
Aldi dan Lisa pun mengerjakan tugas.Lisa yang tidak serius membuat Aldi mengerjakan seperti seorang diri.Dan Aldi melaporkan semua nya ke Pakdos Riky Ritz . Aldi di beri kebebasan untuk menukar teman joinnya . Aldi pun mendapat seorang perempuan mahasiswa sekelas dengan Melani . Siluman ular jelas emosi penggantian itu . Pakdos Riky yang kebetulan berada di rumah sakit itu langsung membereskan itu semua .
Wanita yang join satu tim dengan Aldi bernama Alexa . Hampir sama dengan teman Aldi sebelumnya yang menemaninya . Alex pamitan setelah Aldi bisa terbebas dari siluman ular .
Alexa Hogan lumayan cantik , berani dan tekun. Walau tidak sepintar Dina ataupun Melani . Alexa seorang blasteran . Dia cerita ,papa nya orang Belanda , sedangkan mama nya perpaduan Thailand dan indonesia .
Dina dan Dewa memasuki rumah sakit ke 3. Rumah sakit terakhir . Seorang petugas menunjukkan kepada mereka ruangan para dokter yang sudah punya janji dengan mereka .
Ternyata mereka di tujukan pada sebuah ruangan .
Disana juga terdapat Aldi dan seorang wanita . Dina sedikit kaget , Aldi bisa tersenyum pada gadis itu . Mereka sibuk mengetik dan saling berdebat .
Dewa melihat mimik wajah datar Dina .
Sebuah proyektor di hidupkan . Dan Dina di kerjain para dokter disana . Berdasarkan keterangan dan nilai Dina , Dina sangat di rekoment pakdos Darren Willer . Mereka pun ingin menguji calon dokter cantik tersebut .
Beberapa pertanyaan sulit mereka ajukan pada Dina dan Dewa . Pengiasaan lebih cenderung pada Dina . Sesekali Dewa membantu Dina dalam penyempurnaan jawaban Dina .Terkadang juga Dewa memberikan pendapatnya .
Dina terlihat tenang , walaupun Aldi menatap ke arahnya . Dina menganggapi semua pertanyaan dokter di sana .
Selama 3 jam Dina di tanyai dan di berikan juga sejumlah materi mengenai analissi nya .
Para dokter senior mengangguk angguk dan berdecak kagum . Demikian juga seorang dokter bedah wanita tiba tiba menepuk tangannya .
" Very good .....tipe asisten idaman gue kelak . lu semua mundur....okey...ujarnya . Dia ini mirip duplikat gue . Tapi gue akui...dia bisa lebih dari gue . Begitu dia selesai , Darren dan gue akan menempanya . Waww....kebayang....gak hasilnya ".
" Kenalkan...saya Ken...dokter bedah tulang,ujar Kenzo ,save nomor saya ya Din...saya masih jomblo..." ujar dokter Ken .
" Saya dokter Samuel.Kalau butuh materi saya siap membantu.save ini kartu nama saya.Saya juga dokter bedah di rumah sakit ini . Kami ada 5 dokter senior ," ujar dokter Samuel .
" Saya dokter Glen , senang mengenalmu Al.kami bertiga jomblo . Ini kartu nama saya ."
" Ketiga lelaki ini , incaran perawat dan dokter koas,. Mereka biasanya sadis dan super cool . Termasuk dokter Derren . Dokter Kenzo anak jutawan Jepang , punya perusahaan otomotif , hotel dan beberapa rumah sakit besar di Jepang ."
" Dokter Samuel asal Italy . Orangtuanya memiliki usaha migas , rumah sakit mata , beberapanrumah sakit besar untuk menolong masyarakat susah ."
" Dokter Glen , dokter orang tuanya pemilik mall di Texas , Canada . Juga punya banyak perusahaan alat medis dan beberapa rumah sakit ."
" Aku seperti mak comblang kalian dehhhh...," ujar dokter Gress .
" Silakan dipilih Al...kalau minat . Mereka kalau ud minat sangat jarang . Susah mendapat kartu nama mereka . Mereka tertarik banget sama kamu.Hanya kamu mereka bombardir selama 3 jam . Salut saya . Kamu memang menarik Al..."
__ADS_1
" Saya Gres , dokter bedah di rumah sakit ini . Saya berasal dari Cicago , ada blasteran dengan indonesia juga . Nenek saya berasal dari Bali . Kulit saya bagus kan seperti kamu Al . Saya ditolak pakdos mu , dokter Darren sebanyak 20 kali penolakan . Heran ....dia memilihmu . Taoi kamu nya gak mau...," ujar Gres tertawa.
