
Maaf yah. Kalo kesannya Alden bucin. Dan Alur nya agak ngecoh maaf yah. Tapi, Ini lah yang seonggok Author mampu berikan. Maaf kalo mengecewakan.
***
Reva membuka matanya perlahan, dia juga mengerjapkannya beberapa kali.
Apa ini? Goa? Bukan kah aku harusnya berada di istana? Dikamar dan bersama Alden?
Batin Reva. Ia mencoba bangkit berdiri, mengedarkan pandangan nya. Yah Reva sadar. Dia kini tengah berada di Goa.
"Kau sudah bangun? Dewi Kelautan? " pekik seseorang datang menghampiri Reva. Dia hanya sendiri.
Seorang perempuan, memikiki Dua sayap yang meredup. Memiliki mahkota hitam berkilau, beserta bajunya yang hitam juga.
Dia? Ku tebak Dewi kegelapan? Dia cukup cantik untuk wanita usia ribuan tahun.
"Jangan kaget begitu. Aku adalah Dewi Kegalapan. Kau pasti sudah dengar kisah ku dari Ratu sebelumnya, kan? Haha itu bagai tradisi yang harus mereka ceritakan dari satu generasi ke generasi baru. Haha! Aku di sini untuk memberikan mu pilihan. " katanya lagi. Mulai mendekat pada Reva.
"Oh yah? Aku memang sudah mendengar cerita tentang mu. Kau mau memberikan ku pilihan? " Sahut Reva santai.
"Aku mengagumi ketenangan mu. Biasanya orang lain yang melihatku sudah gemetar, dan tak dapat berbicara. Mereka hanya mampu mengangguk dan menggeleng. Kau memang benar - benar seorang Dewi yang patut di puji. "
"Wah terimakasih. Aku sangat tersanjung mendapat pujian dari Dewi kegelapan. Aku juga begitu, Kau memang benar - benar payah. Aku iba padamu. Kisah mu sungguh menyedihkan!" Reva tanpa beban, menatap santai Sang Dewi kegelapam yang sudah mulai kesal.
"Haha! Melihatmu begini! Aku semakin ingin menjadiaknmu budakku! Seperti Naysil, dari bangsa Ksatria murni. Haha! " sahutnya tak kalah songong dari Reva.
__ADS_1
"Baiklah, katakan padaku. Apa pilihan yang kau berikan. "
" Sarkas sekali. Tapi aku suka. Sayang sekali kau harus menikah dengan Pangeran keturunan orang menjijikan itu. Jika saja kau menjadi budakku, itu akan lebih menarik. Baiklah, pilihan pertama adalah Kau mengabdi padaku, maka aku mengizinkan mu memiliki anak. " Ancam nya enteng.
"Aku menolak plihan pertama. Enggak menarik. Yang kedua? "
"Wah Bagus. Yang kedua hanya akan membuat mu berujung seperti ku. Hidup tanpa memiliki anak. Haha! Pilihan yang kedua, adalah... Kau tidak akan bisa memiliki anak. Kau pilih yang mana? Aku memberimu kesempatan. "
"Aku menolak pilihan pertama dan kedua. Terlalu biasa, Aku adalah Dewi kelautan. Kenapa kau memberikan ku pilihan yang payah itu. "
"Lalu apa mau mu? "
"Tidak kah kau bosan dengan pilihan payah itu. Itu sudah berlaku ribuan tahun kan? Aku yakin itu. Bagaimana jika dengan ku yang Dewi ini, kita memainkan permainan baru. Yang lebih menarik tentunya. " Tawar Reva mencoba berdiskusi.
Batin Reva. Reva adalah seorang presdir yang dominan menggap tinggi dirinya.
Permainan? Anak ini menganggap ini semua permainan? Haha cukup menarik!
Batin Dewi kegelapan. Entah lah, dia mulai suka berbicara dan bermain dengan Reva. Menurutnya Reva unik dan menarik.
"Apa pilihan baru nya? Aku harap itu menarik."
"Dengar, beri aku waktu satu bulan. Aku akan meminta Alden memiliki banyak selir, dengan syarat. Asal Alden tak pernah menyentuh mereka selamanya. Dan hanya mencintai ku. Kau mengizinkan ku untuk memiliki anak? Kau akan cabut kutukan mu khusus untuk ku? Dan jika Aku kalah. Aku akan mengabdi padamu! Menarik bukan? Ini permainan baru? Yang bertujuan menunjukkam cinta tulus kekasihmu. "
"Haha! Lucu sekali! Apakah kau begitu yakin bahwa Suami mu itu tak kan menyentuh wanita lain? Saat istrinya tak bisa memiliki anak? "
__ADS_1
"Hemm. Begitulah. Aku percaya Suamiku. "
"Haha! Kau Naif sekali Nak! Aku juga dulu pernah memikirkan hal yang sama dengan mu. Percaya akan cinta, bodoh akan cinta, semuanya karna cinta palsu orang itu! Tapi lihat? Hanya ada pengkhianatan yang aku dapatkan! "
"Jangan samakan pria menjijikan tak tahu diri itu dengan suamiku. Mereka berbeda jauh. "
"Baiklah, Aku setuju. Kita bertaruh. Waktumu satu bulan! Aku akan mengawasi mu. "
Alden...
Kali ini semua bergantung padamu. Jangan biarkan aku jadi budak oke? Itu menjijikan!
"Kau tau, kau sangat cantik dan baik. Kuat dan cerdas. Berhentilah memikirkan Alden. Ikutlah dengan ku, maka aku akan memberikan mu posisi sebagai tangan kanan ku. " tawar Dewi kegelapan. Entah lah, ada rasa yang aneh di hatinya. Ia tak begitu suka bila Reva tersakiti nantinya.
"Jangan mengkhawatirkan ku. Suamiku orang yang luar biasa~"
***
Reva membuka matanya perlahan.
Uh sesak..
Batinnya. Bagaimana tidak sesak? Saat Alden mendekap nya dengan begitu erat. Entah apa Maksudnya.
***
__ADS_1