
Dina sangat merasa bersalah pada Derren. Selama ini Derren sangat banyak melakukan segala hal buat Dina . Mereka lebih mirip seperti teman , yang saling mendukung dan peduli . Mereka berciuman juga karena Derren yang memulai , dan tiba -tiba .
Tidak pernah inisiatif Dina sendiri . Dan ciuman itu tidak pernah di balas oleh Dina . Dina tidak mampu walaupun memaksakan diri, Dina tidak bisa .
Soal hati mengapa begitu berat , tidak pernah mau kompromi .
Derren sudah menunggunya hampir 2 tahunan lebih , tetapi proses itu sangat panjang . Bahkan ketika Derren seminar satu mingguan , perasaan Dina normal dan biasa saja . Seakan sudah mati rasa . Tetapi begitu melihat sosok Aldi , irama jantung Dina deg degan , setelah sekian lama tidak bertemu , melihat sosok Aldi menghipnotis Dina .
" Jaga diri Din.....kapan balik info sama mas , tiga hari saja okay..." ujar Derren .
" Nikmati kencan mu , tetapi setelah 3 hari balik markas , masih ada kuliah dan trening dari mas . Jangan buka rahasia pembicaraan kita , kita liat , sejauh mana si brewok beraksi ," ujar Derren .
" Siiippppp pakdos...."ujar Dina.
Derren masih menjadi dosen di Rusia . Di kampusnya Dina .
Juga menjabat kedudukan penting di rumah sakit besar di Rusia .
Sangat banyak mahasiswi yang mengejar Derren , mereka sangat ori dengan ledekatan Dina dan Derren .
" Jangan makan sembarang my heart....," ujar Derren .
" Baiklah.....,Dina selalu ingat mas, "ujar Dina .
Derren pun memasuki Gate penerbangan . Dina pun meninggalkan bandara . Bermodalkan google map , Dina melajukan mobil nya menuju sebuah taman.Dina mencari ketenangan disana.Tiba - tiba handphone nya berbunyi .
" Hallo.....,"ujar Dina .
" Hallo.... Din....kamu dimana ? ," tanya Melani.
" Lagi semedi Mel....," ujar Dina sambil tertawa .
Tadi pagi Dina sempat berbicara dengan Melani.
Flash Back on
Melani mendekati Dina.
" Din....ini ketiga kertas tadi . Bacalah.... kamu sudah akan tau pemenangnya.Karena kita sudah melihat baju warna apa aja Aisyah kenakan , ujar Melani .
Dina melotot ketika melihat hasilnya.Dina memandang Derren.
"Kalah...,"ujar Derren merengut.
" Din....mas gak bisa sampai 3 harian disini,mas ada tugas jadwal operasin pasien urgent,ujar Derren."
"Jadi ???? tanya Dina."
"Mas balik duluan,apa gak apa - apa? ,"tanya Derren.
" Baiklah...ujar Dina.Dina masih kangen dengan sepupu kocaknya Bian dan Dimas ."
" Baju gini , ribet...."ujar Dina.
__ADS_1
" Ganti baju mu Din , kita jalan yokkk...,naik motor " ujar Derren di pagi itu
" Okay mas...bentar ya.Ku mau janjian juga sama ke dua sepupuku mas.Masih kangen denagn mereka,ujar Dina tersenyum."
Dina beberapa saat berbicara dengan kedua sepupunya.Dina memasuki lorong hotel lantai 3 dimana tadi Dina diberi ruangan itu , terlihat Aldi disana memandangi jendela hotel . Aldi menarik Dina lalu memeluknya.
Pelukan itu masih sama,selalu hangat dan selalu ku rindukan...
" Harus sampai kapan kita membohongi perasaan kita?," ujar Aldi .
" Sampai kapanpun mas akan menunggumu..."ujar Aldi .
Dina hanya dia tak bisa membalas pelukan Aldi.
" Maaf...aku sedang di tunggu mas Derren , Ujar Dina " melangkah memasuki kmarnya.Mengunci kamar,dan mencuci wajahnya.Memakai baju stelan dan bergegas keluar,disana tidak ada lagi sosok Aldi.
