Perjalanan Reva

Perjalanan Reva
Enam Puluh Tiga


__ADS_3

***


"Jangan lupakan.  Aku ini anak didik Putri Reva" Kata Aila seraya membanggakan diri nya itu.


"Kesombongan yang menarik" Gumam Ryuza,  ia menarik tangan Aila untuk masuk lebih dalam,  menyelamatkan Perdana Mentri.


Beberapa kali Ryuza dan Aila berhasil melewati segerombolan prajurit.  Meski beberapa kali pula mereka hampir tertangkap.


"Tuan Ryuza.. Ruangan ini" lirih Aila saat melihat ruangan Gelap di sana.


Ryuza mengangguk pasti.  Sebuah isyarat agar mereka mengecek nya di sana.


Syukurlah ada Api obor di sana.  Sebagai penerang mereka,  meski dengan cahaya yang redup. Pelan tapi pasti,  mereka berdua terus melangkah.  Dengan berusaha untuk memelankan suara kaki nya,  hingga tak terdengar.


"Diaz!  Apa kau sudah memotong tangan Pria itu?" tanya Orang itu.


Aila dan Ryuza terkesiap seketika.  Mereka diam,  menyadari suara itu berasal dari ruangan di sebelah meraka. Dan satu yang mereka sadari juga,  kali ini mereka ada di ruangan rahasia.


Dia? Apakah Dia?  Raja Bangsa Rambell


Batin Ryuza,  ia mampu melihat Raja Rambell yang duduk di sana,  dengan seorang pria tertunduk di hadapan nya, melalui lubang kecil yang ada di depan nya.


"Sudah Kakek.  Diaz sudah memotong Kedua tangan nya.  Kita apakan tangan ini? " Sahut pria yang tertunduk itu.  Yah Diaz Reyland.


"Kirim Tangan itu ke Kerajaan Flawyard. Khusus untuk Raja mereka,  hanya Raja yang tahu hal ini. Ini Sanksi akibat Raja tua itu belum manaik takhta kan Saudaramu Faras. Sertakan beberapa Ancaman Juga di surat mu" Titah Raja itu,  pria yang sudah terlihat cukup tua. Yah Raja Reyland dari Bangsa Rambell.

__ADS_1


"Tapi kakek.. Apa guna nya Kita membuat bukti untuk mengecoh. Bahwa ini adalah Ulah Bangsa Ksatria?? "


"Agar para Pejabat itu membenci Bangsa Ksatria.  Ini lebih menguntungkan bagi kita.. Jika mereka membenci Bangsa Ksatria Murni"


"Baik Kakek.  Apakah ada pesan Khusus Untuk bibi Anggrei dan Kak Faras? " tanya Diaz lagi,  memastikan.


"Tanyakan pada mereka.  Kapan mereka siap?"


"Baik Kakek.  Diaz mengerti. Diaz undur diri" pamit Pria itu.


"Tunggu Diaz. Ingatlah untuk bersiap Perang Besar dengan Bangsa Netcher. Setelah Faras menguasai Kerajaan Flawyard.  Maka kita akan menghabisi Bangsa Netcher dan Ksatria sekaligus. Persiapkan Naga Hitam,  Poka untuk berperang. " Peringat Raja Rambell itu.


"Kakek Tenang saja.  Aku dan Naga Hitam kita,  telah siap sejak lama.  Bahkan Poka ku ini sudah haus akan bangsa Netcher dan Ksatria"


Raja Rambell celingukan kanan kiri. Memastikan bahwa tidak ada orang lain lagi.  Ia mengambil sebuah Kotak dari Bawah lantai. Setelah memastikan nya,  ia membawa kotak itu pergi.


"Tuan Yuza. Bagaimana ini? Jika mereka berhasil menguasai Kerajaan Flawyard.  Maka itu akan sulit untuk bangsa Netcher kita melawan nya" Lirih Aila.


"Shhh.. Tenang saja.  Ayo segera selesaikan semua ini, Mencari keberadaan Ayah ku.  Dan Kembali untuk memperingatkan Kakek dan Reyza akan rencana Busuk mereka ini" sahut Ryuza,  tak kalah pelan dengan lriihan Aila.


"Hemm,  baik!  Ayo,  kita harua segera menemukan Perdana Menteri Regata"


Mereka akhirnya dengan pelan, mencari dimana mereka mengurung perdana Mentri.


Kotak tadi? Apa isinya? Kenapa Raja Rambell terlihat begitu hati - hati terhadap Kotak Hitam itu.

__ADS_1


Batin Ryuza menuntun jalan nya mereka, di tengah Cahaya yang redup itu. ia mulai merasa Gelisah


***


"Kakek.. Dimana Bunda ku?  Dan kenapa Ayah ku belum menjemput kami?" tanya Dafa yang polos,  menatap nanar kakek Arthaft yang kini tengah memangku nya.


"Ahh,  bunda mu harus pergi ke suatu mungkin beberapa hari lagi akan kembali. Dan Ayah mu,  dia juga masih ada urusan " Sahut Kakek Arthaft kikuk. Ia tak kuasa membohongi cicit kecil nya.


"Kapan mereka akan kembali,  aku sangat bosan tanpa Bunda" Gerutu Dafa lesu.


"Bukan kah masih ada Kakek? Apa kau tidak menyayangi kakek Buyut mu ini? "


"Bukan seperti itu.  Aku sangat menyayangi kakek buyut.  Dan Dafa juga senang bermain bersama Kakek Buyut" tambah Bocah itu lagi polos.  Memeluk Tubuh tua kakek Buyut nya itu.


Wushhhh


Sebuah Cahaya dari balik telinga Dafa,  menarik rasa penasaran Raja Arthaft. Ia melihat intens Sesuatu yang ada di balik telinga Cicit nya ini.


Tan-da ini?  Ini Tanda Bangsa Ksatria?!  Bagaimana mungkin?!  Anak ini memiliki tanda Bangsa Netcher,  di satu sisi juga memiliki tanda Bangsa Ksatria.


Batin Raja Arthaft begitu terkejut.  Masih Menatap Telinga cicit nya yang masih setia di peluk nya erat ini.


"Kakek berjanji yah,  selalu main sama Dafa. Haih.. Dafa lelah.  Dafa ingin tidur,  Aku pergi yah Kakek.. Aku ingin tidur bersama Bibi Seira" pamit Dafa,  dengan polosnya turun dari pangkuan Kakek Buyut nya itu.  Sedangkan Raja Arthaft sendiri masih terpaku dengan apa yang baru di lihat nya.


***

__ADS_1


__ADS_2