
Keadaan papa Dina semakin membaik , Dina sangat lega , tetapi papa tidak bisa bekerja lagi seperti biasanya , sedangkan kakek sudah berumur , Dina kembali meng handel pekerjaan kantor papa nya , dan Dina sangat galau memilih menjalankan perusahaan atau tetap dalam karir kedokteran nya .
Siang itu , Dina bicara dengan pemilik rumah sakit , sekaligus sebagai direktur di rumah sakit . Karena Dina berbakat , Dina di ijinkan masuk se fleksibel mungkin , asisten papa Dina dan asisten kakek ada 3 orang akan membantu Dina bekerja , selain Bian , Claudia dan Dimas .Dina tidak kawatir lagi , semua sudah bisa teratasi .
Aldi masih sibuk mengikuti kuliah S3 nya , Aldi mengambil kuliahnya di sore hari , sehingga lumayan larut malam sampai di rumah , dalam 1 minggu , Aldi hanya 4 kali masuk kuliah ,sisanya mereka bisa menggunakan waktu kebersamaan mereka .
Karena keadaan papa nya pasca operasi , Dina dan Aldi memutuskan tinggal di mansion pemberian kakek Dina .
Walau harusnya Dina dan Aldi tinggal di mansion pemberian papa Aldi , tapi keluarga Aldi bisa menerima keputusan sang menantu .
Selesai meeting dengan klien , Dina sengaja mampir tanpa pemberitahuan pada Aldi , Dina duduk di kampus Aldi , mengingat masa - masa kuliah , sangat melelahkan .Rasanya saat ini Dina malas melanjutkan S3 nya , sudah cukup lelah di gempur dengan mengambil 2 spesialis sekaligus di saat bersamaan .
Tatapan Dina tertuju pada sosok seorang wanita , dia Sarah , yah...si mata tajam yang memandang Dina super mengerikan . Dina memandang ular keket itu sedang berjalan dengan Aldi , sesekali mereka memperdebatkan sesuatu .
Dina bukan wanita yang lemah , semenjak banyak hal yang terjadi , dia tidak lari lagi dari persoalan , semakin matang dalam berpikir , memahami situasi yang ada .
Dina melangkah ke bagian kampus , menanyakan detail tentang sosok sarah , apakah mahasiswa di kampus tersebut .Karena koneksi mas Bian, semua urusan jadi lancar , proses penyelidikan Dina .rampung .
Dan jawabannya Ya....Sarah mengambil program S 3 di kampus yang sama . Terjawab sudah .
Dina juga tau , dari dokter Jonathan , bahwa orang tua Sarah pemilik beberapa rumah sakit , Papa Sarah juga seorang dokter handal , dan profesor adalah papa nya Sarah , dan Dina sangat terkejut , baru tau semua kenyataan ini.
Fakta itu menyakitkan , karena , Sarah pasti tau kelemahan Dina apa .
Dina merenung .Sarah sangat menggilai suaminya , hati seorang isteri sangat peka .Rasa tertariknyanpada Aldi sangat kentara terlihat .
Dina tau , Aldi belum waktunya pulang , makanya Dina tidak memanggil Aldi saat berjalan menuju suatu gedung bersama Sarah .
Sebuah tepukan mengejutkan Dina .
Ternyata sosok Dewa duduk di sampingnya .
" Kamu gak di Rusia lagi Wa ? " tanya Dina .
" Aku baru 1 minggu transfer S3 ku di kampus ini Din...kamu gak lanjut S3 Din...paling tidak harus setara dong dengan miswa alias suami ."
__ADS_1
" Gak ada tenaga lagi Wa buat S3 , yang ada tenaga buat minum es doger dan es cendol...ujar Dina tertawa ".
" Keingat deh....dulu kita SMP sama Aisyah , makan es cendol dan es doger di sekolah sebelah , es nya enak banget ya Din....".
" Benar Wa , apalagi pakai tape dan pulut hitam , ku kan paling suka ."
" Kamu sampai sabotase pulut hitam ku , dan punya Aisyah dengan sukarela dia beri ke kamu ".
" Kabar Aisyah gimana ?"
" Sudah gini nih Wa...." Dina mempraktekkan tangannya ke depan , memberitahukan bahwa Aisyah lagi hamil .
" Kamu semakin cantik Din...".
" Cantik Wa ...tapi punya kekurangan , aku rasanya udah malas program baby ".
" Jangan nyerah dong....kan miswa mu handal ".
" Orang banyakan berhasil Wa , tapi ke akunya selalu gagal. Tuh Aisyah aja coba 2 kali udah jadi , terakhir aku sampai 6 kali pun nihil , malas ah Wa.... aku mandul kali ya Wa.....".
" Huss....sembarangan.Hasilmu kan gak menunjukkan gitu ."
Dewa dan Dina bengong saat melihat Aldi kembali berjalan berdua dengan Sarah .
Dewa berusaha mengahlihkan pandangan Dina .
" Kamu kok tiba - tiba bisa kesini sih Din... , ujar Dewa mengahlihkan pandangan Dina ".
" Pengen liat , situasiku seperti apa Wa ."
" Kamu sering kan melihat adegan ini ? ujar Dina tersenyum penuh kegetiran ."
" Jangan berprasangka jelek dulu , yang kita lihat tidak seperti apa yang di pikirkan . Buktinya kamu d3egan dokter Derren. Aku kirain kalian saling mencintai ."
" Kamu samperin aja , aku akan bantu menyelidiki mereka , ku janji , kamu kenal aku kan Din...".
__ADS_1
" Baiklah..," ujar Dina .
" Wa....kamu naik apa ?"
" Biasa motor sport Din."
" Tungguin ya...aku hanya perlu sebentar , tolong nanti kamu antarin aku ."
" Kamu gak bareng Aldi ?"
" Aku gak mau ganggu acara mereka ," telunjuk Dina menunjuk ke arah Aldi dan Sarah di lapangan parkir .
Tadi Dina di antar Bian ke kampus Aldi , dalam hati Dina , pulangnya bareng dengan sang suami , ternyata semua tidak sesuai ekspektasi .
Dina melihat Sarah memasuki mobil Aldi dan duduk di depan , ada rasa perih dalam hati Dina .
" Baru pulang mas ....".
" Din...." ujar Aldi tergagap .
" Maaf ganggu , gak nyangka bisa ketemu , "
ujar Dina melambaikan tangan.
Dina mengambil helm dari Dewa , memakai nya .
" Kamu gak masalah dengan mereka Din ? " tanya Dewa heran .
" Gak Wa....yuk...antarin ke rumah Aisyah.....".
Dewa dan Dina pun melaju , Aldi mengejar mereka , namun karena sore , jalanan macet , sedangkan dengan motor bisa nyelip - nyelip , Aldi tidak bisa mengejar Dina .
🍂🍃🍂🍃🍂🍃🍃🍂🍃🍂🍃🍂🍃🍂🍃🍂
Jangan lupa like
__ADS_1
Vote
Koment