
Derren menelepon Bian , mengatakan bahwa Dina berada di UGD , jangan beritahu papa Dina karena papa Dina ada penyakit jantung .
Derren menanyakan , kemana dokter Aldi wijaya , sang perawat bilang , belum datang .
Derren kemudian menyuruh Bian menelepon kediaman Aldi . Dina ditangani seorang dokter yang lumayan kemampuannya .Setelah Derren menarik paksa sang dokter dari prakteknya di sebuah ruangan . Derren begitu panik dan menggenggam tangan Dina .Derren berdoa , mencari minyak kayu putih kesukaan Dina di dalam ruangan Dina.
Dokter Derren berlari dengan cepat dan kembali dengan minyak kayu putih di tangannya .Derren mengoleskan ke hidung Dina . Dina sangat lama siuman , dokter Derren sangat cemas .Perlahan Dina membuka matanya , berulang kali Derren memanggil nama Dina , membuat minyak kayu putih ke leher, ke hidung Dina .
Tidak lama kemudian Dina sadar.
" Sakitt....," ujar Dina memegang perutnya .
Semua perawat pun panik , apalagi usia kandungan Dina masih 6 bulan ,.
Sang dokter langsung memeriksa perut Dina .
" Dok...Dina mengalami kontraksi hebat , saya akan menyunyikkan serum penguat janin ".
Sang dokter pun menyuntikkan Dina ,serum penguat janin .
Dina masih meringis kesakitan .
Sungguh Derren sangat sedih melihat wanita yang dicintainya berjuang sendiri , menahan rasa sakit . Dan Derren sangat sedih , usia kandungan Dina masih 6 bulan , andaikan 7 bulan masih bisa mempertahankan ketiga bayinya .
" Aku gak mau kehilangan mereka mas....Dina takut....,memelas memandang dokter Derren" ujar Dina sambil menangis .
" Jangan menangis Din , itu akan memacu kontraksi pada perut .Dokter Derren mengambil handphone dan handsfree nya memasangkan pada Dina musik clasik , agar bayi Dina dalam perut lebih tenang ."
Dina berusaha Tidak menangis .
" Din....teriak Bian.....".
__ADS_1
" Tadi Dina pingsan , lumayan lama ,setelah sadar ,terjadi kontraksi pada perutnya , ujar dokter Derren tetap menggenggam tangan Dina , memberi kekuatan pada Dina".
" Minum ini Din....jangan menangis ."
" Aldi mana ??? tanya Derren menahan amarahnya , handphonenya tidak bisa di hubungi , ujar dokter Derren menahan rasa geramnya ."
" Bian menumbuk kan tangannya ke dinding . Aku akan memperhitungkannya , " ujar Bian menggeram .
Tidak lama kemudian , seseorang memasuki ruangan Dina .Dengan wajah panik dan lelah nya .
Dokter Derren dan Bian menatap tajam padanya .
" Kalau sampai Dina kenapa - kenapa , aku akan memperhitungkannya denganmu , ujar Dokter Derren dengan mengeraskan rahangnya , terlihat sorot mata nya dalam kemarahan ."
" Suami seperti apa kamu Al...aku kecewa sama kamu , apalagi Dina .Kamu di cari tidak bisa , dihubungi sangat sulit , apa kamu tidak tau , isterimu pingsan dan sangat lama sadar , bahkan sekarang mengalami kontraksi hebat di usia kehamilan masih 6 bulan? kamu dokter kandungan tetapi buat orang , bukan buat isterimu sendiri , apa ada kamu rutin cek kondisi Dina ? ku pastikan setelah ini menghajarmu , ujar Bian mengerutkan mulutnya menahan amarah yang memuncak ."
Aldi dengan cekatan memeriksa perut Dina , menanyakan serum apa yang sudah di berikan pada Dina . Aldi tidak sanggup menatap kedua mata Dina . Aldi menyuruh Dina menyamping dan menyuntikkan 4 buah serum berbeda ,yang memang serum penemuannya dengan profesor , ternyata serum itu berguna buat keadaan isterinya saat ini , dengan dosis yang sesuai , Aldi menyuntikkan pada Dina .
Kecewa karena Aldi orang terakhir yang datang melihat keadaannya .
Kecewa karena , benar kata - kata Bian dan dokter Derren .
Aldi berjongkok di depan wajah Dina .
" Maaf yaaang ....mas tertidur , dan handphone mas buat nada senyap . Maaf mas pulang sangat lama , semalam ada pasien urgent , tiba - tiba kontraksi dan air ketubannya merembes , mas menanganinya dan saat ini sedang di rawat ."
Dina hanya diam . Kemudian membalikkan badannya ke arah yang berbeda .
Aldi sangat merasa bersalah , sangat frustasi melihat Dina mengacuhkan nya .Selama mengenal Dina , baru kali ini Aldi melihat sorot mata Dina terlihat rasa kecewa yang dalam .
Dina hanya diam .
__ADS_1
Seorang perawat yang dekat dengan Dina menanyakan pada Dina .
" Dok....apa masih sakit? apa masih kontraksi ?"
" Tidak lagi sus, " ujar Dina .
" Dokter Aldi, apa sudah bisa di pindahkan dokter Dina nya tanya sang perawat ."
" Sebentar saya cek keram perutnya ".
Aldi menyentuh perut Dina , tidak mengalami kontraksi / keram lagi . Aldi memastikan dengan mengambil darah Dina dan mencentang beberapa pemeriksaan terhadap darah Dina tersebut . Aldi menyuruh perawat membawa darah itu ke lab , dan bilang darah tersebut periksa langsung , urgent .Sang perawat pun bergegas mengantar ke lab .
Aldi menggendong Dina ke brankar , dan bersama beberapa perawat Dina di masukkan ke sebuah ruangan VVIP .
Claudia , Melani , Aisyah ,Bian dan Derren masih disana .Mama Aldi , mama Dina juga baru sampai .
" Bajunya mas ganti ya yaaang , bajunya basah oleh keringat , " ujar Aldi .
Dina hanya diam .
" Ma....bantuin Dina ganti pakaian , mama ada bawa pakaian Dina kan ma....," ujar Dina perlahan .
Semua terdiam , baru kali ini Dina tidak mengacuhkan Aldi . Mata Dina penuh dengan kekecewaan .
" Baiklah....kalian keluar dulu sebentar ya...mau ganti pakaian Dina , " ujar sang mama .
🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁
Jangan lupa like
Vote
__ADS_1
Koment