
Begitu sampai di bandara , Dina menuju apartemennya , Dina sudah membeli baju, sepatu dan boneka barbie buat Trexie .
Dina bergegas memasuki lift dan menuju ruangan Trexie .
Dina memeluk Trexie . Trexie terpaku , dan memeluk Dina .Dina membelai rambut Trexie .
Memberi bungkusan kado buat Trexie .
Princes wajahnya kok sedih....tanya Trexie .
" Hmmmm.....ada banyak masalah Trexie , semua gak sejalan seperti yang princes rindukan , rasanya sedih aja ".
Dina mengambil stetoskop , memeriksa Trexie .
" Pak dokter tampan , juga sering sedih , selalu datang menemui Trexie jika sedang sedih , dia sering katakan , merindukan princes ."
" Princes kenapa harus pindah ? "
" Hmmmm.....sebenarnya berat berpisah dari kamu , susah menemukan tempat nyaman ."
" Princes....Trexie sudah mendapat donor jantung , apa princess mau melakukan operasi untuk Trexie ? ".
" Beneran ? " tanya Dina .
" Beneran , tingkat kecocokannya lupa berapa persen princess " .
" Bentar ya...princess menemui dokter kamu dulu"
Dina bergegas berlari di lorong , dan menekan tombol lift .
Sudah lama rasanya Dina menginginkan kebahagiaan seperti ini , sewaktu Sky pergi , Dina sangat kehilangan , Trexie masih ada kesempatan , Dina sangat berharap , semoga Dina bisa berada di ruang operasi .
Dina menanyakan soal Trexie pada dokter yang menangani Trexie .
Sang dokter mengatakan apa yang dikatakan Trexie benar , ternyata Trexie mendengar pembicaraan saya dengan orangtuanya .
" Din...sebenarnya saya sudah menyuruh dokter Derren menghubungimu ,saya merasa ragu , menangani Trexie , bagaimana kalau kamu bergabung dalam tim operasi .
" Dokter bisa saya minta berkas laporan kesehatan Trexie ? ".
" Ini Din...." ujar sang dokter .
Dina membaca berkas tersebut .
__ADS_1
" Bisa minta laporannya dalam bentuk File dok ? "
Sang dokter pun meng email Dina .
" Operasinya akan dilakukan lusa ".
" Saya akan bergabung dok, saya akan lapor ke direktur dulu, makasih dok. Permisi ", ujar Dina .
Dina menemui sang direktur , direktur sangat senang dengan kehadiran Dina , Dinanpun di masukkan dalam tim menangani operasi Trexie .
Hari sudah siang , Dina mempelajari berkas Trecie , tidak peduli dengan apapun , bagi Dina kesempatan ini sangat berarti . Dina membuka file , detail mempelajari , agar operasi lusa berjalan dengan lancar .
Dina baru sadar handphone nya lowbat , Dina pun mengecas handphonenya . Dina mengetuk ngetuk pulpennya di sebuah meja , ruangannya dulu masih kosong , belum ada dokter pengganti , Dina teringat dengan ruangannya itu .Dina pun memakan salad buahnya .
Dina menekan lift dan memasuki ruangan pasien lansia .
Dina berdansa dengan mereka , Dina tertawa dan menggunting rambut mereka , Dina melupakan kesedihannya sejenak .
Dina bertemu dengan Dimas , Dimas meminta 3 hari utang hukumannya .
" Jangan saat ini Mas Dim....lagi gak mood ," ujar Dina .
Dinameninggalkan Dimas dan mengendarai mobil pinjamannya dari seorang perawat . Dina sebelumnya sudah mengambil laptop dan handphone nya .
" Kenapa tidak mau menunggu mas ? mas sangat lelah , tetapi tanggung jawab ini tidak bisa mas biarkan begitu saja .Cepat kembali .Telepon mas kenapa gak di angkat ? "
" Liburanlah.....jangan larut dalam kesedihan...."
