
" Mas ...besok adalah hari dimana aku harus mulai kuliah kembali , dan juga bertugas di rumah sakit , apa mas gak bosan di apartemen ini ? "
" Mas akan mengecek beberapa laporan, saatnya kita menyelesaikan segalanya . Besok mas akan kembali ke Canada , karena jadwal seminar sudah keluar , selain itu juga mas harus menyelesaikan pendidikan . Kita akan LDR sementara , 3 bulan akan terasa sangat berat, ujar Aldi menatap wajah Dina . "
" Siapa suruh nikah mendadak , hehehehe.....".
" Tapi mas bahagia sayaaaang......kamu sudah menjadi isteri mas, dan kita dalam satu ikatan suci ."
" Akan banyak ujian pasangan LDR , Dina harap kita saling menghargai ikatan ini, saling berkomunikasi apapun kegiatan kita ,".
" Tentu saja sayang, ujar Aldi memeluk tubuh Dina dari belakang , dan kembali menciumi tengkuk dan leher jenjang sang isteri ."
" Mas akan nyetok amunisi....karena mas akan merindukan setiap inci tubuh mu sayaaang, ".
" Ihhhh hanya merindukan fisik ternyata? gerutu Dina kesal ."
" Salah satunya yaaang...ujar Aldi sambil tertawa ,".
" Kamu punya banyak kesalahan yaaang , tidak ada cin - cin tunangan, tidak ada resepsi , semuanya instant hahahaha...".
" Jadi kita akan adakan resepsi yaaang? ujar Aldi menaik turunkan alisnya ."
" Gak...becanda kok mas....ribet . Bulan depan akan ada resepsi sepupu Dina mas , Claudia . Semua persiapan dari 6 bulan lalu , foto dan segala macam , itu semua bagi Dina gak penting mas . Hanya sebagai pelengkap . Dalam perkawinan , walau sederhana yang penting hati dan menjalani pernikahan itu seperti apa , kalau Claudia bakalan tahan dengan high heels yang lumayan tinggi , dia sudah terbiasa , walau pegal dia sangat memperhatikan penampilannya .
" Kaki Dina aja berkonde mas , pakai high heels dari kakek, beliau detail tau kebiasaan Dina. , hehehe ."
" Kamu itu Din, limited edition , barang branded berkelas , kamu gak suka. Mas selalu suka kamu seperti ini , disitu membuat kamu beda ."
" Mas juga sangat beda , brewokan... ujar Dina meledek Aldi . "
Aldi kembali mendekap tubuh Dina , mereka bergumul di bawah selimut, hanya ada tatapan mendamba dan semua kebersamaan itu begitu indah .
Ketika sore tiba , Aldi masih memeluk tubuh Dina . Mereka menonton bersama . Aldi memasak dan menyuapi Dina . Dina pun membalas suapan mereka .
" Jaga kesehatan ya Din...., " ujar Aldi .
" Mas juga....jangan brewokan..., nanti gitu sampai aku gak kenal mas lagi , linglung hihihihi ...ujar Dina menutup wajahnya dengan bantal , karena saat ini wajahnya merona seperti tomat . "
__ADS_1
Aldi mengangkat Dina seperti mengangkat karung beras .
" Mas turunkan donggg...mas ini mirip kuli panggul deh....enteng benar soal angkat mengangkat, pengalaman yah....ujar Dina memukul pelan pundak Aldi ,".
Aldi membaringkan Dina di atas tempat tidur.
" Barusan di rapiin mas....jangan di acak - acak lagi . Adek lelah bang.... rapi in kamar, pekerjaan yang paling membosankan bersih - bersih...," ujar Dina .
" Mas gak pernah puas melu*mat bibir tipis dan sexy milikmu sayang , kembali Aldi bergumul mengisi amunisinya sebelum keberangkatannya."
❤❤❤❤
Pagi pun menyapa, terlihat Dina perlahan berjalan memasak di dapur . Walaupun terlihat lelah , Dina tetap memasak sarapan seperti biasa . Sejak sakit yang di alaminya, Dina menjaga pola hidup sehat .
Aldi memeluk Dina dari belakang . Meletak kan wajahnya di bahu Dina .
" Mas berangkat jam berapa ? ".
" Hmmm nanti siang yaaang , pukul 11 gitu, ujar Aldi ."
" Gombal...,mau di tebar pesona kali mas..., " ujar Dina .
" Gak.... hati mas gak akan pernah menjadi milik siapapun ."
" Apa kurang pembuktian? ".
" Baiklah...Dina rapi in brewoknya mas, sudah mulai panjang , dan rapiin rambut mas juga ya....".
" Hmmmm....ujar Aldi manja . Mas akan hemat uang pangkas, ada isteri sendiri yang mangkas ."
Mereka pun tertawa.
Dina sudah mengenakan Kemeja biru nya, memakai sepatu kets nya. Dina seorang dokter yang unik di rumah sakit, bila rekan seprofesinya memakai sepatu bertumit , Dina sangat unik dan pihak rumah sakit sudah mengenal karakternya.
" Mas antarin ya... ".
" Hmmm... baiklah... ".
__ADS_1
" Nanti mobil akan mas titip ke pak Bayu, dia akan menjadi supir pribadimu di sini. Mas gak tenang kamu bawa mobil kalau jadwalmu super padat . "
" Baiklah mas....kan isteri harus tunduk pada suami, sesuai ajaran alkitab."
" Duh... manisnya istrinya mas...lama -lama bisa kena diabetes deh mas nya."
" Dasar...ujar Dina tertawa,".
Aldi terus menatap wajah Dina. Begitu cantiknya , begitu natural dan wajar banyak menyukai kepribadian dan apa adanya diri Dina. Sewaktu SMP dan SMA aja, Aisyah selalu di titipi aneka coklat dan surat dari mereka. Malahan sudah jaman se modern itu, masih banyak buat puisi - puisi indah , di tujukan di mading sekolah buat Dina.
" Mas nanti jemput pukul 11. 30 ya...ku selesai praktek lebih cepat hari ini ."
" Gak potong gaji? tanya Aldi "
" Gak la mas...gini - gini isterimu ini dokter paling di gemari pasien...ujar Dina. "
" Mas percaya...ruangan mu full bunga . Sedang cuti aja baru hanya dikirimi cokelat . "
Dina menutup wajahnya .
" Jangan di tutupi dong wajah nya, mas akan merindukan wajah isteri mas , ujar Aldi ".
Dina membuka safety belt nya. Mengalungkan tangannya ke leher Aldi . Mengecup dahi Aldi dan memberanikan diri ******* bibir sang suami. Ketika Dina melepas ciumannya , Aldi meraih tengkuk Dina dan melu*at bibir Dina lebih lama .
" Jangan terlalu lelah nyonya Wijaya...".
" Baiklah suamiku... ".
Dina mengambil tisu dan menghapus bibir Aldi yang ternoda dengan lipstiknya. Merapikan lipstiknya kembali dan melambaikan tangannya.
🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰
Jangan lupa like
vote
koment
__ADS_1