
Sudah lah, meski Sepi komen harus tetap semangat up nya. Sepi like juga harus semangat. Sepi komen juga harus semangat. Kan emang hobi nulis. Lanjutin aja lah.
Batin Author saat melihat komen dan like, semakin menurun.
***
"Ini namanya kolam ilusi. Ia akan memantulkan hal yang ingin di lihat oleh si pelihat. Jadi apa yang kau lihat di kolam ini adalah hal yang ingin kau lihat. " terang Alden, ia melepas jubah nya. Memakaikan nya pada permaisuri tercinta nya. Saat menyadari bahwa angin dingin mulai menerpa.
"Lalu kenapa Aku hanya melihat bulan yang bulat sempurna? " tanya Reva lagi heran.
"Kau Takdir yang spesial nak. " Suara berat itu berasal dari arah belakang Alden dan Reva. Mereka menoleh seketika.
"Kakek?! " Pekik Alden terkejut. Mendapati sosok kakek sang pemimpin ada di sana.
"Hormat Reva pada kakek. " Ujar Reva tertunduk hormat.
"Semoga kalian bahagia selalu. Kakek mendoakan kalian panjang umur. " Sahut Kakek Arsan mendekat ke arah dua insan ini.
"Jadi, apa maksud kakek dengan takdir spesial? Mengapa Reva hanya melihat bulan bulat sempurna? " Tanya Alden langsung ke intinya. Ia tak bisa bersabar jika itu menyangkut permaisuri tercinta nya.
"Takdir Spesial adalah Takdir Dewi. Dewi tidak pernah memiliki hasrat serakah. Seperti Permaisuri mu ini. Bahkan, di kolam ilusi ia hanya melihat bulan purnama. Tanpa ada menampilkan keinginan nya sendiri." Sahut Arsan. Tersenyum ke arah Reva. Ada rasa bahagia dan sangat senang dihatinya. Menantunya seorang Dewi?
__ADS_1
"Bulan purnama itu, maksudnya apa kek? " Tanya Reva sopan.
"Bulan purnama di masa kami, digambarkan sebagai suatu Anugrah. Siapapun yang memiliki kaitan dengan bulan purnama, Dia memiliki Keberuntungan dan kebaikan hati. Karna kemurahan hatinya, Takdir akan memberikan nya keberuntungan yang tak pernah orang lain pikirkan. "
"Kira - kira, keberuntungan apa yang akan Reva terima kek? " tanya Alden.
"Setiap orang berbeda. Tapi, Permaisuri mu ini spesial. Kakek tidak bisa membaca keberuntungan nya. Karna, Semasa kakek hidup. Hanya dia yang bisa melihat takdir bulan. "
Apa apaan ini? Sebelum nya Dewi Kelautan? Dewi Mawar biru? Dan sekarang Dewi bulan? Takdir keberuntungan? Apa maksud semua ini.
Batin Reva. Semakin banyak gelar Dewi yang di sandangnya. Semakin pusing pula ia.
Baiklah. Lupakan soal Aku. Mari kita membahas Dafa.
"Maksudmu? Tanda Netcher dan Rambell yang ada dalam satu tubuh? "
"Iyah Kakek. Aku dan Reva ke sini untuk menanyakan nya. Dan yah, Apa kakek kenal dengan ratu pertama? Dan putri Nadya? Pasalnya Dafa anak kami memiliki tanda dari mereka. Ayah kandung nya dari Jendral bangsa Netcher, dan ibu kandungnya adalah putri Nadya. " timpal Alden.
Kakek Arsan menghela napas berat. Sebelum ia menceritakan hal yang sedih?
"Tidak ada masalah Dua tanda dalam satu tubuh. Akan jadi masalah besar, jika dia tidak bisa mengendalikan kekuatan dari dua tanda itu. "
__ADS_1
"Jadi maksud kakek, untuk menghindari masalah. Dafa harus dilatih dari sekarang. Agar dia tidak melukai siapapun?"
"Iyah. Kekuatan nya tak kan membahayakan dirinya sendiri atau orang lain. Saat ia sudah mampu menguasai nya. Namun, itu akan sangat kacau ketika ia gagal menguasai keduanya. Dia akan mirip seperti monster. "
"Apa akan semengerikan itu kek? " Tambah Reva.
"Mungkin lebih mengerikan dari itu nak. Untuk itu, Aku menyarankan pada kalian untuk meninggalkan Dafa di sini. Aku akan melatihnya sendiri. Membantunya menguasai kekuatan bangsawan murni. Dan setelah itu, kau bisa kirim dia ke Mansion bangsa Netcher. Raja disana mungkin akan membantu melatih Dafa. Hanya ini satu - satunya cara yang tersisa. " Terang Kakek Arsan.
Penjelasan ini membuat Reva dan Alden terdiam seketika.
Berpisah dari Dafa? Apakah aku bisa?
Batin Reva. Ibu mana yang tak sedih akan meninggalkan anaknya jauh dari dirinya.
"Kami akan pikirkan itu kek. Tapi, Apakah kakek kenal dengan putri Nadya? Sepertinya Dafa mendapatkan tanda bangsawan ksatria murni darinya?" Tanya Alden yang masih penasaran dengan jati diri putri Nadya.
"Putri Nadya, dan Ratu Pertama Naysil. Mereka adalah cucu dan Anak ku. Ratu pertama Naysil, adalah Anak pertama ku. Dan Nadya adalah cucu pertama ku. Dan aku lah yang memberikan dia nama Nadya. " Sahut Kakek Arsan. Ia terduduk di batu tepi kolam.
"Maksudnya? Ibuku dan Ratu pertama kakak adik?! " Pekik Alden terkejut.
Ia sangat terkejut mendapati fakta baru ini. Begitu juga Reva. Ia sudah menerka - nerka siapa putri Nadya itu, dan apa hubungannya dengan bangsawan ksatria murni. Tapi, Kemungkinan ini yang paling tidak terpikirkan oleh Reva.
__ADS_1
Putri Nadya? Dia...
***