Perjuangan Seorang Dokter

Perjuangan Seorang Dokter
Prahara


__ADS_3

Kegiatan Koas Melani , Dewa , Dina dan Aldi selesai juga koasnya . Mereka hanya selisih 1 bulan menyelesaikan koasnya .


Malam itu , Dina sengaja nginap di rumah kakeknya . Dina memasuki ruang kerja sang kakek .


" Malam kek...," ujar Dina.


" Malam sayang...," ujar sang kakek .


" Dina boleh ngomong ?" tanya Dina ragu sambil duduk di sofa ruangan kakeknya .


" Mau cerita apa? " tanya sang kakek .


" Kek....Dina mau ambil spesialis bedah di Canada.Apa boleh?" tanya Dina .


" Jangan ambil begitu jauh . Kesehatan kakek kamu tau sendiri Din . Kakek gak mau jauh dari cucu kakek satu satunya , " ujar sang kakek.


" Menikalah....apa kamu sudah punya kekasih " ? tanya sang kakek .


" Punya kek...tapi....Dina terputus bicara ".


" Kenapa? tanya sang kakek menatap cucunya yang menunduk ."


" Kek....sebenarnya Dina terkena kista dan harus melakukan pengobatan 1tahun . Ini sudah 10 bulan pengobatan , dan efek obat tidak efektif . Dina sepertinya harus menjalani operasi . Ada kemungkinan Dina sulit mengandung.Isakan tangisan Dina pun pecah ."


Sang kakek sangat terkejut dan sangat sedih memeluk sang cucu .


" Kakek akan mengobatimu.Mau kemanapun kamu akan kakek bawa ," ujar sang kakek .


" Dina takut menikah kek . Dina gak bisa memberi keturunan pada suami da . keluarganya . Apalagi pacar Dina anak tunggal . Dina gak mau egois,ujar Dina ."


" Baiknya berpisah saja,ujar sang kakek.Menikalah dengan seseorang yang bisa menerima kekurangan dan kelebihan kita,. Kalau merasa berat keluarganya menerima , lebih baik jangan ."

__ADS_1


Sang kakek memeluk cucunya . Air matanya mengakir di wajah rentanya .


" Dimas mencintaimu Din...," ujar kakek.


" Jika dia mau menerima keadaanmu,apa kamu bersedia betunangan dengannya ?" tanya sang kakek ..


" Dimas bukan putra tunggal , juga anaknya baik.Dari kecil semua mengenalnya . Belum tentu juga kan kamu tidak bisa memiliki anak . Jika memang operasi itu dilakukan , masih ada kemungkinan bukan ? kakek akan meminta alamat dokter kandungan pada beberapa teman kakek. Jangan bersedih...," ujar Sang kakek memeluk cucu sematawayangnya .


Sedangkan dikediaman keluarga Aldi . Papa dan Aldi saling beradu pendapat . Ratih Wijaya dan Elsa Wijaya kakak nya Aldi sangat pusing melihat persoalan yang sedang diperdebatkan .


" Papa tidak setuju kamu menikahi Dina.Tidak Al...awalnya papa setuju . Tapi dengan kondisi rahim bermasalah , apa tujuan kamu membina rumah tangga . Salah satunya mau mempunyai keturunan . Kamu putra papa satu satunya . Apa kamu tidak tau bagaimana perjuangan papa dan mama mendapatkan seorang penerus ?" ujar sang papa .


" Pa...kan belum tentu juga Dina tidak bisa punya anak kelak.Itu semua tergantung Tuhan pa...," ujar Aldi gusar .


" Orang sehat saja Al...begitu banyak berjuang untuk punya keturunan . Mau bayi tabung , imseminasi atau serangkaian usaha , belum tentu mendapat keturunan . Apalagi seseorang yang dalam kondisi sakit ," ujar sang papa .


