
Dina dan Aldi makan di kantin , ke 6 dokter bengong melihat kebersamaan Aldi dan Dina .
" Kenalkan , isteri saya , ujar Aldi pada ke enam dokter tersebut."
Dina tertawa saat melihat ke enam dokter bengong .
" Dokter Jo...bisa membantu rekan kita ini lagi butuh masukan buat tesis nya ," ujar Aldi .
" Tentu saja , " ujar Jonathan .
" Kamu bisa ikut beberapa operasi , lagian sebelum menjadi mentor kamu, perlu diliat dulu , sejauh apa penguasaan kamu ."
" Seperti pemanasan ya Jo..? " ujar dokter Frans .
" Baiklah....besok pagi jam 9 ada operasi jantung bawaan seorang anak , kamu datang dan akan menjadi asisten saya ".
" Siap ....ujar Dina tersenyum ".
"Apa kamu lega mendapat pembimbing masih muda ? Dia berpengalaman dan jangan anggap lebih , dia itu terkenal arogan , dingin dan pemarah, " ujar Aldi .
" Hitung - hitung cuci mata mas ".
" Gak boleh...mas akan kenakan kamu kacamata kuda , gam boleh mandang kiri atau kanan ".
" Yah...nabrak dong , kalau jalan lurus aja , ujar Dina tertawa ".
Aldi memeluk pinggang Dina .
Jonathan menatap tidak suka dengan kedekatan Aldi dan Dina . Walau Jonathan tahu , mereka sepasang suami isteri , namun Jo sungguh - sungguh menyukai sosok Dina , Dina sangat berbeda dengan wanita yang umumnya diantemui .
Dina hambel , cerita , sangat sering membuat lelucon lucu , menggemaskan dan parasnya sangat enerjik . Apalagi sosok Dina di putar dalam tayangan rumah sakit beberapa jam yang lalu , pihak rumah sakit tertolong karena aksi Dina menolong pasien dan pasien itu merupakan pejabat penting di kota ini . Sang pasien dan keluarganya meminta rumah sakit memberikan penghargaan dan mereka mengundang Dina ke kediaman mereka .
Jonathan melihat Dina sangat cekatan dalam bekerja , dan menurut rumah sakit tempat dia bekerja , Dina sangat berprestasi dan sangat membanggakan . Dan terkenal dokter paling tomboy dan berpenampilan apa adanya . Jonathan juga baru mengetahui , Aldi dan Dina selalu bersaing memperoleh prestasi .
Aldi sudah selesai dalam pekerjaannya . Aldi pun mengajak Dina berkeliling.Mereka mengunjungi
__ADS_1
Parliament Hill merupakan gedung pemerintahan Negara Kanada. Parliament Hill menarik minat pengunjung karena Bentuknya yang terkesan kuno, ditambah lagi dengan warna yang kusam.
Selain berkeliling gedung, pengunjung tempat wisata di Kanada ini dapat juga menikmati suasana di pinggir Ottawa River. Bukan hanya itu, pada musim panas di malam hari, mereka dapat melihat keindahan gedung yang semarak dengan berbagai lampu yang ditembakkan ke arah gedung.
Aldi juga membawa Dina mengunjungi Glass Floor The CN Tower adalah tempat wisata di Kanada, yang termasuk salah satu yang tertinggi di dunia. Menara mendominasi kota Toronto. Pengunjung bisa melihat CN Tower bukan hanya dari pusat Kota saja, tetapi juga dari mil jauhnya.
Di Tempat Wisata di Kanada ini ada pula uji nyali dengan berdiri di lantai kaca CN Tower. Di sini pengunjung akan diajak berdiri di atas kaca bening yang diletakkan pada ketinggian 341 meter dari atas tanah.
Dina dan Aldi merasakan sensasi berada di zona ini , Dina memang wanita pemberani , banyak pengunjung wanita yang tidak berani , banyakan yang melakukan uji nyali para pria .
Aldi membawa Dina mengunjungi sebuah gereja yang sangat artistik.
St.Dunstan’s Basilica, merupakan gereja Tempat Wisata di Kanada yang terletak di jantung kota Charlottetown, Kanada. Saking menawannya hingga gereja ini ditetapkan sebagai Situs Bersejarah Nasional Kanada pada tahun 1990.
