Perjuangan Seorang Dokter

Perjuangan Seorang Dokter
Tugas Kelompok 5


__ADS_3

Aldi dan Lisa pun mengerjakan tugas.Lisa yang tidak serius membuat Aldi mengerjakan seperti seorang diri.Dan Aldi melaporkan semua nya ke Pakdos Riky Ritz . Aldi di beri kebebasan untuk menukar teman joinnya . Aldi pun mendapat seorang perempuan mahasiswa sekelas dengan Melani . Siluman ular jelas emosi penggantian itu . Pakdos Riky yang kebetulan berada di rumah sakit itu langsung membereskan itu semua .


Wanita yang join satu tim dengan Aldi bernama Alexa . Hampir sama dengan teman Aldi sebelumnya yang menemaninya . Alex pamitan setelah Aldi bisa terbebas dari siluman ular .


Alexa Hogan lumayan cantik , berani dan tekun. Walau tidak sepintar Dina ataupun Melani . Alexa seorang blasteran . Dia cerita ,papa nya orang Belanda , sedangkan mama nya perpaduan Thailand dan indonesia .


Dina dan Dewa memasuki rumah sakit ke 3. Rumah sakit terakhir . Seorang petugas menunjukkan kepada mereka ruangan para dokter yang sudah punya janji dengan mereka .


Ternyata mereka di tujukan pada sebuah ruangan .


Disana juga terdapat Aldi dan seorang wanita . Dina sedikit kaget , Aldi bisa tersenyum pada gadis itu . Mereka sibuk mengetik dan saling berdebat .


Dewa melihat mimik wajah datar Dina .


Sebuah proyektor di hidupkan . Dan Dina di kerjain para dokter disana . Berdasarkan keterangan dan nilai Dina , Dina sangat di rekoment pakdos Darren Willer . Mereka pun ingin menguji calon dokter cantik tersebut .


Beberapa pertanyaan sulit mereka ajukan pada Dina dan Dewa . Pengiasaan lebih cenderung pada Dina . Sesekali Dewa membantu Dina dalam penyempurnaan jawaban Dina .Terkadang juga Dewa memberikan pendapatnya .


Dina terlihat tenang , walaupun Aldi menatap ke arahnya . Dina menganggapi semua pertanyaan dokter di sana .


Selama 3 jam Dina di tanyai dan di berikan juga sejumlah materi mengenai analissi nya .


Para dokter senior mengangguk angguk dan berdecak kagum . Demikian juga seorang dokter bedah wanita tiba tiba menepuk tangannya .


" Very good .....tipe asisten idaman gue kelak . lu semua mundur....okey...ujarnya . Dia ini mirip duplikat gue . Tapi gue akui...dia bisa lebih dari gue . Begitu dia selesai , Darren dan gue akan menempanya . Waww....kebayang....gak hasilnya ".


" Kenalkan...saya Ken...dokter bedah tulang,ujar Kenzo ,save nomor saya ya Din...saya masih jomblo..." ujar dokter Ken .


" Saya dokter Samuel.Kalau butuh materi saya siap membantu.save ini kartu nama saya.Saya juga dokter bedah di rumah sakit ini . Kami ada 5 dokter senior ," ujar dokter Samuel .


" Saya dokter Glen , senang mengenalmu Al.kami bertiga jomblo . Ini kartu nama saya ."


" Ketiga lelaki ini , incaran perawat dan dokter koas,. Mereka biasanya sadis dan super cool . Termasuk dokter Derren . Dokter Kenzo anak jutawan Jepang , punya perusahaan otomotif , hotel dan beberapa rumah sakit besar di Jepang ."


" Dokter Samuel asal Italy . Orangtuanya memiliki usaha migas , rumah sakit mata , beberapanrumah sakit besar untuk menolong masyarakat susah ."


" Dokter Glen , dokter orang tuanya pemilik mall di Texas , Canada . Juga punya banyak perusahaan alat medis dan beberapa rumah sakit ."


" Aku seperti mak comblang kalian dehhhh...," ujar dokter Gress .


" Silakan dipilih Al...kalau minat . Mereka kalau ud minat sangat jarang . Susah mendapat kartu nama mereka . Mereka tertarik banget sama kamu.Hanya kamu mereka bombardir selama 3 jam . Salut saya . Kamu memang menarik Al..."

__ADS_1


" Saya Gres , dokter bedah di rumah sakit ini . Saya berasal dari Cicago , ada blasteran dengan indonesia juga . Nenek saya berasal dari Bali . Kulit saya bagus kan seperti kamu Al . Saya ditolak pakdos mu , dokter Darren sebanyak 20 kali penolakan . Heran ....dia memilihmu . Taoi kamu nya gak mau...," ujar Gres tertawa.


