Perjuangan Seorang Dokter

Perjuangan Seorang Dokter
Salahkah Aku


__ADS_3

Begitu sampai di bandara , Dina menuju apartemennya , Dina sudah membeli baju, sepatu dan boneka barbie buat Trexie .


Dina bergegas memasuki lift dan menuju ruangan Trexie .


Dina memeluk Trexie . Trexie terpaku , dan memeluk Dina .Dina membelai rambut Trexie .


Memberi bungkusan kado buat Trexie .


Princes wajahnya kok sedih....tanya Trexie .


" Hmmmm.....ada banyak masalah Trexie , semua gak sejalan seperti yang princes rindukan , rasanya sedih aja ".


Dina mengambil stetoskop , memeriksa Trexie .


" Pak dokter tampan , juga sering sedih , selalu datang menemui Trexie jika sedang sedih , dia sering katakan , merindukan princes ."


" Princes kenapa harus pindah ? "


" Hmmmm.....sebenarnya berat berpisah dari kamu , susah menemukan tempat nyaman ."


" Princes....Trexie sudah mendapat donor jantung , apa princess mau melakukan operasi untuk Trexie ? ".


" Beneran ? " tanya Dina .


" Beneran , tingkat kecocokannya lupa berapa persen princess " .


" Bentar ya...princess menemui dokter kamu dulu"


Dina bergegas berlari di lorong , dan menekan tombol lift .


Sudah lama rasanya Dina menginginkan kebahagiaan seperti ini , sewaktu Sky pergi , Dina sangat kehilangan , Trexie masih ada kesempatan , Dina sangat berharap , semoga Dina bisa berada di ruang operasi .


Dina menanyakan soal Trexie pada dokter yang menangani Trexie .


Sang dokter mengatakan apa yang dikatakan Trexie benar , ternyata Trexie mendengar pembicaraan saya dengan orangtuanya .


" Din...sebenarnya saya sudah menyuruh dokter Derren menghubungimu ,saya merasa ragu , menangani Trexie , bagaimana kalau kamu bergabung dalam tim operasi .


" Dokter bisa saya minta berkas laporan kesehatan Trexie ? ".


" Ini Din...." ujar sang dokter .


Dina membaca berkas tersebut .

__ADS_1


" Bisa minta laporannya dalam bentuk File dok ? "


Sang dokter pun meng email Dina .


" Operasinya akan dilakukan lusa ".


" Saya akan bergabung dok, saya akan lapor ke direktur dulu, makasih dok. Permisi ", ujar Dina .


Dina menemui sang direktur , direktur sangat senang dengan kehadiran Dina , Dinanpun di masukkan dalam tim menangani operasi Trexie .


Hari sudah siang , Dina mempelajari berkas Trecie , tidak peduli dengan apapun , bagi Dina kesempatan ini sangat berarti . Dina membuka file , detail mempelajari , agar operasi lusa berjalan dengan lancar .


Dina baru sadar handphone nya lowbat , Dina pun mengecas handphonenya . Dina mengetuk ngetuk pulpennya di sebuah meja , ruangannya dulu masih kosong , belum ada dokter pengganti , Dina teringat dengan ruangannya itu .Dina pun memakan salad buahnya .


Dina menekan lift dan memasuki ruangan pasien lansia .


Dina berdansa dengan mereka , Dina tertawa dan menggunting rambut mereka , Dina melupakan kesedihannya sejenak .


Dina bertemu dengan Dimas , Dimas meminta 3 hari utang hukumannya .


" Jangan saat ini Mas Dim....lagi gak mood ," ujar Dina .


Dinameninggalkan Dimas dan mengendarai mobil pinjamannya dari seorang perawat . Dina sebelumnya sudah mengambil laptop dan handphone nya .


" Kenapa tidak mau menunggu mas ? mas sangat lelah , tetapi tanggung jawab ini tidak bisa mas biarkan begitu saja .Cepat kembali .Telepon mas kenapa gak di angkat ? "


" Liburanlah.....jangan larut dalam kesedihan...."


