Perjuangan Seorang Dokter

Perjuangan Seorang Dokter
Berbaikan


__ADS_3

Dina memandang ke sebuah arah.


" Sangat susah mengerti karakter seseorang , walaupun kita sudah lama mengenalnya , dan sangat munafik rasanya , ketika melihat teman - teman hamil , punya anak , rasanya sudah sangat lelah dan di titik yang paling rendah seperti ini , dan tidak mau memaksakan apapun , mau menikah sama siapapun , perasaan ini pasti ada . Terkadang ada baiknya , untuk hidup sendiri ".


" Apa menyesal menikah .....?"


" Hmmmm.....yupppp..ketika cinta mengalahkan logika , dan saat ini itu menjadi sesuatu yang sulit di katakan . Walaupun pasangan kita tidak menuntut apa - apa dan membebani kita , tapi menikahi anak satu - satunya beban mental itu sangatlah berat ,memandang wajah kedua orabgtua Aldi , perasaan ini begitu merasa bersalah."


" Jalani saja, baru 2 tahun , tetap usaha dan berobat , melakukan banyak metode , IVF misalnya ."


" Untuk saat ini belum memikirkan IVF pakdos , momok kegagalan itu sangat besar .Sakitnya tuh menghancurkan rasa percaya diri ."


" Berbaring ketika lelah , istirahat ketika merasa berat , dan mensyukuri apapun itu , jalani jangan sebagai beban lagi ."


" Jika Dina melepas kan....., mungkin akan lebih baik ".


" Kamu jangan berpikir seperti itu , mas mengalah , buat kebahagiaan kamu , jika menyerah ,tidak secepat ini bukan...?"


" Cepat atau lambat , akan sama hasilnya .Semakin lambat , semakin dalam melukai hati, satu dengan lainnya ."


" Kamu sesat dehhhh...gak ingat janji pernikahan , kamu harus di seret ke pendeta yang memberkati kamu . Ingat ....menikah satu kali seumur hidup . Menerima kelebihan dan kekurangan , karena kasih itu menembus batas dan mengalahkan apapun itu ."


Dina menunduk .


Merasa Dirinya penuh dengan perenungan , 2 tahun......masih Din....ujarnya di dalam hatinya.


Bagaimana pasangan bisa bertahan dan berpengharapan setelah melalui 15tahun pernikahan ? pasangan yang Dina temui di Spanyol , bagaimana mereka melalui nya ,


" Dina orang gak sabaran ....., " ucap Dina .


" Benar.....".


" Mas balik dulu , besok hari terakhir seminar , jangan telat , biar dapat fasilitas ".


" Ngacoooo...., Dina tertawa ."


" Kamu harus meluruhkan brewok yang sedang ngambek ".


" Gakk.....".


" Kamu tidak seperti wanita lain , anehhhh...," ujar Derren.


Dina mengantar pakdos Derren , pakdos Derren masih tertawa dengan tingkah Dina .


Dina kembali ke dapur , memandang buah naga , Dina memotong dan membawanya ke dalam kamar , Dina meletakkan di atas meja .Dina pun bersih- bersih dan memakai pakaiannya .


Dina memutar film korea Something in the rain , Dina begitu menggemari film tersebut , dengan santai Dina mengunyah buah naga di hadapannya .


" Dia sudah balik....".


" Sudah...," ujar Dina .


Karena mulut Dina kepenuhan potongan buah naga , saat menjawab , buah naganya muncrat kemana - mana .

__ADS_1


Dina meraih tisu , tetapi Aldi duluan meraih kotak tisu . Aldi membersihkan area mulut Dina dengan beberapa lembar tisu. Mereka saling berpandangan .


Aldi juga membersihkan percikan buah naga yang ada di lantai .


Aldi menggendong Dina , membaringkan Dina di tempat tidur .


" Disini dulu , mas akan pel , noda merahnya kemana - mana ".


" Nih minum dulu yaaang...," ujar Dina .


Dina pun meminum air dari Aldi .


Dina melihat Aldi membawa tongkat pel dan membersihkan lantai di seputaran tempat nonton .


" Jangan jalan kemana - mana dulu , ujar Aldi membawa tongkat pel nya ."


" Mas mirip Harry potter....versi indo , ujar Dina menahan tawa ."


" Dan kamu Ginny Weasley nya , ujar Aldi menaik turunkan alis nya ".


" Harusnya dengan Hermonie Granger ".


