Perjuangan Seorang Dokter

Perjuangan Seorang Dokter
Kebersamaan


__ADS_3

Dina, Aisyah, Melani berjalan takjub dengan rumah Aldi. Benar benar emak bagus banget menata setiap sudut rumah, nyaman dipandang .





" Rumah ini mewah, tapi gak berlebihan , "ujar Dina .


" Benar...kalau liat dari desainnya, baru di renov ," ujar Dina .


" Kayaknya gitu . Tapi dulu kan kita ngumpul nya bukan di rumah ini, yang rumah ruko dekat kota. Aldi kadang kan lebih seringan tinggal disana, daripada di rumah ini ," ujar Melani .


" Memang emak sama Babe the best yahhhh. Pasti mereka mendisain rumah customer sangat baik. Terlihat dari penempatan setiap ornamen, benar - benar jeli. Aku gak begini banget deh kalau jadi emak emak. Maklum lah, kalau menata menu di warung jago. Bahkan angkat piring tersusus banyak bisa. Kalau menata gini, angkat tangan dan angkat kaki deh....," ujar Dina .


Aldi bukan tipe teman yang sok pamer deh....bisa kan kita nilai, mau di rumah siapa aja oke. Makan apa aja ayo...tipe nya seperti orang tuanya. Bisa masuk kemana aja ," ujar Melani .


" Kalau sifatnya kaum borjuis ku malas temenan deh ," ujar Dina .


" Aku sebenarnya minder tememan dengan kalian , ujar Dina ".


" Gak asik banget sihhhh. Jangan gitu dong Din. Kamu teman terbaik kami. Jangan minder minder segala. Harta, jabatan, status sosial, tuh semua titipan ," ujar Aisyah .


" Kalau sukses nanti,apa kita bisa seperti ini juga ? ", tanya Dina .


" Pasti bisa.....ujar Aldi dari belakang mereka nimbrung pembicaraan mereka . Kita udah temenan bertahun tahun, gak boleh sombong,gak boleh minder . Saling mendukung,saling membantu, okey.... ," ujar Aldi .


"Cepetan...udah lapar,ujar Aldi sambil tertawa".


"Ehemmmmm....manis banget sihhh senyum nya Aldi... ," ujar Melani .


" Kamu suka sama Aldi ? tanya Aisyah ".


" Awalnya dulu suka.Tapi aku sadar, dianya suka sama sahabat kita yang gak peka, ujar Melani sambil tertawa. Hati hati Din....di Jerman banyak siangan. Bule lagi ,"ujar Melani .


" Apaan sihhhh....," ujar Dina menahan malu .


" Belajar dulu, baru yang lain lain ," ujar Dina .

__ADS_1


" Baik bu...guyuuuu... ," ujar Aisya tertawa ngakak .


Aneka makanan sudah tersaji di meja makan .






" Dah bukan sarapan lagi nih nak...," ujar emak Rina .


" Makan siang mak....," ujar Firman .


" Maklum....kebanyakan ngobrol. Cepetan kita mau siap siap latihan kan di sekolah ," ujar Firman .


" Ada latihan yah ?," ujar Dina .


" Khusus hari ini aja, nanti siapnya jam 3 an kok ," ujar Wesliy.


" Pulang latihan nge mall yukkkk ," ujar Melani .


" Makan dulu yukkkk ," ujar Emak dan Aldi berbarenagan .


Mereka pun bersantap ria. Emak meninggalkan mereka. Karena emak dan babe tadi udah makan duluan. Babe lagi di pabrik furniture, Aldi memberitahu teman temannya .


Aldi menyendokkan rendang kesukaan Dina di piringnya. Aldi dan Dina duduk bersebelahan. Terlihat juga Aisyah mengambilkan peyek udang buat Firman .


Melani hanya senyum senyum melihat reaksi temannya .


Ini es kacang merah kesukaanmu Wes...," ujar Dina .


" Makasih Din...," ujar Wesliy bahagia .


" Dina mengambil semangkok soto medan buat Aldi. Dimakan Di...," ujar Dina .


"Makasih...,"ujar Aldi sangat senang.

__ADS_1


" Sebenarnya Dina ada rasa pada Aldi. Tapi Dina tau, dirinya siapa. Jadi menekan perasaanya pada setiap perhatian dari Aldi ".


Selesai makan, mereka duduk di ruang keluarga Aldi.


" Coba kalian liat, nih koleksi Emak Rina ," ujar mama Aldi .


" Aldi lucu banget sewaktu baby ," ujar Dina dengan polosnya .


" Kalau udah besar apa gak lucu ?" ujar Aldi .


" Sudah besar, lebih cool.....hanya ngomong dengan genk kita aja , ber expresi datar juga ," ujar Dina tersenyum .


" Senyuman seorang Aldi mehong alias expensive ," ujar Alya .


" Cowok cool itu banyak peminatnya,ujar Firman. Jadi Aldi jaga image nya ," ujar Firman .


" Apaan sihhhh...," ujar Aldi memeluk dan mengeratkan tangannya di leher Firman .


" Kamu sok cool deh... Al....," ujar Wesliy .


" Hmmmm....Aldi memang seperti itu,kita tau sendiri. Dulu saat liburan di kampung, Aldi hanya mau main denganku aja ," ujar Dina .


" Sampai sekarang, Aldi sampai kesemsem sama mu Din...daya pikatmu membuat banyak pria patah hati ," ujar Wesliy .


" Mulai halu, halusinasi deh.....," ujar Dina .


" Kamu gak peka ," ujar Aldi sambil tersenyum manis .


Senyuman seorang Adli sangat mahal, bisa di hitung dengan jariπŸ€£πŸ˜‚πŸ˜…πŸ€£.


" Kita ke sekolah yuk...telepon mama sama papa dulu ," ujar Dina .


Mereka pun sibuk menelepon orangtua. Mengabari akan ke sekolah dan akan jalan jalan ke mall .


🐞🐞🐞🐞🐞🐞🐞🐞🐞🐞🐞🐞🐞🐞🐞🐞🐞🐞


happy reading guysss


like

__ADS_1


vote


koment.


__ADS_2