Keindahan dan keunikan bangunan gereja yang mempesona menjadikannya pula sebagai landmark kota Charlottetown dengan menaranya yang menjadi beberapa point tertinggi di langit kota. Jika dilihat dari luar, St.Dunstan’s Basilica memang memiliki desain bangunan yang sangat rumit tapi menawan.
Gereja ini merupakan salah satu tujuan wisata religi sekaligus sejarah yang banyak di kunjungi wisatawan, khususnya yang beragama Nasrani. Mereka datang ke tempat ini selain untuk berdoa juga melihat secara langsung kemegahan dan keindahan arsitektur bangunan gereja.
Digereja ini Dina dan Aldi bergenggaman tangan , berdoa meminta mereka selalu di berkati, diberi kesehatan , keluarga mereka di beri rahmat berlimpah, dan kerinduan mereka , memiliki keturunan , Tuhan jamah dan kabulkan .
Ketika hari sudah senja, Aldi mengajak Dina ke
Studio ini sangat berbeda dengan bioskop biasa. Studio tidak menggunakan kursi, melainkan terdapat sederet besi yang berdiri kokoh membentuk barisan ke arah samping dan ke belakang seperti di tempat antrian loket tiket, besi tersebut difungsikan sebagai pengganti kursi studio.
Penonton akan menyaksikan pemutaran film dengan cara berdiri sambil berpegangan pada besi tersebut. Kemudian di studio ini terdapat pula sebuah layar yang berukuran sangat besar. Penonton seakan benar-benar sedang berada di Niagara Falls pada masa itu.
Selain itu, pengunjung Tempat wisata di Kanada ini juga akan merasakan kejutan yang tidak terbayangkan sebelumnya, yaitu keluarnya kabut dan percikan air dari bagian kanan, kiri dan atas studio. Sensasi tersebut ditimbulkan seiring dengan adegan film yang sedang ditanyakan.
" Apa mas pernah kesini ? " tanya Dina menatap sang suami .
" Pernah...bareng sesama teman kampus ".
" Ohh....," ujar Dina .
" Apa bareng dokter Sarah ? ".
__ADS_1
" Hmmm....salah satunya dokter Sarah ikut , ada beberapa dokter wanita dan pria yang ikut , bukan mas dengan dokter Sarah saja sayang, apa kamu cemburu? ."
" Hmmmm....selentingan Dina dengar , mas dekat dengan dokter Sarah , dokter Sarah nemani mas sewaktu pernikahan Aisyah kan ? " .
" Mas gak bareng sama dokter Sarah . Mas gak tanya dia kenapa bisa datang , tetapi sepertinya dia bersama dengan kakek nya ."
" Ohhhh..." ujar Dina .
" Istri mas , kalau cemburu lucu , menggemas kan , " ujar Aldi .
" Dokter Sarah lumayan cantik ya mas , banyak di kejar - kejar para dokter ."
" Tapi ke 6 dokter di rumah sakit , yang mendekati isteri mas , semua dari kalangan dokter ternama, dan terkenal tajir , " ujar Aldi meletakkan tangannya di bahu Dina .
Ketika hari semakin larut , mereka pun kembali ke apartemen . Dina duluan memasuki kamar mandi , tanpa Dina sadari , sosok Aldi memasuki kamar mandi , memasuki bath up , Dina terkejut karena Dina lupa mengunci pintu kamar mandi .
Otot tangan di begitu kokoh, menonjolkan urat - urat tangannya .
" Mas....tangan mas mirip tukang pukul , urat - urat dan otot mas kekar , mirip hulk , " ujar Dina .
" Membentuk ini butuh waktu sayang , kamu gam ingat , sejak SMA kelas 1 , mas sudah GYM , kamu ikutan GYM sama Aisyah , malah ketagihan , untung kamu gak kekar seperti mas ,hehehehe ".
" Mas gak begitu kekar seperti hulk , kan seram juga atas gedek, bawah slim ".
" Tapi beneran , lengan mas gak bisa di cubit ".
" Jangan cubit , sakit ...," ujar Aldi .
Aldi menatap Dina, mengecup dahi dan turun ke bibir indah Dina , mereka bertautan , baru kali ini Dina merasakan sensasi tersendiri, mereka saling memberi dan menerima , malam itu membuat mereka saling melepas kerinduan yang ada .
💏💑💏💑💏💑💏💑💏💑💏💑💏💑💏💑💏
Happy reading
Jangan lupa like
__ADS_1
Vote
Koment