Perjuangan Seorang Dokter

Perjuangan Seorang Dokter
Berbeda 2


__ADS_3

Derren mendapat telepon dari Aldi .Derren terkejut Dina ke club malam ini . Aldi men share titik GPS Dina .Karena GPS Dina tersambung dengan handphonenya Aldi .


Aldi minta tolong Derren mengawasi Dina .


Malam itu juga , Aldi bergegas menuju bandara dan terbang menuju Bali , hati Aldi sangat kacau , Mama dan papa Aldi pun ikut dengan Aldi , mereka pengen liburan ke Bali .


Mereka berangkat bersama .


Dina memasuki club , rasanya .....perutnya mual mencium aroma bau rokok di mana - mana , aroma alkohot yang menyengat, begitu banyak pria dan wanita yang menari , dahi Dina berkerut , ternyata seperti ini club malam , Dina tidak pernah sekalipun di ijinkan Derren, Aldi , Bian ,Dimas dan Claudia menginjakkan kaki ke club , kakek sangat keras memperingati mereka. Tetapi malam ini rasa ingin taunya sangat besar , makanya menerima ajakan teman - temannya .


Dina heran melihat para teman - teman se profesinya mengajak ke tempat seperti ini .


Dina melihat mereka , duduk dengan pakaian sama seperti Dina .


" Kenapa harus ke tempat ini , bisik Dina ."


" Tuh...biang keroknya , menunjukkan seorang dokter cupu , dia pengen tau , club itu seperti apa , maklum kalau di negaranya , mama nya kejam , dan Pengawalan 24 jam."


Dina tertawa , ternyata mereka ada 6 orang , 5 orang ,baru ini pengalaman pertama ke sebuah club sedangkan 1 lagi pernah sekali ke club .


" Ingat...jangan minum....jangan terima apapun dari seseorang ".


" Okey...." jawab mereka .


Dina menuju bar , meminta sebuah ruangan khusus buat mereka .Karena Bian pernah cerita soal situasi di dalam club seperti apa .


Mereka ber 6 pun menuju sebuah ruangan privasi . Dari mereka ber 6 hanya 1 saja yang pernah ke club malam dan sangat tomboy , dia pergi dengan saudara laki - lakinya .


Dina menahan tawannya memeluk seorang dokter wanita yang sangat cupu penampilannya .


" Besok kamu ngikuti aku yahhhhh, kamu akan aku make over....".


" Wajibbbbb....teriak mereka semua ."


Mereka ber 6 melihat memandang dari nalik kaca ruang privasi , memandang disekitar luar, merasa seram dengan pemandangan liar di depan mata mereka .


" Dari kita ber 6 hanya 2 saja yang baru nikah....kalian yang belum nikah tutup mata donggg..." ujar Dina tertawa .


" Kalau aku dan ini nih...kami udah melalui pertarungan , " ujar Dina tertawa tergolek di sebuah sofa .


Ke 4 dokter bengong melihat pemandangan di luar kaca . Dina dengan usil menutup kedua mata seorang dokter cupu .


" Kalian masuk ke sarang harimau....," ujar Dina kembali tertawa kembali .


Dina mengajak ke 5 teman temannya berfoto , Dina tertawa , membuat caption di IG nya .


" Karena kutu buku , ke 6 cewek cupu ,masuk ke sarang harimau ".


Mereka bengong dengan penggunaan bahasa Dina , Dina menjelaskan dengan menggunakan bahasa Inggris .


" Kalau terjaring rajia , kita ber 6 akan di giring ke kantor polisi , " ujar Dina tertawa kembali memegang perutnya karena merasa sungguhnlucu kejadian malam ini .


Mereka ber 6 kembali melihat di sekitar luar , sangat banyak lautan pria , tua dan muda di luar sana , tidak peduli dan menikmati kehidupan yang memang pilihan mereka sendiri .


" Kita keliatan gak , memandangi mereka ."


" Tenang , hanya kita yang bisa melihat mereka, sedangkan mereka gak bisa liat kita di dalam sini ."


" Tau dari mana ? tanya dokter cupu ".

__ADS_1


" Daddy aku tukang kaca ...," ujar Dina kembali tertawa .


" Beneran....tanya dokter cupu.".


" Tadi aku udah nanya ke pelayan , aku kan kepo , mau mandang - mandang kerjaan pria itu seperti apa sih di club , dan genitnya wanita itu segimana sih di dalam club ".


