
Hapalan yang banyak , praktek yang memiliki jadwal super padat , membutuhkan tenaga extra . Tugas tugas yang menumpuk menyita Aldi dan Dina dalam meraih cita cita , demikian juga Melani dan Dewa .
Terlihat pagi ini Dina sibuk membaca beberapa buku yang super tebal , menghapalkan setiap pemecahan kasus dalam bidang kesehatan di bawah sebuah pohon di dekat kampus . Disana juga tersedia kursi .
Kuis dari dosen Darren bukanlah gampang , beliau sangat komplek . Ibarat nya gado - gado komplit . Disitu ada telur , toge , kacang panjang, kentang , selada , tomat . Bisa di bayangkan ribetnya seperti apa .
Bisa juga di bayangkan gimana kalang kabutnya berbagai sumber yang mereka pelajari . Tidak gampang menuntut ilmu di negeri orang . Materi yang sangat banyak , tingkat persaingan dan perjuangan mempertahankan nilai sangat kritis . Aldi dan Dina lumayan dalam pencapaian hasil studi , demikian juga Dewa dan Melani , mereka juga termasuk mahasiswa yang lumayan menonjol di kampus . Mereka selalu bersaing . Dan sejauh ini beasiswa Aldi dan Dina selalu mereka dapatkan di setiap semesternya . IP mereka juga sangat menakjubkan . Sedangkan Melani dan Dewa , mereka lewat jalur umum . Orangtua mereka membayar sejumlah uang yang lumayan besar buat membayar uang kuliah mereka per semesternya .
" Kamu belum sarapan beb...nih....," ujar Aldi .
Dina masih sibuk dengan buku buku tebalnya . Sebuah pensil dia letakkan di samping telinganya,rambut nya di ikat membulat dalam satu tumpukan . Penampilan Dina kalau sedang ujian amburadul . Dina tipikal serius kalau belajar . Sekedar mandi dan sisiran , paling praktis gayanya jika sudah masa masa kuis dan ujian .
" Aaaa....," ujar Aldi .
Dina melihat Aldi hendaknmenyuapinya nasi lemak .
" Makasih mas...ujar Dina mengunyah satu sendok makanan yang diberi Aldi ".
Aldi terus menyuapi Dina .
Melani merekam moment itu .
" Ehemmmm...ehem....co cuittttt abizzzzz....demi beb nya maem...si babang suapin....hehehehehe...ujar Melani ngiri gue Man...ngiri beneran.....".
" Derita lu kali....," ujar Dina sambil tertawa .
" Iya...gue menderita . Bayangin sudah 4 musim berganti . Hero nya gue tetap jadi Big Ben di kota Britania Raya , udah jadi patung London Buckingham Victoria (patung letaknya tepat di depan istana Buckingham ) . "
" Derita LDR , gue tersiksa....pakai banget . Ngiri banget liat kalian . Gue melulu video call...ujar Melani , jiwa gue kering kerontang , kering dari belai . Gue jadi jablai dehhhh komplit kan ".
" Sabar...namanya juga berjuang,cowoklu kelak jadi pembisnis handal from England keren kan . Kamu jadi nyonya bos , gak kebayang turun naik mobil bemerek , ujar Dina sambil tertawa , punya perusahaan bonafit yang bergedung pencakar langit , puluhan lantai , jutaan pekerja ."
" He eh....setia gak yah samaku...," ujar Melani .
" Bawa dalam doa aja , ujar Dina , jodoh gak kemana . Mau dekat juga kalau gak jodoh sama aja Mel . Kepercayaan dan komitmen yang penting ," ujar Dina .
" Tumben otak lu gak mampet soal Cinta . Biasa lu punya otak beku , alias gak peka dan Telmi (telat mikir) ".
" Hina teruuuuuusssss ," ujar Dina.
" Dewa tadi nyariin kamu loh Din...," ujar Melani .
" Hmmmm....iya...ada tugas diberi pakdos Darren . Tugas bareng gitu . Tapi mulainya awal minggu depan sihhhh....ku masih fokus sama kuis dulu , nih bahan bejibun ."
__ADS_1
" Kamu tugas bareng kelas lain , sama siapa Al ?tanya Melani ".
" Tugas bareng Lisa Bernard...," ujar Aldi menatap Dina .
" Hati hati....perempuan ular tuh Al...," ujar Melani.Awas di jebak lu . Jangan ngerjain di apartemen nya . Dia tuh gawat . Dah banyak di ***** ***** cowok . Jangan orang makan cempedak,elu yang kena getahnya . Hancur harapan emak sama babe lu . Lu itu anak semata wayang cowok . Kuliah bisnis lu gimana?tanya Melani ".
" Kuliah bisnis gue seperti biasa Din ."
" Din...Din....Melani menggoyang tangan Dina . Kok gue kesannya jadi emaknya Aldi yah????
," ujar Melani .
" Kamu aja yang mau jadi emaknya. Kamu aja kali yang sibuk ."
