Perjuangan Seorang Dokter

Perjuangan Seorang Dokter
Kepercayaan


__ADS_3

Dina memandang Aldi .


" Ah....ngarang dech tuan...mana ada yang suka sampai segitunya deh...ujar Dina . "


" Jangan percaya deh mas....beneran...ngomong jg hanya ketika berpapasan dan gak gimana - gimana . "


" Iya...mas percaya."


" Mereka memang menyukai mu, mas juga tau. Ucapan tuan pemilik swalayan benar Din. "


" Selesai S2 spesialis, , kita balik Indonesia atau menurut mu bagaimana yaaang, kita baiknya dimana? ".


" Sebelum menikah denganmu mas...aku punya niat mengasingkan diri ke Afrika . Tetapi sesudah menikah, gak mungkin kan kita ke Afrika . Bisa komplain keluarga kita ."


" Kalau di Canada suasananya gimana mas ? "


" Kotanya lebih sumpek , padat, dan jadwal super padat double dari rumah sakit ini . Awal praktek disana , bobot mas sampai turun 10 kg, selain patah hati, pacar tunangan, kesibukan seperti di buru waktu . Tapi mas banyak di tempa profesor , menjadi seperti saat ini . "


" Kalau kamu sangat dilindungi dokter Derren ".


" Mas mirip mata - mata, ujar Dina".


" Mas selalu merindukan mu Din....melihatmu sudah cukup bagi mas, walau dari jauh ."


" Sampai segitu nya? ".


" Hmmmmm....papa menyerah ketika melihat mas memandangmu. Papa merasa sangat bersalah . Apalagi saat mendengar kamu tunangan, mas sangat tidak percaya diri dan brewokan, seperti gelandangan kata papa dan mama ."


" Mas kehilangan dunia mas , sangat takut begitu tunangan kalian akan menikah , mas sangat tertekan dan ternyata 2tahu. lebih itu tidak terjadi, mas mulai menyelidiki apa yang terjadi . Sampai mas tau kalian punya hubungan yang unik, ketika pesta Aisyah , mas tidak sengaja mendengar pembicaraan kalian . Mas gak akan melepaskanmu Din...., tidak akan . "


" Kita masak apa hari ini mas....dina mengalihkan pembicaraan ".


" Makan rumput...hehehehehe....".


" Jangan ngejek sampai segitunya....ujar Dina ."


Aldi memeluk pinggang Dina . Membelai rambut Dina sambil menuju mobil . Sudah lima bulan Dina pindah ke apartemen barunya,tidak lagi tinggal di seputaran apartemen di dekat rumah sakit .


Dina pingin suasana baru, apartemen ini miliknya Bian .


" Dina aja yang bawa ya....ada singgah ke beberapa tempat. Mau jemput baju laundry, mau beli roti , dan juga mau beli ....."


" Rumput....hehehehe".


" Ya benar...rumput . "


" Mas aja yang bawa, mas tau kamu singgah dimana aja ."


" ihhhh mas mirip paparazi deh...seyeeem ,".

__ADS_1


Aldi mengacak rambut Dina .


" Mas membuntuti Dina ya? tanya Dina ."


" Hmmmm ....kalau rindu mas menumpuk , semua pada tau...mas akan melakukan hal bodoh , melihatmu dari jauh . Kadang mbak Elsa yang nemani , kadang mbak Ratih , seringan papa yang nemani, kami ngobrol layak nya teman . Papa semakin menyukai sosok mu ketika begitu banyak buket bunga , cokelat dan aneka makan yang di kirim pasien dan pengagummu . Papa bilang , mas harus gigih berjuang, bisa sembuhkan mu , agar semua nya indah . Tapi papa juga berdoa kita kelak mendapat keturunan .


Papa melihat mu sendiri berdansa dengan oma dan opa , menyuapi mereka , kamu cekatan dan dokter berbakat , papa salut melihat mu ."


" Papa bilang ...hanya wanita kuat yang bisa menahlukkan hati mas , dan piliha mas tidak salah . "


Aldi merasa dunia nya sudah kembali .


" Gimana cafe di Jerman mas? tanya Dina."