" Pa...jangan begitu . Kasihan Dina papa kata katai seperti itu. Dina anak yang baik . Aldi mencintai Dina sejak Smp . Mama mengetahui itu semja tanpa anak mama bilang . Begitu berat anakmu berjuang mendapatk n hatinya ," ujar sang mama .


" Bagaimanapun Dina sudah dekat dengan mama , " ujar sang mama .


" Apa kamu tidak mau menimang cucu dari anak laki lakimu? tanya sang suami ".


" Semua orang tua mau pa...tapi jika memang tidak rejeki,mau bilang apa ," ujar sang mama .


" Lebih sakit jika mereka kelak berpisah , jika tidak mempunyai keturunan ," ujar sang papa .


" Bagi Aldi itu tidak menjadi masalah pa . Selama Dina ada berjuang bersama Aldi .


" Hidup tidak sesimpel yang kamu pikirkan Al.Jika kamu menikah , kamu akan melihat pasangan yang punya anak , teman temanmu yang punya anak . Mbak mu yang punya anak . Hati kecilmu tidak akan bisa kamu pungkiri ."


" Jika Aldi bisa,apa papa merestui Aldi dan Dina

__ADS_1


? " ujar Aldi menatap mata sang papa .


" Menurut Elsa...jaman canggih sekarang , biarkanlah Aldi dan Dina bersatu pa . Mereka sangat dekat.Kasihan Dina . Lakukan pengobatan, dan segera lah menikah . Jangan tunda menikah . Kalian membutuhkan waktu buat mempunyai keturunan . Berjuang bersama lah


," ujar Elsa . Apapun hasilnya harus kalian terima .


" Mbak Ratih sama dengan keputusan papi . Kamu ambil spesialis san baiknya berpisah dari Dina . Kasihan papa tidak mempunyai penerus kelak ," ujar Ratih . Kamu tau sendiri , papa orang yang gak bisa di ganggu gugat . Capek berdebat dengan papa ."


" Mbak apa seorang wanita?ujar Elsa.Jika mbak di posisi Dina , apa yang mbak lakukan ? " tanya Elsa .


" Mbak akan meninggalkan Aldi . Mbak akan menikah dengan sesorang yang bisa menerima kekurangan mbak , sebagai seorang wanita dengan diagnosa kista dan kesulitan mempunyai keturunan . Ngapain mbak maksa menikah dengan keluarga yang hanya memiliki putra tunggal . Mbak mau hidup mbak tenang . Toh di posisi Dina dia pewaris tunggal , warisan kakeknya mencengangkan . "


" Mbak kalau jadi Dina , mbak akan berobat ke ujung dunia sekalipun . Toh kekayaan keluarga nya gak akan berkurang,. Mbak juga akan belajar menjadi wanita kuat . Ngapain cengeng dan hancur hanya karena cinta. Apalagi saat keluarga pacar mbak, tidak menerima keadaan mbak.Bakalan ngantri cowok yang melamar. Mbak kalau secantik Dina , gak akan hancur karena masalah ini," ujar Ratih .


" Kamu mihak siapa sih...tanya sang papa ".


" Gak mihak siapapun . Hanya pengandaian jika diposisi Dina ," ujar Ratih Wijaya .


" Kamu berangkatlah ke Canada . Fokus sekolah mu, berpisahlah dengan Dina," ujar sang papa .


" Sampai kapanpun Aldi gak akan mau menikah dengan siapapun. Hanya Dina yang Aldi mau . Mau punya anak atau gak , Aldi gak peduli ," ujar Aldi meninggalkan ruang keluarga dan memasuki kamarnya .


πŸ˜”πŸ˜”πŸ˜”πŸ˜”πŸ˜”πŸ˜”πŸ˜”πŸ˜”πŸ˜”πŸ˜”πŸ˜”πŸ˜”πŸ˜”πŸ˜”πŸ˜”πŸ˜”πŸ˜”πŸ˜”Jangan lupa like


vote


koment


salam sehat


happy reading

__ADS_1


__ADS_2