
Siang itu,Aldi dengan santai memasuki rumah sakit.Tersenyum melihat aksi pacarnya menangani pasien kecelakaan.Dina sangat cekatan,dan pihak UGD mengatakan dia seorang wonder women.Gayanya tomboy,membuat para perawat menyukainya.Sepatu kets nya selalu kotor,dan sebanyak apapun kerjaannya,stok sepatu bersihnya selalu menghiasi kakinya setiap pagi.
Ketika jam istirahat tiba,Dina melihat Aldi sudah menatap nya sedari tadi.
"Lama nunggu mas?ujar Dina...."
"Hmmmm...lumayan.Liat aksi calonnya mas,bisa tembus nih 5 bulan lagi kelar koas nya,ujar Aldi".
"Amin....."
"Mas gimana ,dipindah ke shift malam?ujar Dina."
"Lumayan santai di malam Din....kan kita selalu rolling ."
"Kalau malam tugas,pakai jaket,ujar Dina."
"Perhatian banget pacarnya mas...ujar Aldi tersenyum."
"Kita makan disini aja ya....di ruangan ini.Mas tadi masak buat kamu,ujar Aldi."
"Di taman balkon atas aja mas.Anginnya enak....gak serame di ruangan,ujar Dina".
Aldi dan Dina bergandengan tangan ,menuju balkon.Dia selalu bahagia bersama Aldi.Aldi orang yang sangat sederhana.Dan perhatian Aldi dari dulu tidak pernah berubah.Mau bagaimanapun keadaan,Aldi semakin menyayangi Dina.Dan Dina menyadari itu semua.
"Makanlah....aaa....ujar Aldi."
Dina membuka mulutnya.Dina pun menyuapi Aldi.
"Mas....bulan depan kan kita sudah liburan natal.Pasukan belalang tempur ngajak reunian.Mas sudah baca Wa?ujar Dina"
"Sudah...ujar Aldi."
"Kita buat basecamp di cafe aja ya mas.Cafe kita gimana mas?tanya Dina."
"Mereka merindukan masakan sang koki handal...ujar Aldi.Termasuk mas sendiri yang sudah lama gak dimasakin".
"Besok kan weekend,tenang aja mas.Sekolah bisnis sudah selesai ujiannya.Dan ku udah kulus.Wisudanya bulan depan loooo.....ujar Dina".
"Hmmmm akhirnya.....selesai juga...ujar Aldi."
"Kita tinggal kelarin koassisten(disingkat Koas)dan internship kita fokus ambil spesialis ya mas...ujar Dina."
"Hmmm....ujar Aldi".
Aldi menyuapi Dina,mereka makan sambil tertawa dan bercanda.Aldi kepedesan memakan sambal dari ayam yang dia masak.Bibirnya memerah dan Dina tertawa memberikan jus nya.
"Hasil cek rahim gimana Din?ujar Aldi".
Dina hanya diam.
"Kamu beberapa kali pingsan lo Din...saat Haid.Hasilnya tunjukin sama mas.....ujar Aldi dengan wajah serius."
"Mas....hasilnya ini,ujar Dina."
"Kista.....ujar Aldi."
"Hmm....makanya sakit kalau setiap haid.Dan sering gak teratur."
"Kita bahas di rumah saja ya mas.Besok...ujar Dina."
"Aldi sudah banyak membaca literatur soal masalah kandungan.Dia juga sudah bisa menebak hasil yang di alami Dina."
"Jangan banyak pikiran....ujar Aldi mengusap wajah Dina."
__ADS_1
"Dina mencoba menyembunyikan perasaan galaunya."
"Hasilnya kapanmkeluar?ujar Aldi".
"Tadi mas...Dina ambil ke dokter Merry,ujar Dina".
"Mas sangat menyayangimu,ujar Aldi.Sejak Sma sering kamu kesakitan sewaktu haid.Juga pingsan.Setelah koas ,ada beberapa kali di apartemen juga pingsan.Mas sangat kawatir,ujar Aldi".
"Kita bicarakan besok aja ya mas....please...ujar Dina".
Aldi pun mengangguk.
Dina kembali bertugas,Aldi pun kembali ke cafe dengan membawa hasil pemeriksaan Dina.
Dina sehabis kerja menuju cafe and resto milik Aldi.Dina hanya 2 bulan tinggal bergabung di apartemen dekat Bian dan Claudia.Dina sangat merindukan Melani dan Aldi.Dina sudah terbiasa dengan mereka.
Dina memasak aneka ayam goreng,ayam wijen,tumis kangkung,tumis brokoli,sambal udang dan udang tauco.Dina mengantar makanan buat Aldi.Dimas minta ketemuan dengan Alya.Alya sering menolak ketemuan.Karena Alya lebih nyaman di apartemen.
