
Derren mendapat telepon dari Aldi .Derren terkejut Dina ke club malam ini . Aldi men share titik GPS Dina .Karena GPS Dina tersambung dengan handphonenya Aldi .
Aldi minta tolong Derren mengawasi Dina .
Malam itu juga , Aldi bergegas menuju bandara dan terbang menuju Bali , hati Aldi sangat kacau , Mama dan papa Aldi pun ikut dengan Aldi , mereka pengen liburan ke Bali .
Mereka berangkat bersama .
Dina memasuki club , rasanya .....perutnya mual mencium aroma bau rokok di mana - mana , aroma alkohot yang menyengat, begitu banyak pria dan wanita yang menari , dahi Dina berkerut , ternyata seperti ini club malam , Dina tidak pernah sekalipun di ijinkan Derren, Aldi , Bian ,Dimas dan Claudia menginjakkan kaki ke club , kakek sangat keras memperingati mereka. Tetapi malam ini rasa ingin taunya sangat besar , makanya menerima ajakan teman - temannya .
Dina heran melihat para teman - teman se profesinya mengajak ke tempat seperti ini .
Dina melihat mereka , duduk dengan pakaian sama seperti Dina .
" Kenapa harus ke tempat ini , bisik Dina ."
" Tuh...biang keroknya , menunjukkan seorang dokter cupu , dia pengen tau , club itu seperti apa , maklum kalau di negaranya , mama nya kejam , dan Pengawalan 24 jam."
Dina tertawa , ternyata mereka ada 6 orang , 5 orang ,baru ini pengalaman pertama ke sebuah club sedangkan 1 lagi pernah sekali ke club .
" Ingat...jangan minum....jangan terima apapun dari seseorang ".
" Okey...." jawab mereka .
Dina menuju bar , meminta sebuah ruangan khusus buat mereka .Karena Bian pernah cerita soal situasi di dalam club seperti apa .
Mereka ber 6 pun menuju sebuah ruangan privasi . Dari mereka ber 6 hanya 1 saja yang pernah ke club malam dan sangat tomboy , dia pergi dengan saudara laki - lakinya .
Dina menahan tawannya memeluk seorang dokter wanita yang sangat cupu penampilannya .
" Besok kamu ngikuti aku yahhhhh, kamu akan aku make over....".
" Wajibbbbb....teriak mereka semua ."
Mereka ber 6 melihat memandang dari nalik kaca ruang privasi , memandang disekitar luar, merasa seram dengan pemandangan liar di depan mata mereka .
" Dari kita ber 6 hanya 2 saja yang baru nikah....kalian yang belum nikah tutup mata donggg..." ujar Dina tertawa .
" Kalau aku dan ini nih...kami udah melalui pertarungan , " ujar Dina tertawa tergolek di sebuah sofa .
Ke 4 dokter bengong melihat pemandangan di luar kaca . Dina dengan usil menutup kedua mata seorang dokter cupu .
" Kalian masuk ke sarang harimau....," ujar Dina kembali tertawa kembali .
Dina mengajak ke 5 teman temannya berfoto , Dina tertawa , membuat caption di IG nya .
" Karena kutu buku , ke 6 cewek cupu ,masuk ke sarang harimau ".
Mereka bengong dengan penggunaan bahasa Dina , Dina menjelaskan dengan menggunakan bahasa Inggris .
" Kalau terjaring rajia , kita ber 6 akan di giring ke kantor polisi , " ujar Dina tertawa kembali memegang perutnya karena merasa sungguhnlucu kejadian malam ini .
Mereka ber 6 kembali melihat di sekitar luar , sangat banyak lautan pria , tua dan muda di luar sana , tidak peduli dan menikmati kehidupan yang memang pilihan mereka sendiri .
" Kita keliatan gak , memandangi mereka ."
" Tenang , hanya kita yang bisa melihat mereka, sedangkan mereka gak bisa liat kita di dalam sini ."
" Tau dari mana ? tanya dokter cupu ".
__ADS_1
" Daddy aku tukang kaca ...," ujar Dina kembali tertawa .
" Beneran....tanya dokter cupu.".
" Tadi aku udah nanya ke pelayan , aku kan kepo , mau mandang - mandang kerjaan pria itu seperti apa sih di club , dan genitnya wanita itu segimana sih di dalam club ".
