Perjuangan Seorang Dokter

Perjuangan Seorang Dokter
Alexa Hogan 2


__ADS_3

Pengumuman


Karena karya ini terbentur di ijin kontrak , saya mengganti judulnya agar lebih menarik sesuai saran noveltoon . Dan maaf buat ijin kelulusan karya novel kontrak , visualnya saya hapus yah...agar lulus kontrak . Harap reader memakluminya .


Novel ini dirubah dari judul Dokter terbaik menjadi ****Perjuangan**** Seorang Dokter.


๐Ÿน๐Ÿฐ๐Ÿน๐Ÿฐ๐Ÿน๐Ÿฐ๐Ÿน


Dina sudah sampai , pintu lift pun terbuka .Terlihat Aldi dan wanita satu kelompoknya juga hendak memasuki lift . Dina tersenyum membalas senyuman si wanita bule . Dan berjalan memasuki apartemennya.Dina langsung menutup pintu apartemennya dan memasuki kamarnya .


Terdengar Wa dari handphone Dina .Tapi Dina tidak memperdulikannya .


Dina mengambil ranselnya , memasukkan beberapa pakaiannya .


Ternyata liat pacar kita jalan sama cewek lain , hati kita perih yah....begitulah yang dirasakan Aisyah . Tapi mau bagaimana lagi , Aldi tidak menyapa,masak gue yang nyapa dia.Gengsi banget . Bisa besar kepala tuh cowok . Dalam hati Dina merengut .


Sebuah bel terdengar Dina .


Dina menatap dan berujar....


" Bian ?" ujar Dina .


" Hmmmm...Dina kan ? " tanya sosok pria yang tampan .


" Mamamu bukan bule?kamu mirip chines dehhhh ," ujar Dina .


" Yahhhh seperti itulah ....Bian membuka tangannya , dan Dina memeluk sepupunya .Sepupu ketemu gedek ".


" Claudia dimana Bian? " tanya Dina .


" Dia ada kesibukan dikit , kesibukan mendadak pekerjaannya . Dia lagi sibuk di depan laptopnya, " ujar Bian.Yuk....semua udah menunggu kamu Din...," ujar Bian .


Dina tertawa . Begini toh rasanya punya sepupu . Dina baru merasakannya.


Rasanya seperti sesuatu yang istimewa.Gelak dan tawa menghiasi wajah Dina . Bian menggandeng tangan Dina . Bian sangat supel,gampang berbaur . Mereka jadi tidak kikuk . Bian bilang , Claudia lebih duplikat Dina,.


Di lantai bawah , Dina berpapasan dengan Aldi .


Bian sibuk bercerita sambil tertawa .


Dina hanya tersenyum .


Dina tidak mengacuhkan Aldi , toh tadi Aldi juga tidak mengacuhkannya . Balas membalas ceritanya (๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚) .


Bian Membuka pintu mobil mewahnya buat Dina . Sedangkan Dina tetawa terkikik kikik melihat kekonyolan sepupunya .

__ADS_1


Tanpa mereka sadari , ada sorot mata kekecewaan dan tatapan kesedihan dari seorang pria . (Siapalagi kalau bukan sorot mata babang tamfan Aldi , tuh kan...tadi buat acuhin Dina bisa . Eh giliran di acuhin gak terima) .


Aldi memasuki apartemennya . Me Wa Dina lumayan banyak tapi tidak 1 pun di read apalagi di balas .


Dina sengaja tidak membaca Wa dari Aldi . Gerah rasanya melihat dia dengan cewek bule si mata biru .


Sekitar 1 jam man , mereka sampai di sebuah Manshion .


" Bian...apa gak jadi ketemuan di aparten kalian ?tanya Dina ".


" Stttt....ada yang lebih penting dari itu semua , ujar Bian ".


" Yukkkk...Bian menarik tangan Dina ".


Pintu pun di buka . Terlihat seorang wanita dengan wajah seperti papa menghampiri ku .


" Masukkkk...ujar wanita itu sambil menggenggam tangan Dina ".


