
Dina masih terbayang di dalam air tadi sewaktu menyelam, Aldi memeluk dirinya. Jantungnya berdebar berirama , Dina begitu terkejut dan menutupi rasa sukanya pada sosok Aldi. Dina selama ini berusaha menepis semua rasanya , karena Aldi putra tunggal keluarga Wijaya . Keluarga yang begitu terpandang di kota Jakarta. Dina sadar dirinya siapa .
Bahkan keluarga papa nya saja tidak ada yang dia kenal. Hanya om dan tante yang beberapa kali datang menemui keluarga mereka. Nafas Dina begitu berat, sangat sulit menepis pesona seorang Aldi.
Aldi sangat lembut , perhatian , terkadang tegas dan pemaksa . Super cool pada siapa saja kecuali pada kelompok kecebong .
Bantu Aku Tuhan menutupi rasaku
Aku sadar.....
Jika aku menginginkan pelangi....
Aku harus menerima hujan
Hatiku galau......
Alya memandang beberapa foto mereka.Dia tersenyum . Sosok Aldi tanpa dia sadari menyusup dalam relung hatinya.Kegelisahannya membuncah ketika ingin menepis rasa rasanya .
Fokus kuliah dulu , mama sama papa harus bisa Dina bahagiain dalam hati Dina .
Mereka akan berfoto dengan pakaian sekolah , juga dengan jaket dan kaus tempahan yang sudah mereka buat,pakaian seragam buat kelas mereka .
" Din....gosokin pakaian seragam ku dong sama kaus sablonan kelas kita ," ujar Aldi ketika melihat Dian sibuk menggosok bajunya .
" Sini.....biar sekalian," ujar Dina .
" Dapat setrkkaan dari mana Din?," tanya Aldi .
" Minjam sama receptionis," ujar Dina .
Dina sudah terbiasa rapi, melihat pakaiannya kusut di koper, dia pun meminjam setrika ke pegawai hotel .
Kelompok kecebong malam itu bergabung dengan kelas lain. Mereka BBQ. Dina dan lainnya melakukan tarian Black pink dengan kostum mereka yang super heboh .
Pada acara bebas, Dina mendapat beberapa hadiah buket bunga,boneka dan cokelat dari pengagumnya. Demikian juga Aldi mendapat tumpukan paper bag dari pengagumnya.Kesempatan ini di berikan pada siswa untuk memberanikan diri menyatakan perasaannya. Menjadi kesempatan mengukir kenangan indah terakhir di masa SMA mereka .
__ADS_1
Sosok Dewa dan beberapa pengagum lainnya benar benar bernyanyi buat Dina .
" Dewa memberikan buket bunga dan paper bag di dalamnya sebuah kotak berisi jam tangan merek terkenal. Dina menolak hadiah itu karena Dina tau harganya sangat mahal. Tapi Dewa meminta Dina menerima hadiah darinya .
Dina dengan berat hati menerima hadiah itu .
" Duh...pengagum mu luar biasa deh Dinnn...", ujar Aisyah .
" Babang Aldi gak ikutan katakan cinta ? gak nyesal nih bang.....begitu banyak saingannya bang ?," ujar Aisyah ".
" Gak usah di gembar gemborkan Al....di balik layar aja ," ujar Aldi tersenyum sumriah .
" Waw....dalam banget eyyyyy ," ujar Wesliy.
" Wesliy juga memberikan paper bag buat Dina. Jack juga melakukan hal yang sama.Sedangkan Melani memberikan paper bag pada Aldi " .
Malam itu adalah malam saling keterbukaan perasaan suka . Malam yang benar - benar menjadi malam terakhir mereka dalam kisah sejarah pakaian abu abu .
Dina melantunkan sebuah lagu sebagai perpisahan mereka . Matanya berkaca kaca,banyak mereka yang berpelukan dan menangis . Kekompakan mereka akan terganti dengan masa masa perjuangan mencari jati diri .
" Pakai selalu yah....., " ujar Aldi. Aldi juga memberi gelang dengan inisial yang sama .
" Makasih Al...ujar Dina.Dina memberikan sebuah gelang unik, dari bahan kulit tipis dan di desain khusus dengan inisial mereka juga ".
" Nih...aku juga pakai..., " ujar Aldi tersenyum memamerkan cincin dan rantainya .
Dina memakaikan ke leher Aldi .
Satu rasa yang sangat sulit di kendalikan adalah rasa cinta .
" Tetaplah bersama ku Din.....," ujar Aldi .
Dina hanya menunduk .
Pagi itu kelompok kecebong memakai kaos sablonan ala geng mereka. Aldi dan Dina berpose berdua .
__ADS_1
Aisyah dan Firman juga berpose berdua karena Firman memintanya. Jack dan Melani juga.
Bu Going , pak Sinaga gak kelupaan berpose bareng kelompok kecebong .
" Kalian kapan berangkat ke Jerman? " tanya Aisyah .
" Jumat depan Syah..." ujar Aldi .
" Kamu, Dian, Melani akan berangkat bareng kan ?"ujar Aisyah .
" Iyah...Kami akan tinggal bersebrangan apartement. Kalau Aldi dan Dian apartemennya hadap hadapan kamarnya,ujar Melani ".
" Tau dari mana lu Mel ? " tanya Dina bengong .
" Tau dari bu Going,ujar Melani ".
" Akurat banget....," ujar Dina bengong .
" Masa kamu gak tau sih Din...," ujar Aisyah .
" Ku pikir sampai sana baru nyari apartemen dan urus segalanya ," ujar Dina .
" Papaku udah bantu kita Din.Papaku dan papa Melani sama berangkatnya ke Jerman minggu lalu , " ujar Aldi .
" Yang buat kamar kita dekatan siapa ?," tanya Dina .
" Mamaku yang suruh papa buat seperti itu.Kamu kan anak cewek,jadi aku harus lindungi . Gitu kata Emak , ujar Aldi dengan sebutan Emak karena Dian dan kelompok kecebong manggilnya gitu ."
🌳🌳🌳🌳🌳🌳🌳🌳🌳🌳🌳🌳🌳🌳🌳🌳🌳🌳
jangan lupa like nya yah
vote
koment
__ADS_1
happy reading dan salam sehat buat kita semua🥰