
Pengumuman
Karena karya ini terbentur di ijin kontrak , saya mengganti judulnya agar lebih menarik sesuai saran noveltoon . Dan maaf buat ijin kelulusan karya novel kontrak , visualnya saya hapus yah...agar lulus kontrak . Harap reader memakluminya .
Novel ini dirubah dari judul Dokter terbaik menjadi ****Perjuangan**** Seorang Dokter.
๐น๐ฐ๐น๐ฐ๐น๐ฐ๐น
Dina sudah sampai , pintu lift pun terbuka .Terlihat Aldi dan wanita satu kelompoknya juga hendak memasuki lift . Dina tersenyum membalas senyuman si wanita bule . Dan berjalan memasuki apartemennya.Dina langsung menutup pintu apartemennya dan memasuki kamarnya .
Terdengar Wa dari handphone Dina .Tapi Dina tidak memperdulikannya .
Dina mengambil ranselnya , memasukkan beberapa pakaiannya .
Ternyata liat pacar kita jalan sama cewek lain , hati kita perih yah....begitulah yang dirasakan Aisyah . Tapi mau bagaimana lagi , Aldi tidak menyapa,masak gue yang nyapa dia.Gengsi banget . Bisa besar kepala tuh cowok . Dalam hati Dina merengut .
Sebuah bel terdengar Dina .
Dina menatap dan berujar....
" Bian ?" ujar Dina .
" Hmmmm...Dina kan ? " tanya sosok pria yang tampan .
" Mamamu bukan bule?kamu mirip chines dehhhh ," ujar Dina .
" Yahhhh seperti itulah ....Bian membuka tangannya , dan Dina memeluk sepupunya .Sepupu ketemu gedek ".
" Claudia dimana Bian? " tanya Dina .
" Dia ada kesibukan dikit , kesibukan mendadak pekerjaannya . Dia lagi sibuk di depan laptopnya, " ujar Bian.Yuk....semua udah menunggu kamu Din...," ujar Bian .
Dina tertawa . Begini toh rasanya punya sepupu . Dina baru merasakannya.
Rasanya seperti sesuatu yang istimewa.Gelak dan tawa menghiasi wajah Dina . Bian menggandeng tangan Dina . Bian sangat supel,gampang berbaur . Mereka jadi tidak kikuk . Bian bilang , Claudia lebih duplikat Dina,.
Di lantai bawah , Dina berpapasan dengan Aldi .
Bian sibuk bercerita sambil tertawa .
Dina hanya tersenyum .
Dina tidak mengacuhkan Aldi , toh tadi Aldi juga tidak mengacuhkannya . Balas membalas ceritanya (๐๐๐๐๐๐๐) .
Bian Membuka pintu mobil mewahnya buat Dina . Sedangkan Dina tetawa terkikik kikik melihat kekonyolan sepupunya .
__ADS_1
Tanpa mereka sadari , ada sorot mata kekecewaan dan tatapan kesedihan dari seorang pria . (Siapalagi kalau bukan sorot mata babang tamfan Aldi , tuh kan...tadi buat acuhin Dina bisa . Eh giliran di acuhin gak terima) .
Aldi memasuki apartemennya . Me Wa Dina lumayan banyak tapi tidak 1 pun di read apalagi di balas .
Dina sengaja tidak membaca Wa dari Aldi . Gerah rasanya melihat dia dengan cewek bule si mata biru .
Sekitar 1 jam man , mereka sampai di sebuah Manshion .
" Bian...apa gak jadi ketemuan di aparten kalian ?tanya Dina ".
" Stttt....ada yang lebih penting dari itu semua , ujar Bian ".
" Yukkkk...Bian menarik tangan Dina ".
Pintu pun di buka . Terlihat seorang wanita dengan wajah seperti papa menghampiri ku .
" Masukkkk...ujar wanita itu sambil menggenggam tangan Dina ".
