Perjuangan Seorang Dokter

Perjuangan Seorang Dokter
Persaingan Para Pria


__ADS_3

Melani sangat senang.Karena dia baru tau ,siapa pemenang pada game ke 2.


Dina masih mendiami Melani,karena kekonyolannya.Dina malahan duduk di sebuah pojok,sambil memandang area rooftop.Resepsi di laksanakan di tempat yang sama.Begitu banyak tamu yang datang,Dina bahkan melihat Dimas disana.


"Din....,"ujar Dimas.


"Mas Dimas....mas sama siapa kemari?,"tanya Dina.


"Sama Bian.Tuh Bian lagi ngobrol dengan temannya,"ujar Dimas.


"Kenapa bisa sampai kemari?,"tanya Dimas memperhatikan sosok Dina yang begitu cantik dan anggun.


"Aisyah teman SMP dan SMA Dina mas...,"ujar Dina.


"Tunanganmu mana?,"tanya Dimas.


"Tadi lagi bicara dengan rekan nya mas...,"ujar Dina.


"Kesempatan deh....yuk temani mas berkeliling sebentar,"ujar Dimas.


"Malas ahhhh....asik di tanyai,kapan nyusul,kapan nikahnya,kelamaan tunangan ,telat nikah anak lama besar.Disini aja deh mas,"ujar Dina.


Bian melihat sosok sepupu yang sangat dia rindukan.


"Haiiiii cantikkkkk...anggun banget sih kamu..."ujar Bian.


"Gak ada uang receh mas...,"ujar Dina.


"Uang dollar,cek,giro juga gak masalah...,"ujar Bian.


Seorang wanita mendekati mereka.


"Bi....lama gak ketemu...,"ujar sosok itu.Sangat sexy dan berkelas.


"Hai...dah lama gak ketemu,apa kabar?"


"Baik...ujar wanita itu.Ini pacarmu Bi?,"tanya wanita itu.


"Gak...sepupu aku,"ujar Bian.

__ADS_1


"Cantik....,"ujar wanita itu.


"Kenalkan Din..ini Sarah,dia seorang dokter di Canada.Cantik bukan?,"ujar Bian.


"Kalau cantik yah di dekati mas...di pacari....nih jomblo melulu,"ujar Dina tertawa.


"Dianya jatuh cinta sama seorang dokter.Ceritanya gitu sih....,"ujar Bian.


"Kelaman di tikungan deh...,"ujar Dina tertawa bareng Dimas.


Dimas memberikan mini cake kesukaan Dina.


"Enak ...,"ujar Dina.


"Kamu kenapa semakin kurus?,"tanya Dimas.


"Kurang makan,hehehehe...,"ujar Dina.


"Rumah mu sudah mau rampung Din...,"ujar Bian.


"Ciyeeee...kapan nih grand openingnya...,"ujar Dimas.


"Jangan belagu,gitu Dina beli tanah disana,langsung deh pengintai beli tanah juga,"ujar Dina kesal.


"Tajir melintir bebas deh....,"ujar Bian.


Sarah memandang Dina.Sosok Dina begitu sangat memikat,tidak mau begitu menonjolkan kecantikannya.Padahal dia jauh sangat cantik dari pada nya.


"Di balik dres ini akan menyibak sebuah rahasia,"Bian berlutut dan membuka bawahan rok Dina.


Dimas dan Bian sama -sama ngakak tertawa.Demikian juga Sarah.


Terlihat sepatu flat,yang Dina kenakan.


Wajah Dina memerah menahan rasa lucu,karena dia sangat tidak suka pakai high heels.


"Selalu seperti ini.....Dres panjang gini selalu jadi pilihan.Tetapi kalau sudah pertemuan para pemegang salam,kaki jenjang mu akan menghipnotis setiap mata,juga sepatu heels tak lepas.Kalau gak kakek akan marah.


"Ke ingat pertemuan pertama pemegang saham,Dina memakai sepatu kets nya.Kakek marah dan menyita sepatunya.Jadinya nyeker deh ke mana mana,"ujar Dimas terkikik tertawa.

__ADS_1


"Duhhhh...ternyata sampai segitunya ujar Derren tertawa.Mas pikir...mas aja yang mengetahui rahasia ini,"ujar Deren meletakkan tangannya di pinggang Dina.


"Sudah makan?"tanya Derren.


"Belum mas..."ujar Dina.


"Kalian gak makan?keburu habis nanti,"ujar Dina terkikik.


"Yukkkk....ku juga lapar,"ujar Bian.


"Kamu gimana Di?,"ujar Dina.


"Patah hati lagi,baru juga 15 menitan,pangeranmu sudah datang,"ujar Dimas.


"Makan sama yukkkk....udah lama kita gak satu meja ber 3.Keingat si mbok Kasih sampai makan hati.Liat kita bertengkar berebutan makanan,hahahaha.....aku merindukan masa itu,"ujar Dina mengingat tingkah mereka,membuat sang kakek menghukum mereka ber tiga.


"Ingat,ketika Dina menarik salad,dan kedapatan,kita lepasin,saladnya terbang dan jatuh di kakinya kakek?",ujar Bian.


"Kakek memberi kita hukuman nguras kolam renang,Malahan kita bermain disana.Kakek merekam kita,tanpa kita ketahui.Di malam natal semua nonton saat Dina mengikat rambut kita ber 2,"ujar Bian tertawa.


"Kakek apa datang?,"tanya Dina memandang sekitar.


"Kakek gak datang.Lagi ngadem ayem di markas gedung putih,uhar Bian.Kakek udah memerintahkan kamu balik begitu siap spesialis.Kakek lagi senang senangnya sama calon kamu.Dia bilang,Derren orang yang dia sukai,sedangkan papa dan mama mu tetap memilih Aldi,"ujar Bian.


Sarah terbengong.Menatap wajah Dina.Apa wanita ini yang membuat Aldi tidak pernah bisa melupakan sosok nya?


Aldi terlihat duduk bersama Wesliy di sebuah meja.Tatap mata para gadis banyak melirik ke arah Wesliy dan Aldi.


Aldi dengan sikap cool nya tidak mengacuhkan itu semua.Dia sangat takjub ,menahan perasaannya saat melihat sosok dina.Aldi menahan rasanya,namun Aldi sadar Derren masih bersama nya.


Aldi hanya melihat Dina tertawa bersama sepupunya dan Derren.Aldi terkejut melihat sosok Sarah disana.


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁


Jangan lupa like


vote


koment

__ADS_1


salam sehat selalu


selamat beraktifitas


__ADS_2