
Dimas dan Dina mengunjungi sebuah mall , mereka menonton film yang lagi booming , Dina dan Dimas asik menonton film nya sangat sedih , Dina terhanyut dalam alur cerita pada film tersebut .
Waktu menunjukkan pukul 12 , Dimas mengajak Dina makan di sebuah restoran siap saji .
" Jangan merumput lagi...sesekali makan sesuatu yang beda ".
" Baiklah ....." ujar Dina .
Dina sudah sangat lama tidak makan ayam goreng dan soda .
Dina mengunyah 2 potong ayam dan meminum beberapa teguk soda , rasanya sangat bahagia , Dina sampai merasakan seperti di gurun sahara , sangat lama tidak makan ayam goreng kesukaannya , Dimas sampai tertawa melihat ekspresi Dina .
Dimas menghadiahi Dina sepasang sepatu kets berwarna putih , Dina sangat senang , bahkan mereka Video call dengan Bian dan Claudia .
Claudia memaksa Dina untuk pulang ke Jerman , Dina mengatakan , sedang sibuk -sibuknya mengerjakan tesisnya .Dina berjanji akan mengusahakan begitu dia sengang .Claudia sangat bahagia , karena biasanya Dina selalu menepati janjinya .
Dina heran , memandang Wa dari Aldi sama sekali tidak ada , hmmmm dia beneran marah , Dina meneguk air mineral .
Aldi baru kali ini marah dan sangat egois , biasanya selalu mengalah dan terkadang Dina yang mengalah , pada porsi saat ini , apakah salah , Dina jalan bareng Dimas , apa yang dilakukannya tidak melewati batas , hanya menemani sepupunya , karena Dimas sudah tau batasan mereka sejak dari dulu .
Dina malas kembali ke rumah sakit , Dina ditemani Dimas mengerjakan tesisnya di sebuah cafe coffee , yang lumayan sepi , mereka duduk di lantai 2 , Dina memesan jus stroberi kesukaannya .
Setelah lelah , Dina dan Dimas sibuk bermain game , ditemani dengan musik . Dina benar - benar kesal , pengen mengambil tiket dan langsung pulang ke Rusia .
Harus nya Aldi bisa mempercayai Dina .
" Kamu keliatan kesal...." ujar Dimas .
" Hmmmm....benar ".
" Biasanya kalau lagi kesal kamu kan suka nyanyi , tuh nyanyi disana , " ujar Dimas .
" Baiklah....aku jadi pengamen hari ini , ganti in kamu , " ujar Dina tersenyum .
" Masih bisa main piano ? "
" Lagi tidur juga bisa..." ujar Dina dengan wajah kesal nya .
Dina meminta mengambil ahli piano , Dina memainkan lagu " Kiss the rain " .
Dina menjiwai permainan pianonya ,rasa kesal dan kesedihannya dia curahkan .
__ADS_1
Dimas merasa bersalah , melihat wajah Dina sedih dan kesal .
Dina kembali ke meja dimana Dimas berada .
Dina menatap handphone nya , Dina mengklik aplikasi , memesan tiket tujuan ke Rusia .
" Nath....antarin ke bandara ".
" Hahhhh???? Dimas bengong ".
" Kenapa tiba - tiba Din? "
" Ada pekerjaan mendadak , " ujar Dina .
Aldi tau...Dina lagi kesal dan biasanya seperti inilah dirinya , Dina pasti memburu tesis nya .Seperti itulah jika Dina kecewa .
Dina melaju , mengendarai sepeda motor sport milik Dimas . Dina menyerahkan kunci pada Dimas .
Dimas memeluk Dina .
" Utang kamu masih 3 lagi , ingat ...." ujar Dimas .
" Baiklah....datang saja ke Rusia , nanti aku akan info alamat ."
Dina hanya diam .
" Dina pamit ya mas ".
Dina melambaikan tangannya , Dina memasuki sebuah toko pakaian , membeli hoodie , Tshirt , celana panjang denim dan pakaian dalam , Dina berganti pakaian di Toilet , kemudian melihat jam tangan nya . Dina memasuki pesawat , menyandang ransel nya , Dina melangkahkan kakinya dan membulatkan tekadnya , setelah membaca Wa dari Derren , hati Dina gelisah , ingin secepatnya sampai ke Rusia .
