
Kegiatan Koas Melani , Dewa , Dina dan Aldi selesai juga koasnya . Mereka hanya selisih 1 bulan menyelesaikan koasnya .
Malam itu , Dina sengaja nginap di rumah kakeknya . Dina memasuki ruang kerja sang kakek .
" Malam kek...," ujar Dina.
" Malam sayang...," ujar sang kakek .
" Dina boleh ngomong ?" tanya Dina ragu sambil duduk di sofa ruangan kakeknya .
" Mau cerita apa? " tanya sang kakek .
" Kek....Dina mau ambil spesialis bedah di Canada.Apa boleh?" tanya Dina .
" Jangan ambil begitu jauh . Kesehatan kakek kamu tau sendiri Din . Kakek gak mau jauh dari cucu kakek satu satunya , " ujar sang kakek.
" Menikalah....apa kamu sudah punya kekasih " ? tanya sang kakek .
" Punya kek...tapi....Dina terputus bicara ".
" Kenapa? tanya sang kakek menatap cucunya yang menunduk ."
" Kek....sebenarnya Dina terkena kista dan harus melakukan pengobatan 1tahun . Ini sudah 10 bulan pengobatan , dan efek obat tidak efektif . Dina sepertinya harus menjalani operasi . Ada kemungkinan Dina sulit mengandung.Isakan tangisan Dina pun pecah ."
Sang kakek sangat terkejut dan sangat sedih memeluk sang cucu .
" Kakek akan mengobatimu.Mau kemanapun kamu akan kakek bawa ," ujar sang kakek .
" Dina takut menikah kek . Dina gak bisa memberi keturunan pada suami da . keluarganya . Apalagi pacar Dina anak tunggal . Dina gak mau egois,ujar Dina ."
" Baiknya berpisah saja,ujar sang kakek.Menikalah dengan seseorang yang bisa menerima kekurangan dan kelebihan kita,. Kalau merasa berat keluarganya menerima , lebih baik jangan ."
__ADS_1
Sang kakek memeluk cucunya . Air matanya mengakir di wajah rentanya .
" Dimas mencintaimu Din...," ujar kakek.
" Jika dia mau menerima keadaanmu,apa kamu bersedia betunangan dengannya ?" tanya sang kakek ..
" Dimas bukan putra tunggal , juga anaknya baik.Dari kecil semua mengenalnya . Belum tentu juga kan kamu tidak bisa memiliki anak . Jika memang operasi itu dilakukan , masih ada kemungkinan bukan ? kakek akan meminta alamat dokter kandungan pada beberapa teman kakek. Jangan bersedih...," ujar Sang kakek memeluk cucu sematawayangnya .
Sedangkan dikediaman keluarga Aldi . Papa dan Aldi saling beradu pendapat . Ratih Wijaya dan Elsa Wijaya kakak nya Aldi sangat pusing melihat persoalan yang sedang diperdebatkan .
" Papa tidak setuju kamu menikahi Dina.Tidak Al...awalnya papa setuju . Tapi dengan kondisi rahim bermasalah , apa tujuan kamu membina rumah tangga . Salah satunya mau mempunyai keturunan . Kamu putra papa satu satunya . Apa kamu tidak tau bagaimana perjuangan papa dan mama mendapatkan seorang penerus ?" ujar sang papa .
" Pa...kan belum tentu juga Dina tidak bisa punya anak kelak.Itu semua tergantung Tuhan pa...," ujar Aldi gusar .
" Orang sehat saja Al...begitu banyak berjuang untuk punya keturunan . Mau bayi tabung , imseminasi atau serangkaian usaha , belum tentu mendapat keturunan . Apalagi seseorang yang dalam kondisi sakit ," ujar sang papa .
" Pa...jangan begitu . Kasihan Dina papa kata katai seperti itu. Dina anak yang baik . Aldi mencintai Dina sejak Smp . Mama mengetahui itu semja tanpa anak mama bilang . Begitu berat anakmu berjuang mendapatk n hatinya ," ujar sang mama .
" Bagaimanapun Dina sudah dekat dengan mama , " ujar sang mama .
" Apa kamu tidak mau menimang cucu dari anak laki lakimu? tanya sang suami ".
" Semua orang tua mau pa...tapi jika memang tidak rejeki,mau bilang apa ," ujar sang mama .
" Lebih sakit jika mereka kelak berpisah , jika tidak mempunyai keturunan ," ujar sang papa .
" Bagi Aldi itu tidak menjadi masalah pa . Selama Dina ada berjuang bersama Aldi .
" Hidup tidak sesimpel yang kamu pikirkan Al.Jika kamu menikah , kamu akan melihat pasangan yang punya anak , teman temanmu yang punya anak . Mbak mu yang punya anak . Hati kecilmu tidak akan bisa kamu pungkiri ."
" Jika Aldi bisa,apa papa merestui Aldi dan Dina
__ADS_1
? " ujar Aldi menatap mata sang papa .
" Menurut Elsa...jaman canggih sekarang , biarkanlah Aldi dan Dina bersatu pa . Mereka sangat dekat.Kasihan Dina . Lakukan pengobatan, dan segera lah menikah . Jangan tunda menikah . Kalian membutuhkan waktu buat mempunyai keturunan . Berjuang bersama lah
," ujar Elsa . Apapun hasilnya harus kalian terima .
" Mbak Ratih sama dengan keputusan papi . Kamu ambil spesialis san baiknya berpisah dari Dina . Kasihan papa tidak mempunyai penerus kelak ," ujar Ratih . Kamu tau sendiri , papa orang yang gak bisa di ganggu gugat . Capek berdebat dengan papa ."
" Mbak apa seorang wanita?ujar Elsa.Jika mbak di posisi Dina , apa yang mbak lakukan ? " tanya Elsa .
" Mbak akan meninggalkan Aldi . Mbak akan menikah dengan sesorang yang bisa menerima kekurangan mbak , sebagai seorang wanita dengan diagnosa kista dan kesulitan mempunyai keturunan . Ngapain mbak maksa menikah dengan keluarga yang hanya memiliki putra tunggal . Mbak mau hidup mbak tenang . Toh di posisi Dina dia pewaris tunggal , warisan kakeknya mencengangkan . "
" Mbak kalau jadi Dina , mbak akan berobat ke ujung dunia sekalipun . Toh kekayaan keluarga nya gak akan berkurang,. Mbak juga akan belajar menjadi wanita kuat . Ngapain cengeng dan hancur hanya karena cinta. Apalagi saat keluarga pacar mbak, tidak menerima keadaan mbak.Bakalan ngantri cowok yang melamar. Mbak kalau secantik Dina , gak akan hancur karena masalah ini," ujar Ratih .
" Kamu mihak siapa sih...tanya sang papa ".
" Gak mihak siapapun . Hanya pengandaian jika diposisi Dina ," ujar Ratih Wijaya .
" Kamu berangkatlah ke Canada . Fokus sekolah mu, berpisahlah dengan Dina," ujar sang papa .
" Sampai kapanpun Aldi gak akan mau menikah dengan siapapun. Hanya Dina yang Aldi mau . Mau punya anak atau gak , Aldi gak peduli ," ujar Aldi meninggalkan ruang keluarga dan memasuki kamarnya .
ππππππππππππππππππJangan lupa like
vote
koment
salam sehat
happy reading
__ADS_1