu terus terlontar dari mulut para rakyat, membuat Reva semakin bingung.
***
__ADS_1
Ayooo jangan lupa like, komen and vote yah