Perjuangan Seorang Dokter

Perjuangan Seorang Dokter
Foto Maternity


__ADS_3

Dina terkejut melihat rombongan pada memborong aneka baju dan mainan buat triple .Dengan perut besarnya , Dina sampai melotot .


" Please kurangi semua , kalau gak , Dina akan belanja sendiri ," ancam Dina .


" Kami gak beli double loh nak , mama Aldi membeli keperluan kamu pasca melahirkan , ini aneka korset dan juga keperluan kamu sesudah melahirkan , baju tidur , celana panjang ," ujar mama Dina .


" Papa mu dan papa Aldi membeli mainan buat ke 3 cucunya , gak ada yang double ".


" Mama beli celana panjang dan celana pendek, juga baju hangat, anakmu 3 bukan satu nak , jadi harus lebih banyak beli nya ."


" Ma....baju baby anak Claudia , baju baby anak mbak Elsa dan mbak Ratih ada , Dina ueah loundry ma...jangan beli banyak gitu, boros ma....".


" Ini baru cucu mama lo Din...jangan semua yang bekas...papa sudah beri mama kartu buat


bayarin ".


Melihat wajah mama sendu , Dina pun menjadi tidak tega .


" Sudahla yaaang....biarkan keluarga kita beli , biarkan mereka bahagia .Gitu lahir mereka siap - siap jagain triple , karena kamu juga butuh pemulihan pasca melahirkan."


" Jangan kawatir ,"ujar kakek dan nenek Dina.


Semua nya pun pada tertawa .


" Kakek gimana mau jagain triple , baca koran aja tertidur , " ujar Dina cekikan .

__ADS_1


Ketika mereka pulang , Dina ikut dengan mobil Bian , karena Aldi kembali ke rumah sakit , masih ada pekerjaannya .


Mereka sudah sampai di rumah , aneka mainan , sudah di lap para pelayan, baju - baju bayi , para pelayan cuci di mesin cuci khusus buat baju bayi . Selimut dan keperluan Dina juga susah di cuci .


Dina beristirahat , di usia kehamilan 7 bulan , Dina semakin sulit tidur di malam hari , merasa suhu tubuhnya panas .


Dina bolak balik minum dan ke kamar mandi .


Dina dj bangunkan mama nya , karena Dina belum makan .Dengan perlahan Dina pun bangun , Dina makan perlahan , Bian begitu menyayanginya , bahkan lebih sayang ke Dina dari pada ke si cupu , isterinya Bian .Terkadang Dina menjadi gak enakan .Tapi temannya memang wajar namanya cupu , orangnya lempeng - lempeng aja , mengerti bahwa memang murni ,sebelum mengenal nya , Bian memang sudah menyayangi Dina , seperti sepupunya sendiri .


Sore pun tiba , ketika Aldi sudah kembali bertugas , semua pasukan pun membubarkan diri sendiri .


Aldi sangat memanjakan Dina, ketika malam tiba , Dina pingin makan martabak mesir , makan di tempatnya , Aldi pun membawa Dina , mereka menikmati udara di malam hari .


Beberapa hari kemudian , Dina sangat merindukan suasana rumah sakit , Dina pun sengaja sepulang dari mengambil jaitan kelambu anaknya , singgah di rumah sakit .Para perawat pun mengangguk dan tersenyum menggenggam tangan Dina .Mereka mengelus perut Dina yang lumayan besar .Dina dan mereka tertawa saling bercanda .


Seorang perawat menunduk , memberi hormat pada Dina .Sedangkan perawat satu lagi terkejut dengan kedatangan Dina .Dina merasa ada yang tidak beres .


Perlahan ketika Dina hendak mendorong pintu ruangan Aldi , tangan sang perawat menahan tangan Dina .


Dengan tatapan tajam , Dina memandang sang perawat .


" Apakah ada tamu penting ? " tanya Dina .


Ke tiga perawat hanya Diam .

__ADS_1


" Biacarala , "ujar Dina duduk di tempat mereka.


" Bicara yang sebenarnya , jangan ada di tutupi ," ujar Dina.


" Kami gak berani bu...," ujar sang perawat .


" Kalian tidak mau bicara ? ujar Dina dengan nada marah."


" Siapa di dalam , " ujar Dina .


" Seorang dokter wanita bu...., sudah 2 mingguan sering datang ,dan langsung masuk ke ruang pak dokter , sangat sexy dan pak dokter sangat dekat dengannya . Maaf bu....kami hanya tau itu saja .Wanita itu licik san penuh tipu daya , padahal kami sudah menariknya ketika keluar dan bilang , bahwa dokter udah menikah , dan sudah punya isteri , dan ibu sedang mengandung ."


Dina menghubungi Bian dan Claudia .Agar datang dan kebetulan Bian memang sednag mengimunisasi anaknya , sehingga Bian bisa langsung ke lantai 3 .


Dina mendorong pintu ruangan Aldi , Dan Dina melihat disana , seorang wanita yang sangat Dina kenal , wanita yang pernah menjadi sumber pertengkaran mereka . Dina menatap tajam Aldi .Sedangkan Aldi sangat terkejut dengan kedatangan Dina .


Siapakah sosok wanita itu ? Apa Aldi melupakan arti Dina dalam hidup nya ?


TBC


🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀


Jangan lupa


Like

__ADS_1


Vote


Koment


__ADS_2