
Mama memeluk ku begitu erat . Mama berusaha memberikan kepadaku kekuatan . Derren juga mengusap tangan ku . Begitulah caranya memberiku semangat .
Biasanya aku mengamati dokter Derren mengoperasi seseorang.Sekarang aku yang menjadi pasien . Dokter Derren mendorongku bersama beberapa perawat . Membawaku memasuki sebuah ruangan.Perlahan bius di suntikkan . Dokter Derren awalnya mengecup dahiku , kemudian mengecup bibirku , dia berdoa di telingaku . Membuat aku semakin tidak menyadari sekelilingku .
Derren memfoto tangan Dina dan tangannya tertaut . Terlihat cin - cin tunangan mereka Disana.
Operasi itu dilakukan Profesor Roberth . Derren menguatkan dirinya melihat itu semua.Terlihat profesor Robeth melakukannya dengan keahliannya . Pendarahan terjadi,dokter Roberth memerintah kan perawatnya 11 menyiapkan beberapa kantong darah . Stok darah sudah di persiapkan . Dokter Derren meminta beberapa orang pekerjanya , yang memang bergolongan darah sama dengan Dina mendonorkan darahnya buat Dina . Dan itu sudah di lakukan kemarin siang,tanpa sepengetahuan Dina .
Derren baru pertama kali merasakan ketakutan , saat dia menemani Dina saat ini .
Derren berusaha kuat dan percaya , bahwa Prof Roberth pasti bisa melakukan nya dengan baik .
Operasi itu memakan waktu hampir 4 jam , pendarahan yang Dina alami bisa teratasi .
Derren tidak berhenti berdoa . Perlahan setelah semuanya selesai , Derren menunggu perawat membersihkan Dina .
Derren dan perawat mendorong Dina di sebuah ruangan intensif . Keadaan Dina masih di pantau.
Darren sudah mandi di ruangannya . Derren kemudian menemui kedua orangtua Dina.Menceritakan proses operasi Dina tadi . Kemudian Darren memakai pakaian khusus , memasuki ruangan intensif .
Darren menggenggam tangan Dina . Dokter pejuang itu kini terbaring . Darren mengecup jemari Dina . Darren menggenggam tangan Dina .
Darren memfoto tangannya bertautan dengan Dina .Terlihat cincin tunangan pemberiannya disana .
Dokter Derren membuat di akun IG nya dengan caption you my everything .
Ternyata di dalam IG dokter Derren , ada beberapa terdapat foto sosok wanita dari samping dan belakang .
Sosok itu adalah sosok Dina Dinata . Sejak pertemuan pertama menjadi mahasiswinya,Derren sudah tertarik dan
dan dari hari ke hari semakin mencintai Dina . Tetapi Derren selalu mengutamakan kebahagiaan Dina .
Ketika Dina memilih berpacaran dengan Aldi,Derren hanya menyimpan rasa cintanya . Ketika Dina memilih berpisah dengan Aldi , Derren tidak menyia nyiakan keadaan itu . Dia tidak mau lagi dia terlambat mengakui perasaannya .
" Kamu sudah melaluinya sayaaaang....kamu membuat jantung mas terhenti untuk pertama kalinya , mas begitu kawatir dan mencemaskanmu . Lebih baik mas yang berada di tempatmu saat ini , bisik Darren di telinga Dina ."
Mama dan papa serta kakek Dina sudah Derren suruh pulang untuk beristirahat .
Derren tau , selama ini Aldi sangat cemburu bila Dina dekat dengannya . Hanya dengan Derren ,Aldi bisa cemburu . Entah mengapa Derren juga sampai saat ini tidak mengetahui alasan spesifiknya . Darren duduk di samping Dina . Darren merasa sangat lelah dan kemudian tertidur , jam sudah menunjukkan pukul 1 malam .
Ketika pukul 4 pagi , Perlahan Dina terbangun . Dina merasakan sakit yang luar biasa . Dina merintih kesakitan .
Derren yang mendengar rintihan rasa sakit Dina terbangun .
" Sa...kit......sangat sakitttt...," ujar Dina .
__ADS_1
" Derren menekan tombol , agar perawat bergegas datang keruangan Dina ."
Perawat pun menyuntikkan anti sakit pada tubuh Dina .
" Kenapa bisa Dina mengalami rasa sangat sakit?," ujar dokter Derren .
