
Langkah Dina terhenti saat sebuah tangan menggenggamnya .
" Al...kamu menghidari mas...," ujar Aldi .
" Maaf mas...Dina buru- buru, Dina berjalan sambil Aldi di sampingnya ".
",Kamu tidak tinggal di apartemen," ujar Aldi.Kamu di mana Din? tanya Aldi. Kamu bahkan tidak di apartemen Melani ," ujar Aldi .
Tiba - tiba sesosok wanita yang sama sewaktu wisuda menghampiri Aldi .
" Mas....papa menyuruh mas dan aku ke kantor mereka ," ujar Lusi .
Aldi terdiam . Dina hanya menunduk dan melepaskan genggaman Aldi . Dina pun bergegas .
Dina memakai seat belt nya.Kemudian melaju ke kantor kakek nya .
Dina menukar pakaiannya , merias dirinya dan kemudian menaiki lift dan mengetuk pintu ruangan sang kakek .
" Masuk...," ujar sang kakek .
Dina pun masuk dengan penampilan luar biasa . Dina sangat mudah belajar berias dan penampilannya sangat baik . Dina mengenakan blezer dan rok lancip , menunjukkan kakinya yang jenjang .
" Duduk Din....," ujar sang kakek. Waw...kamu sangat memukau ," ujar sang kakek . Kamu cucu kakek yang sangat kakek banggakan.Kecantikanmu tiada tanding di antara sepupu mu," ujar sang kakek .
" Kakek terlalu memuji...," ujar Dina.
Dimas hanya diam .
" Kamu akan mempresentasikan proyek ini ke klien . Kamu dan Dimas berjuanglah mendapatkan proyek pertama mu ," ujar sang kakek .
" Baiklah kek...," ujar Dina .
Dina sudah menganalisis data dan gambar yang ada . Kembali Dina membuka lembaran lembaran yang ada di tangannya.Dina mengcopy persentasi nya ke dalam laptopnya .
Dina dan Dimas berjalan beriringan. Dimas mengendarai mobil sport yang begitu memilkat . Berwarna hitam . Tepatnya seperti mobil Dina.Mobil yang hanya 1 keluaran di dunia , Mobil Dina,mobil Claudia , dan mobil Bian juga mobil yang hanya 1 seri di dunia . Wajar sang kakek memanjakan mereka.Keluarga besar kakek semua pengusaha sukses. Wajar Bian sering dalam penyamarannya .
Mereka memasuki sebuah gedung tinggi . Dina dan Dimas beriringan berjalan. Di arahkan seorang wanita .
Mereka memasuki sebuah ruangan . Disana terdapat beberapa peserta untuk memenangkan job tender pembangunan dan desain. Dimas seorang arsitek handal .
" Kamu persentasekan," ujar Dimas, ini tugas kamu pertama.Good luck...," ujar Dimas .
Beberapa perusahaan mempresentasikan perusahaan mereka, kini giliran Dina. Dina meneguk minumannya,.
Dina melangkah ke depan , semua mata terpukau. Dina tidak melihat pihak perusahaan. Menurut Dimas,sang pemilik mendengar di balik layar .
Dina dengan kemampuannya,menjelaskan berbagai rancangan dan keunggulan desain mereka. Penjelasan Dina sangat baik, dan semua peserta terhipnotis dengan kepintaran yang Dina miliki.
Dimas tersenyum puas dengan penampilan Dina dalam mempresentasikan rancangan mereka.
Kemudian Dina duduk dan berbisik pada Dimas .
" Maaf ada beberapa kali aku gugup mas...," ujar Dina .
__ADS_1
" Dimaklumi....," ujar Dimas tersenyum .
Berbagainpenjelasan dari perusahaan lain pun sudah selesai. Mereka di jamu dengan aneka makanan. Dimas tersenyum melihat Dina memijat kakinya .
" High heels mu sungguh menyiksa bukan ?" ujar Dimas .
" Benar...ujar Dina . Mas...cepat makan...aku berburu ke kelas bisnis . Harus tampil kece badai 1 bulan ini . Tebak...aku mendapatkan penampilan terbaik . Dan mendapat hadiah tiket tour Korea ," ujar Dina sangat bahagia cekikan .
" Hmmmm.....saranghaeyo .....ujar Dimas tertawa."
