Perjuangan Seorang Dokter

Perjuangan Seorang Dokter
Tak Bisa terpisah


__ADS_3

Ada rasa takut dan begitu besar keraguan dalam diri Alya menyerahkan semuanya pada takdir . Dia memandang wajah Aldi , terlihat kesungguhan pada diri Aldi . Setiap bulan,jika Dina sedang haid , Aldi selalu ada melihat Dina.Dina selalu rutin melakukan pengobatan , tetapi efek dari kista yang dia alami , dan nyeri yang dia alami begitu menyiksanya .


Mereka terkejut saat seorang bule datang ke tenda mereka,. Aisyah terbengong melihat kekasihnya berdiri di hadapannya .Wajahnya lumayan , dan terlihat cinta begitu mendalam . Aisyah tersenyum saat melihat Ibrahim Abizard .


Semua terdiam melihat pacar Aisyah .


" Bibit unggul Syah..," ujar Melani.


" Bungkus 1 ya....," ujar Melani .


" Emang nasi padang,ujar Jack.Kamu sudah di Dp ," ujar Jack menaik turunkan alisnya .


" Ciyeeee...main Dp aja Jack ," ujar Aisyah.


" Makanya suruh babang tamfan di Dp in ujar Jack pada Dina ."


" Gak di Dp lagi ," ujar Aldi.


" Di halalin aja ," ujar Aldi tersenyum .


" Ciyeeee......," ujar mereka bersorak .


Mereka pun melakukan pendakian . Udara begitu sejuk .Terlihat pasukan wanita mengalami kewalahan . Aldi di depan Alya , setiap Alya kesulitan,Aldi membantu Alya . Demikian juga Aisyah di bantu Ibrahim.Dina tersenyum melihat Aisya .


" Capek ?" tanya Aldi .


" Udah nafas kuda , " ujar Dina .


" Sini mas gendong ," ujar Aldi .


" Serius ? " tanya Dina .


" Serius....," ujar Aldi .


" Dina berat lo.....," ujar Dina tertawa .


" Naik...," ujar Aldi .


Dina pun tersenyum , langsung naik ke punggung Aldi.


"Apa berat mas?tanya Dina".


"Gak.....kamu terlalu kurus ,ujar Aldi".


Kalur mereka lalui sudah di benahi,sehingga menaikai pendakian lumayan lebih banyak pijakan yang biasa dilakukan pendaki .


Perlahan Sunrice mulai menunjukkan sinarnya , kabut masih menebal. Aldi dan Dina berfoto bersama .


" Capek? " tanya Aldi .


" Lumayan mas...," ujar Dina .

__ADS_1


Mereka memandang sinar matahari .


" Din....kita sama yuk ambil spesialis di Canada," ujar Aldi .


" Please....Din....," ujar Aldi .


" Kakek disini mas.Dia pasti gak setuju ," ujar Dina menunduk .


" Berjanjilah....tunggu mas ," ujar Aldi .


" Mas....Dina gak mau...mas anak tunggal ."


" Banyak cara Din...untuk memiliki anak ,mas akan membicarakan hal ini pada mama dan papa mas ," ujar Aldi .


" Mas percaya kita akan memiliki baby . Kalaupun tidak punya,tidak masalah ," ujar Aldi .


" Bicarakan juga sama kakek dan nenek,juga pada papa dan mama ya Din...," ujar Aldi .


" Mas hanya menginginkan kamu Din....," ujar Aldi menatap kedua bola mata Dina .


Aldi mencium punggung tangan Dina dan mengikat rambut Dina yang di terbangkan angin , Dina terharu.Inilah Aldi,selalu memperhatikannya.


Sungguh Dina tak sanggup . Dina menutup kedua matanya .Tak sanggup berpisah dari Aldi .


" Baiklah mas...kita berjuang bersama, " ujar Dina menatap kedua mata Aldi .


Aldi tersenyum .


Wesliy hanya menatap di kejauhan . Dia tau Dina dan Aldi saling mencintai . Yang bisa dia lakukan hanya mencoba iklas dengan pilihan Dina .


Firman hanya menahan rasa cemburunya . Karena ke egoisannya mereka berpisah . Firman beberapa kali menjalin hubungan dengan seseorang , tetapi Firman menyesali diri , kenapa dia tetap tidak bisa melupakan sosok Aisyah . Firman pikir,pertemuan mereka ini,membuat mereka kembali dekat . Ternyata kekasih Aisyah datang tampa mereka duga . Terlihat pria itu begitu gagah,baik dan menghormati Aisyah dan tidak se egois dia . Pengertian dan sangat mencintai Aisyah .


Sementara di tempat bersamaan Jack dan Melani saling menghunus tatapan .


Jack ngotot melamar Melani . Melani gak terima , karena dia belum selesai spesialis.Jack memeluk Melani , sementara Melani menyandarkan kepalanya di bahu Jack .


Mereka turun ketika hari semakin siang . Mereka sangat takjub dengan pemandangan sepanjang jalan .


Mereka beristirahat di sebuah restoran.


Mereka keingat dulu sewaktu masa masa sekolahan , Dina paling lama makan . Aisyah usil menyuapi Dina . Keingat sama pak Zoro , pak Sinaga , ibu going .