" Dia patah hati...lucu banget . Aku puas Al...dia akhirnya merasakan penolakanmu , hahahahha .


," ujar Gres sangat bahagia .


" Calon dokter brilyan nih...pantasan aja Darren sering muji - muji dia , hmmm dalam banget suka nya sama seorang Dian ".


Dian melotot . Apaaan sihhh...duh Aldi dengar gak yah....dia tuh di sudut sana . Tapi tuh cewek siapa sihhh. Masa siluman ular,gak kan...wajahnya beda . Nih cakep , lembut, anggun...beda banget sama si ular . Body nya tinggi, lebih mungilan aku . Dina sangat kikuk.


" Kamu buka kartunya Darren . Ketahuan bisa marah dianya...," ujar Samuel .


" Nunggu dia ungkapin cinta , dah basiiii bro....cewek gini cakep...pasti gue yakin di kampus banyak yang naksir ."


Dewa senyum demikian juga ke 4 dokter senior .


" Kamu gak mau sama dokter Derren?tanya dokter Gres menatap Dina ".


" Gak...," ujar Dina .


" Kenapa? " tanya Gres....


" Gak kenapa kenapa juga....," ujar Dina dengan polos .


" Permisi , aku lapar banget...," ujar Dina . Membuka tasnya dan mengunyah rotinya .


Ke empat dokter pun tertawa melihat ekspresi Dina yang biasa aja .


" Boleh minta rotinya? " ujar Glen .


" Nih cuma 2 ,1 roti aku gak cukup . Kalau udah lapar , aku mesti ngunyah .Tanya aja pakdos Derren . Waktu mata kuliahnya , aku gak peduli , kalau lagi lapar , yah makan, " ujar Dina .


Dina mengambil minumnya .


" Yukkkk aku traktir...," ujar Ken.


" Wa...makan yukkkk...ku lapar banget nih....," ujar Dina .


" Saya yang ngajak , kenapa Dewa yang kamu ajakin...," ujar dokter Ken tertawa .


Dina melototkan matanya . Agar Dewa nanya gimana kesimpulan tugas mereka . Apa ada yang kurang atau gimana .

__ADS_1


Dokter Ken , dokter Glen dan Dokter Samuel serta dokter Gres tersenyum melihat expresi lototan mata Dina .


" Tugas kami gimana Dok? " tanya Dewa .


" Din...besok kamu temui saya jam 2 siang. Setelah kuliahmu selesai . Ada penambahan dari saya ," ujar Ken .


" Lusa kamu temui saya , di rumah sakit jam 12 siang,apa bisa?" ujar Samuel .


" Kalau kamu kapan ada waktu,kalau bisa di hari ke 3 .,Pukul 3 sore . Penting dan di ingat ."


Ketiga dokter melihat jadwal mereka .


" Jangan tidak datang ," ujar mereka serempak ber 3 .


" Saya dok ?" tanya Dewa .


" Kamu cukup temui saya 2 hari berturut turut,kapan aja no problem . Saya dari siang jam 12 sudah di rumah sakit ini ," ujar Dokter Gress .


Dina membereskan buku buku dan kertasnya .


Sangat lega satu tahapan sudah dia lalui . Tinggal 3 tahapan dengan dokter dokter ganteng . Hmmmmm.......kalau ku cerita sama. Melani...pasti dia bilang aku beruntung . Cuci mata , hehehehehe...


Tapi pandangan Aldi begitu tajam . Wajahnya keliatan kesal,.


Aku cuek aja . Ku cemburu juga dengan tuh cewek .Tadi sesekali aku melihat mereka begitu solid mengerjakan tugas kelaompoknya .


Ke empat dokter mengantar kami ke tempat parkir.Kami pun permisi . Aldi masih disana duduk dengab wanita itu . Ku berusaha bersikap profesional . Pengendalian diriku kan baik . Tapi kalau soal Aldi , jantunggku merasa teremas , gak nyaman liat dia dengan siapapun .


Kupakai jaket jeans ku,.


Sudah mulai sore .


" Kita makan dulu ya Din...," ujar Dewa .


" Ya Wa...aku sangat kelaparan, " ujar Dina .


🦘🦘🦘🦘🦘🦘🦘🦘🦘🦘🦘🦘🦘🦘🦘🦘🦘🦘


Happy reading


Jangan lupa like

__ADS_1


Vote


Koment


__ADS_2