" Betul...betulllll....ujar seorang dokter yang sudah menikah ."


" Ingat....kita sudah melihat sarang harimau ini , jangan pernah kesini lagi .Sedikit saja obat bius , alkohol kita teguk , maka apa yang berharga dalam diri kita hilang .Walaupun sudah menikah , kita milik suami kita , ingat....," ujar Dina .


Dina merasakan sedikit mual , karena tadi bau rokok belum hilang dari penciuman Dina .


Mereka ber enam saling tertawa .


Terlihat Dokter Derren tiba - tiba membuka pintu .


" Din....kamu.....," ujar dokter Derren .


Dina melongo .


" Kamu nakal....," ujar dokter Derren menahan marahnya .


" Sembarangan....gak pakdosss.....ihhhhh....sampai segitunya ,fitnah lebih kejam dari pembunuhan, " ujar Dina.


" Kenapa harus ke club sihhhh...kamu tau ini jam berapa ? kamu tau gak Din...bertapa cemas nya Aldi...begitu cemas nya mas....".


" Mas membesar - besarkan masalah deh....".


" Kamu tau gak Din...ini bukan tempat main - main. Kamu liat di sekeliling sana ".


" Mas dengerin Dina dulu , Dina itu tau situasi club seperti apa dari mas Bian , Dina gak akan memilih privat room kalau gak tau keadaan , agar kami aman , mas tau gak...Dina setua ini gak pernah ke club mas.....Dina itu rasa ingin taunya tinggi ,Dina membela dirinya ."


" Pakaian kami juga sopan ,tuh disana baru kurang bahan....," ujar Dina kesal .


" Kenapa gak ajak mas ? "


" Nanti mas Aldi mikirnya gimana - gimana ".


" Kan perginya rame ....," ujar Derren menahan kekesalannya .


Ke lima teman Dina ketakutan melihat dokter Derren .


" Sudah selesai observasi nya ? tanya dokter Derren ."


Dina tertawa .


" Apa pengalaman hari ini sudah selesai ?"btanya Dina pada teman - temannya .


Semua mengangguk .


" Kalian tadi datang sama siapa ? tanya Dina ".


" Kami di antar dan dijemput kok Din...," ujar dokter yang sudah menikah , dan dia juga sudah pernah ke club .


" Baiklah...kita besok kan masih ada pertemuan , cukup hari ini , besok kalian mau kemana , jangan ngajak ke club lagi ,okayyyy ".


Mereka pun mengangguk .


Derren menggenggam tangan Dina . Mereka pun keluar . Derren tidak mau Dina di ganggu siapapun . Begitu besar nya cinta Derren pada Dina . Terlihat dari rasa cemas dan perlindungan yang dia berikan pada Dina .

__ADS_1


Teman - teman Dina pun sudah pulang .


" Tadi naik apa kesini ?"


" Bawa mobil teman mas Bian ."


" Awas saja Bian ...., " ujar Derren menahan kemarahannya .


" Mana kunci mobil ".


Dina memberi pada Derren .


Derren menelepon Aldi , Derren mengatakan bahwa Dina sudah bersama dengannya .


" Mas Aldi telepon mas....?"


" Iya ...," ujar Derren dengan wajah galak nya .


" Mas Aldi tau Dina dari mana ?" tanya Dina heran .


" Rahasia , " ujar Derren menahan kesal nya .


Dina gak berani menanyakan apa - apa lagi .


" Tunjukkan jalan , " ujar Derren .


" Mas Dina antar aja ke hotel , Dina tau seputaran Bali ."


" Gak..., mobil di sita , sepeda motor juga ."


" Mas galak benar sihhh...," ujar Dina .


" Sakit hati banget , " ujar Dina .


Derren hanya Diam .


" Masuk dan jangan kemana - mana lagi ".


" Mas pulangnya gimana ?"


" Pakai maps ".


" Bisa kesasar looo...mau ke hotel , nanti sampainya ke sawah..., udah sini Dina antar ."


" Gak...udah malam , masuk ...".


" Villa kamu bagus , besok mas mau liat ".


" Baiklah...".


Dina memasuki Villa nya .


🤪😜🤪😜🤪😜🤪😜🤪😜🤪😜🤪😜🤪


Jangan lupa like


Vote


Koment

__ADS_1


__ADS_2