
Kamar ini kedap suara,lumayan besar.Sudah tersedia dispenser,air hangat,saset teh dan coffee dan juga beberapa cangkir.
Ketika Dina menghadap jendela,sebuah tangan memeluknya.Tangan yang begitu hangat.Ketika Dina ingin berbalik,badannya terkunci.Dan wangi parfum ini bukan milik mas Derren.Tetapi milik.seseorang yang pertama memeluk dirinya.
"Aku merindukanmu Din....,"ujar suara itu.
"Jangan seperti ini mas....ini rumah Aisyah.Ada juga dokter Derren di samping,ujar Dina.Dina gak mau dokter Derren salah paham,"ujar Dina.
"Tidak.....biar begini saja Din...jangan bilang kamu tidak mencintai mas.Sampai hari ini...mas tahu,kamu hanya menghindari mas.Kamu takkan bisa melupakan hubungan kita."
Aldi membalikkan tubuh Dina.Aldi menatap Dina.
"Jangan pernah pergi karena alasan seperti itu,papa sudah bisa menerima keadaan kita.Kembalilah Din....kembali...tempat dan hatimu hanya disini,tunjuk Aldi di dadanya".
Dina menunduk.
",Maaf mas...aku tidak bisa memutuskan pertunangan ini . Aku tak mau melukai siapapun...keluarlah...mas , mas Derren jangan sampai melihat ini semua . Dia terlalu baik . Dina tidak akan menyakitinya ."
Air mata Dina pun mengalir di kedua pipinya .
" Jangan pernah berkata kisah kita usai Din...tidak .Bahkan kamu memutuskan hubungan kita sepihak.Kamu tidak pernah mas putuskan,kita tidak bisa pisah . Seperti perkataan kuta dulu , kita bisa pisah hanya karena kita berdua sama - sama menyepakati berpisah . Tidak berlaku salah satunya bukan...," ujar Aldi.
Dina keluar dari kamar itu,setelah sebelumnya menghapus air matanya.Dina mengetuk pintu kamar Derren .
Dina pun masuk dan duduk di sofa di ruangan itu.Derren memeluk Dina .
" Jangan melamun...," ujar Derren .
" Makan yukkkk...lapar...," ujar Derren .
Tidak lama kemudian,Ada bel berbunyi di kamar mereka .
" Semua kamar disini kedap suara ," ujar Dina .
"Bisa ena...ena gak kedapatan.Yukkk mas pengen....," ujar Derren.
Dina mengambil bantal dan melemparkannya pada Derren .
" Dasar dokter mesummmm....ihhhh....," ujar Dina .
" Biasa yang nyuri nyuri cepat berhasilnya yaaaaang...," ujar Derren .
Dina menutup mulut Derren , Dina menggeleng.
",Ingat umur mas....pakdos ku kok genit banget sih...,":ujar Dina .
" Biar cepat merriednya Din...," ujar Derren.
" Sampai segitunya ?", tanya Dina.
" Menikahkan dengan mas....mas akan setia , akan selalu ada buatmu , kita tunangan sampai kapan yaaaang? " tanya Derren .
" Mas....ku bentar lagi wisuda , dan dapat gelar Spesialis bedah dan spesialis jantung . Mas....sebenarnya aku bingung,mau berkarir di mana.Rusia menjadi tempat kita selama ini,aku ingin berkarir tanpa bayang -bayang mas...bisa mandiri," ujar Dina .
" Sebenarnya , aku akan ujian di sebuah negara.Aku gak beritau sama kakek,nenek,mama dan papa.Hanya Bian yang tau dan yah sekarang mas ."
" Tidak....mas gak mau kita terpisah . Bilang negara mana.Kita akan di satu negara,tetapi beda rumah sakit . Tidak ada kata tidak Din...please..," ujar Derren .
" Kamu berusaha menghindari mas bukan....jangan lakukan itu Din . Bersabarlah....mas akan melepaskanmu.....tapi tunggu lah....tunggu sampai hati mas siap," ujar Derren .
" Baiklah mas.....janji itu pikirkanlah," ujar Dina .
__ADS_1
"Kamu mau kembali padanya Din?," tanya Derren .
"Dina ingin sendiri mas....ingin sendiri saja...."ujar Dina.
" Jangan lakukan itu , kamu berhak menjalani hidupmu . Jangan menyerah,sendiri itu tidak pernah baik Din . Kamu berada disisi mas , mas lebih semangat , tapi tidak dengan kamu .
" Mas tau....kamu masih terluka menerima keadaan dirimu.Terlalu takut melangkah , jangan hidup seperti katak dalam tempurung . Lihat Din...tidak semua pasangan memiliki anak, tapi mereka cukup bahagia . Kita bisa mengadopsi anak , apapun bisa kita lakukan . Bisa program bayi tabung,, imseminasi , semua bisa. Belum kamu lakukan kamu sudah takut duluan, nyerah duluan ."
" Hmmm.....," ujar Dina .
" Reaksinya gitu aja ? " ujar Derren.
",Aku merasa bersalah sama mas....sudah 2gahun,perasaanku begini begini aja,jangan menikah dengan orang seperti mas.Hatiku mrngembara, hanya mengabdi pada satu tuan,"ujar Dina .
