
Bian memeluk Dina.
" Sayangkuuuu akhirnya kita bertemu kembali....duh...sepipuku semakin cantik, dan juga sangat - sangat digilai pria di Rusia ."
" Lebai deh...sahut Dina ".
" Gini nih...kalau kelamaan jomblo, ....kering ".
" Baru putus Din....".
" Jadiannya kapan? sudah putus aja ihhhh.....modus...".
" Beneran lo Din...dapat cewek matre, yah di PHK langsung ".
" Cewek baik itu , limited edition seperti kamu Din...kalau gak kakek larang, aku dah kejar kamu dari dulu . "
" Temanku udah laku semua , kalau gak ku jadi biro jodoh mu mas Bi....".
" Tenang bro...jangan asal caplok , nanti kamu yang pusing mas.....santuyyyy...tenang....Tuhan menciptakan kita berpasang - pasangan , yakin dech pasti ada yang baik, orang baik akan mendapat yang terbaik ."
" Amin....amin...amin...".
" Aminnya langsung banyak banget, ngeri ngarapnya eyyyyy . "
" Dah lama nih gak usilin mas yah Din...mulai deh....".
" Stttt.....jangan bandel - bandel , kamu itu udah emak - emak, gak cen - cen lagi ".
" iIhhhh....nanti kalau mas udah nikah, bakalan ingat yah...pasti Dina panggil udah om om...wek....".
" Yuk pulang...dalam tempo 10 menitan , handphone ini bakalan diserang , ujar Bian terkekeh . "
" Ciyeeee...yang ngambek di tinggal nikah....tuh....dia gak mau nyambut dirimu Din....gagal move on dianya....sakit hati , kalah masuk nominasi, " ujar Bian .
" Mana bisa dia musuhin aku sihhhh...dia gak akan bisa....beneran lohhhh....".
Aldi memeluk mesra Dina . Aldi sangat tau bertapa banyak hati yang patah karena kebersamaan mereka .
" Ngambek ????? "
" Beneran ngambek ? ragu deh...."
" Bisa baikan , asal kencan 1 hari full , " ujar Dimas .
" Gak....ujar Aldi posesif memeluk Dina surat ijin di cekal, ujar Aldi dengan tatapan tajam ".
" Wanita terindah..menjadi rebutan walau udah nikah. Derren bodoh banget , mau nyerah.....tawa Bian terhenti saat Dina mencubit perut Bian ."
" Bisa gak sihhhh.... jangan gituin Derren ."
" Ciyeee...masih ada rasa yang sedikit ? , " Bian tertawa .
" Malas ah....pantasan gak ada yang minat....ujar Dina menahan tawa ."
__ADS_1
Mereka masuk ke lokasi sebuah mansion .Disana terlihat beberapa mansion dengan desain yang berbeda . Teyapi manshion yang di tengah , membuat mata Dina berbinar .
Mobil berhenti, Dina dengan segera membuka pintu mobil . Menghampiri sang mama.
" Ma....Dina sangat merindukan mama..."
" Mama juga nak....".
" Gak rindu sama papa mu ini? mentang- mentang sudah ada Hero nya...."
" Ihhhh...papi tuh pacar pertama Dina . Mana mungkin bisa di gantikan...."
Dina memeluk sang kakek dan sang nenek ,demikian juga Aldi menyalami dan memeluk semua keluarga Dina.
" Begitu siap pendidikan...pulanglah nak ke Jerman . Kakek dan nenek sangat sepi , kalau Dina gak ada , mana mau Bian sama Dimas betah di rumah .
" Din..
Yang sudut rumah hadiah buat Dina , kakek dan nenek berikan , yg ini rumah tinggal kakek dan nenek, di sebelah ini rumah mama dan papa. Bagian belakang rumah Claudia , Bian dan Dimas.
Kakek bangun dengan bantuan papa dan mama Aldi. Mereka desain apa kesukaan nenek, kesukaan ibumu, dan kalau yang sana, mama mertuamu yang desain. Kamu punya paling wah dari semua , kata mama nya Aldi , buat mantunya nyaman ."
" Ini kuncinya Din....pergilah istirahat. "
" Gak ada acara gunting pita nih kek?ujar Dina tertawa ".
" Di rumah satu lagi aja , nanti mama buat pitanya ya...., " ujar mama Aldi memeluk Dina.
Dina memeluk mama Aldi . Kemudian berahlih memelum papa Aldi .
Dina tercengang melihat desain dan ornamen yang mama Aldi pilih, semuanya sangat bagus , tertata dan sangat modern .
" Dina sangat suka...".
Dina takjub .
" Waw.....ada taman di samping ruangan nonton mas..."
" Udah....kalian istirahat dulu , wajah suamimu sudah geregetan liatin mama papa , kami tamu gak di undang ,hahahaha...."
" Suami mu posesif....mana berani kami memonopoli isteri kesayangannya," ujar sang nenek.
" Nenek gak tau , segimananya Seorang Aldi , jangain isterinya sampai sewa bodyguard ."
" Kakek yang suruh.... biar lebih aman ma...ujar Aldi ".
" Istirahatlah nak...buat cucu yang banyak buat kami..., " ujar mereka kompakan.
Pipi Dina jadi merona , sedangkan Aldi tertawa .
" Racikannya harus pas Al...papa nanti jadi mentor mu nak. Kembar 2 atau 3 nak..., " ujar papa tertawa terbahak - bahak .
Dina berbaring di ranjang, pinggangnya sangat pegal.
__ADS_1
" Mandi yuk yaaang....".
Mereka pun berendam bersama .
Dina bersandar di lengan Aldi .
" Mas akan menyuntik serum kembali " .
" Hem......"
Aldi pun menyuntikkan 3 botol serum buat Dina . Perihnya bekas suntikan . membuat Dina harus meringis .
Pagi pun bersinar terang , Dina sudah sibuk memasak aneka makanan bersama ibu dan papa nya , mereka teringat sewaktu berjualan makanan di terminal . Aldi membantu mereka , Bian dan Dimas juga . Bermacam lauk , sayur susah tersaji, Dina sangat bahagia bercanda bersama Aldi, Bian dan Dimas .
Kakek rupanya mengadakan pesta memasuki rumah baru , banyak teman dan relasi bisnis kakek ,menyalami Dina dan Aldi .
Aldi selalu mendekap Dina dalam pelukannya , sampai Aldi di ledekjn papa dan mama nya ,serta mbak Ratih san mbak Elsa . Ketika sore tiba , mama dan papa Aldi mengajak semua keluarga besar Dina bertamu di seberang, disana letak mansion keluarga Wijaya .
Mata Dina dan Aldi di tutup . Tiba - tiba penutup mata mereka di buka , dan mereka berada di sebuah mansion sangat indah , Bertingkat 3 dan sangat besar . Halaman yang luas , ditumbuhi beraneka pohon buah , Sayur - sayuran dan Dina sangat takjub .
Ruangan nonton di dominasi warna putih
ruangan nonton pribadi .
Ruangan nonton lantai 1
area kolam renang
bagian belakang mansion
Dina sangat suka karena bagian depan ber desain modern clasik dan bagian belakang mansion berdesain modern buat seumuran mereka.
Aldi dan Dina bergantian memeluk mama nya .
Keluarga Dina tercengang melihat rumah Aldinpemberian mama nya begitu mewah dan takjub .
❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤
Jangan lupa like
vote
koment
__ADS_1