" Iyalah...dia itu wanita ular yang super seram.Gimana coba . Kamu gak panikan gitu ????Kalau Aldi terjerat dia , kamu baru tau rasa ," ujar Melani .
" Aku gak akan borgol Aldi , seperti Aldi yang sering borgol gue pakai borgol beneran . Aku malahan memberi kebebasan , jika memang mereka berdua sama sama mau dan tertarik , gue mau jerit jerit ? panikan,? gak Mel . Aku yakin.....sebuah ketulusan akan berbuah manis . Dan gue akan sabar jika memang gak berjodoh .Sedih pasti . Tapi kan bagus . Ngapain punya pacar atau suami yang gak tahan godaan,gue tenggelamkan , seperti kata bu Susi . Cowok kalau gak setia , buat apa di harapkan . Buat apa di pertahankan dan di perjuangkan . Dia gak layak ."
" Kamu juga , LDR gitu , jangan menumpuk harapan setinggi gunung , sakit . Fokus aja dalam studi.Kelak cita cita tercapai , pasti banyak pengagum juga . Hehehehehhe..."
" Kamu cool banget...super coollll...".
" Tugas gue di Jerman kuliah . Kalau gue pacaran , itu memang komitmen . Tapi prioritas gue nomor satu , Gelar Dokter terbaik , gue lulus dan bisa jadi dokter bedah ."
" Aku fokus dengan hal bedah . Ada pakdos Daren yang backup . Beliau bilang gue berbakat ".
" Kamumau spesialis apa kelak Al ? ," tanya Melani .
" Spesialis kandungan...," ujar Aldi .
" Haahhahaha..kamu gratis Man liat gituan yahhhh , mantap mesum kamu deh...," ujar Melani .
" Mesum tersembunyi...,",ujar Dina tertawa .
" Aku mau fokus , Dina sering kesakitan kalau haid . Dari sana aku bertekad , kalau kelak kami bersama , aku mau jadi dokter kandungannya istri gue sendiri . Aku mau fokus masalah infertilitas , aku fokus pengembangan ilmu imseminasi , bayi tabung dan banyak metode membantu pasangan yang mengalami kesulitan buat mendapatkan keturunan . Kebetulan Pakdos Riky Ritz pakarnya , aku berguru selama ini dengan beliau ".
" Kalau lu mau fokus ambil spesialis apa Mel ?
, " tanya Dina .
" Aku mau ambil spesialis anak . Aku suka liat baby dan anak anak lucu ."
" Mel...nih...sarapan dulu . Kita harus selalu sehat , agar bisa kelar kuliah dan ambil spesialis nanti ."
__ADS_1
" Makasih Al...ingat kata kata ku. Si Lisa ular itu hati hati.Rugi lu dapaetin ular beludak gitu ."
" Iya....makasih nasehatnya , "ujar Aldi .
" Aku heran...nilainya anjlok gitu , ambil jurusan kedokteran buat gaya gayaan kali ," ujar Aldi .
" Bisa jadi...ujar Dina . Atau di paksa orangtua nya kan tajir ," ujar Dina .
" Tapi serem....anak bebas gitu biasa yah...kalau di sini ".
" Kita mah beda budaya Mel...," ujar Dina .
" Aku e saja heran . Banyak tuh di apartemen gue,saling bawain cowok gitu . Padahal masih kuliah . Gimana kalau tekdung.Kebayang gak ."
" Benar...godaan paling ngeri saat merantau , pengendalian diri . Pengendalian terhadap hawa dan nafsu ujar Aldi . Kita harus ingat wajah orang tua , tau diri , jaga diri,gak gampang itu semua , butuh perjuangan . Sekeliling kita bebas , kita ibaratnya di terkam di tengah hutan . Ke imanan kita harus kokoh , kuat dan tangguh . Jika kita gak kuat , habislah ".
" Kamu udah di apain aja Din sama Aldi ".
" Ehek...ehek....apaan sih lu Mel....sampai keselek gue ujar Dina meminum sekotak susu . Mentang mentang lu LDR , kamu main skak mat aja deh ".
" Ingat ya Al...lu harus kendalikan nuklir kamu . Kamu jinakin . Awas...praktek biologi yang kamu dalami ,,terlalu lu hayati banget , jadi pengen praktek . Apalagi kamu fokus masalah reproduksi , bisa cilakak dua belas ."
Aldi menggaruk garuk kepalanya .
" Aku ngomong no filter , biar kita nih peka . Eh...kamsia ya nasgor nya . Nanti di ruangan gue makan ."
" Mata panda kamukompres.Dah mirip mumi...," ujar Dina .
".Maklum....begadang .Aku test hari ini . Teori dengan bahan 5 buku tebel ."
" Good luck honeyyyy.... ".
" You too....Mel ".
🐹🐻🐹🐻🐹🐻🐹🐻🐹🐻🐹🐻🐹🐻🐹🐻🐹
Happy reading
Jempolnya yang cakep like dunnnnnkkkk readerrrr cakep
Vote
Koment
__ADS_1
Biar semangat nih up nya yang banyak.