
Dia seperti superhero , yang membantu , bersama dokter Jonathan , mereka secara mengejutkan hadir di hadapan Dina sambil tersenyum .
" Pakdos!!!! Dokter Jo!!!!!! ".
" Kalian.....kenapa ada di sini ? apa seminar ?"
Mereka kompakan menggeleng .
" Trus.....".
" Mas sudah lelah tugas di Rusia, pengen suasana baru , " ujar Pakdos Derren .
" Jangan panggil pakdos lagi , kan kamu udah tamat jadi mahasiswi saya , panggil dokter Derren atau mas Derren aja Din...".
" Kalau dokter Jo kenapa bisa tugas disini ?"
" Rumah sakit merotasi para dokter , saya berminat , jadi yah kesini dikirimnya .Begitu baca dokter yang bertugas di dekat administrasi , semangat dongggg....nama kamu ada disana ".
" Baiklah...kerja semakin lempeng....satu ada yang membantu bagian bedah dan satu spesialis jantung , komplit ."
" Kamu kenapa kurusan Din...".
" Sangat lelah , rumah sakit kekurangan dokter bedah dan dokter jantung ".
" Pantasan , urgent panggilan di rumah sakit ini , ujar Jonathan ."
" Ku tugas dulu ya....," ujar Dina .
Dokter Derren dan dokter Jo pun memulai pekerjaan mereka .
Pasien Dina lumayan banyak , di ahlikan ke dokter Derren dan dokter Jonathan .
Dina merasa sangat mual , muntah ke toilet beberapa kali .Dina meminum vitaminnya . Aldi hari ini kuliah dan sedang ujian .
Wajah Dina tampak sedikit memucat .
Dina meletakkan kepalanya di atas meja prakteknya , mengambil minyak kayu putih , dan menghirup nya . Bahkan jus yang di beri sang mertua keluar semua .
Dina mengelus perutnya , tidak biasanya dia mengalami seperti saat ini .Meminum anti mual pun ,tidak memberi efek apa - apa .
Dina menyegarkan dirinya , mengganti pakaiannya .
Mama Aldi pun mengetuk ruangan Dina.
" Masuk ma.....".
" Makan dulu nak , mama hanya bawa ikan , salad , aneka buah ".
" Kamu kenapa pucat nak ? tanya mama Aldi ."
" Bawaan baby nya mual aja ma, semua keluar , untung saja operasi sudah beres ."
" Sebaiknya pulang saja , jika gak enakan ".
__ADS_1
" Pasien Dina kasihan ma , mereka dari pedalaman , menunggu dari tadi , ini karena jam istirahat di depan gak rame ma ."
" Kamu benar - benar baik nak, memperhatikan pasien mu , tapi...jangan lupa, perhatikan tripel dan kesehatan kamu juga ."
" Iya ma....".
" Ma...dokter Derren dan dokter Jonathan , bertugas disini , jadi kerja Dina banyak mereka handle , selama ini Dina di bantu 1 orang dokter , sekarang sudah 3 ma....".
" Ambil waktu senggang , buat istirahat ya nak ."
" Iya ma....".
" Mama pamit dulu , ke 5 anak mbak Ratih dan mbak Elsa lagi di rumah , rumah kita bakal rame , kehadiran tripel langsung nambah cucu mama banyak , " ujar mama Aldi bahagia .
Sepergi mama Aldi , Dina mencoba makan , baru 3 suap , Dina mual kembali .Dina hanya makan daging dan tidak memakan buah .
Dina berjalan ke taman , menghirup udara segar . Meminum jus buah bit dan apel dari sang mertua .
" Kamu gak sehat Din....? "ujar Dokter Derren .
" Hanya mual dikit mas , nih udah minum jus bit dan apel , udah enakan lagi ."
" Istirahatlah...kamu kelelahan ."
" Sebenarnya ...ini bawaan baby mungkin mas..."
" Apaaaaa? Ka....kamu mengandung Din ? tanya dokter Derren."
" Iya mas...3 baby sekaligus ".
" Sudah berapa bulan Din ? "
" Sepuluh minggu mas....".
" Mas bahagia Din...akhirnya doa kamu dan kekawatiran kamu di jawab Tuhan ."
" Mas turut bahagia , mulai sekarang , kamu harus hati - hati , kalau gak enakan , istirahat aja .Kamu ingat Din...memperolehnya menunggu waktu dan perjuangan sangat lama .Urusan rumah sakit ada mas dan dokter Jo...., jangan banyak pikiran , happy - happy aja ya ".
" Iya mas....makasih ."
" Kalau mau makan apa , kalau Aldi lagi tugas , kuliah , bilang sama mas ...., "ujar dokter Derren .
Dina terharu ..Dokter Derren sangat menyayanginya , tau batasan nya , dan menghormati keputusan Dina sejauh ini .Sopan dan gak macam - macam .
Dokter Derren kembali bertugas , Dina juga harus kembali ke ruangannya , setelah menyempatkan diri mengecek pasien pasca operasi nya .
Aldi bergegas menuju ruangan sang isteri , dirinya selalu seperti ini , selalu tidak bisa jauh dari sosok Dina . Terkadang ketika bertugas , mampir sebentar di ruangan Dina ,sudah menjadi obat rindu nya .
Dina duduk dan bersandar di kursinya , memijit pinggangnya ,karena lumayan pegal .
Aldi sudah lebih dahulu bersih - bersih , baru menemui Dina .
Dina menutup rapat matanya .
__ADS_1
Aldinpun jongkok di hadapan sang isteri .
Memeluk tubuh Dina dengan erat .Perlahan Dina membuka matanya dan tersenyum .
" Mas......".
" Mas....sangat merindukan kamu sayaang.....sangat......".
" Sudah makan mas....".
" Sudah....".
" Apa kabar ular keket hari ini (dokter Sarah )."
" Baik....".
" Ohhhh....".
" Kamu gak nanya keadaan mas ? malah nanya yang lain ."
" Hehehehe....".
" Dokter Derren dan dokter Jonathan , sekarang tugas di rumah sakit ini mas , tadinpagi Dina ketemu dengan mereka . Mereka akan membantu Dina .Selama ini memang rumah sakit mencari tenaga medis bagian bedah dan jantung , serta bagian anak ."
" Wajah mas kok gituuuu....?"
" Rival mas datang lagi ".
" Mas ampun deh....nih perut Dina buncit , siapa yang mau...., besarin anak langsung 3 lagi ."
" Mereka selalu menyukai kamu , apalagi dokter Derren .Apapun keadaan kamu , mereka pasti gak peduli ."
" Mas ngaco deh....dokter Derren dan Dina tau batasan kami , dan Dina tegas ,gak seperti mas , Di dekati mendiami saja , Dina menghargai mas , mas juga belajar untuk menghargai Dina ."
" Iya yaaang...".
" Kenapa pucat , apa yang gak enak ?"
" Mual mas...minum anti muntah juga tetap mual ."
" Hmmm....anak papi kok rewel sihhh...
, kasian mami nya dong dedek....., banyak mam nya ya nak....sehat - sehat di perut mami ."
Dina tersenyum ketika sang suami menciumi perut nya yang lumayan menonjol .
Dina membelai rambut Aldi , Mereka saling tersenyum .
💏💑💏💑💏💑💑💏💑💏💑💏💏💑💏💑💏💑
Jangan lupa like
Vote
__ADS_1
Koment