Perjuangan Seorang Dokter

Perjuangan Seorang Dokter
Hati


__ADS_3

Malam semakin larut , mengantarkan langkah mereka menyusuri kegelapan malam .Akhirnya mereka sampai ke depan apartemen , mereka memasuki apartemen Aldi , Dina bersih -bersih dan berbaring di ranjang , terasa sangat lelah , Aldi baru selesai menerima telepon ,.


" Hmmm ....wangi banget isteri nya mas..., mas bersih - bersih dulu ya yaanng".


" Hmmm....".


Dina berbaring ,gak mood melanjutkan tesis nya, dirinya sangat mengantuk .


Dina tertidur dengan pulas , Dina memeluk bantal guling ,seperti kebiasaannya kalau tidur, Aldi memandangi Dina. Perlahan Aldi menarik bantal peluk , tangan Dina seperti mencari - cari sesuatu. Aldi tersenyum dan memeluk erat Dina . Aldi sangat merindukan sosok isterinya yang lucu , setiap bersama Dina terasa sangat berwarna , Aldi sangat berterima kasih pada Tuhan , karena telah mempersatukan mereka . Aldi membelai wajah Dina , mengesampingkan helaian rambut Dina di balik telinga nya .


" Mas sangat mencintaimu Din...bagi mas kamu sudah cukup menjadi matahari dan permata dalam hati mas ."


Aldi sangat posesif melihat Dina dikerubungi dokter - dokter disana .Nathan bisa melihat dokter - dokter itu sangat tertarik dengan Dina . Sebagai seorang pria , dari sejak SMP , Aldi selalu tau , siapa saja yang menyukai Dina . Dan Aldi harus menekan rasa cemburunya .


Bulu mata lentik Dina sangat natural , Dina tidak seperti wanita lainnya sibuk memasang extension bulu mata , Aldi tidak menyukai bulu mata seperti itu, mirip barongsai , yang natural jauh lebih indah . Dina hanya se sekali memakai maskara .


Malam begitu dingin , Aldi tidur hanya memakai baju kaus tidak berlengan dan celana pendek .


Dina harus selalu di peluk , kalau tidak pasti akan jatuh , karena sewaktu pertama kali mereka menikah dan tidur di ranjang bersama Dina beberapa kali hampir terjatuh dan Aldi sangat terkejut melihat Dina seperti gasing kalau sudah tertidur .


Pantasan mama Dina menyuruh Aldi membuat alas di seputar bawah tempat tidur .


Aldi tidak tau , Dina datang tiba - tiba , Aldi jadi takut Dina terjatuh ke bawah, karena tempat tidur Aldi lumayan tinggi .


Aldi pun tertidur , ketika fajar mulai menyingsing , Aldi pun terbangun , Aldi melihat Dina sedang menggosok giginya dan mencuci wajahnya .


Aldi pun menggodok gigi di samping Dina , Dina usil mengedip kan matanya pada Aldi . mereka saling tertawa .


Dina mengambil foam pembersih wajah Aldi , membersihkan wajah Aldi , dan merapikan brewok suaminya .

__ADS_1


Wajah Aldi sekarang rapi dan bersih .


" Hmmmm...sangat tampan, " ujar Aldi .


" Ke pede an deh....," ujar Dina tertawa .


" Serius yaaang....? apa mas gak tampan? ".


" Tampan......tampan...tampan...," ujar Dina memeluk Aldi .


Dina duduk di atas ranjang , tiba - tiba Aldi meloncat ke ranjang dan memeluk Dina dan mengunci gerakan Dina .


" Mas menginginkanmu yaaaang".


Wajah Dina merona .


Mereka saling bertaut , mereka saling mengisi dan melengkapi , Memberi dan menerima , Semua keindahan itu terjadi berulang - ulang , malam menjadi saksi bisu pertautan mereka , kebersamaan itu murni karena keterkaitan dan terpautnya dua hati anak manusia yang saling dalam berbagai hal . Berdoa yang terbaik untuk masa - masa yang akan mereka song song berdua .


Aldi mengeramas rambut Dina .


" Mas itu ,mirip tarzan ujar Dina tertawa , dan Aldi mengacak rambut Dina ."


" Tapi kamu suka kan dengan mas mu ini?" ujar Aldi.


" Mas pede banget ......."


Dina pun meminum air putih yang diletakkan Aldi di sebuah meja di dekat toilet, Dina sangat haus .


" Mas pukul berapa masuk rumah sakit ? ".

__ADS_1


" Sekitar pukul 9 yaang ".


" Dina boleh mutar - mutar ? "


" Gak....".


" Mas...please....".


" Temani mas , hari ini temani mas di rumah sakit ya yangg...tetapi hanya di ruangan mas, gak boleh kemana -mana ."


" Dokter selalu posesif ya ? tanya Dina ?"


" Hmmmmm.....".


" Malas mas Dina ke rumah sakit , ujung - ujungnya cek pasien juga ".


" Besok -besok ya mas....," ujar Dina .


" Mas kan ud gak ke kampus , dah tinggal meja hijau 2 minggu lagi dan kamu wajib nemani mas ya, mas sesekali ke kampus ,selagi liburan disini ,please temani suamimu yang posesif dan memendam kerinduan ini......".


Aldi menautkan kedua tangannya memohon pada Dina .


" Hmmmm...baiklah ...nyerah..,"


Aldi pun terlihat sangat bahagia.Dan menghujani Dina dengan ciuman .


🤵👰🤵👰🤵👰🤵👰🤵👰🤵👰🤵👰🤵👰


Jangan lupa like

__ADS_1


Vote


Koment


__ADS_2