Perjuangan Seorang Dokter

Perjuangan Seorang Dokter
Arti Dirimu


__ADS_3

Pagi pun menyapa, perlahan Dina membuka matanya.


Dina sangat terkejut sudah berada di apartemennya.


Kenapa mas Aldi bisa tau ke apartemennya?


" Mas.... Dina menggoyang tubuh Aldi ."


"Hmmmm......kenapa yaaang? "


" Mas dari mana tau ini apartemen Dina? "


" Mas dalam sebulan ada beberapa kali disini , mengontrol perusahaan papa mas . Kamu aja sangat sibuk, sampai tidak menyadari kehadiran mas ".


" Kebersamaanmu dengan Derren banyak membuat mas putus asa, tapi mas tidak bisa melepaskan mu Din. Mas selalu merindukanmu dan hanya bisa melihatmu dari jauh.Dokter Derren akhirnya mengetahuinya bulan lalu. Kemudian dia memeriksa CCTV apartemen dan di rumah sakit, disitu dia mengajak mas duduk. Dan dia bilang, kamu belum bisa mencintainya. Dan dia mjnta mas bersabar .


Mas tau apartemen, kebiasaan mu berdansa dengan oma dan opa, dan setiap hari mas juga mengirim coklat dan bunga tanpa nama. Hanya rentetan puisi kerinduan mas ."


" Kamu sangat berarti Din...ujar Aldi . "


" Mas sudah buat janji dengan dokter Roberth dan mas akan memeriksa mu pagi ini, bersiap - siaplah sayang...ujar Aldi."


" Kita sarapan di kantin rumah sakit aja ya mas...ujar Dina. Nanti temani Dina berbelanja, stok di kulkas kosong ."


Dina dan Aldi sarapan di kantin rumah sakit. Banyak mata yang memandang ketika Dina berjalan dengan di genggam Aldi .


Di kejahuan terlihat dokter Derren dan dokter Mark berjalan sambil berbicara. Ada rasa bersalah dalam perasaan Dina .


Dina mengambil nomor antrian buat pengecekan rahimnya .


Dokter Robert ketika keluar ada keperluan, melihat sosok Aldi. Dia langsung berbalik.


" Kamu Aldi....mahasiswa berbakat yang duplikat profesor, ujar nya menyalami Aldi ."


" Selamat pagi dok..," ujar Aldi menyambut salam sang dokter.


" Dokter Dina....hmmmm....pasien banyak, waktu akan terbuang sia - sia...bagaimana kalau saya bawa ke lantai atas, disana ada juga alat yang baru datang satu minggu yang lalu ."


Dokter Roberth memanggil sang perawat, guna memberinya berkas kesehatan Dina.


Dokter Roberth , Aldi dan Dina memasuki Lift.

__ADS_1


" Saya sangat bangga , kamu sangat berbakat Al...bahkan profesor sangat menyayangimu. Ilmu beliau kamu serap dan kembangkan , kamu jauh di atas saya dan bisa lebih berkembang lagi."


" Jangan bilang seperti itu dok....makasih sudah mengoperasi Dina , saat itu sangat urgent dan saya belum jadi apa - apa ".


Mereka memasuki sebuah ruangan.


"Di Amerika alat ini juga sudah ada bukan...sejak 1 bulan lalu.Sangat canggih dan detail, "ujar dokter Roberth .


" Ini catatan kesehatan Dina . Setiap bulannya, Dina sudah mengikuti terapi dan juga sudah di suntik obat penyubur kandungan , agar peluang mendapatkan keturunan lebih besar , begitu berkeluarga . "


" Benar dok...banyak yang melakukan terapi dan suntik penyubur jika ada beberapa kasus masalah kandungan. "


" Berbaringlah yaaaang...mas akan memeriksa mu,"


ujar Aldi dengan memakai bahasa Indonesia . Sang dokter tersenyum melihat Aldi menggunakan bahasa rahasia .


Dina berbaring, Aldi memakai sarung tangan dan membalur gel di atas perut Dina.


" Sejauh ini kondisi rahim Dina baik Al....karena terapi yang dia lakukan rutin , coba kamu cek ."


Aldi detail mengarahkan alat tersebut, terlihat Aldi sudah terbiasa memakai alatnya .


Aldi mencatat beberapa di berkas Dina. Beberapa obat yang akan dia suntikkan pada Dina .


Aldi dan dokter Roberth berdiskusi di sebuah ruangan.


Dina tidak mau terlalu berpikir, biasanya dokter Derren yang berbincang dengan dokter Robert .


" Yuk yaaang...sudah selesai...".


" Makasih dok...ujar Dina mengangguk ke arah dokter Roberth ".


" Derren patah hati yah Din...ujar dokter Roberth."


Dina hanya menunduk.


" Nyalimu tidak setangguh ketika di ruang operasi. Jika menyangkut rahim mu kamu selalu sangat tegang dan hilang kesadaran,blang dan seperti tidak bernyali, keadaanmu tidak seburuk prasangka mu, cepat - cepat nikah, jangan kelamaan, agar peluang mendapatkan anak lebih besar . Tapi kamu harus ingat , selalu rutin cek setiap bulan dan menjalankan terapi ".


" Baik dok...makasih...".


Dina dan Aldi pun berjalan menuju mobil , asisten Aldi memberikan kunci mobil pada Aldi .

__ADS_1


" Kamu selalu numpang kan dengan dokter Derren?, " tanya Aldi .


" Dina pernah tambrak pembatas jalan ketika pulang tugas, kecapekan. Mas Derren langsung mengembalikan mobil Dina pada kakek . "


" Baiknya kemanapun pakai supir mas saja. Gam nyaman juga satu mobil terlalu sering dengan dokter Derren , kamu sudah menjadi tanggung jawab mas."


Dina mengangguk.


" Hasil tadi gimana mas? ," tanya Dina.


" Kamu harus mas makan secepatnya, masa suburmu tertera hari ini, pas banget kan Din."


Wajah Dina merona memerah.


Aldi semakin tertawa melihat Dina membuang pandangannya ke jalan.


" Mas...kita singgah ke Swalayan di pojok sana ya."


" Baik nyonya Wijaya ."


" Ihhhh...mas...dari tadi ledekin Dina aja..., " ujar Dina menutup wajahnya dengan telapak tangannya.


Mereka memasuki swalayan, membelj aneka buah, sayuran , daging dan ikan.


" Biasanya kamu datang dengan dokter Derren Din....dimana dokter Derren? , " ujar pemilik swalayan.


" Sedang bertugas tuan, dokter Derren sedang padat jadwal operasinya."


" Biasanya kamu masuk ke dalam tim operasinya."


" Saya lagi cuti tuan..., " ujar Dina tersenyum.


Aldi mengeluarkan kartu Atm nya dan menerima kembali dari sang tuan.


" Kamu cantik dan sangat banyak di kejar para pemuda eksekutif.Tuan Arnold pemilik perusahaan di seberang rumah sakit, selalu mengawasimu, juga tuan Felix pemilik Hotel di ujung jalan, Tuan Dekker juga tertarik menjodohkanmu dengan putranya . "


" Haaaaahhhhhh...ujar Dina bengong."


🌳🌳🌳🌳🌳🌳🌳🌳🌳🌳🌳🌳🌳🌳🌳🌳🌳🌳


Jangan lupa like

__ADS_1


vote


koment


__ADS_2