
Waktu menunjukkan pukul 11 siang , Dina sudah fresh dan memakai dres putihnya dan memasuki sebuah taxi online menuju rumah sakit. Dina tersenyum membalas beberapa Wa dari Aldi , Bian , dan Caroline .
Dina mngangkat telepon dari Caroline .
π Hallo.....
π Din.....kasi aku selamat dunkkkk
π Baru dua bulan lalu bolak balik kasi kamu selamat, nih mau kasi selamat apa lagi sihhh cayang cayanggkuuu....
π Bibit unggul Din...ku udah positif , aku happy banget...apalagi suami ku Din...kami memang gak mau nunda -nunda.... aku baru ngabari kamu loh, belum ngabari mama ,papa , mertua , Bian atau Dimas .
πWaww...... selamat ya beb....bentar lagi ku udah ada ponakan , ujar Dina tulus.
( Tetapi ada sedikit sedih dalam hatinya , duluan nikah belum ada tanda -tanda garis 2 , dengan diagnosa dari dokter , membuat dirinya pesimis dan harus berbesar hati , sedih pasti ada , tapi mau gimana lagi selain berobat dan berserah serta berdoa .)
π Aku pengen baby kembar , tapi nih hanya 1 kantong aja , tapi aku senang Din . Cepat nular ke kamu ya say....
π Amin......doain aja .
πHmmmm.....
π udah berapa minggu Clau?
π 3 minggu Din
π Jaga baik -baik ya Clau...kurangi pekerjaan dan jaga kesehatan .
π Okey say...udah dulu ya . Byee....ππππ
Dina turin dari taxi , Dina memandang rumah sakit itu sangat besar , super padat dan sudah pasti super sibuk .
Gelar spesialis bedah sudah dia peroleh , wisuda kampus 1 tahun 2 kali .
Wisudanya Dina , pilih berbarengan dengan wisuda spesialis jantung dan pembuluh darah pulmonologi .
Dina melihatnpasien UGD sangat banhak . Dina mendengar para perawat sangat sibuk , karena dokter bedah menangani pasien urgent kecelakaan tidak dapat di hubungi , sedangkan dokter lainnya sedang melakukan beberapa operasi , kondisi pasien harus mendapatkan penanganan segera .
Dina mendekati perawat , menyurih menyimpan tas nya .
" Dina menunjukkan identitas dokter nya dan spesialis yang dia telah tamatkan ,beserta literatur jam operasi nya. Sudah beberapa bulan Dina melakukan operasi secara sendiri tanpa bayang - bayang di monitor dokter Derren.
Dan hasilnya sangat baik .
__ADS_1
Dina mengambil stetoskop nya , berlari ke ruang UGD bersama perawat . Para perawat lainnya menelepon rumah sakit tempat Dina bertugas dan mempelajari secara rinci spesifikasi Dina . Mereka meminta pendapat direktur rumah sakit , ijin di berikan untuk Dina melakukan operasi. Dina mempelajari semua hasil cek rekam medis pasien dan memeriksa dari keadaan fisik pasien saat ini .
Gerak cepat Dina menangani pasien membuat para perawat terkejut , seorang dokter yang simpel dan sangat berbakat , juga sangat cantik .
Dina memakai pakaian khusus untuk melakukan operasi , membersihkan tangannya dan Dina pun masuk ke ruang operasi . Sekitar 2 jam Dina di dalam ruangan operasi , bekerja sama dengan tim , dan Dina keluar , operasi sukses dan keluarga pasien tidak henti hentinya memelum Dina , mengucapkan terima kasih mereka .Mereka putus asa saat tidak ada dokter yang bisa mengoperasi suaminya di saat mendadak .
Dina membersihkan tangan dan wajahnya ,merapikan riasan make up nya . kemudian berjalan menuju kantin , Dina melihat petunjuk bahwa ke sebelah kiri ada kantin .
Dina duduk menikmati salad buah , perutnya sangat keroncongan saat ini , gak bisa mikir apa - apa .
Pandangannya tertuju di tempat lumayan jauh dari tempat duduk nya saat ini , Dina melihat Aldi sedang duduk makan dengan seorang dokter wanita .Mereka saling ngobrol.dan sangat akrab . Perasaan Dina sangat tidak nyaman , Dina memesan es cream kembali dan perlahan melahap nya , mengembalikan mood booster nya .
Beberapa sosok dokter pria duduk di hadapannya . Dina menjadi pusat perhatian sejak dia melangkah ke rumah sakit tersebut .
Kecantikannya membuat banyak dokter duduk di hadapannya , ada 5 orang dokter sekaligus duduk , dan berita kesuksesan Dina mengoperasi pasien yang mempunyai luka vital di organ tubuhnya dalam sekejab menyebar kemana - mana .
" Boleh kenalan , "ujar seorang dokter .
" Dina Dinata....".
" Saya Frans Wins , dokter spesialis jantung ".
" Saya Smith layer , dokter spesialis mata ".
" Saya Audrick dokter spesialis anak ."
" Saya John dokter spesialis THT ".
Dina menyalami mereka satu persatu .
" Kamu spesialis bedah ? ," tanya Audrick .
" Ya...., " ujar Dina.
" Sangat jarang dokter wanita mengambil spesialis bedah , " ujar Frans .
" Kamu ambil spesialis jantung juga..." ,ujar sebuah suara .
Dina menoleh.
" Hmmm....anda seorang dokter ? " ujar Dina terkejut .
" Hm....tepatnya dokter spesialis jantung ".
__ADS_1
" Anda melihat saya menyelesaikan tesis di pesawat yah...? "
" Tepat..., " ujar Jonathan tersenyum .
Semua mata terkejut melihat reaksi Jonathan yang biasa nya dokter super cool , bisa tersenyum. Para perawat semakin ribut berbisik - bisik .
Tiba - tiba Dina mendapat telepon dari Bian . Dina berdiri dan menuju sebuah balkon .
πHallo Bi....
π Ku merindu si cantik yang unyu unyu....
π Hm....mau merayu ? ada maunya nih....!!!! benar kan .
π Kamu sibuk gak ? GPS mu menunjukkan saat ini kamu di rumah sakit Canada . Ketepatan mas di Canada .
π Wawwww....kebetulan yang indah....traktir akuuuu cepetan.....
π Baiklah...apapun itu . Asalkan kamu temani aku di pertemuan dengan klien siang ini.
πAku tidak membawa pakaianku Bi....
πTenang aja....di urus sekretaris ku . Kamu akan terkejut bertemu dengan siapa nanti . Karena syarat kerjasama ini , dia mau bertemu denhan mu . Pakai acara maksa
π Misterius banget sihhhh
π Siap - siap yah...sekretaris mas lagi menuju kantin , kamu segera bertukar pakaian.
π Siap bos...bye
π Bye.
Sebuah nomor menelepon Dina ,ternyata sekretarisnya Bian Dina menyuruh menemuinya di balkon .Dina melihat di samping balkon ada toilet Wanita . Dina mengambil paper bag dan di wanita menemani Dina bertukar pakaian .
*Memang Bian total banget , parfum kesukaan ku juga masih hapal , dan baju ini pasti mahal dan berkelas , siapa yah yang ngotot mau menemuiku, Dina bertanya - tanya dalam hatinya* .
πΎπΎπΎπΎπΎπΎπΎπΎπΎπΎπΎπΎπΎπΎπΎπΎπΎ
Jangan lupa like
vote
koment
__ADS_1