" Betul...betulllll....ujar seorang dokter yang sudah menikah ."
" Ingat....kita sudah melihat sarang harimau ini , jangan pernah kesini lagi .Sedikit saja obat bius , alkohol kita teguk , maka apa yang berharga dalam diri kita hilang .Walaupun sudah menikah , kita milik suami kita , ingat....," ujar Dina .
Dina merasakan sedikit mual , karena tadi bau rokok belum hilang dari penciuman Dina .
Mereka ber enam saling tertawa .
Terlihat Dokter Derren tiba - tiba membuka pintu .
" Din....kamu.....," ujar dokter Derren .
Dina melongo .
" Kamu nakal....," ujar dokter Derren menahan marahnya .
" Sembarangan....gak pakdosss.....ihhhhh....sampai segitunya ,fitnah lebih kejam dari pembunuhan, " ujar Dina.
" Kenapa harus ke club sihhhh...kamu tau ini jam berapa ? kamu tau gak Din...bertapa cemas nya Aldi...begitu cemas nya mas....".
" Mas membesar - besarkan masalah deh....".
" Kamu tau gak Din...ini bukan tempat main - main. Kamu liat di sekeliling sana ".
" Mas dengerin Dina dulu , Dina itu tau situasi club seperti apa dari mas Bian , Dina gak akan memilih privat room kalau gak tau keadaan , agar kami aman , mas tau gak...Dina setua ini gak pernah ke club mas.....Dina itu rasa ingin taunya tinggi ,Dina membela dirinya ."
" Pakaian kami juga sopan ,tuh disana baru kurang bahan....," ujar Dina kesal .
" Kenapa gak ajak mas ? "
" Nanti mas Aldi mikirnya gimana - gimana ".
" Kan perginya rame ....," ujar Derren menahan kekesalannya .
Ke lima teman Dina ketakutan melihat dokter Derren .
" Sudah selesai observasi nya ? tanya dokter Derren ."
Dina tertawa .
" Apa pengalaman hari ini sudah selesai ?"btanya Dina pada teman - temannya .
Semua mengangguk .
" Kalian tadi datang sama siapa ? tanya Dina ".
" Kami di antar dan dijemput kok Din...," ujar dokter yang sudah menikah , dan dia juga sudah pernah ke club .
" Baiklah...kita besok kan masih ada pertemuan , cukup hari ini , besok kalian mau kemana , jangan ngajak ke club lagi ,okayyyy ".
Mereka pun mengangguk .
Derren menggenggam tangan Dina . Mereka pun keluar . Derren tidak mau Dina di ganggu siapapun . Begitu besar nya cinta Derren pada Dina . Terlihat dari rasa cemas dan perlindungan yang dia berikan pada Dina .
__ADS_1
Teman - teman Dina pun sudah pulang .
" Tadi naik apa kesini ?"
" Bawa mobil teman mas Bian ."
" Awas saja Bian ...., " ujar Derren menahan kemarahannya .
" Mana kunci mobil ".
Dina memberi pada Derren .
Derren menelepon Aldi , Derren mengatakan bahwa Dina sudah bersama dengannya .
" Mas Aldi telepon mas....?"
" Iya ...," ujar Derren dengan wajah galak nya .
" Mas Aldi tau Dina dari mana ?" tanya Dina heran .
" Rahasia , " ujar Derren menahan kesal nya .
Dina gak berani menanyakan apa - apa lagi .
" Tunjukkan jalan , " ujar Derren .
" Mas Dina antar aja ke hotel , Dina tau seputaran Bali ."
" Gak..., mobil di sita , sepeda motor juga ."
" Mas galak benar sihhh...," ujar Dina .
" Sakit hati banget , " ujar Dina .
Derren hanya Diam .
" Masuk dan jangan kemana - mana lagi ".
" Mas pulangnya gimana ?"
" Pakai maps ".
" Bisa kesasar looo...mau ke hotel , nanti sampainya ke sawah..., udah sini Dina antar ."
" Gak...udah malam , masuk ...".
" Villa kamu bagus , besok mas mau liat ".
" Baiklah...".
Dina memasuki Villa nya .
🤪😜🤪😜🤪😜🤪😜🤪😜🤪😜🤪😜🤪
Jangan lupa like
Vote
Koment
__ADS_1