
Kembali ke rutinitas . Terlihat sosok gagah yang memanjakan ku datang.Ibarat seorang malaikat,hatinya begitu lembut dan sangat baik . Tak tega melukainya . Dia sangat tampan , di gilai banyak wanita . Dan aku digilai banyak pria. Kami pasangan fenomenal seperti kata para dokter senior . Tidak pernah bosan dia mengajukan pernikahan padaku . Sampai kakek pun ikut ikutan menggoda ku dan banyak merayuku,kakek ku sangat lucu , kenapa bisa terpikat pesona nya .
Lain lagi mama yang sangat mengerti hatiku,. Sedangkan papa masih berkomplotan dengan Bian. Mereka sangat rajin mengirimkan fotoku pada Aldi,. Mereka penghianat ulung.Kedapatan saat ku liat Handphone Bian , disana ribuan Wa dengan Aldi. Juga fotoku Bian kirimkan pada Aldi.Semua fotoku Bian curi di saat aku kuliah di kampus,, atau sewaktu aku memeriksa pasien .
" Dia paparazi ulung.Kapan nikahnya,hanya mengurusi sepupu kecilnya ini.Dia sangat rajin mengunjungiku.Terkadang kami jalan bareng berdua,nonton bioskop berdua . Dia menepati janjinya . Sedangkan Claudia sesekali mengunjungiku , sedang sibuk dengan tunangannya.Bulan depan Claudia akan menikah dengan oacarnya seorang pengusaha juga .
Beda lagi hasil penggerebekan handphone papa . Papa pantasan 2 tahunan ini , papa suka memfoto aku . Dia bilang kalau dia rindu anak semata wayangnya,dia bisa liat . Aku yah pasrah - pasrah aja di foto begitu banyak . Bayangkan bertapa malunya,papaku sendiri jadi mak comblang ku sama Aldi . Selama ini...oh my God...
Syok deh...sangat sangat syok tentunya .
" Mas....makan yukkk..lapar...," ujar Dina .
Darren pun membuka ruangan praktekku,. Terdapat pemandangan menyegarkan , aneka kaptus koleksiku disana.Karena aku sangat suka kaptus , mas Derren suka memberikan beberapa kaptus langka buatku . Jika dia seminar ke berbagai negara .
Dina membuka masakan yang dia buat tadi pagi . Makanan kesukaan Derren .
"Wajah mas sangat lelah...ujar Dina."
" Jadwal oeprasi sangat padat ," ujar Derren.
" Hanya karena ijin 3 hari, beginilah nasib kita sebagai seorang dokter Din...ujarnya . Kelak kalau menikah,punya anak , batasi kesibukan ya...anak anak butuh perhatian mama nya extra ."
" Pasti mas...di percayakan Tuhan bayi hadir di rahim Dina saja , Dina sangat bahagia ," ujar Dina.
"Kita buat bayi aja sekarang yukkk ," ujar dokter Derren .
" Mas mesummm ," ujar Dina .
" Biarin biar cepat -,cepat terikat. Gak di incar pesaing berat lagi,ujar Derren menaik turunkan alisnya ".
" Cemburuan banget. Di sabtu ini jangan sampai gencatan senjata dan pertarungan hebat dengan Aldi,awas....," ujar Dina.
"Gak janji....," ujar Derren .
" Mas gak usah ikut deh kalau gitu ".
" Mas harus ikut...," ujar Derren manja .
" Umur banyak , tapi masih bisa manja ".
"Kamu yang ajarin mas manja ," ujar Derren .
" Makan...dan istirahatlah.Operasi jam berapa lagi mas? " tanya Dina .
"Jam 2 satu orang , jam 5 satu orang lagi , jam 8 1 orang lagi ".
" Bagusan jangan ikut , dipres gini kan capek mas....," ujar Dina .
",Gak....harus...," ujar Derren mengunyah makanannya.Aaa...," ujar Derren menyuapi Dina .
" Pedasnya mantap . Memang masakan isteriku ini sedap banget.Bisa gendut deh...," ujar Derren.
__ADS_1
" Gendut dari hongkong mas? "ujar Dina .
" Kalau mas gak sibuk gym ,joging,dah membulat noh badan," ujar Derren gertawa.
",Body mu semakin waw Din...pole dance sungguh membentukmu menjadi wanita Sexy , selain joging yang kita lakukan bareng ".
" Gimana mau joging , banyakan kamu gendongin Dina mas....takut Dina kecapekan," ujar Dina .
" Nanti malam kita dinner ya , selesai mas operasi".
" Yakin punya budget? " ujar Dina menggangguin Derren .
" Sangat yakin...di modalin kakek...," ujar Derren tertawa .
" Serius? "
Deking mas sangat waw...," ujar Dina .