"Mas....Dina tidur di cafe ya...ujar Dina."
"Hmmmm.....jangan tidurnya larut,ujar Aldi"
"Beres...ujar Dina tersenyum".
"Manis banget senyuman pacarnya mas.Gula merah pun kalah...ujar Aldi".
"Mulai gomballlll ujar Dina"
"Serius yaaang...ujar Aldi manja".
Dina hanya tertawa melihat kekasihnya.
Pagi itu,Aldi sudah mandi sepulang koas.Aldi tidur di samping Dina.Aldi memeluk tubuh kekasihnya.
Aldi menggelitiki pinggang Dina.
"Ampun...mas...ujar Dina".
Dina berlari ke kamar mandi.
Mereka sarapan sambil menatap bangunan dari balkon lantai 2.
"Mas....hasilnya tidak begitu baik.Dina akan kesulitan mempunyai keturunan,ujar Dina.Mas...baiknya kita pisah saja...ujar Dina.Kita temenan aja seperti dulu."
"Kamu apaan sih Din...kamu di anjurkan kan berobat.Jangan mikir kejauhan,ujar Aldi".
"Mas...mas anak satu satunya laki laki.Dina gak mau egois,kalau Dina tidak bisa mengandung gimana?"
"Dokter belum menganjurkan operasi bukan?jadi lakukan pengobatan dahulu,ujar Aldi".
"Air mata Dina menetes di pipinya."
"Mas tau...kamu takut Din.Mas akan menemanimu sampai kapanpun.Apapun keadaanmu mas sudah siap.Mas akan mengambil spesialis di Canada,ujar Aldi."
"Kamu mau kan kita ambil spesialis di Canada?tanya Aldi".
"Kakek gak kasi ijin,ujar Dina."
Aldi dan Dina melihat teman mereka satu persatu tiba.Sire nanti mereka akan berangkat menuju sebuah penginapan buat berkemah.Dan subuh mereka akan mendaki gunung.
Wesliy menatap wajah Dina.Sorot mata Dina mengandung kesedihan yang Dina tutupi.
"Din....masakin nasi goreng dong....ujar Wesliy"
__ADS_1
"Yuk...ujar Dina."
"Kalian gak mau?tanya Dina".
Semua menggeleng.
Dina dan Wesliy menuju dapur.
"Gak mau pakai bawang,gak mau pakai pre sup,ujar Wesliy".
Dina menggelitik wajah Wesliy dengan daun sup.Wesliy tertawa dan Dina menyuruh Wesliy mengiris bawang.Dina tertawa,ketika melihat Aldi matanya menangis.
"Kenapa bawangnya di kupas gini banyak Din?tanya Wesliy".
"Buat masak acara kawinan besok Wes...ujar Dina ngakak".
"Din...nih udah banyak ,kamu ngerjain deh...ujar Wesliy menutup matanya."
Dina mengambil tisu,kemudian melap air mata Wesliy.Kemudian membasuh mata Wesliy dengan handuk basah.
"Mata nya kenapa bang?ujar Dina menahan tawa".
"Kejedot periuk dek...ujar Wesliy ".
Mereka berdua tertawa.
Dina pun mulai memasak .
"Kenapa sedih?ujar Wesliy."
Dina menggeleng.
"Wes...kamu ambil spesialis apa nanti?"
"Spesialis kandungan,ujar Wesliy."
"Setuju pakai banget.Obati aku ya Wes...ujar Dina."
""Kamu sakit apa Din?ujar Wesliy."
Dina terdiam menunduk,sambil mengaduk masakannya.
"Kista...ujar Dina".
"Apa kamu takut Din?tanya Wesliy".
"Aku sudah konsul di 2 dokter ,mereka bilang,aku akan susah punya anak Wes.Aku di beri waktu berobat 1tahun ini,mau diliat perkembangan nya seperti apa,ujar Dina".
"Kamu menghindari Aldi,ujar Wesliy".
"Dia anak laki laki tunggal Wes.Aku gak mau menghancurkan harapan orang tuanya,keinginan setiap pria menikah kan punya penerus,ada baiknya aku menjauh Wes...ujar Alya."
"Kamu yakin Din?ujar Wesliy".
"Selama ini...aku takut cek.Sejak dari SMA haid ku gak lancar Wes,kadang gitu datang sakit banget.Lain lagi mau sampai pingsan.Aku rasa,mama membohongiku selama ini.Memberi berbagai macam obat,dengan berdalih vitamin.Tapi aku terkadang makan,terkadang gak.Gak gitu peduli ,ku pikir hanya vitamin,ujar Dina menunduk".
🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁
Jangan lupa like
vote
koment
__ADS_1