" Kalian tau...," ujar Dina .


" Bu going udah nikah lo sama abang yang di dekat rumah ku dulu.Bu going lagi hamil gedek ," ujar Alya .


" Ceritanya rindu sama emak mu bu going ?" ujar Jack . Bu going mah pilih kasih . Kalau cerita dan curhat , pastinya sama Dina ," ujar Jack .


" Waktu nikah bu going nangis - nagis bombay. Pengennya Dina datang , tapi mau gimana,padatnya jadwal syuting kuliah,bayangin 2 tempat kuliah ," ujar Aisyah .


" Eh...tunggu dulu , nih cin -cin apaan Syah ? " ujar Dina sedikit menjerit. Jangan katakan kamu sudah di lamar si bule," ujar Dina .

__ADS_1


Wajah Aisyah memerah menunduk .


" Whattttt...kamu langkahin aku....," ujar Dina .


" Gimana mau nunggu lu Din...ketuaan deh.Cepat -cepat nikah,biar kalau punya anak,adek kakak gitu deh...," ujar Aisyah santai .


" Dari kita 3 girl , kamu laris banget . Masih hangat si bule udah main lamar aja , " ujar Dina.


" Makanya,cepat cepat aja di lamar , ini malah nolak," ujar Aisyah .


" Kapan dilamarnya Syah?" ujar Dina mengalihkan pembicaraan .


" 3 bulan yang lalu. Ibrahim dan keluarganya datang ke Jakarta . Meminta Aisyah dengan baik baik . Mama dan papa menyerahkan keputusan pada Aisyah ."


" Ihhhh.....diam diam nih....gak bilang -bilang ," ujar Dina .


" Mau bilang, tapi....mau bilangnya gimana pun aku kikuk Din. Itu lamaran tiba tiba , setelah lamaran nya romantisnya aku tolak ".


" Apaaaa? " ujar Dina dan Melani serentak.Wajib cerita . "


" Lamaran gimana yang kamu tolak,ujar Dina".


" Ih...kepo banget deh...," ujar Aisyah .


" Sakit hati dehhhhh ," ujar Dina membalas kata kata Aisyah .


Sementara yang lainnya pada tertawa .


" Si bulek gak tau kan , gak ngerti kan bahasa indonesia. Gimana cara dia komunikasi sama mama dan papa mu Syah?" tanya Alya .


" Bahasa isyarat la.Aku menerjemahkan kata katanya,kikik Aisyah ".


" Cepaaaaatttt buruan cerita,lamaran romanisnya gimana?" ujar Melani menaik turunkan alisnya .


" Kamu gitu mirip preman malak orang deh Mel...," ujar Dina tertawa .


" Hmmm...baiklah . Ibrahim melamarku saat aku sedang perjalanan dinas ke Dubai . Ibrahim melamarku di dalam pesawat . Dia gak bilang mengikutiku di penerbangan yang sama , Ibrahim memberikan sebuah buket bunga . Mama dan papa nya serta ke tiga saudaranya juga mengikuti penerbangan tersebut . Aku benar -benar bingung Din....aku bilang , baiknya orang tuaku mengenal keluarganya . Dan mereka pun memutuskan setelah aku pulang dari Dubai , mereka membicarakan masalah hubungan kami , dengan kedua orangtuaku , mereka satu keluarga ke Indonesia . Ibrahim sudah membeli sebuah rumah buat kami tinggal , dia mengatasnamakan diriku,menunjukkan rumah itu padaku Din . Dan aku tidak pernah tau , keluarga ibrahim lumayan Din...karena keseharian Ibrahim. Seperti kita hidup sederhana.Tanpa aku ketahui , selama ini aku bekerja diperusahaan milik saudara Ibrahim , dan kakaknya pun tidak mengetahui hal demikian . Aku dan kakaknya berteman dan sangat dekat . Begitu aja Din...semua Tuhan atur dalam suatu jalan cerita. Semua terbuka saat kakak nya melihat aku saat lamaran mendadak. Beneran aku sama Ibrahim dimudahkan Tuhan," ujar Aisyah .


" Sweet banget sihhhh...apalagi babang bule pasti selisih 3 atau 4 tahun dari kamu . Bisa mengayomi istilahnya . Mama bilang gitu . Cari cowok yang tua an dari umur kita," ujar Dina .


" Semua itu tergantung manusia nya Din...kedewasaan itu di nilai dari keseriusan seseorang,tindakannya , tutur katanya,sikapnya. Semua itu sejalan . Banyak kan yang tua umur tapi pemikiran masih dangkal ," ujar Aisyah .


" Setuju ," ujar Aldi .


Semua pun tertawa meledekin Dina dan Aldi .


" Kode keras tuh Al...ujar Aisyah tertawa ".


πŸ₯°πŸ˜πŸ₯°πŸ˜πŸ₯°πŸ˜πŸ˜πŸ₯°πŸ˜πŸ₯°πŸ₯°πŸ˜πŸ₯°πŸ˜πŸ₯°πŸ˜πŸ₯°πŸ˜Jangan lupa like


vote

__ADS_1


koment


__ADS_2