Perjuangan Seorang Dokter

Perjuangan Seorang Dokter
Operasi 2


__ADS_3

Mama memeluk ku begitu erat . Mama berusaha memberikan kepadaku kekuatan . Derren juga mengusap tangan ku . Begitulah caranya memberiku semangat .


Biasanya aku mengamati dokter Derren mengoperasi seseorang.Sekarang aku yang menjadi pasien . Dokter Derren mendorongku bersama beberapa perawat . Membawaku memasuki sebuah ruangan.Perlahan bius di suntikkan . Dokter Derren awalnya mengecup dahiku , kemudian mengecup bibirku , dia berdoa di telingaku . Membuat aku semakin tidak menyadari sekelilingku .


Derren memfoto tangan Dina dan tangannya tertaut . Terlihat cin - cin tunangan mereka Disana.


Operasi itu dilakukan Profesor Roberth . Derren menguatkan dirinya melihat itu semua.Terlihat profesor Robeth melakukannya dengan keahliannya . Pendarahan terjadi,dokter Roberth memerintah kan perawatnya 11 menyiapkan beberapa kantong darah . Stok darah sudah di persiapkan . Dokter Derren meminta beberapa orang pekerjanya , yang memang bergolongan darah sama dengan Dina mendonorkan darahnya buat Dina . Dan itu sudah di lakukan kemarin siang,tanpa sepengetahuan Dina .


Derren baru pertama kali merasakan ketakutan , saat dia menemani Dina saat ini .


Derren berusaha kuat dan percaya , bahwa Prof Roberth pasti bisa melakukan nya dengan baik .


Operasi itu memakan waktu hampir 4 jam , pendarahan yang Dina alami bisa teratasi .


Derren tidak berhenti berdoa . Perlahan setelah semuanya selesai , Derren menunggu perawat membersihkan Dina .


Derren dan perawat mendorong Dina di sebuah ruangan intensif . Keadaan Dina masih di pantau.


Darren sudah mandi di ruangannya . Derren kemudian menemui kedua orangtua Dina.Menceritakan proses operasi Dina tadi . Kemudian Darren memakai pakaian khusus , memasuki ruangan intensif .


Darren menggenggam tangan Dina . Dokter pejuang itu kini terbaring . Darren mengecup jemari Dina . Darren menggenggam tangan Dina .


Darren memfoto tangannya bertautan dengan Dina .Terlihat cincin tunangan pemberiannya disana .


Dokter Derren membuat di akun IG nya dengan caption you my everything .


Ternyata di dalam IG dokter Derren , ada beberapa terdapat foto sosok wanita dari samping dan belakang .


Sosok itu adalah sosok Dina Dinata . Sejak pertemuan pertama menjadi mahasiswinya,Derren sudah tertarik dan


dan dari hari ke hari semakin mencintai Dina . Tetapi Derren selalu mengutamakan kebahagiaan Dina .


Ketika Dina memilih berpacaran dengan Aldi,Derren hanya menyimpan rasa cintanya . Ketika Dina memilih berpisah dengan Aldi , Derren tidak menyia nyiakan keadaan itu . Dia tidak mau lagi dia terlambat mengakui perasaannya .


" Kamu sudah melaluinya sayaaaang....kamu membuat jantung mas terhenti untuk pertama kalinya , mas begitu kawatir dan mencemaskanmu . Lebih baik mas yang berada di tempatmu saat ini , bisik Darren di telinga Dina ."


Mama dan papa serta kakek Dina sudah Derren suruh pulang untuk beristirahat .


Derren tau , selama ini Aldi sangat cemburu bila Dina dekat dengannya . Hanya dengan Derren ,Aldi bisa cemburu . Entah mengapa Derren juga sampai saat ini tidak mengetahui alasan spesifiknya . Darren duduk di samping Dina . Darren merasa sangat lelah dan kemudian tertidur , jam sudah menunjukkan pukul 1 malam .


Ketika pukul 4 pagi , Perlahan Dina terbangun . Dina merasakan sakit yang luar biasa . Dina merintih kesakitan .


Derren yang mendengar rintihan rasa sakit Dina terbangun .


" Sa...kit......sangat sakitttt...," ujar Dina .

__ADS_1


" Derren menekan tombol , agar perawat bergegas datang keruangan Dina ."


Perawat pun menyuntikkan anti sakit pada tubuh Dina .


" Kenapa bisa Dina mengalami rasa sangat sakit?," ujar dokter Derren .