" Mereka merindukan masakanmu Al....banyakan pegawai baru, karena pegawai lama, mereka sudah bekerja selama masa kuliah dan sudah banyak yang menyelesaikan kuliah mereka . Masih ada pengganti mereka mahasiswa indonesia juga . Sudah lama di ajari Dwi, Adit, juga pegawai lama lainnya ."


" Kita balik ke Jerman aja gimana yaaang? tanya Aldi . "


" Gak mikir gimana - gimana dulu mas. Semua serba gantung, kelar semua baru bisa mikir . "


Dina membuat salad buah, memasak nasi liwet , ayam goreng dan udang goreng buat makanan mereka siang itu .


Aldi membantu Dina mencuci piring setelah mereka selesai makan .


" Mas akan menyuntikkan beberapa serum....ini wajib kamu dapatkan 1 bulan sekali Din . "


" Disuntik sekarang aja ya...".


Aldi mengambil 3 botol serum dan Dina pun berbalik , Dina menahan nafasnya , terlalu sering di suntik membuatnya selalu merasa tidak nyaman .


" Sudah yaaang...ujar Aldi".


Aldi berbaring di samping Dina, memandang wajah Dina yang sangat Di sayangi.


Aldi membelai wajah Dina. Kemudian mengecup pipi wajah Dina .


Aldi kemudia mencium tekuk leher Dina, Membelai punggung Dina. Aldi dan Dina saling menatap, Aldi membalikkan Dina menjadi di bawahnya saat ini.


Aldi perlahan membuka bajunya, Aldi kembali menautkan ciuman panas nya ke seputar leher dan wajah Dina .


Siang itu menjadi begitu bermakna, dimana mereka melakukan peleburan. Dina menahan kesakitan ketika semuanya terjadi .


Aldi membersihkan badan Dina, dan meletakkan Dina di sofa, Aldi menukar seprei karena sudah terdapat bercak darah .


Dina hanya diam.


Aldi menggendong Dina , membaringkannya di tempat tidur.


" Makasih sayang, kamu memberikan hal yang terindah bagi mas ."

__ADS_1


" Mas pernah meniduri wanita selain Dina ? ".


" Gak....".


" Yakin jujur? ".


" Yakin sayaang.....kamu yang pertama bagi mas ,".


Tiba - tiba bunyi suara handphone berbunyi.


" Hallo bu....".


" Yaaaahhhh....ganggu aja deh. "


" Gimana ...sakit kan.....? "


" Ihhhh...apaan sih...ganggu aja....".


" Berapa ronde Din ?"


" Mel....kamu mirip reporter dehhhh...harusnya bagi resep, langsung jadi hasilnya, wkwkwkwkwk ."


" Tenang, suamimu paling jago, mau kembar 2, kembar 3 , mau gaya gimana top...kamu yang ajarin aku Din...".


" Udah ah... pasti kamu juga barusan nelepon Aisyah kan...kena semprot juga sama Aisyah, "


" Aisyah bukan nyemprot aku, aku bohongi dia, bilang ke Aisyah semuanya enak , gak sakit, dia nangis - nangis karena aku bohongi hahahahahah...".


" Dasar...usil....ujar Dina. Udah ganggunya ?".


" Istirahat dulu , maklum baru lembur, wkwkwkwkwk ."


" Butuh obat gak? "


" Ih.....udah ah...lama -lama otak bisa rusak ngomong sama dokter anak setengah gagal...hihihihi...."


" Tenang say...nih udah balik nyambung kok . Maklum dokter berbakat, sudah di cari ."


" Kamu sangat cocok jadi dokter anak Mel...kamu melucu, tukang gangguin, makanya Jack gak bisa ke lain hati, maklum barang antik , hahahahhaha...".


" Bye dulu, besok aku wawancara lagi, gimana kesan jadi isteri di hari ke 2 nya Din...".


" Kurang kerjaan dehhhhh...ujar Dina mematikan telepon Melani."


🙈🙈🙈🙈🙈🙈🙈🙈🙈🙈🙈🙈🙈🙈🙈🙈🙈🙈


Jangan lupa like


vote

__ADS_1


koment


__ADS_2