" Operasi yang dia jalani , biusnya sudah habis dok.Mereka tersenyum.Dokter sepertinya sampai lupa," ujar mereka tertawa .
" Ini tidak apa apa kan? apakah efek dari operasinya? dan pendarahannya ?" tanya Derren .
" Tidak....tenang saja dok . Saya sudah cem,tidak ada pendarahan . Dokter Dina jangan banyak bergerak dulu ya...," ujar Sang perawat .
" Apa sudah boleh minum? " tanya Dina."
",Boleh...perlahan ya dok...," ujar mereka .
" Derren dengan sigap memberikan air pada Dina ."
Sang perawat setelah mengecek tekanan darah Dina,mereka mencatat di sebuah papan yang berisikan beberapa carik kertas .
" Dok...dokter Dina sudah bisa di pindah.Semuanya normal dok...," ujar mereka .
"Obat rasa sakitnya , sampai kapan di suntikkan ?tanya Derren,."
" Baiklah....," ujar Dokter Derren .
" Kami permisi dok , " ujar mereka .
Derren dan Dina pun mengangguk .
" Apa sangat sakit ? " tanya Derren .
" Hmmmm...sangat...," ujar Dina .
" Kamu mengalami pendarahan,mas sangat takut .Takut yang tidak pernah mas alami," ujar Derren .
" Stok darahnya apa rumah sakit ada mas?" tanya Dina .
" Mas sudah menguji , kesehatan dan gaya hidup karyawan mas , semua yang bergolongan darah sama denganmu Din . Meraka sudah melakukan donor darah semalam siang ," ujar Derren .
Dina bengong . Sampai segitu detailnya Derren memperhatikan pendonor darah .
" Mas siap - siap saja , siapa tau memang dibutuhkan .Ternyata benar , " ujar Derren sambil tersenyum .
Istirahatlah, wajahmu masih pucat, " ujar Derren mengusap wajah Dina.
__ADS_1
Oh Tuhan.....pakdos ku tiada celanya.Apa aku bisa jatuh cinta kembali padanya?aku takut melukainya.Dia begitu peduli dan mencintaiku.Bagaimana jika aku mengecewakannya?tanya Dina dalam hatinya.
Derren menatap kedua bola mata Dina .
"Jika Dina mengecewakan mas,tidak bisa jatuh cinta pada mas . Bagaimana ...ucap Dina menutup matanya . Mengalir air mata nya begitu deras ."
"Mas iklas jnangan menangis. Nanti bahaya.Kamu baru mengalami pendarahan hebat.Jangan setres.Cukup sembuh saja.Mas selalu ingin melihatmu sehat , mas sudah bahagia," ujar Derren.
" Tidurlah Yaaaang...," ujar Derren .
Derren mengusap usap dahi Dina.Dina kembali tertidur nyenyak .
Dina sudah dipindah ke ruangan VVIP , Derren baru selesai mandi .
Dina pun sudah selesai di lap perawat . Dina sudah di ijinkan memakai piyama nya . Hanya bagian celana belum di ijinkan . Karena masih bolak balik di cek perawat dan dokter Robert .
Dina memandang ke arah Derren . Brewokan nya sudah memanjang. Rasanya wajah dokter Derren agak berbeda .
Dina memegang brewokan Derren .
" Mas seperti ini sangat aneh...," ujar Dina.Bersihkanlah mas...lebih rapi...," ujar Dina .
Derren dengan usil mengusap brewoknya di tangan Dina .
"Jangan mas...geli...," ujar Dina .
Derren tertawa .
" Bisa nyukurin mas?" tanya Derren .
" Bisa....papi dari Smp , Dina yang bersihkan. Ada alat cukurnya?" tanya Dina .
"Ada...," ujar Derren .
Perlahan Dina duduk , masih ada rasa nyerinya,walau sudah hari ke 7 pasca operasinya . Dokter sudah mengijinkan Dina pilang,tetapi kakek dan Derren imbang proteknya . Mereka bilang sampai Dina sembuh .
Dina hanya bengong melihat kedua pria itu kompakan . Kakek sangat dekat dengan Derren.Mereka sangat cocok . Kalau papi lebih suka sama Aldi . Sangat keliatan sifat papi memihak ke Aldi .
🐡🐡🐡🐡🐡🐡🐡🐡🐡🐡🐡🐡🐡🐡🐡🐡🐡🐡
Jangan lupa like
vote
koment
__ADS_1