
Sudah 3 minggu mereka dalam kuliah percepatan. Aldi, Dina , William, Dewa dan Melani erlihat sangat sibuk. Mereka banyak menghabiskan waktu mereka diperpustakaan,di lab ,berbagai pelajaran di pres dan begitu banyak tumpukan tugas.
Besok , Aldi akan wisuda dengan gelar bisnis dan hukumnya . Emak Rina dan Babe Damar Wijaya sudah tiba. Aldi tinggal di rumah kediaman orangtuanya .
Dina bergabung dengan Melani malam ini , Dina tidur di apartemen Melani .
Emak Rina duduk di ruang keluarga . Mendekati putranya .
" Mama mau kenalkan kamu dengan anak teman mama," ujar mama Raisha .
" Mama apaan sih...," ujar Aldi .
" Sekedar kenalan kan boleh Al...temenan dulu...," ujar mama Raisha.
" Dia anak relasi papa," ujar papa Damar .
Aldi belum berterus terang, sudah 2tahunan menjalin hubungan dengan Dina . Aldi juga tidak pernah mengatakan keluarga kakek dari papa Dina millyoner.Yang mama dan papa nya tau , keluarga Dina sederhana .
" Lusa akan ada pertemuan bisnis . Temani mama dan papa,ujar papa Damar ."
" Aldi banyak tugas pa...," ujar Aldi berkilah .
" Tugas seperti apa yang gak bisa di tunda . Sediakan waktumu boy...," ujar papa.
Aldi meninggalkan ruang keluarga dan memasuki kamar tidurnya .
Bian menghubungi Dina. Besok kakek nya akan mempertemukannya dengan Dimas , Claudia dan Bian. Setelah pertemuan beberapa minggu yang lalu di tunda akibat kesibukan Dimas. Dina masih di gempur mempelajari bisnis di kantor dan si sebuah lembaga berlisensi dan penghasil pengusaha pengusaha hebat .
Dina hanya punya waktu sebentar, melihat proses wisuda Aldi . Karena Kakek akan bertindak , memindahkan Dina ke rumahnya, jika Dina tidak patuh .
Aldi mengirim Wa ke Dina .
" Yaaaang...besok wisudanya pukul 11 perkiraan giliran mas , " ujar Aldi .
" Dina gak bisa lama ya mas.Soalnya kakek ada menyembunyikan sesuatu,ujar Dina."
"Mas akan keluar besok dari barisan.Kita foto - foto dulu yah...," ujar Aldi .
" Apa bisa?" tanya Dina .
" Yah bisa dong....kan mas kamu," ujar Aldi tertawa dalam Video call nya .
" Aku masih berjuang mas....sekolah bisnis ku semakin di pres. Sama seperti sekolah kedokteran ," ujar Dina merengut.
" Sabar....gak terasa ketika koas kamu sudah selesai pendidikan nya," ujar Aldi .
" Hmmmm....," ujar Dina.
" Tidurlah yaaang...sudah pukul 11 malam.Mimpikan mas yah...mimpi yang indah," ujar Aldi .
__ADS_1
" Hmmmm...bye sayang...ujar Dina."
" Bye.....," ujar Aldi.
🌞🌞🌞🌞🌞🌞
Pagi pun datang, Aldi sudah terlihat gagah memakai jas nya. Demikian juga dengan papa Damar dan mama Rina .
Aldi langsung menuju kampus, setelah melihat jam tangannya menunjuk pukul 9 pagi. Aldi tidak singgah ke apartemen Dina. Karena Dina sedang perusahaan kakeknya sejak jam 7 pagi . Sang kakek menuntut Bian,,Claudia, Dimas dan Dina untuk berkumpul .
Dina memasuki ruangan sang kakek .
Sang kakek melihat penampilan sederhana Dina sangat marah .
Tugasmu Bian...Caludia , siang nanti ke mall . Cari baju kerja seperti mu Caludia , dari desainer Livia . Ini kartu debit dan kqrtu kredit tanpa batas. Sekarang apapun keperluanmu beli dengan menggunakan kartu ini . Jangan pakai sepatu dan baju seperti ini lagi , ujar sang kakek.Bawa besok Dina ke salon kecantikan. Full perawwtan Bian. Di sqlon temanmu, ubah penampilan Dina,ujqr sang kakek.
" Kek...Dina nyaman seperti ini ."