Derren menggendong Dina .
" Turunin mas....jerit Dina.Malu..diliat teman teman Dina,please mas...jangan keluar dari pintu deh....Jangan mas Please mas....usil banget sih....," ujar Dina.
" Kamu sangat kurus . Extra banget pole dance nya,lain lagi ngajakin mas jogging,hmmmm....lemak terbakar semua sampai daging sisa sedikit," ujar Derren .
" Badan ringan mas.....kalau lagi nangani pasien lebih nyaman ."
" Dokter extrim sukanya sama opa opa...," ujar Derren .
" Opa - opa bakal kecarian sama kekasih hati mereka ," ujar Derren .
" Please...turunin....mas ".
" Bilang dulu, aku sayang sama mas Derren ."
" Ihh...pede bangettttt...," ujar Dina tertawa .
" Cepetan....apa gak lapar? " tanya Derren .
" Cepat bilangin......," ujar Derren .
"Ihhhh...maksa....".
"Cepat.....paksa Derren ".
",Aku sayang sama mas Derren ,"ujar Dina menutup wajahnya .
"Baiklah......".
Derren menurunkan Dina tepat di depan Pintu .
" Opa Charles titip salam sama kamu.Katanya rumah sakit sepi, gak ada kamu," ujar Derren .
" Pengagummu opa- opa ," ujar Derren mengacak rambut Dina .
" Mas juga....jujur aja...," ujar Dina .
" Benar.... ," ujar Derren tersenyum.
Mereka pun sampai ke sebuah ruangan .
"Syah....lapar...," ujar Dina memeluk Aisyah .
" Duduk....kalian aja yang belum turun turun...keasyikan nhapain...hayoooo ," ujar Melani .
"Mas mau makan apa?," ujar Dina .
__ADS_1
" Nasi sama Ikan aja Din...," ujar Derren.
" Baiklah....Dina menyendok kan pada Derren ."
" Dina memakan salad buah dan salad sayur, dan 1 gelas jus strawberry ".
" Sejak kapan jadi kambing Din ? " tanya Wesliy .
" Sejak operasi ," ujar Dina tercetus .
" What????? kamu operasi apa?tanya Wesliy menatap Dina serius ".
" Operasi sakit emak emak lah..." ujar Dina santai .
" Kamu bisa santai saat ini Din...kamu gak tau....di dalam ruangan, saat kamu operasi,kamu pendarahan ,se umur umur menangani pasien , baru kali itu mas ketakutan," ujar Derren .
" Apaaaaaa?",ujar Aldi berteriak terkejut .
" Tenang...tenang...jangan sampai segitunya," ujar Dina .
" Kalian pikir , 1 atau 2 botol darah ditransfusi? gak,15 kantong darah.Bagaimana frustasinya," ujar Derren .
Dina menutup mulut Derren .
" Udah...udah....jangan bahas lagi,okeyyyy...," ujar Dina.
Dina cepat - cepat menyuapi mulut Derren sampai penuh .
" Jangan bicarakan aku,kabar kalian aja gimana . Hindari junk food dan fast food . Jangan sampai ngerumput sepertiku , " ujar Dina .
" Gak ngerumput selalu,ujar Derren.Ada terkadang nakal juga . Sama opa - opa berdansa , di balik layar si opa dan Dina ngedate makan ayam goreng di resto depan rumah sakit . Ketangkap deh sama perawat , " ujar Derren .
Semua pun tertawa .
Aldi pun tertawa .
" Din....kamu kan pandai mangkas.Pandai rapiin brewokan. Tuhhh rapiin Aldi dongggg ," ujar Melani .
" Berantakan banget sih dia Din...sumpah gue ennek liat Aldi gini. Dia gak mau dipaksa Jack ke barbershop , mirip sastrawan , ngalahin brewokannya pak Komo deh," ujar Melani .
" Kamu hamil kok gini -gini amat sihhhh...," ujar Aisyah .
" Boy or Girl ?" tanya Dina.
" Coba tebak...siapa yang benar...hadiahnya Dinner bareng Rina 3harian, " ujar Melani .
" Lohhhhh...kok taruhannya ke aku sih...nih makbun paling aneh sedunia dehhhh..." ujar Dina .
" Pokoknya keputusanku gak boleh di ganggu gugat.Itu hukuman 2 tahun gak ngacuhin kami ," ujar Melani .
"Usia kandunganmu berapa bulan Mel? " tanya Aisyah .
"Rahasia.....Selain tebak usia kehamilan,tebak juga jenis kelamin. Kan bisa aja benar jenis kelamin , salah di usia kandungan,"ujar Melani .
" Yang pastinya gak ada yang tau jenis kelamin dan usia kandunganku,selain Jack....," ujar Melani .
"Jelas la...orang dianya yang buat," ujar Firman tertawa .
π¨βπΎπ©βπΎπ¨βπΎπ©βπΎπ¨βπΎπ©βπΎπ¨βπΎπ©βπΎπ¨βπΎπ©βπΎπ¨βπΎπ©βπΎπ¨βπΎπ©βπΎπ¨βπΎπ©βπΎπ¨βπΎπ©βπΎ
Jangan lupa like
__ADS_1
vote
konent