
Aldi berlalu mengecek pasiennya , Dina masih sesekali berdebat , kadang tertawa membahas beberapa materi yang dia utarakan pada dokter Jonathan . Dokter Jonathan sangat pintar ,Dina mengakui nya . Tapi galaknya gak ketulungan , terlihat kalau Dina salah menyimpulkan , dokter Jonathan langsung membentaknya .
" Dokter itu punya pacar gak ?".
" Gak.....kenapa ? "
" Wajar...dokter itu super galak, mengesalkan , dan menyebalkan , " ujar Dina .
Perawat yang kebetulan berada disana sekitar 3 orang pun tertawa .
" Kamu nilainya gitu ? tanya dokter Jonathan mengerutkan keningnya ".
" Yupppp.....".
" Pernah pacaran ? " .
" Gak...." ujar Dokter Jonathan .
" Wajar...jomblo terus.." ujar Dina ngakak .
Beberapa perawat kembali tertawa .
" Makanya dok , kalau tampan itu , jangan galak - galak , gak akan ada wanita yang mendekat , semua pada gam berani dan takut . "
" Kamu takut gak sama saya ? ".
" Gak....soalnya saya kan bukan kerja di rumah sakit ini , ngapain takut , kalau dokter juga gak mau bantu , dokter Derren akan membantu saya , dia tuh the best ".
" Kalau the best , kenapa pertunangan kalian , kamu putuskan . Masa depannya gemilang , super sabar dan terkenal kebaikannya ".
" Masalah hati , gak bisa di paksa dok , tapi memang berat memutuskan nya , dia tuh tiada duanya ."
" Dia masih mengharapkan kamu , itu jelas terlihat , semua moment kalian dia masih upload di akunnya ".
" Hmmmm.....dia menghormati keputusan saya ."
" Kalau sama saya , penilaian mu seperti apa ? "
" Kan sudah saya bilang dok...dokter itu tampan sih...banyak yang curi - curi liat , pintar , teliti , tapi...minus nya banyak ."
" Minus gimana ? maksudnya ? "
" Dokter itu mengesalkan tingkat Dewa , galak dan suka marah , perfeksionis , cool dan cuek ".
" Kalau saya tertarik sama kamu gimana ? "
__ADS_1
" Gak...gak mungkin hahahahaha....dokter itu kan perfeksionis , sedangkan saya terkenal apa adanya , cuek berpenampilan , santuy dan hambel ."
" Santuy apaan artinya ? "
" Santai....., gak gaul banget sih...".
" Kalau saya suka dengan semua yang ada pada diri kamu gimana ? "
" Yang bisa nerima keadaan saya itu hanya dokter Derren dan dokter Aldi . Walau saya di vonis sekalipun susah mendapat keturunan, mereka tidak pernah menjahui saya , saya itu tidak sesempurna yang orang liat , tapi saya cukup menerima keadaan saya , berusaha menjalankan apa yang menurut saya benar ."
Aldi terdiam mendengar kata - kata Dina .
" Kamu sudah di periksa profesor ? ".
" Belum....takut....".
" Kamu harus periksa sebelum balik ke Rusia ."
" Kamu akan ditemani suster Loly , suster itu bisa di percaya , dia akan mengantarkan kamu ,jika kamu mau pertemuan rahasia .Saya sudah memberitahu profesor tentang kerahasiaan data kamu ".
" Makasih dok..." ujar Dina .
Dina memandang jam tangannya , tidak lama kemudian membaca Wa dari Dimas .
" Sudah selesai....apa mau makan siang dengan saya ? " ujar Jonathan .
Dina buru -buru memasukkan laptopnya , bergegas ke kamar mandi membetulkan make up natural nya , bergegas memasuki lift .
Terlihat Dimas duduk di depan ruangan reseption.
" Cieeeee....tambah keren....rambut ganti gaya rambut , pakaian hmmmm.....juga berganti gaya , apa udah dapat pacar nih? apa udah move on pengamen jalanan ? ".
" Gak...aku ini pecinta sejati Al....kamu itu sangat berarti bagi mas . Mas mau merebutmu ".
" Ihhh...apaan sih...seram banget , kalau ngomong aneh -aneh.... dah jago banget main game , ngalahin master....".
" No problem....demi taruhan 4 harian , mas rela dek...".
" Ih...merinding deh dengar mas ngomong ".
" Mas naik motor ? Dina memandang Dimas ".
" Hmmm....biar mesra ".
" Dina yang bawa .....".
__ADS_1
" Gak...
" Apa kamu bisa ? "
" Selepe dngan mantan geng motor , aku gak mau mas yang bonceng aku , mas akan sengaja kencang dan nge rem tiba - tiba , aku rugi....."
" Tau aja....hehehehehe...".
" Banyak banget akal bulus nih cowok ".
" Harus....".
" Untung aja aku ganti jins dan sendal jepit , dah hapal orang selengekan kayak mas ".
" Mana kuncinya ...".
" Nihhh....." ujar Aldi .
" Moyor sportnya keren......"
" Nih sandang..., jangan jatuh ".
" Baiklah....harusnya aku yang maksain kamu patuh , karena aku yang menang , ini aku yang harus ikut aturan kamu , jangan balap , SIM internasional mu bisa dibekukan ".
" Baiklah.....".
Dina naik ke motor sport berwarna hitam les kuning .
Postur Dina yang tinggi , dengan body profesional , Dina memakai helm setelah mengikat rambutnya ke atas .
" Kamu sudah permisi dengan suamimu ? ".
" Gak...gencatan senjata karena kekalahan ini ".
" Haahahahaha.....gue senang ...." ujar Dinas tertawa .
Dina pun bersiap melaju , dokter Jonathan , dokter Frans ,dokter Smith , dokter Aurick , terkejut melihat Dina mengendarai motor sport dengan sangat piawai .
Dokter tersebut sampai bengong , melihat aksi Dina seperti sudah mahir dan terbiasa .Sedangkan Aldi memandang kepergian Dina dengan wajah kesal dari teras ruangannya dia melihat itu semua , hatinya sakit , bahkan Dina tidak permisi padanya .Seperti itulah Dina , kalau sudah marah , egoisnya meningkat , cueknya bertambah .
🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁
Jangan lupa like
Vote
__ADS_1
Koment