Dina hanya membalas Wa suaminya " maaf mas....., iya lusa akan ada yang mendonorkan jantung buat Trexie , Dina ikut dalam tim mengoperasi Trexie , selesai tugas ini , Dina pulang , rinduuuuu."


Yahhhh...Dina sangat merindukan sosok Aldi .


Dina mengambil kimononya dan mengeringkan badannya dan menuju walk in closet .


Dina memakai baju kimono nya .


Perasaan Dina campur aduk saat ini . Dina hanya ingin kosentrasi dalam operasi Trexie .


Karena tidak bisa tidur , Dina membawa ranselnya dan mengendarai mobilnya menuju rumah sakit . Dina memasuki ruangan Trexie , Trexie belum tidur , Dina menggenggam tangan Trexie .


Ada kedamaian disana .


Air mata Dina mengalir , teringat akan sosok Sky , kelucuan Sky , Dina pun mengusap air matanya .Biasanya , jika Dina lagi sedih Sky selalu ada .Dina membuka handphonenya , dan melihat foto nya besama Sky .

__ADS_1


Dina tertidur di samping Trexie .


Sebuah tangan mengusap wajah Dina , Dina seperti di alam mimpi , kemudian Dina tertidur lagi karena rasa ngantuk yang masih melanda .


👧🧔👧🧔


Pagi itu , Dina menyeberang jalan , menuju toko bunga , Dina membeli sebuah buket bunga mawar putih , kemudian Dina melajukan mobilnya menuju sebuah pemakaman .


" Hai boyyy....sudah sangat lama merindukan mu , bagaimana kabarmu di sana Sky....andai kamu ada saat ini , tentu princess mu ini tidak akan kesepian , karena hal yang paling di benci princess adalah kesepian ."


" Boy.....aku merindukan suaramu , tapi Tuhan lebih merindukanmu , bahagia di surga ya Sky..., ujar Dina mengusap batu nisan dan meletakkan buket bunga disana ."


Dina memutar video saat dia dan Sky bernyanyi bersama , Dina mengiringi dengan bermain gitar , sedangkan Sky bermain biola . Biola pemberian dari Sky masih Dina simpan di apartemennya .


Tidak lama kemudian , terlihat mami Sky juga membawa mawar putih kesukaan Sky .


" Princess di sini juga ? "


" Iya bu....saya merindukan jagoan saya , " ujar Dina .


Mami Sky memeluk Dina .


" Kamu tau Din...dia satu - satunya anak saya , mendapatkannya d3ngan proses IVF , tapi sewaktu dia lahir , sangat sehat , tetapi beberapa tahun baru terdeteksi dia menderita sakit jantung dari lahir .Dunia saya runtuh , tapi saya berterima kasih , pernah menjadi seorang ibu baginya , pernah merasakan hamil dan membesarkan seorang anak , saya memilikinya ."


" Kamu jangan pernah berkecil hati dengan apa yang kamu jalani saat ini , kamu spesial dan sangat baik , di dalam doa Sky selalu mendoakan mu kelak punya baby , dia pernah menangis saat kamu curhat dengannya , dia bilang kamu sahabat baiknya .Makasih sudah menjadi seseorang yang menyayangi Sky ."


Dina menghapus air matanya .


Selepas dari pemakaman , Dina kembali ke apartemennya , membuka biola dari Sky . Dina tersenyum melihat begitu banyak tulisan Sky disana , Dina menangis , merasa sangat terharu dengan pasien kecil nya . Sky sungguh menyayanginya .


Dina perlahan mandi dan pergi ke mall tempat menjual ayam goreng kesukaannya , terlalu lama Dina larut memakan rumput , Dina pingin merasakan beberapa hari ini kembali bisa merasakan dunia nya . Dina melahap ayam itu sambil tersenyum , membaca buku kesukaannya .Sebuah sosok duduk di depannya .


Sosok siapakah itu ?


TBC......


🌳🌳🌳🌳🌳🌳🌳🌳🌳🌳🌳🌳🌳🌳🌳🌳🌳


Jangan lupa like


Vote


Koment

__ADS_1


__ADS_2