
Terlihat Derren dan Dina sesekali berbisik , Derren memegangi kedua piring,dan Dina menyendok aneka hidangan .
Mereka duduk di sebuah meja , tepatnya di belakang meja mereka , Aldi dan William duduk.
"Di pesta gini,merumput juga Din...," ujar Bian .
"Sesekali jangan merumput..., kita makan ayam top banget di mall . Kamu kan suka banget makan ayam sambil minum soda , ujar Bian . Dah 2 tahunan lebih puasa. Kasihan banget sih masa muda hanya merumput ," ujar Bian .
"Aku udah kapok Bi.....jangan jadi iblis deh Bi. Sudah cukup aku jadi vampire ngisap darah 15 orang karyawan mas Derren . Jangan lagi ...ujar Dina."
Derren menepuk nepuk perlahan kepala Dina.
"Wajah kamu menggemaskan ," ujar Derren menagap Dina sangat lucu .
"Mas.....pengen es cream boleh ya .1 cup kecil aja.....," ujar Dina.
" Baiklah....ujar Derren.
Derren menyuap sepotong daging sapi ke mulut Dina .
" Sangat tersiksa banget.....ke ingat , dulu kita be 3 makan , ampun -ampun nyerah...," ujar Dina .
" Bian paling usil sama Claudia . Claudia kemana sih.... kalian gak bawa dia ?," tanya Dina .
" Claudia lagi kerepotan ngurus pernikahannya yang tertunda karena kesibukannya membangun beberapa pusat wisata . Tenang aja,begitu launching kita kesana.Kakek sudah menjanjikan liburan kita di Hawai , tepatnya di resort dan hotel milik Claudia ," ujar Bian .
" Sudah saat nya kita juga bangun seperti itu Din . Kamu ini apa gak pingin nambah usaha hotel atau resort gitu? ," tanya Bian .
" Nih....si penguntit akan ikut ikutan lagi bangun tetanggaan ogah deh...," ujar Dina .
"Jangan gitu - gitu amat Din . Rumahmu di Bali kan Arsiteknya beda sama yang bangun rumahku.Kenapa kamu memilih Pak Damar dan mama Rina ?," tanya Dimas .
" Dulu banget , aku melihat desain mereka. Struktur bangunan kokoh dan desainnya sangat bagus. Aku berniat , jika punya uang lebih , akan membangun rumah impian . Semua buyar gara -gara penguntit ini. Please dehhhh... jangan jadi tetanggaan ku ," ujar Dina .
" Aku terpaksa harus mencari tempat rahasiaku . Tanpa penguntit sepertimu lagi , ujar Dina dengan mimik kesal .
" Aku tau....kamu ingin menyendiri , kamu ingin sendirian kan?menjalani hidup mu...," ujar Dimas tersenyum .
" Aku bisa tau apa rencanamu. Jangan pernah berpikir seputus asa itu . Kamu harus memilih , hidup sendiri itu tidak enak," ujar Dimas .
Derren menatap Dina .
"Jangan memilih jalan seperti itu,kamu malahan lebih melukai mas...ujar Derren.Berjanjilah menepati perkataan mu Din....cinta tak pernah salah, jangan menghindar dan dalam kesunyian.Kamu berhak bahagia .Tatap mata Derren itu sangat mendalam,karena Derren tidak mau,Dina mengubur dirinya dalam sepi .
" Berjanjilah...," ujar Derren .
" Baiklah..... skenario itu bubar karena penguntit," ujar Dina .
Dina mengangkat wajahnya , tatapannya bertemu dengan tatapan Aldi.Dina membuang pandangannya ke arah Bian .
Detak jantung Dina , berdebar ketika melihat sosok Aldi sangat tampan di sore ini .
Sarah tiba - tiba duduk di meja Wesliy dan Aldi . Sarah tepatnya duduk di samping Aldi .
Aisyah mengambil perhatian di pentas .
" Saya minta teman saya,sahabat saya Dina dan Aldi membawakan sebuah lagu yang kami sukai. Aku dan Firman menyukai lagu" Aku yang salah ".
" Waktu dan tempat kami sediakan ," ujar MC kemudian .
__ADS_1
Dina tau lagu itu , itu lagu yang lagi hits saat ini .
Derren berdiri dan menggenggam tangan Dina. Lakukanlah....permintaan sahabatmu....," ujar Derren .
Baiklah...ujar Dina . Dina yang tinggi sangat santai berjalan dengan sepatu kets nya . Terlihat Aldi sudah dipanggung mengambil sebuah gitar , memudian Dina mengambil sebuah Biola .
" Din...aku request dua lagu ya...ujar Aisyah .
" Baiklah....ini hadiah kusus buatmu syah....buat memberikan yang terbaik untukmu , ujar Dina tulus ."
" Baiklah...saya akan membawakan duet sebuah lagu tentang perbedaan keyakinan . Kisah ini pernah Di alami banyak orang... ujar Dina ."
" Mas nyanyikan bagian ini,dan ini , tunjuk Dina pada layar handphonenya ."
" Baiklah.... ," ujar Aldi menatap Dina dan tersenyum sangat bahagia .
Ku tak mengerti
Betapa bodoh diri
Membiarkanmu pergi
Jauh dari hati
Hm-mm ...
Kucoba mengobati
'Tuk punya kekasih lagi
Namun 'ku sadar diri
Hatiku di kamu
Di mana kamu?
Apakah kau rindu?
Sungguh susah buat lupa
Hati tak bisa berdusta
Walau kutahu
Kau bukan untukku
Tapi tetap kau terindah
Cinta tak salah
Aku yang salah
Hm-mm-mm ...
Kucoba mengobati ('ku telah mengerti)
'Tuk punya kekasih lagi (betapa bodoh diri)
Namun 'ku sadar diri (biarkan kau pergi)
__ADS_1
Hatiku di kamu (jauh dari hati)
Di mana kamu ?
Apakah kau rindu ?
Sungguh susah buat lupa
Hati tak bisa berdusta (hati tak berdusta)
Walau kutahu
Kau bukan untukku
Tapi tetap kau terindah
Cinta tak salah (memang tak salah)
Aku yang salah (tak salah)
Cinta tak salah (aku yang salah)
Cinta tak salah (aku yang salah)
Ho-o-o-o-o ...
Di mana kamu ?
Apakah kau rindu ?
Sungguh susah buat lupa (sungguh susah buat lupa)
Hati tak bisa, tak bisa hatiku berdusta
Walau kutahu
Kau bukan untukku
Tapi tetap kau terindah (kau terindah )
Cinta tak salah ( aku yang salah )
Cinta tak salah ( aku yang salah )
Cinta tak salah
Aku yang salah
Suara Dina begitu lembut dan sangat bagus.Banyak decakan kagum ketika mereka berduet.Iringan gitar dan biola menghipnotis banyak mata,sosok Dina mempesona dengan dres yang dia kenakan.Dina menampilkan permainan biolanya sungguh dengan penjiwaan.
Lagu ke 2 Dina menyanyikan sebuah lagu It's okay to not be okay.
Semua larut dalam penjiwaan Dina melantunkan lagu itu.Dina sangat fasih menggunakan bahasa korea.Dina memainkan piano,sedangkan Aldi mengiringi dengan Biolanya . Aldi juga sangat menyukai lagu ini. Dina sangat menyukai film korea,sampai dia belajar bahasa korea.Dan merencanakan perjalanan nya ke negeri itu,menghadiahi dirinya menikmati hari kebebasannya sendiri .
πΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈ
Jangan lupa like
vote
__ADS_1
koment