
Derren mendengar sekilas percakapan itu . Hatinya perih dan dia sangat tau , Aldi tidak akan pernah mengalah dan melepaskan Dina sebagai miliknya.Derren sangat tau,Aldi seperti apa mencintai Dina .
Dina membaringkan tubuhnya di sofa Derren.Meluruskan tubuhnya .
Derren datang dan jongkok disampingnya.Derren perlahan mengecup bibir Dina . Meraih tengkuk Dina.Dina melototkan matanya melepaskan diri,tapi Derren menguncinya dalam kekuatan dengan baja nya .
Ciuman panjang tak berbalas Derren rasakan,. Sesakit inikah mencinta seorang Dina ujar nya .
Kemudian Derren melepas ciuman itu,.
" Hukuman buat kekasihku,. Jangan pernah berpikir meninggalkan mas Din...,":ujar Derren .
Dina hanya sesegukan menangis di bahu Derren.
"Maaf mas....maaf...ujar Dinax."
" Jangan sedih...lagu mu sangat sendu . Apa kehadiran mas belum bisa mengganti pelangi hatimu? " ujar Darren .
Dina hanya menunduk,.
",Kekasih ku ini sangat cantikkk...," ujar Derren .
" Hatinya baik, menikahlah denganku sayang...aku gak bisa tanpa kehadiranmu ."
" Ada dokter Gres yang menanti mu mas.Dia mengejarmu sampai disini ," ujar Dina .
" Aku gak ada rasa Dinnnn....," ujar Derren .
",Jangan pernah ucapkan pisah.....ujar Den memohon ".
Dina hanya bisa menenggelamkan wajahnya di dada bidang Derren,.
Derren mengusap rambut Dina .
" Menikahlah denganku saaayaaang...," ujar Derren memelas .
" Aku tidak bisa tanpamu ," ujar Derren ."
Dinna hanya diam,. Derren memeluknya dengan erat , teramat erat .
" Selama perjuangan ini , bahuku cukup menguatkanmu bukan?" ,ujar Derren perlahan".
" Lumayan kokoh tak bisa di geser .Begitu ada pesaing langsung beraksi...," ujar Dina tersenyum".
" Langsung bereaksi.....," ujar Derren tertawa .
" Posesif akut...,";ujar Dinna ".
" Suatu keharusan.Harta mas satu satunya,jantung dan denyut nadinharus di jaga,biar gak komplikasi ," ujar Derren .
" Diagnosa yang tepat...," ujar Dina
__ADS_1
" Butuh obat mujarab...," ujar Derren .
" Obat tidur atau obat perangsang? " ujar Dina .
" Obat perangsang aja,biar cepat jadinya,ujar Derren tertawa, mengangkat tubuh Dina ."
" Mas...turunin...," ujar Dina .
"Gak..nih mau nyari obatnya dimana mas letak
, " ujar nya .
"Nyari obat kok sampai gendong segala.Ketahuan mas...ujar Dina."
"Ini namanya dokter salah diagnosa bukan ? " ujar Dina terkekeh ."
" Gak pernah salah diagnosa.Kamu harus di hukum seharian di kamar mas bagian atas. Kamu itu menggemaskan ," ujar Derren .
" Jangan di kurung mas...," ujar Dina."
" Di halalin nolak...," ujar Derren .
" Trus mau di apain lagi sayaaang? " ujar Derren .
" Jangan panggil saayang mas...," ujar Dina.
" Gak mau tau....," ujar Derren .
Mereka sudah sampai di kamar Derren . Dina paling suka berada di balkon kamar itu.Pemandangan nuansanya berbeda dari balkon kamar Dina .
" Kamu yakin mau satang yaaaang? ," ujar Derren .
" Dina ingin melihat Aisyah menikah . Bukan dengan Ibrahim lo mas...tapi dengan Firman.Teman sesama kami SMA , dulu mereka pernah pisah, ketika Aisyah sudah pacaran dan tunangan dengan Ibrahim malah mereka bisa bersatu ," ujar Dina .
" Kita apa bisa seperti itu Din ? " tanya Derren .
",Mas apa bisa se iklas itu,? tanya Dina menatap kedua bola mata Derren ."