Rumah itu lumayan ramai . Sang wanita mengajak Dina duduk di sampingnya .


" Kamu sudah besar.Sangat mirip dengan wajah papa dan mamamu ".


Dina hanya tersenyum sedikit bingung dan kikuk .


",Saya nenekmu . Dan yang di sana kakek mu . Nenek sangat merindukan dirimu . Kamu cucu nenek satu satunya ."


" Kamu sangat pintar,bahkan bisa mendapat beasiswa dengan usahamu sendiri ."


Dina hanya diam,.


" Maaf nenek mengambil ahli acara kalian,ujar sang nenek ".


" Haiiiii...," ujar Caludia .


" Dina....," ujar nya .


" Saya Claudia . Maaf tadi gak jadi jemput kamu . Yukkkk Caludia menarik tangan Dina ".


" Kek....jangan mengeraskan hati . Ini cucu kebanggaan kakek . Korwn bolak balik kakek pandangin . Gitu cucunya datang,kakek gak sapa Kok gitu sih kek..., " ujar Claudia merayu sang kakek .


Dina mendekat dan memeluk sang kakek .


" Apa kabar kek...," ujar Dina .


Air mata kakek pun mengalir di pipi nya.

__ADS_1


Dina mengambil tisu dan menghapus air mata Kakek nya .


Makasih mau datang menemui kami , ujar sang kakek .


" Dina sangat bahagia , baru kali ini melihat kakek , nenek dan sepupu Dina ."


" Setiap weekend....nginaplah disini , " ujar sang kakek .


" Baik kek....," ujar Dina .


"Kamu sangat cantik pembauran wajah papa dan mama mu ".


" Papa mu tidak mau kakek ajak pindah ke sini . Papamu menggantikan kakek mengurus semua bisnis . Memang dia sangat pintar sepertimu Din...papamu mengembangkan perusahaan kakek . Ibumu masih membuka rumah makan , tetapi sudah banyak pekerja yang menolongnya , ujar sang kakek ".


" Pantasan kek...mami bilang dia sudah kadi nyonya besar , ujar Dina terkikik tertawa ".


Semua pun tertawa .


" Dina gak percaya,mama kan sering berseloroh , seperti dina juga ".


" Bagaimana kuliahmu nak ? " tanya sang kakek .


" Kuliah Dina super sibuk kek . Tugas super banyak , hapalan banyak , lab juga banyak.Tapi Dina senang , " ujar Dina .


" Kamu belajar juga bisnis dengan Dian .1 minggu kamu wajib belajar bisnis 3 kali seminggu dengan Bian dan Claudia . Kamu juga ambil kelas bisnis malam . Kakek sudah mendaftarkanmu . Berhenti bekerja di cafe itu . Kamu akan sangat sibuk ."


" Semua harus kamu pelajari , karena kamu pewaris tunggal ."


" Kek....Alya hanya pikirkan tentang kuliah kedokteran .Tapi karena kakek meminta belajar bisnis,baiklah kek ," ujar Dina.


Malam itu mereka makan bersama . Bian dan Claudia mudah akrab dengan Dina . Sepupu mereka masih ada di negara lainnya . Belum bisa berkumpul.


Setiap natal , baru mereka berkumpul .


Malam itu , Bian , Claudia , dan Dina tidur dalam satu kamar . Mereka beain game sampai cekikan tertawa . Mereka dengan cerdik mengalahkan Bian .


pagi itu , Dina di berikan dress mewah . Kakek dan neneknha berfoto bersamanya . Dina dirias dan sangat cantik .


Beraneka makanan sudah ersaji di meja makan .


Mereka makan dalam tawa dan canda . Sesekali Dina membaca Wa dari Aldi .


Hatinya bergemuruh .


โ˜บโ˜บโ˜บโ˜บโ˜บโ˜บโ˜บโ˜บโ˜บโ˜บโ˜บโ˜บโ˜บโ˜บโ˜บโ˜บโ˜บโ˜บJangan lupa Like

__ADS_1


Vote


Koment


__ADS_2