Perjuangan Seorang Dokter

Perjuangan Seorang Dokter
Kemarahan Derren dan Bian


__ADS_3

Derren menelepon Bian , mengatakan bahwa Dina berada di UGD , jangan beritahu papa Dina karena papa Dina ada penyakit jantung .


Derren menanyakan , kemana dokter Aldi wijaya , sang perawat bilang , belum datang .


Derren kemudian menyuruh Bian menelepon kediaman Aldi . Dina ditangani seorang dokter yang lumayan kemampuannya .Setelah Derren menarik paksa sang dokter dari prakteknya di sebuah ruangan . Derren begitu panik dan menggenggam tangan Dina .Derren berdoa , mencari minyak kayu putih kesukaan Dina di dalam ruangan Dina.


Dokter Derren berlari dengan cepat dan kembali dengan minyak kayu putih di tangannya .Derren mengoleskan ke hidung Dina . Dina sangat lama siuman , dokter Derren sangat cemas .Perlahan Dina membuka matanya , berulang kali Derren memanggil nama Dina , membuat minyak kayu putih ke leher, ke hidung Dina .


Tidak lama kemudian Dina sadar.


" Sakitt....," ujar Dina memegang perutnya .


Semua perawat pun panik , apalagi usia kandungan Dina masih 6 bulan ,.


Sang dokter langsung memeriksa perut Dina .


" Dok...Dina mengalami kontraksi hebat , saya akan menyunyikkan serum penguat janin ".


Sang dokter pun menyuntikkan Dina ,serum penguat janin .


Dina masih meringis kesakitan .


Sungguh Derren sangat sedih melihat wanita yang dicintainya berjuang sendiri , menahan rasa sakit . Dan Derren sangat sedih , usia kandungan Dina masih 6 bulan , andaikan 7 bulan masih bisa mempertahankan ketiga bayinya .


" Aku gak mau kehilangan mereka mas....Dina takut....,memelas memandang dokter Derren" ujar Dina sambil menangis .


" Jangan menangis Din , itu akan memacu kontraksi pada perut .Dokter Derren mengambil handphone dan handsfree nya memasangkan pada Dina musik clasik , agar bayi Dina dalam perut lebih tenang ."


Dina berusaha Tidak menangis .


" Din....teriak Bian.....".

__ADS_1


" Tadi Dina pingsan , lumayan lama ,setelah sadar ,terjadi kontraksi pada perutnya , ujar dokter Derren tetap menggenggam tangan Dina , memberi kekuatan pada Dina".


" Minum ini Din....jangan menangis ."


" Aldi mana ??? tanya Derren menahan amarahnya , handphonenya tidak bisa di hubungi , ujar dokter Derren menahan rasa geramnya ."


" Bian menumbuk kan tangannya ke dinding . Aku akan memperhitungkannya , " ujar Bian menggeram .


Tidak lama kemudian , seseorang memasuki ruangan Dina .Dengan wajah panik dan lelah nya .


Dokter Derren dan Bian menatap tajam padanya .


" Kalau sampai Dina kenapa - kenapa , aku akan memperhitungkannya denganmu , ujar Dokter Derren dengan mengeraskan rahangnya , terlihat sorot mata nya dalam kemarahan ."


" Suami seperti apa kamu Al...aku kecewa sama kamu , apalagi Dina .Kamu di cari tidak bisa , dihubungi sangat sulit , apa kamu tidak tau , isterimu pingsan dan sangat lama sadar , bahkan sekarang mengalami kontraksi hebat di usia kehamilan masih 6 bulan? kamu dokter kandungan tetapi buat orang , bukan buat isterimu sendiri , apa ada kamu rutin cek kondisi Dina ? ku pastikan setelah ini menghajarmu , ujar Bian mengerutkan mulutnya menahan amarah yang memuncak ."


Aldi dengan cekatan memeriksa perut Dina , menanyakan serum apa yang sudah di berikan pada Dina . Aldi tidak sanggup menatap kedua mata Dina . Aldi menyuruh Dina menyamping dan menyuntikkan 4 buah serum berbeda ,yang memang serum penemuannya dengan profesor , ternyata serum itu berguna buat keadaan isterinya saat ini , dengan dosis yang sesuai , Aldi menyuntikkan pada Dina .


Kecewa karena Aldi orang terakhir yang datang melihat keadaannya .


Kecewa karena , benar kata - kata Bian dan dokter Derren .


Aldi berjongkok di depan wajah Dina .


" Maaf yaaang ....mas tertidur , dan handphone mas buat nada senyap . Maaf mas pulang sangat lama , semalam ada pasien urgent , tiba - tiba kontraksi dan air ketubannya merembes , mas menanganinya dan saat ini sedang di rawat ."


Dina hanya diam . Kemudian membalikkan badannya ke arah yang berbeda .


Aldi sangat merasa bersalah , sangat frustasi melihat Dina mengacuhkan nya .Selama mengenal Dina , baru kali ini Aldi melihat sorot mata Dina terlihat rasa kecewa yang dalam .


Dina hanya diam .

__ADS_1


Seorang perawat yang dekat dengan Dina menanyakan pada Dina .


" Dok....apa masih sakit? apa masih kontraksi ?"


" Tidak lagi sus, " ujar Dina .


" Dokter Aldi, apa sudah bisa di pindahkan dokter Dina nya tanya sang perawat ."


" Sebentar saya cek keram perutnya ".


Aldi menyentuh perut Dina , tidak mengalami kontraksi / keram lagi . Aldi memastikan dengan mengambil darah Dina dan mencentang beberapa pemeriksaan terhadap darah Dina tersebut . Aldi menyuruh perawat membawa darah itu ke lab , dan bilang darah tersebut periksa langsung , urgent .Sang perawat pun bergegas mengantar ke lab .


Aldi menggendong Dina ke brankar , dan bersama beberapa perawat Dina di masukkan ke sebuah ruangan VVIP .


Claudia , Melani , Aisyah ,Bian dan Derren masih disana .Mama Aldi , mama Dina juga baru sampai .


" Bajunya mas ganti ya yaaang , bajunya basah oleh keringat , " ujar Aldi .


Dina hanya diam .


" Ma....bantuin Dina ganti pakaian , mama ada bawa pakaian Dina kan ma....," ujar Dina perlahan .


Semua terdiam , baru kali ini Dina tidak mengacuhkan Aldi . Mata Dina penuh dengan kekecewaan .


" Baiklah....kalian keluar dulu sebentar ya...mau ganti pakaian Dina , " ujar sang mama .


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁


Jangan lupa like


Vote

__ADS_1


Koment


__ADS_2