Dina hanya membalas Wa suaminya " maaf mas....., iya lusa akan ada yang mendonorkan jantung buat Trexie , Dina ikut dalam tim mengoperasi Trexie , selesai tugas ini , Dina pulang , rinduuuuu."
Yahhhh...Dina sangat merindukan sosok Aldi .
Dina mengambil kimononya dan mengeringkan badannya dan menuju walk in closet .
Dina memakai baju kimono nya .
Perasaan Dina campur aduk saat ini . Dina hanya ingin kosentrasi dalam operasi Trexie .
Karena tidak bisa tidur , Dina membawa ranselnya dan mengendarai mobilnya menuju rumah sakit . Dina memasuki ruangan Trexie , Trexie belum tidur , Dina menggenggam tangan Trexie .
Ada kedamaian disana .
Air mata Dina mengalir , teringat akan sosok Sky , kelucuan Sky , Dina pun mengusap air matanya .Biasanya , jika Dina lagi sedih Sky selalu ada .Dina membuka handphonenya , dan melihat foto nya besama Sky .
__ADS_1
Dina tertidur di samping Trexie .
Sebuah tangan mengusap wajah Dina , Dina seperti di alam mimpi , kemudian Dina tertidur lagi karena rasa ngantuk yang masih melanda .
👧🧔👧🧔
Pagi itu , Dina menyeberang jalan , menuju toko bunga , Dina membeli sebuah buket bunga mawar putih , kemudian Dina melajukan mobilnya menuju sebuah pemakaman .
" Hai boyyy....sudah sangat lama merindukan mu , bagaimana kabarmu di sana Sky....andai kamu ada saat ini , tentu princess mu ini tidak akan kesepian , karena hal yang paling di benci princess adalah kesepian ."
" Boy.....aku merindukan suaramu , tapi Tuhan lebih merindukanmu , bahagia di surga ya Sky..., ujar Dina mengusap batu nisan dan meletakkan buket bunga disana ."
Dina memutar video saat dia dan Sky bernyanyi bersama , Dina mengiringi dengan bermain gitar , sedangkan Sky bermain biola . Biola pemberian dari Sky masih Dina simpan di apartemennya .
Tidak lama kemudian , terlihat mami Sky juga membawa mawar putih kesukaan Sky .
" Princess di sini juga ? "
" Iya bu....saya merindukan jagoan saya , " ujar Dina .
Mami Sky memeluk Dina .
" Kamu tau Din...dia satu - satunya anak saya , mendapatkannya d3ngan proses IVF , tapi sewaktu dia lahir , sangat sehat , tetapi beberapa tahun baru terdeteksi dia menderita sakit jantung dari lahir .Dunia saya runtuh , tapi saya berterima kasih , pernah menjadi seorang ibu baginya , pernah merasakan hamil dan membesarkan seorang anak , saya memilikinya ."
" Kamu jangan pernah berkecil hati dengan apa yang kamu jalani saat ini , kamu spesial dan sangat baik , di dalam doa Sky selalu mendoakan mu kelak punya baby , dia pernah menangis saat kamu curhat dengannya , dia bilang kamu sahabat baiknya .Makasih sudah menjadi seseorang yang menyayangi Sky ."
Dina menghapus air matanya .
Selepas dari pemakaman , Dina kembali ke apartemennya , membuka biola dari Sky . Dina tersenyum melihat begitu banyak tulisan Sky disana , Dina menangis , merasa sangat terharu dengan pasien kecil nya . Sky sungguh menyayanginya .
Dina perlahan mandi dan pergi ke mall tempat menjual ayam goreng kesukaannya , terlalu lama Dina larut memakan rumput , Dina pingin merasakan beberapa hari ini kembali bisa merasakan dunia nya . Dina melahap ayam itu sambil tersenyum , membaca buku kesukaannya .Sebuah sosok duduk di depannya .
Sosok siapakah itu ?
TBC......
🌳🌳🌳🌳🌳🌳🌳🌳🌳🌳🌳🌳🌳🌳🌳🌳🌳
Jangan lupa like
Vote
Koment
__ADS_1