Perjuangan Seorang Dokter

Perjuangan Seorang Dokter
Kelelahan


__ADS_3

Kehadiran dokter Derren dan dokter Jonathan serta dokter Melani , membawa angin segar buat perkembangan rumah sakit , ditambah kehadiran Dina dan Aldi , rumah sakit tempat mereka bernaung semakin di kenal . Keberhasilan dokter Derren , dokter Dina dan Dokter Jonathan dalam operasi , menjadi rekomendasi para pasien lainnya .


Keberhasilan Aldi dan banyaknya pasangan yang berhasil lewat tangan dinginnya , dalam program IVF dan inseminasi buatan , melambungkan Aldi menjadi seorang dokter yang banyak di cari pasien baik dalam dan luar negeri .


Melani juga sangat handal dalam menangani penyakit anak , Melani di bantu beberapa orang dokter .Tetapi Melani sangat dicari karena keramahan nya dan analisis yang tepat , pada sakit anak , apalagi pada masa bayi, bayi belum bisa memberitau apanya yang sakit, banyak membuat orang tua kebingungan , tetapi Melani handal mendiagnosa apa yang bayi dan balita alami . Anak Melani di jaga dua orang baby sitter dan diawasi mertuanya terkadang di jagain keluarga Melani .


Siang ini , Dina dan dokter Derren menangani pasien yang lumayan rumit , dokter Derren membutuhkan bantuan Dina sebagai asistennya.


Perut Dina sudah lumayan besar di usia kehamilan 6 bulan , sebenarnya Derren tidak mau menyusahkan Dina apalagi Dina mudah lelah , tetapi pasien ini kasus nya sulit , Derren sangat butuh bantuan Dina . Apalagi pasien pejabat penting negara .


Dina tidak keberatan menolong Derren , operasi pun berlangsung selama 5 jam .Sesekali Dina duduk karena kelelahan , dan kembali fokus membantu dokter Derren .


Dina seorang dokter yang semakin handal , Derren bisa melihat dari semakin cekatannya Dina menjait dengan rapi , membedah organ yang sedang bermasalah , Dina sangat berani dan tenang , itulah yang membuat Dina sejak dulu sudah di ketahui Derren akan menjadi dokter hebat seperti saat ini .


" Istirahatlah Din, mas sudah bisa menangani sendiri ."


Dina duduk di kursi , meminum air , pinggangnya sangat pegal , Dina mengusap pinggang nya .Para perawat sangat menghormati dedikasi Dina .Dina dokter yang sangat bertanggung jawab .Dina pun kembali membantu Derren , operasi pun selesai .


Tenaga Dina sangat terkuras , terlihat lelah di wajah Dina dan dokter Derren . Dina dan tenaga medis lainnya juga mengalami hal yang sama. Dina perlahan membersihkan tangan , kemudian mandi bersih . Dina memakai dres nya .Dres besar nya banyak Dina beli di mall, lain lagi ibu mertua , kakak iparnya membelikan , kalau mereka pulang dari beberapa negara . Dina cukup di perhatikan , dan lumayan di manja keluarga Aldi .


Dina sangat lelah , Dina berbaring di kamar istirahat nya .Kemudian memejamkan matanya .


Sebuah kecupan , membawa Dina membuka kedua matanya .


" Belum makan kan yaaaang ?"


Dina perlahan duduk .


" Belum mas....lapar, hehehehe ".

__ADS_1


" Mau makan apa , mas bawa makan yukkk....".


" Pengen makan bakso , ".


" Yukkkk...ke restoran mas , mas akan suruh pegawai buat ".


Aldi mengankat tas Dina , dan menggenggam erat tangan Dina .Mereka berjalan perlahan menyusuri lorong rumah sakit , banyak senyuman di sepanjang jalan dan anggukan kepala dari pasien. , dokter atau perawat.


Dina dan Aldi pun memasuki mobil .


Pada baju Dina terlihat gerakan kecil , Dina tersenyum .


" Jika lapar , mereka selalu ber atraksi mas ....".


Aldi mengusap perut Dina .


" Pinggul mu sempit yaaang , sangat sulit melahirkan normal, apalagi 3 bayi . Mas tau...besar keinginan mau lahiran normal , tapi pinggul mu tidak memungkinkan ".


Panggul merupakan jalan lahir bagi janin saat proses kelahiran. Seorang ibu yang memiliki panggul sempit kemungkinan akan sulit menjalani persalinan normal karena adanya risiko cephalopelvic disproportion (CPD).


" Ini merupakan suatu kondisi yang dapat terjadi ketika ukuran kepala atau tubuh bayi terlalu besar untuk masuk melewati panggul ibu.Ini artinya, cephalopelvic disproportion atau CPD adalah kondisi ketidakcocokan akibat ukuran kepala bayi yang terlalu besar dibandingkan ukuran rongga panggul ibu hamil, " ujar Aldi .


" Panggul mu kurang dari 9,5 sentimeter, dibandingkan ukuran panggul ibu hamil normal pada umumnya juga menjadi penyebab cephalopelvic disproportion berikutnya.Begitu pula apabila ibu hamil memiliki bentuk panggul yang tidak normal.


Mas sudah melakukan Pelvimeter, salah satu pemeriksaan medis sebagai cara mendiagnosis CPD. Pelvimeter meliputi pemeriksaan fisik pada panggul untuk mengukur langsung diameter panggul ibu hamil menggunakan tangan.".


" Mas juga sudah melakukan Pemeriksaan USG secara rutin dapat membantu mengukur panggul dan kepala bayi selama pemeriksaan kehamilan selama ini , dan mengarah ke CPD yaaang..., mas gak mau kita mengambil resiko , percaya sama mas , jangan terlalu cemas , melahirkan normal atau operasi semua sama saja sayang...tidak akan mengurangi perjuangan seorang ibu .Semua sama - sama bertarung nyawa buat buah hati ".


Dina dan Aldi naik ke lantai atas cafe and resto , tepatnya di kampus mereka dulu .

__ADS_1


Baru kali ini Aldi membawa kembali Dina mengunjungi cafe ini , tidak ada yang berubah , hanya sudah lebih besar, karena tiga ruko di samping bangunan sudah menjadi bagian resto Aldi .


Tidak berapa lama , sang pegawai membawa bakso di sebuah tempat .


" Silakan dimakan bu....pak....kalau kurang, masih bisa di buatin , " ujar sang pekerja .


" Makasih... ," ujar Aldi dan Dina bersamaan .


" Pekerja mas apa masih mahasiswa di sini ?"


" Iya sayang...mereka seperti kamu dulu, memperoleh beasiswa dan hanya mencari uang saku ."


" Dulu kita berjuang berdua di sini , " ujar Dina .


Aldi memeluk Dina dan mengecup puncak kepala Dina .


Yah di cafe ini mereka berjuang , sampai Aldi mempunyai beberapa resto di beberapa negara , termasuk di Canada .


🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤


Jangan lupa


Like


Vote


Koment


Makasihhhhhh🙏🙏🙏🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2