" Operasi yang dia jalani , biusnya sudah habis dok.Mereka tersenyum.Dokter sepertinya sampai lupa," ujar mereka tertawa .


" Ini tidak apa apa kan? apakah efek dari operasinya? dan pendarahannya ?" tanya Derren .


" Tidak....tenang saja dok . Saya sudah cem,tidak ada pendarahan . Dokter Dina jangan banyak bergerak dulu ya...," ujar Sang perawat .


" Apa sudah boleh minum? " tanya Dina."


",Boleh...perlahan ya dok...," ujar mereka .


" Derren dengan sigap memberikan air pada Dina ."


Sang perawat setelah mengecek tekanan darah Dina,mereka mencatat di sebuah papan yang berisikan beberapa carik kertas .


" Dok...dokter Dina sudah bisa di pindah.Semuanya normal dok...," ujar mereka .


"Obat rasa sakitnya , sampai kapan di suntikkan ?tanya Derren,."


" Baiklah....," ujar Dokter Derren .


" Kami permisi dok , " ujar mereka .


Derren dan Dina pun mengangguk .


" Apa sangat sakit ? " tanya Derren .


" Hmmmm...sangat...," ujar Dina .


" Kamu mengalami pendarahan,mas sangat takut .Takut yang tidak pernah mas alami," ujar Derren .


" Stok darahnya apa rumah sakit ada mas?" tanya Dina .


" Mas sudah menguji , kesehatan dan gaya hidup karyawan mas , semua yang bergolongan darah sama denganmu Din . Meraka sudah melakukan donor darah semalam siang ," ujar Derren .


Dina bengong . Sampai segitu detailnya Derren memperhatikan pendonor darah .


" Mas siap - siap saja , siapa tau memang dibutuhkan .Ternyata benar , " ujar Derren sambil tersenyum .


Istirahatlah, wajahmu masih pucat, " ujar Derren mengusap wajah Dina.

__ADS_1


Oh Tuhan.....pakdos ku tiada celanya.Apa aku bisa jatuh cinta kembali padanya?aku takut melukainya.Dia begitu peduli dan mencintaiku.Bagaimana jika aku mengecewakannya?tanya Dina dalam hatinya.


Derren menatap kedua bola mata Dina .


"Jika Dina mengecewakan mas,tidak bisa jatuh cinta pada mas . Bagaimana ...ucap Dina menutup matanya . Mengalir air mata nya begitu deras ."


"Mas iklas jnangan menangis. Nanti bahaya.Kamu baru mengalami pendarahan hebat.Jangan setres.Cukup sembuh saja.Mas selalu ingin melihatmu sehat , mas sudah bahagia," ujar Derren.


" Tidurlah Yaaaang...," ujar Derren .


Derren mengusap usap dahi Dina.Dina kembali tertidur nyenyak .


Dina sudah dipindah ke ruangan VVIP , Derren baru selesai mandi .


Dina pun sudah selesai di lap perawat . Dina sudah di ijinkan memakai piyama nya . Hanya bagian celana belum di ijinkan . Karena masih bolak balik di cek perawat dan dokter Robert .


Dina memandang ke arah Derren . Brewokan nya sudah memanjang. Rasanya wajah dokter Derren agak berbeda .


Dina memegang brewokan Derren .


" Mas seperti ini sangat aneh...," ujar Dina.Bersihkanlah mas...lebih rapi...," ujar Dina .


Derren dengan usil mengusap brewoknya di tangan Dina .


"Jangan mas...geli...," ujar Dina .


Derren tertawa .


" Bisa nyukurin mas?" tanya Derren .


" Bisa....papi dari Smp , Dina yang bersihkan. Ada alat cukurnya?" tanya Dina .


"Ada...," ujar Derren .


Perlahan Dina duduk , masih ada rasa nyerinya,walau sudah hari ke 7 pasca operasinya . Dokter sudah mengijinkan Dina pilang,tetapi kakek dan Derren imbang proteknya . Mereka bilang sampai Dina sembuh .


Dina hanya bengong melihat kedua pria itu kompakan . Kakek sangat dekat dengan Derren.Mereka sangat cocok . Kalau papi lebih suka sama Aldi . Sangat keliatan sifat papi memihak ke Aldi .


🐡🐡🐡🐡🐡🐡🐡🐡🐡🐡🐡🐡🐡🐡🐡🐡🐡🐡


Jangan lupa like


vote


koment

__ADS_1


__ADS_2