" Hermonie Granger hanya berdarah manusia biasa, sedangkan Harry Potter memiliki darah penyihir yang hebat dari ayahnya dan sedari bayi Harry dirawat oleh paman dan bibinya di kehidupan muggle."


" Harry Potter - Hermonie Granger menikah, kemungkinan Ron tidak akan bersikap friendly kepada mereka berdua, karena sedari awal Ron dan Hermonie memang ditakdirkan bersama serta antara Ron dan Hermonie sudah punya benih-benih cinta sedari mereka remaja , ujar Aldi ."


" Sosok Ginny memang pantas dan dibutuhkan oleh Harry, karena ia mengerti Harry, lemah lembut, tegas .


" Harry Potter - Ginny Weasley menikah. Sosok Ginny memang pantas dan dibutuhkan oleh Harry, karena ia mengerti Harry, lemah lembut, tegas, dan tidak menyeh-menyeh. Ini terlihat ketika Harry mengatakan harus mengakhiri hubungan mereka, karena ia lebih mementingkan urusannya terhadap Voldemort dan Ginny tetap tegar serta setia menunggu Harry. Belum lagi bisa dikatakan hanya Ginny yang bisa dan pertama kali ada di dalam mimpi Harry serta dapat membuat Harry gemetaran jika bertemu, walaupun Harry pernah gugup terhadap Cho Chang tapi getaran itu tidak sebesar ketika dia berhadapan dengan Ginny. Penantian Ginny sedari kecil berbuah hasil, dialah yang berhasil menundukkan hati Harry untuk selamanya, yang sedari awal ia hanyalah seorang penganggum berat Harry yang anggun dan tidak menyangka memiliki garis takdir bersama Harry ".


" Pastiiii, " ujar Aldi membuat bibirnya emuahhhhh ke arah Dina .


Mimik Dina mengerutkan alisnya .


Aldi bergegas menyimpan tongkat pel nya .


" Jangan ke club yaaaang...kalau mau pergi , ajak mas , okey....tapi kakek bakal marah besar , kalau tau kamu ke club , apalagi papa , jadi mas menutup kasus ini ."


" Baiklah....".


" Gitu donggg...jadi isteri penurut ."


Aldi mengecup bibir Dina.


" Merah banget , karena makan buah naga....".


Dina mengambil potongan buah naga , menyuapkannya pada Aldi .Aldi mengunyah nya .


" Brewok lagi , nanti Dina rapiin yah..".


" Hmmm....." Aldi memeluk Dina dengan erat .


" Yaaaang...apa kamu ada merasa mual ?"

__ADS_1


" Gak mas....".


" Pusing ???"


" Gak lagi....".


" Kenapa perut bagian sini agak buncit yaaang."


" Banyak makan , maklum lagi di indo mas, semua makanan enak ."


" Yaaang....jangan pernah marah ketika membahas soal test pack atau seputaran kehamilan . Mas hanya ingin periksa perutmu , boleh ?"


" Gak...." ujar Dina memeluk bantal guling nya .


" Kenapa gak boleh....".


" Mas...Dina pernah melebih - lebihkan sesuatu , hasilnya nihil .Udah ahhh mas...ngantuk...," ujar Dina menutup matanya .


Aldi membalikkan tubuh Dina , mereka saling bertatapan .


" Kamu menyangsikan spesialisasi suamimu yaaaang."


" Please mas....".


" Baiklahhhh...Aldi mengalah lagi , Aldinpaling paham tentang pembawaan seseoranv jika memang sedang mengandung , mood yang berubah - ubah dan sensitif".


Aldi meletakkan dahi nya bertemu dengan dahi Dina .Perlahan Aldi ******* bibir sang isteri , Mereka hanyut dalam romansa kebersamaan .


" Mas...aku menginginkanmu...," ujar Dina.


Aldi melakukannya perlahan , dan tidak berulang seperti biasa .


Aldi kembali menyentuh sekitar perut Dina .


Kecurigaan Aldi semakin besar . Ada senyum dalam hati Aldi .


Aldi membersihkan tubuh sang isteri , memakaikan pakaian.


" Biasa kita polos aja mas...."


" Nanti masuk angin , " ujar di membelai wajah Dina .


Dina pun tertidur karena kelelahan .


Aldi kembali menyentuh perut Dina , dan kembali tersenyum .


Menahan perasaannya , bertapa inginnya Aldi memeriksa rahim Dina dengan alat USG .


🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼


Jangan lupa like


Vote

__ADS_1


Koment


__ADS_2