
Sebelum kejadian kedatangan Dina ke rumah sakit , Pagi itu Aldi menyetujui ,Dina melakukan foto Martenity , bahkan pakaian Dina pun di desain seorang desainer kenalan Claudia . Aldi bilang ,fito Dina hanya keluarga yang boleh lihat , tetapi pihak bridal mengajukan kontrak exclusive atas hasil foto terswbut ,karena Dina memang sangat cantik , auranya sangat kuat .
Dina mematung ,serasa tadi pagi semua berjalan seperti biasa , bahkan dua mingguan perubahan Aldi tidak terlihat di rumah . Apa sebaik ini Aldi ber akting .
" Kamu datang yaaaang...," ujar Aldi mendekati Dina .
" Apa kabar dokter Alexa , sudah pulang tugas dari New york ? sangat kebetulan sekali , " sindir Dina menatap tajam Aldi .
" Kabar saya baik....dan seperti kamu liat Din...saya pindah tugas di rumah sakit ini , sejak 2 minggu lalu , apa Aldi gak cerita ?" ujar Alexa dengan senyuman liciknya .
" Aldi sangat sibuk dengan kuliahnya , dengan prakteknya , kelupaan cerita Al...gimana kabar Alex ? " tanya Dina .
" Alex baik , dan masih menjalankan tugas di Canada , " ujar Alex .
Maaf jadi mengganggu , lanjutkan saja , ujar Dina tersenyum , menutupi gejolak amarahnya .Bian pun terkejut melihat dokter Alex a disana .
" Buat apa kamu disini ? apa hubungan kalian kembali lagi ? " ujar Bian dengan sangat marah .
" Kamu tau kan....Aldi sudah berumah tangga , dasar wanita siluman ."
" Kamu sedang apa dengannya satu ruangan Al ? kembali lagi kamu mau menyakiti Dina ? kamu jangan menyesal , ujar Bian mengetatkan rahangnya ."
" Aku buat apa Bi...aku gak ada lakukan apa - apa ," ujar Aldi membela diri .
" Dengan pakaian mengundang gitu , kamu bilang tidak melakukan apa - apa .Kamu memang tidak pernah belajar darinpengalaman , dengan Sarah kamu begitu , degan wanita siluman ini juga , kamu tidak membuat garis , kamu seorang suami , calon papa , miris liat kamu ."
Bian menggenggam tangan Dina .
" Bersenang - senangla Al....wanita berpakaian jadi - jadian sangat serasi dengan mu .Kamu tidak layak buat wanita terhormat ."
Dokter Derren yang mendengar keributan di ruangan Aldi pun terkejut melihat kejadian itu .
" Kamu akan kehilangan kesempatan bung....ujar Dokter Derren ."
__ADS_1
" Jangan menangisi pria seperti Dia . Kamu sudah tau kan Din ,pria seperti apa yang kamu pilih ."
" Kalian salah menilaiku , " ujar Aldi marah .
" Tidak salah menilai , kamu sudah 2 mingguan ini kan , menutupi kehadiran wanita ini ? bahkan perawat takut aku membuka ruangan ini , kalau kamu suami yang baik, perawat yang biasa bertugas di dalam ruanganmu tidak akan di luar z ujar Dina penuh emosi .Selesaikan persoalanmu denganku , terserahmu selanjut nya , ujar Dina marah ".
" Aku gak buat apa - apa Din....Alexa datang sebagai pasien ku , konsultasi tidak lebih....".
" Manusia sehat begini , bisa mengelabui dokter lemah seperti mu , " ujar dokter Derren .
Dokter Derren menelepon perawat nya .Dan dengan sangat cepat sang perawat menyerahkan berkas ke tangan dokter Derren .
" Kalau dia konsultasi , masalah kandungan , kamu di tipu Al...." dokter Derren mencampakkan copy an berkas Alexa pada Aldi .
" Kamu membocorkan hasil general cek up pasienmu , jerit Alexa marah .Aku akan laporkan kamu ke direktur , " ujar Alexa .
" Jika seorang pasien konsultasi dengan dokter lainnya dari segi medis , dokter berhak melaporkan kondisi kesehatan mu bukan...tidak ada menyalahi aturan ".
Alexa terdiam .
Aldi menahan tangan Dina , namun Dina melepaskan tangan Aldi . Dina menatap tajam pada Aldi .
Aldi tidak peduli , Aldi menggenggam tangan Dina .
" Kita bicara Din....," ujar Aldi .
Dina hanya Diam , ketika Aldi mengajaknya ke ruangan Dina.
" Dia menemui mas 2 minggu lalu , dengan konsiltasi dan membawa berkas ini , " Aldi memberikan berkas pada Dina , Dina terkejut membacanya .Bagaimana pun Dina sekilas tau , karena Dina sering cek kandungan semasa dia mengalami kista .
" Beberapa kali dia datang , dan mas menyarankan untuk di cek dan di ambil tindakan langsung , dia berkilah takut ."
" Mas bodoh....," ujar Dina.
__ADS_1
" Ya benar ...mas tidak tau dia memakai tipu muslihatnya , kalau tidak dokter Derren membukanya .Mas tidak pernah selingkuhi kamu Din , tidak pernah macam - macam dengannya .Soal badan dan lainnya , mas sudah terbiasa melihatnya , karena itu sumpah jabatan mas , dan hanya bersama kamu mas ada rasa , bukan dengan lainnya .Mas juga mengambil jurusan ini karena kamu ."
" Apa yang kamu lihat Din? mas terkejut karena kedatangan kamu ,murni bukan karena mas takut kamu gerebek selingkuh ,mas takut kamu salah paham sama mas, dan orang lain salah artikan.Kenapa perawat tidak di dalam , karena Alexa mengatakan dia tidak nyaman orang lain tau persoalan kesehatannya ."
" Percayalah yaaaang...mas gak akan sia - siakan kamu .Mas sudah menetapkan garis itu , tapi tipu daya manusia. sungguh mengerikan ."
" Mas tidak pernah melewati garis itu , tidak pernah.Mas ada buat CCTV di ruangan mas, kamu bisa buka lewat handphone kamu Din..."
Aldi pun menyambungkan akses jaringan dan menyambungkan ke kamera CCTV ruangannya .Aldi mengirim kejadian selama 2mingguan .Dina membukanya dan baru mengerti , bahwa apa yang di bilang suaminya benar , dan Dina pun memeluk Aldi .
Kesalahpahaman mereka terlerai .
Aldi mengecup bibir Dina dan mengusap wajah Dina .
Aldi kembali ke ruangannya , disana ada Bian dan Derren , juga ada Alexa .Aldi membuka laptopnya dan membjka kejadian 2minggu lalu .Dokter Derren dan Bian akhirnya percaya , bahwa Aldi memang tidak menduakan Dina.
Ke esokan hari. , Dina dan Aldi sibuk melakukan foto maternity di rumah mereka .Keluarga mereka sangat antusias , karena sangat ribut , Claudia mengusir mereka di rumah sang kakek , sehingga suasana lebih tenang di rumah Dina .
Hasil foto mereka pun Aldi abadikan dengan handphonenya .
Dina dan Aldi puas dengan hasil foto mereka .
Claudia juga sangat bahagia , demikian juga dengan seluruh anggota keluarga .
πΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏ
Jangan lupa Like
__ADS_1
Vote
Koment