Dina terkejut saat melihat motor sport ,sudah lama dina gak mengendarainya.
" Pinjam bentar boleh?," tanya Dina.
" Bisa bawa ?tanya Derren mengerutkan dahi.
"Tenang aja mas....."ujar Dina.
Kembali memory Dina mengingat masa - masa mereka SMA.Dina kangen dengan bu going, pak komo, pak Sinaga.Merindukan masa - masa SMA tanpa ada beban.
Flash back off
" Kamu harus melaksanakan tugas , jangan sampai tugas mu berlanjut sampai 4 harian , nanti kuliahmu gimana , ujar Melani . "
" Nih.... kamu yang buat game , akunya yang kamu buru. Suruh aja si brewok nyusul ke tempatku semedi, Share loc ke dia ," ujar Dina .
Hanya sekitar 10 menitan , sosok Aldi sudah duduk di sebelah Dina .
Dina sampai terkejut .Tidak lamanya , Dina mendapat Wa dari Wesliy.
" Si do i secepat kilat bawa motor sport , ni ku masih sport jantung . Beneran banget memanfaatkan 3 hari . Tidak ada seseorang sebegitu bucin nya selain Aldi dan tunanganmu Din... ,"ujar Wesliy .
" Selamat bersenang - senang , kamu jadi tawanan nya Aldi selama 3 harian."
Dia sangat ngebut banget , dasar brewok ,dalam hati Dina .
Aldi menarik tangan Dina .
" Yuk... mas yang akan mengambil kendali
, "ujar Aldi .
Dina hanya mengikuti di samping . Tangan Dina begitu erat di genggam Aldi .
Ketika sampai di dalam mobil , kembali Aldi membuka suara nya.
" Sudah makan ? tanya Aldi.
__ADS_1
Dina hanya menjawabnya dengab gelengan.
Aldi melajukan mobil nya memecah keramaian , Aldi membawa Dina ke sebuah Mall . Dina terkejut ketika Aldi membawanya ke makanan siap saji , surganya ayam goreng . Dina hanya menelam air ludah nya.
"Mau pesan apa ?, " tanya Aldi .
" Gak mau mesan , "ujar Dina .
" Kamu boleh makan , bukan sama sekali gak boleh menikmati hidup .
" Beneran ? Kamu belum kelar lo....spesialisnya . "
" Kamu meragukan aku ?," jangan bilang kamu...panggil mas.
" Baiklah...kepalang basah..... ku pengen yang ini dan yang ini, "ujar Dina menunjuk .
Pesanan pun Aldi bawa , Dina sangat lahap makan .
" Cari baju tidur dan pakaian berpergian , ujar Aldi ."
"Di manshion Firman kan ada mas, "ujar Dina bengong .
" Kita mau di mana ?," tanya Dina.
" Rahasia....ujar Aldi . Beli aja atau pakaianmu 3 hari hanya yang kamu oakai sekarang , "ujar Aldi .
Mereka pun menyusuri mal . Dina membeli 2 dres, 2 terusan . Aldi langsung membayar dengan kartunya , menolak kartu Dina .
" Mas tidak akan miskin karena 3 baju , kita ke butik pakaian pria , kmau pilihkan juga buat mas 2 kemeja , 2 hoodie , dan 4 celana mau pendek atau celana panjang terserah ujar Aldi .
Dina memilihkan beberapa baju ,yang memang selera dan tipe pakaian kesukaan Aldi .
Aldi menyeret Dina ke toko pakaian dalam laki -laki dan perempuan .
" Carikan pakaian dalam mas....Aldi membertitau ukuran nya . Dina terpaksa memilih pakaian dalam Aldi . Kemudian mengambil pakaian dalam nya . Dina terlihat sangat kikuk ."
Mereka kemudian membeli aneka kebutuhan dapur, dari daging , ayam , udang , sayur dan buah .
Dina ke ingat , dulu mereka sering berbelanja dengan Aldi , untuk kebutuhan cafe mereka.
Kebersamaan mereka kembali membuka semua memory yang sudah Dina kubur selama ini.
πΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏ
Jangan lupa like
Vote
Koment
Salam sehat
Hidup harus bahagia.
__ADS_1