Perjuangan Seorang Dokter

Perjuangan Seorang Dokter
Keluarga Aldi Wijaya


__ADS_3

Pagi itu, udara begitu sejuk, Dina duduk di balkon, begitu indah pemandangan sekitar rumah Aldi.Berdekatan dengan pantai. Juga terdapat pepohonan disana .


" Cepat banget bangunnya Din.." ujar Aisyah .


" Udah terbiasa Syah, biasa subuh sudah bantu mama buat nyiapin menu jualan ," ujar Dina .


" Kamu punya orang tua yang baik Din . Papa mu dan mammu saling menyayangi. Aku juga punya orangtua yang baik ."


" Benar, orangtua mu baik banget. Makan di rumah ,makan makanan kami aja mau, padahal kita berbeda keyakinan ."


"Jualan mamamu kan halal Din, kami juga mengenal baik papa dan mamamu. Semoga kita temenan sampai panjang ya Din. Dan kita juga menikah dengan orang yang tepat, seperti kedua orang tua kita. Aku pingin punya keluarga seperti mama dan papaku Din ".


" Aku juga ingin...ujar Melani. Ingin seperti keluarga kalian. Kalau dikeluargaku,papa dan mamaku sibuk dengan pekerjaan masing masing,kami kurang perhatian. Mereka pikir hanya kebutuhan hidup itu uang saja. Padahal hak setiap anak bisa merasakan juga perhatian dan kasih sayang orang tuanya. Dari orangtua kalianlah aku memperoleh perhatian dan kalian teman yang baik,hingga aku gak terjerumus ke hal hal yang negatif ," ujar Melani.


" Semoga kelak orangtuamu menyadari bahwa anak -anak mereka juga sangat butuh kasih sayang dan perhatian ."


" Kita saling mendoakan ya Mel. Ambil sisi positifnya saja, bahwa orang tua kalian tidak menyia nyiakan dan menyekolahkan kalian sebagai rasa tanggung jawab mereka pada kalian anak anaknya. Mereka berjuang buat membayar biaya pendidikan yang semakin mahal di jaman sekarang ," ujar Dina .


" Iya Din....aku berusaha memahami mereka. Karena papa dan mamaku juga pasti sangat lelah seharian bekerja. Kadang mereka harus lembur , terlihat wajah lelah mereka ."


" Kehidupan jaman semakin susah Mel... ujar Aisyah. Kita masih bersyukur bisa mengecap dunia pendidikan, di sekolah pilihan lagi, sudah satu rasa terima kasih pada orangtua kita ," ujar Aisyah .


" Kita harus bahagiakan orangtua kita,mereka sudah berjuang buat kita, saatnya kita berjuang buat mereka ," ujar Dina .


" Tulll betul....betul...," ujar Aisyah .

__ADS_1


Semuanya pun tertawa .


Sebuah ketukan terdengar. Dan Aisyah pun membuka pintu .


" Kalian belum mandi semua ?" tanya Arya .


" Tutupppppp.....teriak Dina dan Melani. Tapi Jack ,Aldi,Firman dan Welsiy mendorong pintu. Mereka sudah terlihat keren dan rapi ."


" Ih.....", ujar Dina menutup wajahnya. Cowok gak boleh masuk markas cewek deh...ujar Dina .


" Aku mau mandangin wajah bantal mu Din..." ujar Aldi .


" Emakkkkk...Babe......tulung....tulung.....," ujar Dina dengan nada kocak .


" Eitssss......para lelaki di larang memasuki kamar wanita. Nanti kena pasal perbuatan tidak menyenangkan ," ujar Emak Rina .


" Tidak ada pengecualian .Wanita itu paling malu kalau muka bantal . Wanita paling suka berdandan kece badai , ngerti gak sihhhh. Get out....cepatan....," ujar Emak Rina .


Kelompok cowok pun di usir ke ruang keluarga .


" Ladies ledies...buruan mandi. Dandan yang cakep. Biar emak pilih buat jadi mantu ," ujar Emak Rina .


" Ihhhh...emak pagi pagi udah genit ," ujar Dina .


" Maklum udah tuek,pengen punya cucu dari anak cowok.Maklum bontotnya cowok ," ujar Emak Rina .

__ADS_1


" Dina aja mak...buat jadi mantu. Pintar, baik, seniman dengan emak, trus penyayang,serasi dengan Aldi . Lagian kayaknya Aldi ada rasa kayaknya sama Dina ," ujar Melani .


"Jangan dengarin mak, nih kompor 24 sumbu mak. Beneran mak,jangan coba coba tanggapi ."


" Tapi emak senang nanggapi nya Din..," ujar emak Rina .


" Emak senang sama Dina, ujar emak Rina sambil mengedip- ngedipkan matanya berulang ulang ".


" Emak....genit deh.....kuliah dulu mak, bahagia in orangtua. Baru mikir cowok deh..," ujar Dina menutup wajahnya dengan bantal .


" Sambil menyelam minum air nak...," ujar emak kembali mengedip ngedipkan matanya .


" Emak mirip baronsai deh...," ujar Dina .


Semuanya pun tertawa .


" Emak paling kocak dari emak - emak yang lain. Asal dari kampung,tapi emak the best deh....gak kolot, pikiran maju , gaul dan bisa kompakan dengan kami semua. Emak dan babe pujaan anak anak semua,ujar Melani ."


" Emak tuh sebenarnya sedih. Bentar lagi kalian tancap gas terbang kemana mana. Ingat yah...jangan lupa kalau pulang,datang ke home emak.Nomor hp emak kalian save semua kan. Telepon emak. Emak bakalan kesunyian gak gangguian kalian lagi, emak pun memeluk mereka semua ".


" Kami akan selalu ingat sama emak. Makasih emak sayang sama kami ," ujar Aisyah .


🐂🐂🐂🐂🐂🐂🐂🐂🐂🐂🐂🐂🐂🐂🐂🐂🐂Happy reading guysss


jangan lupa like

__ADS_1


vote


koment


__ADS_2