" Kakek menemui mas 3 hari lalu.,Dia bilang,, cepat cepat nikahin kamu .,Dia bilang, dia sudah sangat tua. Pingin lihat cucu satu satunnya punya orang yang menjaganya,."
Dina terdiam,.
",Apa yang memberatkanmu menikahi mas,? mas gak akan mendua,. Liat saja mas begitu setia padamu Din...".
" Hati ini tak layak buat kamu mas.Hati ini masih terlalu banyak mencintai seseorang ," ujar Dina menunduk .
Hati ini seperti penghianat buat mu mas. Sementara hati utuh mas berikan padaku . Sangat tidak seimbang ."
Dina sangat sering di hadiahi aneka buket bunga , hmmmm pria romantis ini , pakdos yang sangat cool bisa berubah menjadi pecinta sejati . Sungguh cinta itu bisa menawan dan mewarnai dunia .
Wajah lelahnya tertidur di sofa ruangan ini,begitu meneduhkan . Bahunya tempatku bersandar agar kuat tak menemui dirinya . Berapa banyak air mata kesakitanku membasahi bajunya . Berapa banyak pengorbanan nya mengajariku , merawatku di saat saat sulitku .
Dia sangat keren , ketampanan nya sama dengan ketampanan Aldi.Aldi berkulit kecoklatan , sedangkan si bule satu ini lumayan putih , lebih tinggi dan raksasa dari seorang Aldi. Kenapa aku harus membandingkan mereka ? " ujar ku dalam hati .
Tidak terasa sudah pukul 13.45 .
Aku memandang layar laptop , tugas kuliahku sudah selesai .
"Mas...bangun...udah mau jam 2.Jadwal operasi...ujar Dina lembut membangunkan dokter romantis ,gelar yang dina sematkan padanya."
Derren menggeliat dan tiba- tiba x, meraih badan Dina dan membawanya berbaring di dadanya . Mereka berhadap hadapan .
Darren mencium bibir Dina .
"Mas...jangan...," ujar Dina .
Derren mengeratkan pelukannya.Memperdalam ciuman nya,. Dina tidak pernah Derren perlakukan seperti ini. Dina mendorong badan Derren , tapi itu tidak berpengaruh apa - apa , Dina pun berbicara ,,Derren dengan sigap melum*tnya kembali.Dengan rontaan Derren melampiaskan segala rasanya saat itu juga,. Ciuman yang tidak pernah Dina rasakan sebelumnya dari seorang Derren,.
Akhirnya Derren melepaskan ciumannya . Dina pun dengan segala sesak nya menghirup udara yang hampir habis terampas saat itu .
" Mas mengisi baterai ,"ujar nya.
__ADS_1
" Mengapa???? ":tanya Dina .
" Mas menginginkanmu lebih dari sekedar tunangan.Katakan yes....untuk semua hubungan kita,mas akan menikahimu di jam yang samapun mas bisa Din...," ujar Derren .
Air mata Dina mengalir di pipinya .
" Maaf mas....aku tidak bisa menerima siapa pun ".
" Apakah hanya mas pria yang beruntung menjadi tunanganmu saat ini ? " ujar Derren .
" Orang tua mas akan berkunjung ke rumah kakek,,membicarakan kelanjutan kita,ujar Derren".
" Jangan menghindar,apakah ada rasa cinta itu walau sedikit saja?tanya Derren...
itu sudah cukup bagi mas....," ujar Derren tersenyum .
" Sangat sedikit,di banding dengan milik mas..." ujar Dina .
"Mas akan berjuang,jangan hentikan.Cinta itu akan tumbuh lebih subur dari saat ini,ujar Derren".
"Maaf...Dina tak mampu mas ."
" Tidak apa -apa...," ujar Derren .
" Cukup segitu saja,waktu akan membuatnya lebih , baru 2 tahun bukan? ," ujar Derren membelai rambut Dina .
" Mas tugas dulu ," ujar nya .
" Minumlah...," ujar Dina .
" Makasih sayang....kamu masih praktek kan ? jam berapa selesai ?"
" Jam 3, siang mas..," ujar Dina .
" Operasi jam 4 ,siap -siap ya...kamu ikut salah satu ," ujar Derren
" Baik pak dokter...," ujar Dina tersenyum .
" Jangan pernah lakukan lagi seperti tadi ," ujar Dina .
" Kenapa? kening Derren mengkerut terganggu dengan perkataan Dina ."
" Pergilah mas...sebentar lagi , sudah di tunggu," ujar Dina .
🐳🐳🐳🐳🐳🐳🐳🐳🐳🐳🐳🐳🐳🐳🐳🐳🐳
Jangan lupa like
vote
koment
__ADS_1