Perjuangan Seorang Dokter

Perjuangan Seorang Dokter
Hadiah Terindah 2


__ADS_3

Sudah 4 hari Dina di rumah sakit , karena Dina tidak mau berpisah dengan Gwen, Dina memutuskan tetap di rumah sakit sampai ketiga bayi mereka memiliki berat badan menurut standart, dan jika sudah di okey kan bisa ke tiga baby di bawa pulang , Dina akan bawa mereka sekaligus .Dina tidak bisa meninggalkan puteri bungsu kesayangan nya di rumah sakit .Dina gak mau , dan Aldi menyetujuinya.


Sambil bertugas , Aldi bisa mengawasi keluarga nya . Rumah sakit memberi kejutan berupa foto keluarga kecil Aldi ,di rumah sakit di pajang dan ucapan selamat di berbagai media di tujukan buat keluarga Dinata dan keluarga Wijaya , dari para relasi perusahan .


Sekitar seminggu , ketiga baby sudah di ijinkan di bawa pulang, Semua menyambut mereka dengan gembira . Bahkan keluarga Aldi memberikan 1 mansion di depan kediaman Dina dan Aldi buat keluarga Dina , begitu juga sebaliknya , keluarga Dina memberikan Dina memberikan 1 mansion buat keluarga Aldi .Kalau merkea lagi kangen dan mau menjaga triple , mereka gak jauh ,tinggal melangkah, dan sampai di kediaman triple .


Kesibukan pun melanda , dikala musim hujan , pakaian Gwen , Warren dan Kenzie menghiasi rumah , dimana - mana seperti gabah gabah hiasan natal .


Semua pada tertawa , karena masih kecil ,Dina belum mau memakaikan pempers pada ke 3 baby nya .


Terlihat mama Aldi , dan mama Dina membereskan peralatan bayi , Dari mencuci botol susu bergantian , menyuapi Dina bergantian . Padahal Dina risih di suapi . Mereka bilang , sambil beri ASI pada anak , Dina harus mengisi perut ,karena jadwal ketiganya ASI bisa lama .Perut Dina jangan kosong , murah masuk angin .


Dina terharu melihat baiknya mama Aldi , dan juga mama nya.Mereka bergantian memasak makanan, jadi kedua bibi fokus membantu memegang Ke 3 bayi mereka .Tangisan bayi selalu menghiasi kamar sang bayi , keluarga mereka akan tertawa melihat ketiga baby tersebut .Apalagi Gwen, sangat menggemaskan , selalu mendapat perhatian lebih .Bian sangat menyayangi Gwen, Kenzie dan Warren .


Siang itu , Dina sangat lelah , karena Ketiga bayinya baru diberi vaksin , ketiga bayinya lumayan rewel ,


Aldi sangat sabar menemani Dina , menyuruh Dina istirahat di kamar mereka , dan Aldi di bantu kedua bibi merawat ketiga anaknya.


Tidak terasa , usia ketiga bayi sudah 3 bulan , Melani sering mencek keadaan ketiga baby Dina dan Aldi . Melani sangat menyukai Gwen , Gwen sangat cantik .



Dina menikmati perannya mengurus ketiga baby nya , terlihat baju kemeja selalu menemani kesehariannya , menjadi sapi buat anak - anaknya , karena ketiga anaknya selalu bergantian mendapatkan ASI darinya. Karena ada keturunan blasteran , Ke tiga anak nya ada berwajah bule . Ketiga anak Dina tidak kembar identik , Gwen selalu menjadi pusat perhatian , karena kelucuannya . Kenzo jarang senyum , tetapi sangat tampan , sedangkan Warren suka tersenyum dan menggemaskan .


Sebenarnya , Dina sangat merindukan kembali ke profesinya , setiap pagi , ketika melihat Aldi bergegas , sorot mata Dina merindukan suasana rumah sakit , Dina merindukan semua , Dina ingin menjadi seorang dokter dan juga seorang ibu . Dina sangat bahagia bisa menolong banyak orang .

__ADS_1


Aldi mengetahui isi hati sang isteri , Aldi mengajak keluarganya berembuk , dan juga keluarga Dina .