" Belum bisa se iklas itu . Dan entah sampai kapan bisa iklas . Saat dunia mu berada di pusaran hidupku , tidak ada selain keindahan kebersamaan 2tahun lebih ini Din....waktu mencinta yang tak mempunyai rem , terus berjalan tanpa bisa terhenti ," ujar Derren,.
" Hati mu temaram....matamu hanya boleh melihatku ," ujar Derren .
" Harus pakai kaca mata kuda ? " tanya Dina memukul dada Derren perlahan ".
Darren menangkap tangan Dina .
" Mas gak akan memenjarakan mu.Tapi mas belum bisa melepaskanmu.Maaf ke.egoisan ini.Beri waktu....," ujar Derren memeluk diri Dina .
"Jangan terlalu sayang , jangan terlalu cinta.Mas tau sendiri , hubungan seperti apa yang terjalin selama ini antara kita ," ujar Dina .
" Mas temani ya.... ," ujar Derren.
__ADS_1
" Hmmmm.....," ujar Dina,.
" Apa takut aku di culik si brewok ? " tanya Dina .
" Pasti.....dari mana kamu tau dia sekarang brewok?" tanya Derren .
" Dari Aisyah tadi....", ujar Dina .
" Dia sering menelepon mas,sering me Wa mas . Menanyakan keadaanmu ."
" Mas jawab apa ? "ujar Dina .
" Mas selalu jawab . Mas bilang kamu semakin mencintai mas . "
",Dia jawabnya apa ?," tanya Dina .
" Dia bilang mas halu,hati kamu itu hanya miliknya,dia tuan dari semua hatimu ," ujar Derren .
" Kamu tidak tau,di pergelangan tangannya bahkan dia membuat ukiran namamu ," ujar dokter Darren .
" Liatlah akun IG nya, " ujar Derren.
" Dia tidak pernah sedetikpun melepaskan mu.Dia pecinta ulung ," ujar Derren .
"Sama dengan mu mas....pecinta ulung, " ujar Dina .
" Dia mengakui mas,saingan terberatnya,Derren tertawa,, dari sejak awal kuliah dia sudah menyadari,, mas menyukai dan mencintaimu.Dia selalu sewot , selalu pandangan tajam pada pakdos nya . Untung aja dia sangat pintar , mas juga bukan dosen yang mau mematahkan langkah orang seberbakat dirinya . Mas tau , dia dekat dengan dosen spesialis kandungan , dia teramat memikirkanmu,. Kamu tau Din...dia sangat cerdas.Kesuksesannya di kampus , dan selalu menjadi pimpinan seminar soal masalah kandungan di akui para dokter dari negara manapun . Dia hanya menamatkan kuliah S2 nya saja,. Kalau secara praktek dia melebihi profesor pengajarnya di Canada ."
"Dia sangat terkenal,banyak pasangan mustahil . Memiliki anak , dia bisa mewujudkan banyak mimpi . Tanpa memandang dari golongan manapun.
Mas salut caranya meraih cita cita.Perjuangannya terselubung,untuk menyembuhkanmu.Mas percaya,kamu bakal punya bayi,dia sangat handal.
" Mas sudah melihat aksinya. Kamu tau Din...teman mas sudah 15 tahun , tidak memiliki anak,saat ini sedang menantikan kelahiran bayi mereka. Dan sangat luar biasa , kembar 3. Aldi sangat jago dengan kepintaranya , sangat jarang pasiennya punya bayi hanya 1 Din..
Ijin prakterknya masih di backup profesor pengajarnya ."
"Sama seperti kamu,hanya perlu lisensi .Keberhasilan setiap kasus sulit telah kamu lampaui , melebihi ilmu dan skill mas . Kamu sangat di hormati di setiap forum . Lebih terkenal ahli jantung,dari dokter bedah nya,walaupun keduanya sangat handal," ujar Derren .
" Masih harus banyak berguru dari Pakdos ," ujar Dina .
Dina memandang jauh di hamparan kesejukan balkon .
",Mengapa menceritakan keberhasilannya pada Dina mas ? apa gak takut hati ini berpaling? tanya Dina,".
",Mas tau ...hati itu milik siapa,ujar Derren memaksakan senyumannya ."
👦👧👦👧👦👧👦👧👦👧👦👧👦👧👦👧👦
happy reading guysss
jangan lupa like
__ADS_1
vote
koment