Rumah itu lumayan ramai . Sang wanita mengajak Dina duduk di sampingnya .
" Kamu sudah besar.Sangat mirip dengan wajah papa dan mamamu ".
Dina hanya tersenyum sedikit bingung dan kikuk .
",Saya nenekmu . Dan yang di sana kakek mu . Nenek sangat merindukan dirimu . Kamu cucu nenek satu satunya ."
" Kamu sangat pintar,bahkan bisa mendapat beasiswa dengan usahamu sendiri ."
Dina hanya diam,.
" Maaf nenek mengambil ahli acara kalian,ujar sang nenek ".
" Haiiiii...," ujar Caludia .
" Dina....," ujar nya .
" Saya Claudia . Maaf tadi gak jadi jemput kamu . Yukkkk Caludia menarik tangan Dina ".
" Kek....jangan mengeraskan hati . Ini cucu kebanggaan kakek . Korwn bolak balik kakek pandangin . Gitu cucunya datang,kakek gak sapa Kok gitu sih kek..., " ujar Claudia merayu sang kakek .
Dina mendekat dan memeluk sang kakek .
" Apa kabar kek...," ujar Dina .
Air mata kakek pun mengalir di pipi nya.
__ADS_1
Dina mengambil tisu dan menghapus air mata Kakek nya .
Makasih mau datang menemui kami , ujar sang kakek .
" Dina sangat bahagia , baru kali ini melihat kakek , nenek dan sepupu Dina ."
" Setiap weekend....nginaplah disini , " ujar sang kakek .
" Baik kek....," ujar Dina .
"Kamu sangat cantik pembauran wajah papa dan mama mu ".
" Papa mu tidak mau kakek ajak pindah ke sini . Papamu menggantikan kakek mengurus semua bisnis . Memang dia sangat pintar sepertimu Din...papamu mengembangkan perusahaan kakek . Ibumu masih membuka rumah makan , tetapi sudah banyak pekerja yang menolongnya , ujar sang kakek ".
" Pantasan kek...mami bilang dia sudah kadi nyonya besar , ujar Dina terkikik tertawa ".
Semua pun tertawa .
" Dina gak percaya,mama kan sering berseloroh , seperti dina juga ".
" Bagaimana kuliahmu nak ? " tanya sang kakek .
" Kuliah Dina super sibuk kek . Tugas super banyak , hapalan banyak , lab juga banyak.Tapi Dina senang , " ujar Dina .
" Kamu belajar juga bisnis dengan Dian .1 minggu kamu wajib belajar bisnis 3 kali seminggu dengan Bian dan Claudia . Kamu juga ambil kelas bisnis malam . Kakek sudah mendaftarkanmu . Berhenti bekerja di cafe itu . Kamu akan sangat sibuk ."
" Semua harus kamu pelajari , karena kamu pewaris tunggal ."
" Kek....Alya hanya pikirkan tentang kuliah kedokteran .Tapi karena kakek meminta belajar bisnis,baiklah kek ," ujar Dina.
Malam itu mereka makan bersama . Bian dan Claudia mudah akrab dengan Dina . Sepupu mereka masih ada di negara lainnya . Belum bisa berkumpul.
Setiap natal , baru mereka berkumpul .
Malam itu , Bian , Claudia , dan Dina tidur dalam satu kamar . Mereka beain game sampai cekikan tertawa . Mereka dengan cerdik mengalahkan Bian .
pagi itu , Dina di berikan dress mewah . Kakek dan neneknha berfoto bersamanya . Dina dirias dan sangat cantik .
Beraneka makanan sudah ersaji di meja makan .
Mereka makan dalam tawa dan canda . Sesekali Dina membaca Wa dari Aldi .
Hatinya bergemuruh .
โบโบโบโบโบโบโบโบโบโบโบโบโบโบโบโบโบโบJangan lupa Like
__ADS_1
Vote
Koment