Sore itu keluarga Dina dan keluarga Aldi berkumpul di ruang keluarga , karena weekend , mereka memang rutin melakukan makan keluarga bersama .


" Apa kamu mau kembali bertugas di rumah sakit nak ? " tanya mama Aldi .


Dengan perlahan, Dina mengangguk .


" Tapi , gimana dengan tripel ma....," ujar Dina.


" Jarak dari rumah ini ke rumah sakit hanya 15 menit , kalau kamu merindukan bayimu , dikala makan siang , masih bisa melihat mereka .Hanya batasi jam pekerjaan mu nak , karena kamu juga seorang ibu buat ketiga anak kalian dan seorang isteri yang harus memperhatikan suamimu . Aldi juga demikian ."


" Berapa lama lagi sekolahmu selesai Al....? tanya sang mama ".


" Sekitar 5 bulanan lagi ma...,karena ada percepatan , karena Aldi juga sudah menemukan serum sebagai objek hasil penelitian .


" Iya ma...., 1 tahunan lagi baru selesai ma....kalau ada percepatan, Dina bisa mengikutinya ."


" Kalian masih mempunyai kami , keluarga kalian . Kami akan menjaga tripel , tripel tidak akan kekurangan kasih sayang . Kalian juga wajib di tengah kesibukan memperhatikan mereka . Jika mereka sakit , salah satu dari kalian permisi atau juga cuti kerja , ujar mama Dina."


Aldi dan Dina mengangguk .


" Kamu sudah berjuang mendapatkan gelar , mama menghargai usahamu nak , dan tetap lah berkarya , karena dokter berbakat seperti kalian sangat susah di temui ."


" Di rumah ada kakek, papa , kami akan menikmati masa tua kami dengan cucu , tenang saja ."

__ADS_1


" Mama kalian juga mau menikmati masa tua. ketika ke 8 cucu berkumpul , itu kebahagiaan kami nak . Anak mbak Elsa dan Ratih hanya datang di weekend , anak mereka juga sudah besar mbak nya Aldi , juga bisa jagain triple bantuin mama , " ujar mama Aldi .


Mata Dina berkaca - kaca , Dina sangat bahagia , keluarganya memahami perasaannya . Aldi memeluk Dina dengan erat , Aldi menghapus air mata Dina .


" Jangan nangis yaaang....apa mau di cabut kembali , ijin prakteknya ?" canda Aldi .


Dina memukul perlahan dada bidang Aldi .


" Stok ASI Dina kan ada di kulkas , jadi ke 3 bayi akan aman , " ujar mama Aldi .


" Bi Oni dan bi Siti juga selalu pandai ma, mengajari Dina . Ketika perut Warren kembung , bi Siti tau mengatasinya bagaimana ."


" Mereka sudah terbiasa mengasuh Aldi , dan anak mbak mu , jadi udah paham . Mereka selalu mengajari anak - anak mbak mu menyayangi orangtuanya , anak mbakmu semua sayang sama mama dan papa nya , walau mereka sibuk seharian , tetapi mbak Ratih atau mbak Elsa dan suami mereka , tetap meluangkan waktu , selalu setiap hari pada anak -anaknya . Jangan kawatir , anak kalian lebih dekat dengan mereka . Itu tidak seburuk pemikiran dengan kasus berbeda. Mereka sangat bisa menempatkan situasi , jika ada pertunjukan di sekolah, kalian harus datang ber dua melihat pertunjukan anak kalian , setiap hari kalian akan mengantarkan anak kalian ke kelas jika sudah bersekolah , kalau menjemputnya bebas keluarga yang lain , tidak masalah ."


" Kalian butuh menyeimbangkan antara pekerjaan dan keluarga . Kalian harus bisa membagi waktu untuk ketiga anak kalian, untuk keluarga kecil kalian, " ujar sang kakek .


Masalah pun terselesaikan .


Aldi dan Dina tersenyum , mereka bahagia orangtua mereka memberi wejangan pada keluarga mereka .


❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤


Jangan Lupa


Like

__ADS_1


Vote


Koment


__ADS_2