" Dia patah hati...lucu banget . Aku puas Al...dia akhirnya merasakan penolakanmu , hahahahha .
," ujar Gres sangat bahagia .
" Calon dokter brilyan nih...pantasan aja Darren sering muji - muji dia , hmmm dalam banget suka nya sama seorang Dian ".
Dian melotot . Apaaan sihhh...duh Aldi dengar gak yah....dia tuh di sudut sana . Tapi tuh cewek siapa sihhh. Masa siluman ular,gak kan...wajahnya beda . Nih cakep , lembut, anggun...beda banget sama si ular . Body nya tinggi, lebih mungilan aku . Dina sangat kikuk.
" Kamu buka kartunya Darren . Ketahuan bisa marah dianya...," ujar Samuel .
" Nunggu dia ungkapin cinta , dah basiiii bro....cewek gini cakep...pasti gue yakin di kampus banyak yang naksir ."
Dewa senyum demikian juga ke 4 dokter senior .
" Kamu gak mau sama dokter Derren?tanya dokter Gres menatap Dina ".
" Gak...," ujar Dina .
" Kenapa? " tanya Gres....
" Gak kenapa kenapa juga....," ujar Dina dengan polos .
" Permisi , aku lapar banget...," ujar Dina . Membuka tasnya dan mengunyah rotinya .
Ke empat dokter pun tertawa melihat ekspresi Dina yang biasa aja .
" Boleh minta rotinya? " ujar Glen .
" Nih cuma 2 ,1 roti aku gak cukup . Kalau udah lapar , aku mesti ngunyah .Tanya aja pakdos Derren . Waktu mata kuliahnya , aku gak peduli , kalau lagi lapar , yah makan, " ujar Dina .
Dina mengambil minumnya .
" Yukkkk aku traktir...," ujar Ken.
" Wa...makan yukkkk...ku lapar banget nih....," ujar Dina .
" Saya yang ngajak , kenapa Dewa yang kamu ajakin...," ujar dokter Ken tertawa .
Dina melototkan matanya . Agar Dewa nanya gimana kesimpulan tugas mereka . Apa ada yang kurang atau gimana .
__ADS_1
Dokter Ken , dokter Glen dan Dokter Samuel serta dokter Gres tersenyum melihat expresi lototan mata Dina .
" Tugas kami gimana Dok? " tanya Dewa .
" Din...besok kamu temui saya jam 2 siang. Setelah kuliahmu selesai . Ada penambahan dari saya ," ujar Ken .
" Lusa kamu temui saya , di rumah sakit jam 12 siang,apa bisa?" ujar Samuel .
" Kalau kamu kapan ada waktu,kalau bisa di hari ke 3 .,Pukul 3 sore . Penting dan di ingat ."
Ketiga dokter melihat jadwal mereka .
" Jangan tidak datang ," ujar mereka serempak ber 3 .
" Saya dok ?" tanya Dewa .
" Kamu cukup temui saya 2 hari berturut turut,kapan aja no problem . Saya dari siang jam 12 sudah di rumah sakit ini ," ujar Dokter Gress .
Dina membereskan buku buku dan kertasnya .
Sangat lega satu tahapan sudah dia lalui . Tinggal 3 tahapan dengan dokter dokter ganteng . Hmmmmm.......kalau ku cerita sama. Melani...pasti dia bilang aku beruntung . Cuci mata , hehehehehe...
Tapi pandangan Aldi begitu tajam . Wajahnya keliatan kesal,.
Aku cuek aja . Ku cemburu juga dengan tuh cewek .Tadi sesekali aku melihat mereka begitu solid mengerjakan tugas kelaompoknya .
Ke empat dokter mengantar kami ke tempat parkir.Kami pun permisi . Aldi masih disana duduk dengab wanita itu . Ku berusaha bersikap profesional . Pengendalian diriku kan baik . Tapi kalau soal Aldi , jantunggku merasa teremas , gak nyaman liat dia dengan siapapun .
Kupakai jaket jeans ku,.
Sudah mulai sore .
" Kita makan dulu ya Din...," ujar Dewa .
" Ya Wa...aku sangat kelaparan, " ujar Dina .
🦘🦘🦘🦘🦘🦘🦘🦘🦘🦘🦘🦘🦘🦘🦘🦘🦘🦘
Happy reading
Jangan lupa like
__ADS_1
Vote
Koment