Dimas menghubungi Aldi , mengatakan bahwa Dina sudah balik ke Rusia . Aldi terkejut dengan keputusan Dina . Aldi menghubungi handphone Dina , tapi dalam keadaan mati .
Dina padahal tadi di bandara , membeli mainan super hero dan barbie kesukaan Sky dan Trexie .
2 bocah kesayangan Dina . Mereka mengalami jantung bawaan dari sejak lahir , Sky kesehatannya beberapa hari sangat tidak baik , tubuhnya membiru beberapa hari , kondisinya menurun drastis . Dina sangat terkejut membaca hasil kesehatan Sky , yang di kirimkan dokter Derren .
Dina termenung , terkadang keterbatasan seorang dokter itu ada , sangat banyak dokter kehilangan pasien yang berarti baginya , karena kesembuhan pasien menjadi kebahagiaan bagi seorang dokter .
Setelah menempuh beberapa jam perjalanan , begitu sampai , Dina memasuki ruangannya , membersihkan diri dan menukar pakaiannya , Dina langsung ke ruang ICU dimana Sky terbaring lemah .Dina perlahan menggenggam tangan Sky .
" Sky....apa kamu merindukan princes mu ini ? ".
__ADS_1
" Maaf....princes nya pergi liburan , cepat sembuh Sky....princes beli hulk , batman , superman , spiderman , kamu menyukainya kan Sky .....princes juga beli buat Trexie , boneka barbie...cepat sembuh Sky....Trexie pasti sedih tidak bermain dengan mu....".
Air mata Dina mengalir , Dina mencek dan mengamati badan Sky , kondisi Sky sangat parah , Dina terduduk di lantai sudut kamar ICU . Belum pernah dia merasakan kesedihan ini .
Sebuah tangan menyentuh punggung Dina , disitu dokter Derren menatap nya , menghapus air matanya .
" Tidak ada yang bisa di lakukan lagi....ujar Dina kembali menangis , dan dokter Derren memeluk Dina , Dina terlihat sangat sedih ".
" Waktu nya sudah tiba Din...semua sudah di upayakan ...".
Dina masih terisak sedih .
Tiba tiba Sky membuka matanya , Dina sangat senang memandang Sky .
" Sky...lihatlah , princes membawakan mu super hero kesukaanmu ....".
" Derren memanggil dokter dan orangtua Sky , karena Sky sudah sadar ."
" Ma...ka...sih....princes....".
Dina memeluk Sky, sangat banyak kenangan dan foto mereka ber dua , foto mereka ber tiga juga dengan Trexie , banyak juga foto denagn Derren .
Derren menyayangi Trexie sedangkan Dina menyayangi Sky .
Sky menggenggam tangan Mammy nya dan tangan Dina , tersenyum sangat manis , menghapus air mata Dina dan mammy nya .
Tidak lama kemudian mata Sky terpejam , tangan Sky terkulai , Dina terkejut dan berteriak , memberi pertolongan pada Sky , melakjkan alat kejut jantung , Dina tidak putus asa , mengupayakan Sky , sampai pelukan mammy Sky menghentikan tangannya .
" Sky sudah bahagia dok....makasih sudah menyayangi Sky dengan tulus , makasih juga sudah menemani Sky selama ini , Sky tidak sakit lagi , makasih dokter ada di saat - saat terakhirnya ....makasih...ujar mammy Sky .Dina hanya terdiam dan menangis ".
Kemudian Papa Sky memeluk sang isteri , Sky adalah anak satu - satunya mereka , kepergian Sky membuat mereka sangat kehilangan , Sky dulu mereka dapatkan dari metode bayi tabung , beberapa kali sesudah Sky lahir , mereka mengalami kegagalan dalam metode bayi tabung .
Dina menangis memeluk jasad Sky....untuk terakhir kalinya .Para perawat banyak sedih , karena Sky sangat tampan dan ramah .
πΎπΎπΎπΎπΎπΎπΎπΎπΎπΎπΎπΎπΎπΎπΎπΎπΎ
Jangan lupa tinggalkan jejak
Like
vote
__ADS_1
makasih....