Perjuangan Seorang Dokter

Perjuangan Seorang Dokter
Berbeda


__ADS_3

Dina melangkah memasuki rumah sakit . Memandang dokter Derren .


" Pagi dok...ujar Dina ."


" Pagi... nih jus strawberry kesukaan mu Din...".


" Than' s mas ".


" Kita nanti ada operasi pukul 3 siang, bisakan Din...? Dan juga operasi pukul 7 malam . "


" Bisa dok...gak ada masalah. "


" Aldi apa sudah pulang? ".


" Nanti dok...pukul 12 gitu. Dina permisi ke admin tadi keluar jam 11.30 nanti bentar , antar mas Aldi ."


" Hmmm... tugas numpuk..maklum hari senin, ujar Derren ".


" Benar...Dina cek fisik dulu ya dok. Permisi , ujar Dina."


Dina memanggil kedua perawat yang biasa menemaninya cek fisik pasien , untuk bagian pasien penderita jantung dan pasien bedah , Derren menugas kan Dina selalu mencek mereka, mempelajari penyakit mereka sebelum dan pasca operasi .


Dina banyak berkembang karena campur tangan dokter Derren .


" Kami merindukan mu dok....kemana saja ? selama 3 atau 4 harian..., ujar seorang oma . "


" Hmmm.... sedang menghadiri pesta teman, ujar Dina . "


" Wuihhhh...pulang -pulang udah ada cin - cin nihhh....dilamar dokter Derren yah ...ujar mereka menggangguin Dina ."


Dina hanya tersenyum.


" Bukan...ujar Dina".


" Ah...yang benar dok..dokter Derren kan tunangan dokter selama ini, ujar mereka ".


Dina kehabisan kata - kata .


Dina pun menyibukkan Diri , memeriksa pasien nya , ada beberapa anak yang mengalami masalah jantung bawaan sejak dalam kandungan . Mereka akrab dengan Dina .


" Hai Ana, apa kabar ? ".

__ADS_1


" Baik dokter...apa masih ada keluhan selama dokter gak ada? ," tanya dina memangku gadis kecil ini itu, berusia 3 tahun. "


" Gak ada dokter...hanya terkadang sepi..pingin lari -lari...".


" Belum bisa dulu ya sayang....baru operasi ke 3 kan...anak yang kuat , hafus patuh . Mau sembuh kan....?"


" Mau...ujar nya ."


Anak sekecil Ana , harus berjuang bertaruh nyawa , menghadapi operasi di masa kecilnya , Dona sering menemani Ana dan Mark , membaca buku buat mereka , menyuapi mereka makan ,seperti saat ini , Dina mengepang rambut Ana dan memandikan Ana serta memakaikan baju dres yang baru di beli Ana di Bandara kemarin Dia teringat dengan kedua bocah kesayangannya .


" Makasih dokter...baju dres Belle nya cantik... ujar Ana ."


" Ada anak yang namanya Ana tetali pakai baju nya kok baju Belle sih....," ujar Dina tertawa.


" Baju Elsa dan Ana sudah ada kan dari dokter dan mammy...Jadi ini sesuatu yang beda."


" Ana apa suka? tanya Dina ."


" Sukaaa....," Ana memeluk Dina dengan kedua tangannya.


Dokter ke tempar Mark dulu ya...ujar Ana, terlihat Mark sudah siap mandi , Dina meminta ahli dari perawat memakaikan pakaian baru pada Mark. Kedua pakaian yang di belinya sudah di cuci nya terlebih dahulu . Karena anak - anak yang punya riwayat sakit, sangat sensitif dengan berbagai hal .


" Hmmm...gagah nya. Kalah gagah deh dengan dokter Derren..., " ujar Dina ketika memakaikan kemeja kotak kotak navy dan celana jeans pada Mark .


" Beneran donggg....".


" Ehemm...ehem...siapa yang jelek - jelekkan dokter nih....," tanya Dokter Derren yang tersenyum ketika melihat Mark sedang bercanda bersama Dina.


" Hmmm.... kamu memang keren boy. Kalau dokter udah tua...".


" Dokter juga keren... ujar Mark ."


" Itu sudah pasti...yang menolak dokter akan rugi kan Mark...".


" Benar dok."


Derren menaik turunkan alisnya, memberi kode pada Dina.


Dina hanya tersenyum . Dina tau , dokter Derren seseorang yang berjiwa besar , yang mendapatkan dokter Derren pasti sangat beruntung . Kadang Dina gak tau , kenapa gak bisa jatuh cinta begitu mendalam . Rasa yang dimilikinya hanya rasa simpati, kekaguman , dan rasa suka nya sangat sedikit .


Dina keluar dan menuju ruangan prakteknya , berjalan berdampingan dengan Dina .

__ADS_1


" Jalannya sedikit beda...," ujar dokter Derren.


" Ihhhh..., " ujar Dina , pipinya bersemu merah .


" Pasti di terkam Aldi....sampai segitu lambatnya jalan, " ujar Derren.


" Mulai usil dehhhhh.... Dina menunduk"


Derren tertawa dan memasuki ruangannya, kemudia mengintip lagi melihat ke arah Dina.


Dina mengacungkan tinjunya . Derren kembali tertawa .Para perawat tersenyum melihat aksi kedua dokter ini . Seperti itulah keseharian mereka .


Dina sangat sibuk memeriksa pasiennya. Ketika pasiennya sudah habis , Dina buru - buru mencuci tangan dan mencuci wajahnya , serta merapikan make up natural nya.


" Ciyee...segitunya berias...dulu sama abang gak pernah tuh....ujar dokter Derren."


" Ihhh....reseh banget sihhhh....udah ahhh...maklum manten baru, " ujar Dina cekikan .


Dina mengambil tas nya , melambaikan tangannya pada Derren.


" Mau pesan makan apa mas? ".


" Hmmm... terserah aja, yang penting gratis , hehehe...".


" Modus...."


" Hmmmm...modus sogokan tutup mulut, karena kalau tersebar dah melit melit tan...bakal habis deh...di bully".


" Ihhhhh.....nambah - nambah deh bandelnya, pengen dijewer ....ujar Dina mencibir dan berlalu".


" Pelan - pelan jalan, awas terjadi pendarahan...ujar Derren menggaruk rambutnya ".


Kembali Dina mengacungkan tinjunya.


Dina bersyukur hubungan mereka tidak kaku dan berjarak, walaupun mereka bukan sepasang kekasih ataupun tunangan.


☘☘☘☘☘☘☘☘☘☘☘☘☘☘☘☘☘☘


Jangan lupa like


vote

__ADS_1


koment


__ADS_2