" Kamu itu cantik.Cucu kakek satu satunya.Kalau dulu kamu bisa berpenampilan biasa karena papimu pembangkang. Kalau sekarang kamu pewaris harta kakek satu satunya . Liat sepupumu semua dengan pakaian berkelas. Kakek gak mau kamu di sepelekan siapapun, ujar kakek ".
" Baiklah kek...," ujar Dina .
" Lusa akan ada pertemuan dengan rekan bisnis kakek. Kakek mau kamu mencari dres yang cocok buat penampilan Dina pertama di pertemuan bisnis. Dan kakek akan mengenalkanmu dengan relasi bisnis kita ," ujar kakek tersenyum .
" Baiklah kek...," ujar Dina.
" Kamu kuliah sampai pukul berapa besok Din?," ujar Claudia .
Kelas bisnismu kan di sore, siang kamu akan ku bawa ke mall beutiq Livia yah...," ujar Dina .
" Baik Clau...," ujar Dina pasrah.Demi cepat ke kampus .
" Kek...Dina ke kampus yah...," ujar Dina .
" Baiklah...hati hati ."
" Kamu naik apa?" tanya Bian .
" Taxi..," ujar Dina .
" Pulang dari kampus kabari Bian. Pergilah ke showroom mu Bi...suruh adikmu pilih mobil yang paling keren dan up to date."
" Kek...jangan berlebih....," ujar Dina .
" Tidak...kamu harus mendengar kata kata kakek, " ujar kakek.
Terlihat Dina bersungut sungut pamit dan meninggalkan kantor kakeknya .
Sementara di kampus , Melani, Dewa, sudah sibuk menunggui Dina. Dina sengaja menyuruh Bian jauh menurunkannya. Namun Bian ngotot mengantarkan Dina di gerbang .
__ADS_1
Dina melambaikan tangannya. Menuju tempat Dewa dan Melani .
Terlihat sebuah mobil mewah dan seorang wanita berkelas turun dari mobil. Memasuki gedung dan menyerahkan undangan ke panitia .
" Lu gak di bagi Aldi undangan nya Al ? tanya Melani ".
Dina menggeleng, kami gak ketemuan ," ujar Dina.
Pakaian Dina biasa saja pakai blezer dan layaknya pakaian pegawai kantor biasa .
Terlihat Aldi menghampiri mereka . Aldi menyuruh Melani memfoto dirinya dan Dina .
Aldi terpilih menjadi mahasiswa terbaik. Dengan nilai tertinggi. Tepukan beberapa saat yang lalu Aldi dapatkan dari teman temannya, para orangtuandan dosennya. Pemberian penghargaan juga diterimanya .
Papa dan mama Aldi sangat bangga dan senang. Setelah acara ini Aldi langsung keluar dari barisan tempat duduk .
Sesudah berpose berdua,mereka juga berfoto ber 4, Dewa , Melani, Aldi dan Dina. Tiba tiba orangtua Aldi datang dengan seorang gadis lumayan cantik dan imut. Berambut panjang,sepertinya orang asli Indonesia .
Mama Rina dan papa Damar mendapat salam dari ke 3 teman Aldi .
" Al..kenalkan...ini anak relasi bisnis papa, namanya Lusi, " ujar papa Damar .
Mama Rina memegang tangan wanita itu,mereka pun bersalaman . Terlihat Melani bengong , memandangi Dina .
Dina baru menyadari , akan semua itu. Tiba tiba Caludia menelepon Dinax.
" Ya Clau....," ujar Dina .
" Aku sudah di kampusmu Din...keluarlah. Waktu kita mepet. Aku sudah menelepon butik,lagi banyak baju keluaran terbaru. Kamu jangan mengecewakan kakek ," ujar Caludia.
" Baiklah Clau, aku sudah selesai. Dalam 5 menit akan menuju ke pintu gerbang . Gak usah masuk. Nanti bakalan heboh ," ujar Dina pelan .
" Baiklah Girl...cepetan...aku bukan orang yang sabar."
" Iya...iya...," ujar Dina.
" Al...emak dan babe...permisi,Dina pamit.Masih ada kegiatan ," ujar Dina berkilah.
" Ku juga pamit Al...," ujar Melani dan Dewa.
" Selamat ya Al...,"ujar mereka seperti kompakan."
Melani menggenggam tangan Dina. Perlahan air mata Dina menetes di wajahnya,dia biarkan begitu saja .
😢😢😢😢😢😢😢😢😢😢😢😢😢😢😢😢😢
Jangan lupa like
vote
__ADS_1
koment