" Sarange....ujar Dimas mempraktekkan jari telunjuk dan jari telunjuk dan jari jempol nya bertautan membentuk love. "
" Mulai deh.....," ujar Dina. Aku akan ketemuan Lee min ho, Jung hae in, Kim soo hyun,Hyun bin...
," ujar Dina dengan cekikan kecil .
" Semua kamu borong cow gan nya.Ntar kamu gak balik,kakek akan ngamuk , " ujar Dina .
" Ternyata kamu bisa bawel juga mas Dim...," ujar Dina .
" Hanya sama kamu...," ujar Dimas menatap Dina dengan serius .
" Yukkk cabut.Mepet nih....," ujar Dina .
Dina tidak begitu memperhatikan sekitarnya . Dina membeku saat matanya melihat sosok pakdos Darren menghampirinya .
" Bukan hanya mahasiswi kedokteran.Tetapi kamu sangat jago dalam bisnis ," ujar Darren .
" Hai Dar....," ujar Dimas .
" Tidak....tepatnya incaranku," ujar Dimas tersenyum .
Dina melotot .
" Pak...permisi ," ujar Dina .
" Din..kamu berutang penjelasan kepadaku ," ujar Derren .
" Hmmm....kamu akan tau dalam waktu dekat Dar...," ujar Dimas sambil tersenyum melangkah .
Dina merapikan riasannya , menyemprot parfumnya .
" Hmmm...biaya sewa mobil kamu lunasi dengan weekend ini , temani mas ke sebuah club ," ujar Dimas .
" Apaan...," ujar Dina.Kakek akan marah .
" Gak....Bian , Claudia juga akan ikut.Saat nya kamu ke dunia yang belum pernah kamu masuki . Agar kamu mengenal jenis manusia," ujar Dimas .
" Pengaruh buruk ," ujar Dina tersenyum .
Dina pun memasukinkelas bisnisnya , mendengar beberapa penjelasan . Mengetik dilaptopnya .
Dina menyuruh bodyguard nya mengantar mobil biasa Dimas .
__ADS_1
Dina melihat jam tangannya menunjukkan pukul 9 . Dina sangat lapar dan menukar pakaian nya biasa. Dina memasuki sebuah restoran yang Bian kenalkan padanya . Dian menyukai makanan korea di tempat ini . Dina perlahan menyantap makanan nya . Selesai makan , Dina ke toilet .Tanpa sengaja setelah keluar dari kamar mandi , Dina memandang ke arah sebuah suara . Disana terdengar suara yang sangat dia kenal .
Mama Rina , papa Damar,terlihat sangat bahagia disana . Juga terdapat Aldi dan wanita yang berbeda dengan dikampus .
Dina bergegas menghampiri kasir , menanyakan tagihannya . Dina memberi kartu debet berwarna gold pemberian kakeknya .
Tanpa disadari Dian , sosok Aldi sudah berada disisinya .
" Makasih mbak...," ujar Dian memasukkan kartunya .
Aldi juga sudah menyelesaikan pembayaran. Aldi menggenggam tangan Dina tidak jauh dari kasir .
" Din...,Aldi ."
Dina hanya diam .
" Kamu dari mana selarut ini?, " ujar Aldi .
" Baru pulang kuliah ," ujar Dina.
" Kamu tinggal di mana selama ini?tanya Dimas ".
" Di apartemen dekat sepupu ku Bian dan Claudia
," ujar Dina .
Lama mereka terdiam .
Sebuah suara memanggil Dina .
" Ehhh Dina....," ujar emak Rina .
" Malam tante...," ujar Dina .
" Kamu sama siapa kemari.Sudah makan?tanya mama Aldi ".
" Yuk...tante traktir kalau belum makan," ujar mama Rina .
" Makasih tan...Dina sudah makan . Permisi tan...sudah malam ," ujar Dina.
"Mari mas antar Din...," ujar Aldi .
" Gak usah mas , Dina pinjam mobil Bian..." ujar Dina .
Dina menayap perempuan cantik mendekat dengan Aldi . Dina pun melangkah. Mungkin memang mereka harus berbicara dan memutuskan hubungan mereka. Dina tidak mau, menjadi penghalang buat keluarga Aldi .
Di sepanjang Jalan , air mata Dina mengalir .
😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭
Jangan lupa like
vote
__ADS_1
koment
happy reading guyssss